HOT DADDIES

HOT DADDIES
episode 21 ( sebuah rencana)



"Semua orang tua, pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya"


Sepertinya, kata kata Yongki masih terngiang di telinga Riri, ini sangat sulit bagi Riri untuk menerima sesuatu yang tidak ia inginkan. Mobil yang di kendarai Yongki sudah berlalu, Namun ia masih enggan untuk masuk ke dalam rumahnya.


Seketika, ia menatap langit yang begitu indah, dengan hiasan jingga yang terbentang luas mewarnai langit yang akan berganti malam.


Dan pada akhirnya senja hanya semakin menjauh.


Namun ia tak pernah sanggup melenyapkan cinta yang paling diam dari pandangan mata, hanya Jingga yang Selalu menggenapkan warna nya, demi senja di setiap harinya.


"Okay ! aku akan menuruti apa kata dirimu, Yongki" gumam Riri sembari meneteskan air matanya.


🌻🌻🌻🌻🌻


Sementara di tempat lain...


"Jadi, apa rencana kamu sekarang, Ndi? kita sudah tidak punya waktu lagi!" ucap pak Jaja cemas


"Ehh, iya yah tidak terasa udah mau magrib aja, silahkan kalian berdua lanjut habis ini aku mau beres-beres, dan setelah itu kita berangkat." tutur Bi Inah dengan semangatnya yang membara. bagaimana tidak, jika ada sesuatu yang memgandung unsur rencana, ia pasti antusias sekali, apalagi melibatkan dirinya, pasti lebih semangat dari kura kura milik tetangganya.


"Kang, gimana kalau kita sewa polisi saja? aku yakin dalam 2 hari ini, aku tidak bisa menemukan Non Nadya!" ujar Andi bimbang. Ia takut dirinya akan salah melangkah lagi. Cukup problem Shely saja yang menurut ia gagal untuk melindunginya.


"Lagian, percuma juga kita mencari Non Nadya! toh tetep saja, cepat atau lambat Pak Arif pasti menemukan Non Nadya," sambung Andi.


"Jadi, untuk apa kita sewa polisi? sementara dia juga mencarinya?" ucap Pak Jaja heran, ia belum mudeng apa yang di katakan Andi tadi.


"Maksudnya, kita sewa polisi untuk mengulur waktu saja, supaya Pak Arif benar - benar percaya kalau Non Nadya itu memang sulit untuk di temukan," tutur Andi meyakin kan Pak Jaja.


"Nah, itu maksudku Kang," ucap Andi dengan menggebrakan tangannya ke meja. Hal ini, membuat mereka semakin bersemangat.


tiba tiba suara handpone nya Andi berdering.


Kring Kring Kring


Ia pun segera mengecek siapa yang meneleponnya, setelah di lihat, ternyata yang meneleponnya adalah Pak Arif, sontak saja ia kaget dan gugup.


"Aduh, bagaimana ini Kang? Pak Arif nelepon!" ucap Andi kebingungan.


"Apaa? Pak Arif? (Bi Inah langsung nimrung obrolan mereka) bahkan kita aja masih disini! sudah tidak usah dingkat, nanti bilang saja tidak sempat membuka handpone gitu," ujar Bi Inah


"Yaudah, ayo kita berangkat! nanti dia keburu curiga lagi," ucap Pak Arif sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Lohh, terus gimana ini soal rencana kita? kan belum selesai!" uajar Andi yang semakin kebingungan.


"Bukan nya kamu tadi sudah bilang mau sewa polisi? yaudah sewa aja yang penting dia bisa di kompromi sampe usaha kita untuk membongkar kejahatan nya Pak Arif berhasil, tapii biaya buat sewa polisinya ada nggak?" celetuk Pak Jaja mengkerlingkan matanya.


"Jangan mikirin soal biaya! pikirkan dulu apakah polisinya mau di sewa atau nggak? polisi ko disewa! gak ada kata kata lain apa!" ucap Bi Inah sambil ngomel-ngomel.


"Yahh pokoknya, intinya si polisi itu mau bekerja sama dengan kita, gitu loh Bi, tapi siapa yaa? polisi yang dapat kita percaya!" ujar Andi kebingungan.


BERSAMBUNG...