
Tut Tut Tut
Dicka beberpa kali menghubungi Yongki lewat ponselnya , namun dia tidak mengangkat nya sama sekali. sementara ia sedang asyik bermesraan dengan Nadya. Dicka gak tinggal diam saja Ia berusaha menelepon terus menerus agar ponsel yongki segera di angkatnya.
"Ya ampun ini orang kemana si, udah tau pagi ini aku mau tugas,!" ucap dicka kesal
Sementara Reno sedang asyik bermain dengan kimy , Ia juga akan berangkat pagi bareng dicka , sambil nunggu yongki pulang.
"Gimana?? udah di telepon belum dia,? tanya reno kepada dicka
"Gak di angkat angkat,entah kemana dia," ucap dicka sambil ngotak ngatik hp nya.
Tiba tiba terdengar suara klakson motor tepat di depan rumah nya.
Tit Tit Tit
Mereka berdua pun langsung beranjak menuju ke luar rumah. Dan di lihat nya ternyata dia adalah Fara teman nya Reno
"Halo kak," ucap fara sambil melambaykan tangan mungilnya.
"Hae Faraa " ucap reno gugup ia langsung menghampiri fara dan langsung membuka kan pintu gerbang nya. " Ayo masuk dulu,!!" ajak reno kepada fara. Sementara fara menolaknya ia ingin cepat cepat menuju kantor bareng reno karena takut kesiangan.
"Gak usah repot repot ka aku kesini cuma mau ngajak berangkat bareng ke kantor nya, mengingat kejadian kemarin , Pasti kakak masih belum tau jalan kan heheh," ucap fara sambil tertawa kecil
"Haiss dasar wanita " kata reno sambil tepok jidat
"Yaudah aku mau siap siap dulu bentar ya," sambung reno dan langsung bergegas menuju ke rumah.
"Oke deh."
Di kejauhan , Dicka dari tadi memperhatikan Reno , ia penasaran dengan wanita yang ada di depan gerbang itu. Sementara kimy asyik dengan mainannya.
"Siapa dia ren,?"
"Teman kantor dia ngajak aku berangkat bareng," ucap reno sambil bergegas menuju keluar rumah
"Dihh enak bener !! terus bagaimana dengan aku,?"
" Ya itu sih derita kamu yahh maklumi saja jika kegantengan ku melebihi kamu," canda reno
"Hilih liat aja nanti pasti temen wanitamu bakal klepek klepek sama aku," ucap dicka
"Dah ah aku berangkat duluan ya pai pai selamat mengasuh anak heheh.!"
Reno dan Fara pun langsung berangkat meninggalkan Dicka.
🌻🌻🌻🌻🌻
"Awww sakitt," ucap Nadya meringis kesakitan ketika ia membasuh area sensitif nya di kamar mandi. Ia menangis sesenggukan. Dimana harta yang paling berharga nya telah ia berikan pada laki laki yang baru saja ia kenal.
"Dasar bodoh !! kenapa aku bisa terlena dalam buaian nya , aku bodohhh hiks hiks hiks.!!" Ucap nadya sambil menatap ke arah cermin. Seketika ia tersadar atas apa yang telah ia lakukan dengan laki laki yang bukan laki laki halal nya.
Yongki yang sedari tadi menunggu nadya keluar dari kamar mandi , menjadi cemas. Karena tangisan nadya kedengaran oleh nya.
Tok Tok Tok
"Sayang kau baik baik saja kan ,!!" ucap yongki di balik pintu kamar mandi. Tidak lama kemudian , Nadya pun keluar dengan mata sembab dan memakai balutan handuk kimono yang sudah tersedia dari fasilitas hotel.
Melihat keadaan nadya seperti itu , Yongki langsung memeluk erat tubuh wanita itu. Ia sadar setelah apa yang telah ia lakukan pada wanita yang di cintai nya. Hanya kata maaf yang di lontarkan oleh laki laki yang gagah itu. Nadya pun tidak begitu menyalahkan Yongki , karena kejadian ini ataa dasar suka sama suka. Namun hatinya masih tidak percaya jika dirinya begitu berani melakukan hal semacam itu.
"Kamu jangan menangis lagi yah , ku akui ini salah ku kamu boleh menyalahkan aku sesuka hatimu, aku terima dan aku akan bertanggung jawab atas semuanya," bisik yongki ke telinga nadya sambil mengelus elus rambut panjang nya. Sementara nadya begitu nyaman dengan pelukan Yongki seperti tidak mau untuk di lepas. Ia hanya mengangguk saja sambil memejamkan matanya.
"Lagian aku tida akan kemana mana , aku janji,!! aku akan selalu bersamamu setiap hari setiap saat,!" sambung Yongki. Sontak saja mendengar hal itu , Nadya terharu. Ia bersyukur telah menemukan sosok orang yang benar benar mencintai dirinya. Tidak terasa air mata nya mengalir jatuh ke pundak yongki. Begitu terasa hangat yang ia rasakan. Seketika yongki langsung heran dan bertanya tanya. Apakah ia salah ucap,?? atau dirinya sedang kurang sehat,? Yongki jadi serba salah.
"Sayang aku minta maaf please, !!! ucap Yongki dengan suara lirih dan pelukan nya semakin erat.
"Aku baik baik saja," Ucap nadya suara nya terdengar pelan.
Namun nadya tidak mau mengakui atas perasaan nya sekarang ini. Ia hanya tersenyum manis tanpa di ketahui yongki.
Tiba tiba nadya melepaskan pelukan nya.
"Kamu tuh bicara apa sih ,? aku tuh lapar dari kemarin belum makan,!" ucap Nadya seraya memarahi yongki dengan manja.
Mendengar hal itu , seketika Yongki terpana melihat mimik wajah nya yang cantik nan ayu. Dengan bibir mungil nya yang saat ini sedang manyun gara gara yongki tidak peka. Hal ini membuat yongki terasa geli.
"Eh wanita ya sama aja aku juga dari kemarin belum makan,!" ucap yongki menyeringai dan mendekapkan kedua tangannya.
Sementara Nadya masih dengan mode manyun nya yang membuat yongki semakin ingin melahap bibir mungilnya.
"Hey wanita kalau kamu seperti ini terus aku tidak segan segan untuk memakan tubuh mu lagi," ucap yongki dengan senyuman sinisnya
Seketika mata Nadya membelalak ia tidak ingin kejadian itu terulang lagi. Langsung saja ia menutup bibir nya dengan telapak tangan nya.
"Trus ngapain kamu berdiri di situ seperti patung kepanasan,! bukan nya carikan aku makan,!" ujar nadya sinis
"Okey kamu tunggu disini aku akan bawakan makanan banyak untuk mu," jawab yongki
Ia lalu bergegas merapikan pakaian nya. Sementara Nadya hanya memperhatikan gerak gerik nya yongki dari samping. Tiba tiba terpikirkan oleh nya bahwa bagaimana jika laki laki yang sedang berada di hadapan nya tidak kunjung kembali,? Bagaimana kalau dia kabur,? wah ini gak boleh terjadi nih,!" gumam nadya
Sementara yongki sudah berada di ujung pintu
"Hey pria asing tunggu,!" teriak Nadya sambil berjalan cepat ke arahnya.
"Haiss dasar wanita ada apa lagi sih"
"Aku ikut,!"
"Yakin mau ikut,?? dengan pakaian seperti ini,? ujar yongki dengan senyuman sinis
Nadya pun langsung tersadar jika dirinya masih dengan berbalut handuk kimono.
"Aaku baju aku ,!!"
Ia pun langsung bergegas mencari celana dan pakaian dalam nya yang kemarin ia kenakan ternyata masih berserakan di lantai. Ketika ia mengambil celana nya , Tiba tiba yongki menyodorkan sebuah kotak dimana isi nya adalah baju baru buat Nadya. Seketika nadya tercengang dan senang di buatnya.
"Ini untuk ku,?" ucap nadya dengan wajah berseri seri
"Ehemm.!" angguk yongki
Langsung saja ia berlari menuju kamar mandi untuk memakai baju baru nya. Setelah selesai memakainya, iapun keluar dari kamar mandi itu. Seketika yongki tercengang dan mata nya tidak berkedip melihat cantiknya Nadya memakai dress warna hitam yang ia belikan tadi lewat butik langganannya. Ia sengaja menyuruh pihak hotel untuk memesan baju untuk Nadya.
"Kamu cantik sekali sayang,!"
" Hemm kamu suka,?"
"Tentu saja , ayo berangkat sekalian kita check out.!!"
Nadya pun hanya menganggukan kepala saja tandanya ia setuju. Sebelum check out Mereka sarapan dulu di hotel mewah itu.
🌻🌻🌻🌻🌻
Sementara di tempat lain...
"Kimy coba lihat aku bawakan apa ,?" ucap dicka sambil membawakan botol susu milik kimy. Dicka sengaja membuatkan susu karena dari tadi kimy terlihat aktif terus. Namun pada saat dicka menghampiri nya , kimy sudah tidak ada di tempatnya. Dicka pun kaget dan bingung. Hati nya dag dig dug tidak karuan.
"Kimy !! kamu dimanaa sayang.!!" ujar dicka cemas.
Langsung saja dicka menelepon yongki , Ia takut terjadi sesuatu pada kimy. Dan akhirnya yongki mengangkat juga handpone nya. Ia pun kaget dan akan segera menuju pulang ke rumah.
BERSAMBUNG....