
JANGAN LUPA LIKE DAN LOPE LOPE NYA YA!
EPISODE SEBELUMNYA...
Dibalik tirai yang panjang, terlihat sosok laki laki yang begitu terlihat murka, melihat mereka bersenda gurau di depan rumahnya. Sampai sampai Cemburunya memuncak panas.
------------------------------------------------------------------------
"Horeee, sudah sampai," ucap Nadya sambil menggendong Kimmy yang sedari tadi ngoceh ngoceh kegirangan.
Mereka berdua pun langsung turun dari mobil hitam itu. Mereka berdua tidak sadar, bahwa seseorang sedang memperhatikan mereka dari dalam rumah.
"Kak, makasih ya udah anterin aku," ucap Nadya sembari berdiri di depan gerbang rumah.
"Hanya terima kasih doank?" ucap Dicka mengkerut kan wajahnya.
"Mmm... maksud Kak Dicka apa ya? aku gak ngerti!" ucap Nadya polos.
"Di dunia ini tidak ada yang gratis!" ucap Dicka mengkerlingkan matanya.
Nadya pun kaget mendengar ucapan Dicka seperti itu, seketika suasananya menjadi hening. Hingga pikiran nya pun kemana mana.
"Jangan-jangan harus bayar! aku tidak punya uang! gimana ini!" gumam Nadya dalam hati.
"Heloo, kenapa melamun?" tanya Dicka sambil melambaikan tangan nya.
"Ah, mmm... anu Kak, a-aku saat ini belum punya uang! nanti ngutang dulu bisa kan?" jawab Nadya dengan gugup nya.
"What? siapa yang minta uang kamu?" ucap Dicka menyunggingkan bibirnya.
"Loh, terus tadi Kak Dicka bilang...( belum juga selesai bicara, Dicka langsung memotong pembicaraanya)
"Buatkan aku makanan yang enak!" sambung Dicka dengan tatapan yang tajam.
" Apa?" tanya Nadya keheranan.
"Aku pergi dulu, setelah aku pulang, makanan harus suda siap sedia." jawab Dicka sembari mencium Kimmy, yang sedari tadi memperhatikan percakapan mereka.
Setelah Dicka pergi jauh, Nadya pun langsung masuk ke dalam rumah. Ketika ia hendak membuka pintu, ia kaget sekali. Pintunya tidak terkunci, padahal ia sudah mnguncinya sebelum ia pergi ke stasiun.
Siapa yang membuka kunci nya? sudah jelas aku mengunci pintu ini sebelum pergi. Atau jangan jangan ada maling? pikir Nadya bertanya tanya.
Hatinya semakin gelisah, ia takut terjadi sesuatu pada dirinya. Apalagi ia menggendong anak yang lucu, ketakutan nya semakin bertambah.
Kimmy yang sedari tadi memperhatikan Nadya, ia hanya bisa terdiam menggigit jarinya. Dan seolah ia faham dengan situasi yang di alaminya sekarang itu.
Nadya enggan untuk masuk, padahal orang yang berada di balik tirai ruang tamu, sudah bersiap-siap menantikan Nadya untuk menegur nya.
Namun, karrna Nadya tak kunjung masuk, akhirnya ia keluar dari balik tirai panjang itu dan membuka kan pintunya.
CKLEK...
"Kenapa tidak masuk!"
Ucapan lelaki itu, membuat Nadya kaget dan ketakutan. Setelah mendengar suara nya, akhir nya ia menyadari, kalau pemilik suara itu adalah Yongki.
"Ahh, Kaaa kamuuu kenapa bisa masuk?" ucap Nadya terbata bata.
"Bisa lah, kamu lupa yah ini rumah siapa?" ucap Yongki dengan ketus.
"Ohh, iya lupa he he," canda Nadya.
Yongki hanya bisa menatap Nadya dengan penuh kecemburuan.
Sementara, Kimmy yang sedari tadi terdiam, akhirnya ia bisa ketawa ketiwi lagi setelah melihat Yongki yang sudah ada di depan matanya. Ia pun ingin segera meminta untuk di gendong nya.
Langsung saja, Yongki pun menggendong nya tanpa basa basi lagi. Dan ia pun langsung segera masuk ke dalam rumah nya.
Melihat tingkah laku Yongki yang seperti itu, Nadya hanya bisa menarik nafas dalam dalam. Ia sangat faham betul akan sifatnya itu. Ia tidak bisa berbuat apa apa lagi karena, itu memang salah diri nya sendiri. Kenapa mengingkari janjinya kepada Nadya.
BERSAMBUNG...