HOT DADDIES

HOT DADDIES
episode 30



JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN NYA YA!


Jadi, siapa perempuan yang bersama Yongki, yang di lihat Dicka, pada saat mengantarkan Nadya ke stasiun?


joom baca!! ^^


FLASHBACK


Seperti biasa, Yongki selalu datang ke rumah sakit lebih awal dibandingkan dengan dokter-dokter lainnya.


Hari itu, ia menunggu Dokter Riri di taman rumah sakit. Ia ingin memastikan kasus yang selama ini membuat ia penasaran. Dan ia berniat akan menyelesaikannya, supaya ada penjelasan jika, ibu kandungnya Kimmy itu apakah masih hidup atau tidak.


Tiba-tiba dari arah belakang Yongki, "Duarrr !" teriak Riri mengagetkan Yongki yang masih melamun sedari tadi.


"Yaelah, kaget tau!" seru Yongki menyunggingkan bibirnya.


"He he he maaf. Lagian kamu ngapain ngelamu disini? Kaya kurang kerjaan aja," ucap Riri sambil ikutan duduk di kursi taman.


"Aku sedang menunggu kamu," ucap Yongki singkat.


DEG...


Tiba-tiba hati Riri berdetak cepat, ia sangat senang tidak terkira, mendengar perkataan Yongki, yang seolah ia sedang menerima hadiah dari sang biasnya, Park seo joon.


"Ma-masa?" ucap Riri gugup.


"Iya, aku menelepon kamu tapi tidak diangkat sama sekali, sampai-sampai handponeku mati. Yaudah aku tunggu kamu disini saja. Oia, ada yang ingin aku tanyakan sama kamu, soal kasus yang meninggal di stasiun itu, apakah kamu masih menyimpan data orang itu?" tanya Yongki dengan serius.


"Jadi, kamu menuggu aku dsini, hanya untuk menanyakan soal itu?" batin Riri sambil menatap Yongki penuh arti.


"Helo, hey kamu, kenapa tiba-tiba melongo gitu?" tambah Yongki keheranan.


"A-anu, aku sedang di jalan, jadi tidak kedengaran kalau handponeku berbunyi. itu soal kasus yang di stasiun itu yah, a-ada ko masih tersimpan rapi di ruangan aku," ujar Riri gugup.


"Okey, kalau begitu aku ingin melihat dan memastikannya lagi. Ayo, lebih cepat lebih baik," ucap Yongki dengan penuh semangat.


"Hemm, ayo." ucap Riri singkat.


"Sebenarnya, ada hubungan apa kamu dengan orang yang sudah meninggal itu, Ki? Sampai-sampai kamu bersemangat seperti ini." ucap Riri dalam hatinya.


"Orang ini kan yang kamu maksud?" tanya Riri sambil memperlihatkan data-data Shely.


"Iya benar! Ini orangnya, berarti dia orang yang sama!" ucap Yongki dengan mata yang berbinar-binar.


"Maksudnya apa? orang yang sama?" tanya Riri keheranan.


"Jadi begini,.. ( tiba-tiba pembicaraan Yongki terhenti, ketika mendengar bunyi handponenya Riri)


Kring kring kring


Ia pun langsung mengangkatnya, dan seketika wajah Riri menjadi tegang, ia mencemaskan sesuatu. Entah apa yang terjadi, ia langsung pamit kepada Yongki, untuk segera pergi dari ruangannya.


"Apa yang terjadi? apa ada sesuatu, Ri?!" tanya Yongki yang juga ikutan panik.


"Iya, Bibi aku terjatuh dari kamar mandi, di rumahnya tidak ada siapa-siapa, jadi aku mau menemuinya dulu," ucap Riri panik.


"Yaudah, aku ikut. Kebetulan hari ini tidak ada jadwal praktek. Tapi data ini aku bawa boleh tidak?" ucap Yongki sembari memegang data Shely.


"Ya ya ya, Let's go." ajak Riri sambil berjalan cepat.


Mereka pun langsung bergegas menuju rumahnya Bibi Riri.Padahal, hari itu Yongki berjanji untuk mengantarkan Nadya ke stasiun.


Namun, ia benar-benar lupa. Akan tetapi, setelah di perjalanan, ia baru tersadar akan janjinya itu. Jadi, mau gimana lagi, ia sudah terlanjur mengantarkan Riri ke tempat Bibinya.


"Telat sedikit tidak apa-apalah, nanti aku tambahin bonus untuk Dia" ucap Yongki dalam hatinya.


Namun, sesampainya di rumah, Yongki tidak menemukan Nadya. Bahkan, pintu rumah pun sudah terkunci rapat.


"Sayang, maafkan aku." gumam Yongki sambil menatap kotak cantik yang akan diberikan kepada Nadya, sebagai tanda maaf telatnya.


" Tapi, kamu pergi dengan siapa? mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa, aku mengkhawatirkanmu, Sayang." batin Yongki yang tiada henti memikirkan Nadya.


Karena Nadya tak kunjung pulang, ia langsung mengambil kunci di bagasi mobilnya. berbagai kunci serep ia satukan. Agar suatu saat, jika di butuhkan, ia bisa masuk kapn saja dengan mudah.


BERSAMBUNG...