HOT DADDIES

HOT DADDIES
episode 26



Waktu sudah menunjukan pukul 08.00 pagi. Mereka bertiga sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja.


Seperti biasa, mereka berpamitan kepada Nadya dan Kimmy. Sudah menjadi kebiasaan jika mereka bertiga akan berangkat kerja, Kimmy selalu meminta untuk berjabatan tangan.


"Oia, kalian mau pulang jam berapa? tanya Nadya kepada mereka bertiga sebelum memasuki mobil.


"Aku hari ini mau operasi lalu lintas, mungkin sore pulangnya," jawab Dicka


"Aku malam lagi, karena satu minggu ini aku mau lembur! memang nya kenapa Nad?" ucap Reno penasaran.


"Aku juga sore pulangnya, iya memangnya ada apa?" jawab Yongki penasaran.


"Hari ini aku mau ke stasiun!" ucap Nadya singkat


(ke stasiun lagi) ucap Yongki dalam hati.


"Nanti saja ke stasiunnya, tunggu aku pulang! nanti aku anterin kamu kesana," ucap Yongki sambil memandang penuh arti.


"Oh, okey!" tutur Nadya dengan senyuman manisnya. Mereka saling berpandangan.


Sementara, mereka berdua timbul rasa iri, melihat mereka saling berpandangan.


"Kalo kamu sekarang mau pergi ke stasiun, aku bisa antar kamu ko, sebelum berpatroli," Ucap Dicka dengan rasa cemburunya.


Sontak saja, Yongki kaget, ia membelalakan matanya, tanda tidak setuju. Hal ini tidak boleh terjadi. Dia tidak mau wanitanya pergi bersama lelaki lain.


"Tidak perlu! biar aku saja yang antar! kalian cepat masuk ke mobil." cetus Yongki dengan juteknya.


Sementara, Nadya kebingungan dengan sikap mereka, apalagi melihat Reno yang sedari tadi tidak berbicara sepatah kata pun.


(Ada apa dengan mereka? aku sungguh tidak mengerti) ucap Nadya dalam batin nya.


Mereka pun langsung segera berangkat meninggalkan Nadya bersama Kimmy.


🌻🌻🌻🌻🌻


DI KEDIAMAN RUMAH NADYA...


Pagi ini, Andi sudah menghadap Pak Arif yang sedang membaca koran, ia ingin menyampaikan tentang masalah Nadya. Sesuai rencananya, dia memberitahukan kepada Pak Arif, kalau ia tidak bisa menemukan Nadya dengan tujuan, supaya Pak Arif mau melaporkan kepada polisi, atas hilang nya Nadya selama ini.


Mendengar perkataan Pak Arif, Andi hanya bisa diam tanpa sepatah katapun. Ia takut rencananya akan gagal, kalau Pak Arif tidak mau melaporkan nya kepada polisi.


"Baiklah, laporkan saja pada polisi, bahwa anak itu hilang ! aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan anak itu!" tutur Pak Arif datar.


Sontak saja, mendengar hal itu, Andi merasa sangat senang sekali. Rasanya ia ingin segera memberitahukan kepada Bi Inah dan Pak Jaja. Bahwa rencananya berjalan dengan mulus. Namun hal itu ia surutkan, karena tidak baik membahas soal Nadya di rumah itu. Takut terjadi hal hal yang bisa membuat rencananya gagal.


"Baik Pak." ucap Andi sambil membungkukkan tubuhnya.


Andi pun segera berangkat ke kantor polisi untuk melaporkan Nadya yang saat ini belum ia temukan. Padahal ia tau ketika berpapasan waktu itu, ia yakin sosok wanita yang ada di mobil itu adalah Nadya. Jadi sudah jelas kalau Nadya masih berada di kota Petra.


🌻🌻🌻🌻🌻


SEMENTARA DI KANTOR POLISI...


"Dicka, Tolong ke ruangan saya sebentar," ucap Jendral Dani yang sekarang jadi atasannya Dicka. (Pada waktu itu, ia pernah mengurus kasus almarhum ibunya Kimmy.)


kemudian, Dicka pun menuju ruang atasannya.


"Hari ini ada tugas baru untukmu! tolong tangani masalah orang hilang, setelah kamu patroli nanti. Ini data-datanya," ucap Jendral Dani (sembari menyodorkan berkas yang di bungkus Map)


"Okey Pak!" jawab Dicka dengan penuh semangat.


"Oia, kamu masih menyelidiki kasus yang di stasiun kereta api kan?" tanya Jendral Dani sembari mendekap tangan di depan dadanya.


"Iya Pak, tapi saya belum sempat mengurusnya, akhir-akhir ini pekerjaanku banyak sekali," jawab Dicka.


"Ya sudah, kasus itu tahan dulu, sekarang kamu fokus ke kasus yang ini, katanya sudah hilang hampir satu bulan! semoga kamu, secepatnya menemukan nya, karena orang ini sangat penting bagi keluarganya," tukas Jendral Dani serius.


"Siap Pak!"


"Okee! kalau begitu selamat menjalankan tugas!" ucap Jendral Dani.


Dicka pun langsung keluar dari ruangan Jendral Dani. Ia segera menyimpan MAP itu ke tasnya. Namun sayangnya, Dicka


tidak sempat membuka Map itu, ia langsung keluar kantor untuk segera patroli bersama teman polisinya.


BERSAMBUNG...