HOT DADDIES

HOT DADDIES
Perencanaan ulang tahun Kimmy



Waktu sudah menunjukan jam 12 malam, Nadya benar-benar mencemaskan Yongki. Sesekali ia mengintip dari balik tirai, berharap Yongki datang. Namun, kenyataannya tidak kunjung datang. Hingga pada akhirnya, ia pun tertidur diatas sofa saking lamanya menunggu Yongki.


Beberapa menit kemudian, akhirnya Yongki pun pulang. Namun, Nadya sudah terlelap dari tidurnya. Yongki membuka pintu dengan pelan, karena ia sadar, di jam-jam seperti ini mereka pasti sudah tertidur pulas.


Setelah menutup pintunya kembali, betapa kagetnya Yongki, ia mendapati Nadya yang sedang tertidur diatas sofa. Ia benar-benar merasa bersalah.


"Sayang, maafkan aku,"


Cup


Kecupan manis pun mendarat di dahinya Nadya. Namun, sang pemilik dahi itu tidak kunjung bangun. Ia terlihat pulas sekali.


"Kamu baru pulang jam segini!"


Tiba-tiba suara Reno terdengar jelas oleh Yongki. Seketika, Yongki terkejut dengan adanya Reno. Ia gugup karena Reno datamg secara tiba-tiba setelah ia mencium dahi Nadya.


"Iya, ada urusan sebentar," ucap Yongki singkat.


Reno pun hanya terdiam, namun ada rasa cemburu dalam hatinya ketika melihat Yongki berdekatan dengan Nadya.


"Aku, akan memindahkan Nadya dulu ke kamar," kata Yongki datar.


Yongki pun langsung menggendong Nadya ke kamarnya. Melihat hal itu, Reno benar-benar panas hatinya. Karena, apa yang tidak ingin ia lihat, malah terlihat.


"Kenapa aku selalu tidak ada kesempatan untuknya! Padahal aku ingin dia tahu, kalau aku benar-benar mencintainya," ucap Reno dalam hatinya sembari melihat Yongki menggendong Nadya.


 


🍭🍭🍭🍭🍭


 


Kring kriing kring


Suara jam beker berdering, tandanya Nadya harus bangun lebih awal dari mereka. Namun, ia begitu kaget. Karena yang ia ingat, masih tidur di kursi sofa. Dan sekarang setelah sadar sudah berada di kasur tepat berdekatan dengan Kimmy.


"Siapa yang memindahkanku kemari? Perasaan tadi malam ... Hah! Jangan-jangan ...?"


Tanpa berpikir panjang, ia pun langsung bergegas menuju ke luar kamarnya. Ia ingin segera menemui Yongki. Karena ia yakin, waktu malam itu, Yongkilah yang menggendong dirinya ke kamar.


"Kak!" teriak Nadya.


Ia memanggil Yongki ke kamarnya, namun tak kunjung keluar. Sementara dari dapur, terdengar suara orang yang sedang memasak. Suaranya begitu nyaring, bahkaan sesekali mereka bercanda ria. Nadya pun langsung menuju ke sumber suara.


Seketika ia kaget yang kedua kalinya. Karena, ia melihat sosok tiga pemuda yang keren-keren itu, sedang menyiapkan makanan bersama-sama. Mereka terlihat begitu antusias.


"Wow! tumben mereka akur? Inilah yang aku suka, semoga akur selamanya," ucap Nadya dalam hatinya.


Ketika Nadya hendak kembali menuju ke kamarnya lagi, tiba-tiba Dicka memanggilnya. Padahal, Nadya sudah yakin, dengan mengintip tanpa sepengetahuan mereka. Namun, tetap saja dirinya ketahuan juga.


"Ah, a-anu Kak, maaf aku kesiangan," ucap Nadya gugup.


"Tidak apa-apa, memang ini rencana kami untuk bangun lebih awal. Soalnya ada kerjaan yang harus diselesaikan," ujar Yongki.


"Betul, apalagi aku. Pastinya bakalan pulang malam lagi," tutur Reno.


"Iya, biar gak kaya kemarin-kesiangan terus," sindir Dicka.


"Tapi ini masih pagi banget, udah pada rapi. Apa jam bekerku rusak?" batin Nadya.


"Ayo sini, kita sarapan bareng, mumpung tuan putri belum bangun," kata Yongki.


Nadya pun langsung bergabung dengan mereka. Dan saat ini, mereka begitu kompak. Tidak seperti biasanya. Nadya merasa, inilah saatnya untuk membahas ulang tahun Kimmy. Mumpung mereka berkumpul dengan suasana hati yang baik.


"Kak, aku mau tanya! Kapan ulang tahunnya Kimmy?" ucap Nadya sambil memegang cangkir yang berisi teh hangat.


"Kimmy sudah lancar berjalan dan sekarang sudah bisa bicara meski belum lancar benar. Aku rasa, tahap seumuran Kimmy sudah beranjak satu tahun," tukas Nadya


"Iya juga, apalagi tubuhnya tinggi dan gendut," ujar Reno.


Yongki dan Dicka saling berpandangan. Mereka berdua seolah tau sesuatu. Sementara, Reno dan Nadya masih asyik membahas ulang tahunnya Kimmy. Karena mereka berdua tidak memperhatikan Yongki dan Dicka. Jadi tidak ada kecurigaan diantara mereka.


"Yasudah, nanti aku akan cari tau soal identitasnya Kimmy," ucap Dicka.


"Sekalian mencari tahu sesuatu tentang dirimu, Nadya," batin Dicka.


"Okey, aku setuju. Soalnya hari ini aku tidak ada waktu untuk itu. Jadi aku minta tolong sama kamu, Ka. Setelah urusanku beres, nanti aku bakalan bantu kamu," ujar Yongki.


"Okey," ucap Dicka singkat.


"Terima kasih ya Kak. Maaf merepotkan," tutur Nadya.


"Tidak apa-apa. Malahan aku yang berterima kasih sama kamu, karena sudah menjaga Kimmy dengan baik," ucap Yongki.


Mereka berdua saling tersenyum dan saling berpandangan. Mereka tidak menyadari dua sosok pemuda itu sedang memperhatikannya.


"Ehem, ayo kita berangkat," ucap Reno sambil meninggalkan mereka bertiga.


Mereka berdua pun gelagapan, karena malu dan tidak berbicara lagi. Sementara, Dicka yang melihatnya, sangat ingin tertawa, karena mereka berhasil membuat Reno cemburu.


"Baru saja akur, sudah renggang lagi. Dasar manusia," ucap Dicka dalam hatinya sembari tersenyum kecil.


"Yaudah, ayo kita berangkat, Ki. lebih cepat lebih baik," tutur Yongki.


"Okey,"


"Eh, tunggu dulu!" ucap Nadya.


"Ada apa?" tanya Yongki.


"Tadi malam, siapa yang menggendongku ke kamar?" tanya Nadya sinis.


"Menurutmu siapa?" ucap Yongki sambil mendekap tangan didadanya.


"Jadi benar feeling aku, itu pasti kamu!" ucap Nadya kesal.


"Loh memangnya siapa lagi kalau bukan aku? Kamu ingin digendong sama orang lain, gitu maksudnya?"


"Bukan! Bukan begitu, pokoknya mulai sekarang, sepulangnya dari pekerjaan, harap jangan menyentuh Kimmy apalagi aku. Kecuali jika sudah mandi," ucap Nadya sambil membelalakan matanya.


"Iya-iya bawel. Aku faham, tapi kalau sekarang, sebelum berangkat, aku mau memeluk kamu dulu, sini," ucap Yongki sembari menyodorkan tangannya.


"Gak! aku gak mau," ucap Nadya sembari berlari kecil meinggalkan mereka berdua.


"Awas ya kamu! Nanti malam ..." teriak Yongki.


Seketika itu, Nadya kembali ke ruang makan. Karena ancaman Yongki itu, yang membuat Nadya tidak bisa berkutik. Dan langsung saja ia memeluk Yongki dari belakang.


Melihat hal itu, Dicka mulai merasa ada tanda-tanda kurang enak dihati. Tidak terpikirkan olehnya, jika Nadya berani memeluk Yongki dihadapannya.Tanpa berkata apapun, Dicka langsungmeninggalkan mereka berdua.


"Kenapa hatiku jadi panas seperti ini, inikah yang dirasakan cemburu? batin Dicka ssmbari menyusul Reno keluar rumah.


***BERSAMBUNG...


Jangan lupa like dan komennya ya! ^^ Dan juga jangan lupa mampir ke ANGKATAN KE 7 ^^ terima kasih ya sudah setia membaca HOT DADDY dari Kim Miso. Semoga kalian panjang umur dan banyak rezekinya biar bisa memvote si HOT DADDY ini heheh ^^


Ingat ya! HOT DADDY karya Kim Miso bukan yang lain wkwkwk.


Salam sayang dari Miso*** ^^