HOT DADDIES

HOT DADDIES
episode 34



Mereka bertiga hanya terdiam seribu bahasa. Mereka sungguh menyesal telah mmbuat Nadya kecewa.


" Kalau tau ujungnya akan seperti ini, aku tidak akan ikutan ngobrol sama kalian," ucap Yongki dengan tatapan kosongnya.


"Itu salah kamu sendiri ! Kenapa ikutan nimrung, harusnya ngasih tau, kalau orangnya ada disini," tutur Dicka ketus.


"Ko, kamu malah nyalahin aku? sudah jelas kalian berdua yang datang duluan ke dapur!" jawab Yongki sinis.


"Sudah-sudah, jangan saling menyalahkan! mendingan, sekarang kita minta maaf sama dia." ujar Reno sambil berdiri dari kursinya.


Mereka pun segera menghampiri Nadya di kamarnya. Namun, setelah mereka berada di ambang pintu, Nadya keluar dengan mata yang sembab, dan tas yang menyelendang di bahunya.


Ia, menatapi ketiga lelaki itu, dengan wajah yang sedih.


"Aku, mau pergi saja dari rumah ini," ucap Nadya pilu.


"Apa?" jawab mereka serempak.


Mereka kaget dengan apa yang diucapkan Nadya. mereka tidak menyangka jika Nadya, akan benar-benar pergi meninggalkannya. Sungguh diluar dugaan hati mereka.


"Kenapa pergi? bukankah kamu bilang, kalau kamu sudah nyaman di rumah ini?" tutur Yongki gelisah.


Nadya hanya terdiam membisu. Entah apa yang harus ia katakan, karena semuanya sudah tidak senyaman dulu lagi.


"Nad, aku minta maaf, tolong jangan dimasukan kehati soal tadi di dapur," ucap Dicka.


"Iya, aku juga minta maaf. Kita janji deh gak bakalan ngulangin hal yang sama lagi," ucap Reno meyakinkan Nadya.


"Aduh, kenapa aku jadi gak enak begini, dan kenapa hanya mereka berdua yang minta maaf? kenapa Yongki tidak? apa dia benar-benar inginkan aku pergi?" Ucap Nadya dalam hatinya.


"Jadi maksudmu, aku harus pergi esok hari gitu," ucap Nadya dalam hati.


Mendengar perkataan Yongki barusan, Nadya semakin yakin ingin pergi dari rumah itu. Nadya langsung mencegah Yongki untuk mengambil tasnya dengan halus.


"Keputusanku sudah bulat, aku tetap akan pergi malam ini, jaga diri kalian baik-baik," ucap Nadya membendung air matanya.


"Apa? Tunggu Nad, kita...( Nadya langsung memotong pembicaraannya Yongki)


"Jika kalian mencegahku, aku tidak akan memaafkan kalian," ucap Nadya sambil berjalan menuju pintu rumah.


Mereka bertiga tidak bisa menahan Nadya lagi untuk tinggal bersama. Mereka hanya bisa melihat kepergian Nadya dengan berurai air mata.Tidak tahu apa yang harus mereka lakukan, selanjutnya adalah bagian yang sulit mereka hadapi.


Bagaimana dengan Kimmy? apa kita akan bisa membagi waktu lagi seperti dulu?" Ucap Reno kepada mereka berdua.


"Ti-tidak mungkin, mulai sekarang pekerjaanku banyak, ini yang sulit aku lakukan," ucap Dicka


Tiba-tiba, Yongki baru ingat akan hal itu, ia baru tersadar jika di rumah ini, bukan bertiga saja, melainkan berempat.


"Ya Tuhan, aku baru ingat sekarang! kenapa kalian gak sebut-sebut Kimmy dari tadi!" Ujar Yongki gelisah.


Ia pun langsung mengejar Nadya ke luar rumah. Sementara mereka berdua tetap berada di rumah menjaga Kimmy yang sedang tidur pulas.


Yongki langsung mencari kesana kemari, namun tidak juga menemukan Nadya. Ia sangat khawatir jika kejadian dulu terulang lagi. Kejadian yang tidak pernah ia lupakan, dan takutnya preman-preman itu masih berkeliaran di kota ini.


"Ya Tuhan, kemana dia? perasaan baru keluar, kenapa sudah tidak ada!" Ucap Yongki gelisah campur perasaan sakit didadanya.