
Hitam warna malam, dengan bintang yang berkelap kelip dan rembulan yang memancarkan cahayanya, bagaikan cahaya lampu menerangi jagat raya. Semua terpampang di angkasa dengan begitu mempesona. Begitu juga di dalam rumah Yongki, suasananya sudah tidak sepi lagi, sekarang sudah ramai dengan adanya kehadiran mereka. semuanya saling melengkapi bagaikan pelangi di segala warna.
Sebelum mereka tidur, Nadya mengajak yang lain nya berkumpul untuk membicarakan sesuatu hal. Ia ingin dengan kehadiran nya tidak mau di perlakukan dengan spesial. Karena ia tidak mau membebani mereka atas kehadiran nya. Apalagi rumah Yongki hanya rumah sewaan. Yang tiap bulan mesti wajib membayar sewaan demi bisa bertahan di rumah itu. Belum bayar listrik, makan sehari harinya dan lain lain. Pasti beban nya bertambah. Namun tidak untuk Yongki, ia mengeluarkan uang nya itu dengan penuh keikhlasan. Ia hanya ingin membantu mereka selagi ia mampu.
"Jadi kalian tidak boleh memperlakukan aku seperti tuan putri, aku tidak mau, aku bicara seperti ini karena, mumpung masih awal masuk ke rumah ini, jadi bersikap biasa saja okeyy," ucap Nadya serius
"Memang nya siapa yang akan memperlakukan kamu sperti tuan putri?!" jawab Yongki ketus
Sontak saja yang lain kaget atas ucapan Yongki pada saat itu. Begitu juga Nadya, dengan perkataan yongki sperti itu membuat hatinya semakin tidak nyaman.
"Kamu ini ngomong apa sih!" ucap Dicka sambil menyenggol tangan yongki dengan sikutnya.
"Ya kalau itu mau kamu, ya oke oke aja sih aku mah," sambung Dicka.
"Iya gimana baik nya aja deh," sambung Reno
Sementara Yongki masih terdiam,
"Atau gini aja deh, biar enak di hati aku dan hati kalian, mulai besok aku bekerja disini sebagai pengasuh nya Kimmy, gimana?" ucap Nadya sambil memandang mereka bertiga penuh harap.
Mereka bertiga sungguh keheranan mendengar apa yang di ucapkan Nadya, dari awal pun memang mereka tidak bermaksud untuk menjadikan Nadya seorang pengasuh. Hanya saja mereka sangat bersimpati terhadap Nadya yang begitu disukai Kimy.
"Gimana yahh, masa kita merepotkan kamu nona!" ucap Reno sambil terkantuk kantuk
"Iya, yang ada kami gak enak hati sama kamu nad," jawab Dicka sambil melirik Yongki. Namun Yongki tetap dengan sikap nya yang dingin.
"Ahh gitu ya! kalau kalian tidak setuju, yaudah aku pergi aja dari sini!" ucap Nadya sedih
"Loh bukan gitu Nad, kami hanya... aduh gimana yah, duhhh gini maksudnya kami sangat senang jika kamu berada disini, namun kami sangat sungkan jika kami merepotkan kamu Nad," ucap Dicka sambil menjelaskan supaya Nadya tidak tersinggung.
" Ahh gini ajaa, gimana kalau kalian menggaji aku tiap bulannya! berapapun itu aku akan terima, yang penting aku bisa tinggal bersama disini juga aku akan siap mengurus Kimy dalam kondisi apapun," ucap Nadya yang begitu antusias supaya mereka mau menopang dirinya.
Sementara mereka berdua hanya bisa melirik lirik Yongki yang ekspresi nya masih bersikap dingin dan kurang ceria.
"Ide bagus! lagian di dunia ini tidak ada yang gratis," ucap Yongki dengan mata sinisnya
"Yongki!" ucap Dicka sambil menatap yongki yang masih merasa kesal. Maklum Yongki masih cemburu dan kesal atas kedekatan Dicka dan dirinya. Dan yongki pun sadar hal itu, akhir nya ia menyetujui keinginan Nadya.
"Mulai besok kamu boleh bekerja disini," tutur Yongki sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Horayy ! akhirnya Kimy ada yang ngasuh, jadi aku bisa berangkat kerja lebih awal nih," celetuk Dicka kegirangan begitu pun Reno, ia malah jingkrak jingkrakan mendengar persetujuan dari yongki. Sementara Yongki hanya bisa mengernyitkan alis dan dahinya, sehingga wajah kegantengan nya tiba tiba mendadak lucu.
"Yaudah, ini sudah larut malam ayo kita istirhat, oia kamu tidur nya di kamar Kimy saja, biar kami tidur di kamar yang lain," ucap dicka sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Okeyy,, selamat malam semuanya," sahut Nadya dengan senyuman nya yang menawan.
"Okey,,selamat malam nona kalo ada apa apa panggil saja aku yah," canda Reno dengan gelak tawanya yang khas. Sementara Yongki hanya bisa terdiam melihat keadaan itu. Karena mode cemburu nya masih melekat di dalam hatinya.
Mereka pun langsung masuk ke kamar nya masing masing. Kecuali Yongki, Ia malah menuju ke dapur, untuk mengambil air minum, hati nya masih terbalut dengan kecemburuan, padahal mereka hanya bercanda, namun rasa cemburu itu tidak bisa hilang. Tanpa dia sadari ,tiba tiba Nadya sudah berada di belakang Yongki, ia dari tadi memperhatikan gelagad nya yongki, yang sedang cemburu, hal ini membuat Nadya geli dan lucu.
"Minum sebanyak itu segitu haus nya kah?" ucap Nadya sambil berdekap tangan di dadanya.
Sontak saja Yongki kaget, sampai sampai ia tersedak air minum.
"Uhuk uhuk, ahh kamu mengagetkan ku saja! ucap Yongki sambil menambah air minum nya.
"Coba jelaskan kenapa sikapmu dingin padaku?" tanya Nadya, lalu ia menghampiri Yongki.
"Masa, perasaan sikapku biasa aja," jawab Yongki
"Kalau aku ada salah bilang aja, karena...!"ucap Nadya tersentak ketika sedang berbicara serius,bahkan dia belum juga selesai bicara, ciuman Yongki langsung mendarat di bibir manisnya.
CUP
"Heyy,, kamuu!" ucap Nadya membelalakan matanya.
CUP
Ciuman yang manis mendarat lagi di bibir nya yang kedua kalinya.
"Pokokn"
CUP
Ciuman Yongki mendarat lagi di bibir Nadya ini yang ketiga kalinya ia cium. Yongki memperlakukan Nadya dengan sa, ia mencium tanpa memberi ruang nafasnya. bahkan sampai sampai mereka terbawa suasana. Dalam hatinya ia berharap, mereka berdua selalu bersama, dan Yongki berharap tidak membicarakan soal sikap nya yang egois itu. Karena jika mengingat kejadian tadi, cemburu nya akan muncul lagi. Padahal hanya hal sepele.
"Ahh, sudah lah nanti ada yang ngintip," ucap Nadya sambil mendorong tubuh Yongki. Namun sulit bagi Nadya untuk melepas kan nya.
"Biarin, biar orang lain tau kalau kita ini sudah menjadi satu!" ucap Yongki yang tidak mau melepaskan pelukan nya.
"Heyy orang asing, apa aku tidak salah dengar? bukan kah waktu tadi ada mereka, sikap mu jadi beda smaa aku" ucap Nadya sinis
"Dihh wanita, itukan tadi sekarang tidak, sekarang kan hanya ada aku dan kamu,!" ucap Yongki merayu rayu
"Bilang aja,, kalau kamu malu pacaran sama aku,!!" ucap Nadya ketus
"Siapa yang bilang begitu? wehh gak ada !! itu karena aku tidak mau, kamu di godain sama mereka!" ucap Yongki dengan tatapan serius. Ia meyakinkan Nadya atas ucapan nya itu.
"Sudah lah lupakan,, sekarang mendingan peluk aku !" ucap Yongki manja
"Tidak mauu!" jawab Nadya ketus
"Pelukk," paksa Yongki
"Kalau tidak mau,, ya tidak mau!"bentak Nadya
"Yaudah nanti aku potong gaji nya dua puluh persen! mauu?" ucap Yongki menyeringai
"Heyy,, kamu mengancamku? main potong potong segala,!! yaudah sinii aku peluk,!!" ucap Nadya sambil memalingkan wajah nya.
"Nah gitu donk nurut." ucap Yongki senang
Ketika mereka hendak berpelukan kembali, tiba tiba Kimmy menangis, suaranya terdengar sampai ke dapur.
Huwaaaaaa...
Sontak saja mereka berdua kaget setengah mati, dan langsung cepat cepat menuju ke kamar nya takut terjadi apa apa sama Kimmy..Seketika kejadian tadi mereka lupakan, karena Kimmy lebih penting dari mereka.
BERSAMBUNG...
Hae teman teman kasih ucapan selamat tahun baru yuk di
" HOT DADDY "
terima kasih sudah mau mampir😘😘