HOT DADDIES

HOT DADDIES
episode 28



EPISODE SEBELUMNYA...


"Jika memang betul, dia mempermainkan Nadya, aku tidak akan segan segan untuk merebut Nadya darinya." ucap Dicka dalam hati.


------------------------------------------------------------------------


"Sudah sampai..." ucap Dicka, ketika sampai di parkiran Stasiun kereta api.


"Okay, makasih Kak udah anterin aku, maaf yah merepotkan," ucap Nadya sambil melepaskan sabuk pengaman mobil.


"Iya, dengan senang hati." jawab Dicka sambil tersenyum manis.


Nadya pun langsung turun dari mobil, dan hendak membuka pintu mobil belakang untuk membawa Kimmy yang sedang tertidur pulas.


"Eeh, mau ngapain?" tanya Dicka mengkerutkan alisnya.


"Bawa Kimmy!" jawab Nadya polos.


"Ngapain Bawa-bawa Kimmy, kan lagi tidur," ucap Dicka keheranan.


"Kan, barangkali Kak Dicka mau bertugas lagi...(belum juga Nadya selesai bicara, Dicka langsung memotong pembicaraan nya)


"Sudah, pergi sana ! biar aku jagain Kimmy disini," ucap Dicka dengan lembut.


"Ahh, okay dehh, makasih Kak." jawab Nadya senang.


"Hemm, hati hati yah, kalau ada sesuatu hubungi aku." ucap Dicka tersenyum manis.


Nadya pun langsung bergegas menuju peron. Ia begitu semangat untuk menjemput Kakak nya. Berharap kakaknya benar benar datang.


Dicka yang sedari tadi memperhatikannya, begitu terpukau melihat gerak geriknya Nadya. Ia mulai merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


"Apakah ini yang di namakan cinta?" gumam Dicka dalam hatinya.


Di dalam mobil hanya ada dirinya dan Kimmy. Ia bahkan sesekali menyetel musik supaya tidak jenuh. Hampir satu jam lebih ia menunggu Nadya, namun ia tidak melihat sosok Nadya keluar dari stasiun.


Ada rasa kekhawatiran dalam dirinya, ia bahkan ingin menyusulnya ke dalam stasiun.


Namun ia urungkan, karena sudah terlanjur berjanji untuk menemani Kimmy yang sedang tertidur pulas di mobilnya.


Tapi tetap saja hatinya mulai tidak tenang, bahkan ia sesekali menggoda Kimmy, agar cepat bangun. Biar nanti ada alasan untuk menyusul Nadya. Namun, keadaan tidak mendukungnya, Kimmy masih tetap pada mimpi indahnya.


"Kenapa aku begitu khawatir dengan nya? bahkan dia tidak menghubungiku sama sekali" gumam Dicka dalam hatinya. Dua jam sudah ia menunggu, sampai sampai ia ikutan terlelap dalam alunan musik yang sedari tadi ia stel.


Sementara di Stasiun...


"Sudah dua jam aku menunggumu Kak! berharap hari ini kau benar benar datang menemuiku, ternyata nihil lagi" lirih Nadya sembari berjalan meninggalkan ruang tunggu yang ada di peron.


KRING KRING KRING


"Hallo, apa ada yang bisa saya bantu!" tanya Dicka sembari mengubah posisi duduknya.


"Hallo Pak, saya Andi. Yang melapor kasus orang hilang tadi pagi,"


"Oh, iya Pak saya yang menangani kasus itu, nanti saya akan menindaklanjuti ke lokasi kejadian."


"Eh, tunggu dulu pak, jangan dulu ke tempat kejadian, saya ingin bicara penting sekali. Saya tunggu Bapak di cafe Meranti dekat jembatan. Sekarang ya, Pak!"


"Apaa?"


Tuutt tuuttt tuuttt


Telepon pun di matikan, sementara Dicka yang baru bangun pun, belum faham apa maksud si pelapor barusan. Sampai sampai, ia tidak tahu, kalau Nadya sudah berada di dalam mobil.


"Ada apa Kak?" tanya Nadya heran.


"Huwaaaa... kamu..kamuu kapan datangnya?" ucap Dicka kaget.


"Lah, ya barusan! Kak Dicka nya aja yang terlalu fokus dengan handpone nya" ucap Nadya menyunggingkan bibirnya.


"He he he iya maaf, tadi ada yang nelepon aneh jadinya aku gak merhatiin kamu" ucap Dicka cengengesan.


"Aneh? maksudnya?" tanya Nadya keheranan.


"Ya begitulah soal tugas kantor, Eh ko kamu sendirian? mana kakakmu?? kata nya mau di jemput? ucap Dicka mengalihkan pembicaraannya.


"Tidak datang lagi! mungkin besok nya lagi dan besok nya lagi" ucap nadya sedih.


"Sabar, kenapa gak di telepon aja biar gak boalk balik ke stasiun!"


"Gak aktif Handpone nya, kalau aku tau tempat nya, aku pasti menyusul ke tempat kakakku berada."


"Yaudah, besok kita kesini lagi, sekarang kita pulang saja dulu." ucap Dicka sembari menyalakan mesin mobilnya.


Nadya pun hanya bisa menganggukan kepala saja, hatinya masih sedih karena kakaknya yang tak kunjung datang.


Selama perjalanan, seperti biasa suasananya hening. Tidak ada pembicaraan yang mau mereka bahas. Namun, tidak lama kemudian keheningan itu terusir ketika Kimmy terbangun dari tidurnya. Ia merengek dan manja minta di gendong. Langsung saja, Nadya menggendongnya.


Akhirnya, mereka bisa bercengkerama karena adanya Kimmy.


Hingga mereka tidak menyadari, jika perjalanannya sudah sampai menuju rumah.


Dibalik tirai yang panjang, terlihat sosok laki laki yang begitu terlihat murka, melihat mereka bersenda gurau di depan rumahnya. Sampai sampai Cemburunya memuncak panas.


BERSAMBUNG...