HOT DADDIES

HOT DADDIES
Pengasuh bergilir!



"Sudah sampai!" ucap Yongki.


Setelah mobilnya masuk ke dalam garasi, Mereka semua turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah. Sementara baby Kimmy masih tertidur pulas dalam pangkuan Reno.


"Ayo kita lanjut makan," ucap Dicka sambil menuju ke dapur yang diikuti oleh Yongki. Sementara Reno bergegas masuk ke kamar untuk menidurkan baby Kimmy.


"Besok aku mau berangkat pagi-pagi. Karena besok awal aku bekerja." sahut Dicka membuka obrolan saat makan bersama di ruang makan.


"Yaudah, nanti kalau bisa, sekalian saja urusin masalah baby Kimmy. Biar aku gak bolak-balik ke kantor polisinya," ucap Yongki sambil menuangkan air ke dalam gelasnya.


"Ya nanti di usahain." ucap Dicka singkat.


Tidak lama kemudian, Reno pun datang. Dan langsung ikut makan bersama. Reno juga esok hari harus berangkat pagi-pagi karena besok adalah jadwal untuk daftar bekerja di Advokat kota Petra.


Jadi untuk sementara itu,Yongki lah yang akan mengasuh baby Kimmy. Karena jadwal kerja nya sore hari. Setelah makan bersama, mereka pun membereskan meja makan dan langsung menuju ke ruang keluarga untuk beristirahat.


🌻🌻🌻🌻🌻


Sementara di tempat lain ...


"Ya Tuhan, aku harus kemana lagi? Kenapa kakakku tidak bisa di hubungi! Apa dia baik baik saja?" gumam Nadya sambil menyalakan layar HPnya.


Seketika ia tersadar bahwa ia berada dalam kesendirian. Duduk di tempat yang sunyi dan remang-remang. Air mata Nadya mulai membasahi pipinya. Menangis dalam kesunyian. Seakan Kesunyian itu menjadi pisau tajam yang menjerat, memberikan siksaan dalam bentuk yang tidak terlihat.


"Kenapa hidup ku harus seperti ini! Aku sangat merindukan kakakku. Hanya dia satu satunya, keluarga yang aku punya," isak Nadya.


Tiba tiba, ada sebuah pesan singkat dari Bi Inah. Dia memberi pesan kepada Nadya untuk lebih waspada. Karena pamannya, entah esok atau lusa akan segera mengetahuinya.


Dan ia pun memberi saran untuk mengganti nomor ponselnya. Sebab, pasti akan mudah dilacak lewat ponselnya untuk menemukan dirinya.


Ketika Nadya hendak menanyakan kabar kakaknya, tiba-tiba ponselnya mati seketika.


"Ahh, sial!" ungkap Nadya kesal.


"Kenapa tadi aku tidak ikut saja sama mereka! Kalo sudah begini nyesel aku," gumam Nadya. Ia teringat akan tawarannya Yongki tadi.


"Ah, sudahlah. Ngapain mengingat kejadian tadi, toh bukan siapa-siapanya aku. Sekarang tujuannya adalah nyari hotel." pikir Nadya.


Nadya pun langsung berjalan menuju hotel yang paling dekat. Maklum kota Petra sangat strategis dan ramai sampe malam pun. Banyak bangunan tinggi dan berjajaran toko toko besar dan kantor pusat lain nya.


Setelah menemukan hotel yang di tuju, Nadya pun langsung segera beristirahat. Karena esok harus bangun lebih awal. Untuk mempersiapakan diri menghadapi pahitnya dunia. Entah bisa lolos lagi atau tidak hanya itu yang ada di pikiran Nadya saat ini.


🌻🌻🌻🌻🌻


Suasana pagi hari...mentari terbit menyinari alam semesta. Memberikan senyuman kemilau seperti berlian yang tersinari oleh sang fajar.


Saat matahari menampakan sinarnya, terdengar suara tangisan bayi yang begitu bising. Seolah memberi isyarat untuk membangunkan mereka agar segera membuka mata dan bersiap menuju aktivitasnya masing-masing.


"Ah, ya ampun Kimmy sudah bangun yaa, selamat pagi Sayang," ucap Dicka sambil menggendong Kimmy. Sementara Reno dan Yongki masih terlelap tidur.


"Gaesss! Bangun dah siang nih," teriak Dicka.


Dicka pun membangunkan mereka berdua sambil teriak-teriak. Sontak saja mereka berdua pun kaget.


"Biasa aja dong ahh! bangunin orang seperti berada di hutan aja," cetus Reno.


"Nih anakmu sudah bangun sedari tadi, kamu gak malu apa keduluan bangun sama bayi," tutur Dicka.


Tidak lupa juga mereka menyiapkan untuk sarapan pagi. Kimmy mulai nyaman dengan mereka bertiga. Suasana di rumah Yongki semakin ramai dengan kehadiran mereka apalagi di tambah adanya bayi.


Aktivitas di pagi hari terasa singkat. Mereka bertiga langsung sarapan bersama.


Sesudah sarapan, Dicka langsung menuju ke kamar mandi sedangkan Reno sibuk nyuci piring. Sementara, Yongki sibuk memandikan Kimmy.


Yongki lihay mengurus bayi, Padahal bukan dokter anak melainkan dokter ahli bedah. Semua sudah beres, Kimmy pun sudah di dandani dengan cantik oleh Yongki. dengan baju warna putih dipadu dengan bandana pita warna salem. Membuat Kimmy terlihat semakin cantik dan lucu.



Setelah semuanya sudah siap, mereka pun segera berangkat ke kantornya masing-masing. Kecuali Yongki, karena masuk kerja nya sore hari.


"Sekarang aku anterin kalian, tapi next berangkat sendiri sendiri yah he he," canda Yongki sambil menggendong Kimmy.


Sekarang giliran Yongki yang menggendong Kimmy. Karena mereka berdua akan segera berangkat kerja. Untuk mengemudi mobil, Dicka lah yang akan mengemudikannya.


Ketika di perjalanan, lampu merah pun menyala. Semua kendaraan pun berhenti guna mematuhi peraturan lalu lintas. Sambil menunggu lampunya berwarna hijau, Yongki dan kedua temannya sempat bercanda ria dengan Kimmy.


Tiba-tiba Kimmy kegirangan ketika melihat keluar jendela mobil. Ia melihat sosok perempuan cantik. sepertinya Kimmy menyukai perempuan itu.


"mamaaaaaamamadaaabaa" begitulah yang diucapkan Kimmy dengan riang ketika melihat ke arah perempuan itu.


"Lihat apa sih nak," ucap Yongki sambil menoleh ke arah yang di tuju Kimmy.


Ketika Yongki berpapasan dengan wanita itu , sontak saja Yongki pun kaget terpesona. Mata nya terbelalak melihat kecantikan wanita itu.


"Itukan?!" ucap Yongki sambil menatap serius ke arah kaca jendela mobil.


"Siapaa?" ucap Reno penasaran.


Ia lirik sana-sini tapi tidak menemukan hal yang anehh. Begitu juga Dicka yang masih fokus menyetir.


Akan tetapi, tiba-tiba suara klakson mobil yang di belakang berbunyi memberi isyarat bahwa lampu lalu lintas sudah menunjukan berwarna hijau.


Tanda nya mobil mereka harus melaju lagi. Dicka pun langsung bergegas menancapkan gas mobilnya dengan cepat. Sementara, mereka berdua. Siapa yang di lihat Yongki tadi.


"Tadi yang kamu liat itu siapa Ki? ucap Dicka sambil fokus mengemudi.


"Ahh, tidakk ada ko," ucap Yongki singkat.


Padahal dalam hatinya ia masih penasaran dengan wanita itu.


"Ko aku perhatikan, kamu seperti gelisah! Seperti memikirkan sesuatu gitu!! Ahh jangan jangan yang tadi itu rentinir, makanya kamu sangat kaget melihatnya," celetuk Reno sambil tertawa terbahak-bahak.


"Ehh,, sembarangan ya kalo ngomong! Masa ganteng-ganteng gini banyak utang!! Yang benar saja," ucap yongki membela diri.


"Iya-iya aku tau! kamu anak orang kaya, mana mungkin punya utang. Trus yang kamu liat itu siapa donk?" ucap Reno penasaran


"Ada deh, mau tau aja," jawab Yongki sinis.


Mendengar hal itu, Dicka dan Reno semakin penasaran,


Bersambung.....