HOT DADDIES

HOT DADDIES
episode 24



TOK...TOK...TOK...


Suara pintu di ketuk dari luar. Sementara, Nadya yang sedari tadi menunggu Reno dan Dicka pulang, sudah tertidur pulas di sofa ruang tamunya. Sedangkan Yongki dan Kimmy tertidur di dalam kamar.


Saking lamanya pintu di buka, Reno berteriak-teriak memanggil Nadya. Bahkan teriakan Reno, membuat Dicka kesal.


Moodnya kurang baik, setelah seharian bekerja.


Hingga pada akhirnya, Nadya pun terbangun, dan langsung segera membukakan pintunya.


"Maaf, Kak ! aku ketiduran," ucap Nadya setengah ngantuk.


"Iya, tidak apa apa, aku juga minta maaf udah ganggu tidur kamu," ucap Reno tersenyum manis.


"Kalau begitu aku mau istirahat dulu." tutur Nadya dengan malu malu. Ia masih mengingat kejadian waktu berjemur pakaian. Karena itu, setiap ada Reno pasti dia merasa malu.


Begitu juga Reno, ia juga canggung ketika berhadapan dengan Nadya. Namun, ia sangat senang sekali jika melihat wajahnya Nadya. Seakan ia ingin memilikinya.


Setelah Nadya menuju kamarnya, Reno langsung bergegas ke kamarnya dan langsung istirahat.


Sementara, Dicka langsung nyelonong masuk ke dalam. Ia langsung menuju ke dapur untuk mengambil air minum. Ia begitu lelah dengan pekerjaan nya, sehingga ia tidak memperhatikan orang yang ada di sekitarnya.


Tiba tiba perut Dicka berbunyi, ia merasa lapar. Karena dari sore belum juga makan. Sesuatu pekerjaan, membuat ia lupa mengisi perutnya


Tanpa berpikir panjang, ia langsung menuju meja makan.


Terlihat di meja, tersedia makanan kesukaannya. Ia senang sekali. Hal ini, membuat Dicka teringat kepada ibunya. Ia sering memasakan makanan kesukaannya.


"Ya ampun enak sekali ! aku pikir tidak ada wanita yang bisa masak selezat masakan ibuku." gumamnya dalam hati


Ia pun langsung menghabiskan makanannya dengan lahap. Sesekali pikirannya tertuju pada Nadya. Dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia sebenarnya menyukai Nadya.


Namun, niatan itu surut karena ia sering memergoki gerak gerik nya Yongki yang selalu salah tingkah. Terkadang Nadya terlihat begitu mencolok memperhatikan keadaan Yongki.


Bahkan, Yongki selalu tiba tiba bersikap dingin. Seolah ia menandakan kecemburuannya. Disitulah ia tahu bahwa mereka saling jatuh cinta.


"Jika dia jadi miliku? apa jadinya?" Gumam Dicka sembari senyum senyum tidak jelas.


🌻🌻🌻🌻🌻


Sementara di rumah Nadya...


Sudah hampir jam 11 malam, Andi dan


Pak Jaja serta Bi Inah masih di perjalanan. Dan beberapa menit kemudian, mereka pun akhirnya sampai di kediaman rumah Nadya. Sekarang hanya ada Pak Arif saja yang berkuasa disana.


Tentu saja, mereka di sambut hangat oleh Pak Arif. Ia begitu berbeda dari yang sebelumnya. Entah apa yang di rencanakannya, Namun mereka bertiga sudah mewanti-wanti untuk tetap waspada.


🌻🌻🌻🌻🌻


KRING...KRING...KRING...


Suara jam beker berbunyi, hal ini menunjukan waktu sudah hampir pagi. Seperti biasa, Nadya sudah bangun lebih awal dari mereka, ia sudah rikat dengan semua pekerjaan yang ada di rumah itu.


Sekarang, hanya tinggal menunggu mereka bangun, apalagi Kimmy, ia masih begitu pulas. Dan ini kesempatan Nadya untuk bersantai sejenak.


Terpikirkan oleh nya, sosok kakaknya yang selama ini ia tunggu, dan selalu menunggunya sampai kapan pun. Namun tak kunjung bertemu hingga saat ini.


Lalu di ambilnya tas berwarna hitam, yang selalu setia kemanapun ia pergi.


Memang tasnya tidak begitu bagus, apalagi talinya sudah mau copot semenjak kejadian bersama preman preman yang mengerikan itu. Namun, isinya begitu berharga. Sebuah foto dan alat mata-mata berupa kupu-kupu.


Kemudian, ia menatap foto sang kakak sembari meneteskan air matanya, ia benar-benar merindukan nya.


Ketika Nadya sedang asyik menatapi foto kakaknya, tiba-tiba Yongki memanggilnya, "Hai...!" ucap Yongki pelan.


Nadya tidak menyadari, kalau Yongki dari tadi sudah berada di dekatnya. Sontak saja, Nadya pun kaget setengah mati.


Dan foto itu terlihat jelas oleh Yongki. Sehingga membuat ia penasaran.


"Sepertinya, aku pernah melihat orang yang ada di foto itu! tapi dimana ya?" ucap Yongki berpikir sejenak.


Namun Nadya tetap diam seribu bahasa. Ia masih menahan rasa rindu yang membuat ia sesak. Sambil menyeka air matanya Nadya berkata, "Yang di foto ini adalah kakaku," ucap nya lirih.


DEG...


SEketika jantung Yongki berdegup kencang. Ia tidak menyangka, jika wanita yang ada di foto itu adalah kakaknya Nadya.


Foto yang sama persis dengan foto yang di berikan oleh dokter Riri, pada saat di ruang otopsi jenazah.


Hal ini membuktikan bahwa, dibalik semua ini pasti ada sangkut paut nya dengan Nadya.


Sungguh tidak percaya bagi Yongki mendengar hal itu. Ia sangat syok. Karena orang yang selama ini di cari Nadya, orangnya sudah tiada.


"Aapa yang kamu katakan? jadi dia adalah kakakmu yang selama ini kamu cari?!" Tanya Yongki dengan serius.


"Iya..." jawab Nadya singkat sambil meneteskan air matanya. Ia tidak bisa membendung air matanya.


BERSAMBUNG....