HOT DADDIES

HOT DADDIES
episode 14



"Kimy !! sayang kamu dimana nak ,!" ucap Dicka cemas ia mencari ke semua sudut rumah , namun tetep ia tidak menemukan nya sama sekali.


" Ya ampun kenapa tiba tiba kamu menghilang sih nak !!" gumam dicka cemas sambil mencari cari dan menuju ke taman belakang rumah. Tiba tiba ia kaget setengah mati ketika melihat kimy sedang merambat berpindah tempat sambil berpegangan ke tembok.



"Ya ampun kimy !! ternyata kamu disini nak,!!" ucap dicka senang. Ketika melihat kimy sedang asyik di teras belakang rumah. Ia langsung menggendong nya dengan penuh kasih sayang. Sekarang ini Kimy sedang belajar berjalan. Hal ini membuat dicka semakin gembira. Semakin hari kimy semakin menggemaskan.


🌻🌻🌻🌻🌻


Sementara di tempat lain...


Setelah Yongki dan Nadya selesai sarapan , mereka bergegas keluar dari hotel dan langsung menuju mobil nya di area parkiran. Mereka berjalan dengan tergesa gesa karena khawatir dengan keadaannya kimy.


Ketika hendak memasuki mobil , Nadya melihat seseorang yang ia kenal. Dia adalah pak arief , pamannya sendiri. Ia check out juga dari hotel itu , namun yang membuat nadya tambah kaget lagi adalah paman nya menggandeng seorang wanita cantik. Karena setahu nadya , ia tidak pernah bermain dengan wanita. Ia hanya setia kepada istrinya yang sekarang sudah tiada akibat kecelakaan. Tak hanya istrinya saja yang meninggalkan pa arif , tapi anak semata wayang nya juga yang ikut jadi korban akibat kecelakaan itu.


Melihat hal itu , sontak saja ia kaget dan cepat langsung masuk ke dalam mobil Yongki. Agar pak arief tidak mengetahuinya. Hal ini membuat Yongki merasa heran dengan tingkah laku nadya.


"Ada apa yang, ko ketakutan gitu ,?" ucap Yongki sambil menyalakan mesin mobil nya


"Ahh tidak apa apa ,!! aku hanya ingin cepat pulang," jawab nadya gugup


"Hmm okelah aku akan mengantarkan kamu pulang ke rumah,!!" balas Yongki


Mendengar kata kata yongki itu , sontak saja dia kaget karena sudah hampir tiga hari ia tidak pulang ke rumah nya.


"Ahh tidak tidak,!! antar kan aku ke stasiun kereta api saja okeee,!" jawab Nadya dengan senyuman yang terpaksa.


"Untuk apa kita kesana,??" jawab Yongki heran ia sambil mengemudikan mobil nya dengan cepat. Karena dalam hati nya masih kepikiran tentang kimy.


"Kan aku sedang menunggu kakaku pulang hehe," jawab nadya tersenyum menyeringai


"Oh yaudah sekalian lewat nanti aku antar sampai parkiran saja yah soalnya aku buru buru nih , tapi minta nomer yang bisa di tuju,!" ucap Yongki sambil menyodorkan handpone nya ke tangan Nadya.


Dan Nadya pun langsung menerima nya serta mengisi nomer nya ke handpone Yongki. Mereka berdua langsung menuju stasiun kereta api.


Setelah sampai di stasiun , Nadya pun pamit kepada yongki.


"Jika terjadi sesuatu , hubungi aku yah,!" ujar yongki


"okey, ehhh wajahmu masih agak bengkak nanti bagaimana jika keluarga bertanya sesuatu kepadamu,!! ucap nadya khawatir


"Santai aja sayang gak usah khawatir, Lagian ini gak seberapa hanya luka ringan saja ko,!! jawab yongki penuh manja


"Hem,, iya deh kalo gituu ati ati ya." ucap nadya dengan senyuman manis nya.


"Kamu juga nanti kalo ada preman oreman itu lagi hubungi aku okee,!!"


Nadya pun hanya bisa menganggukan kepala saja tidak lama kemudian , Yongki pun langsung pergi dari stasiun itu dan meninggalkan nadya seorang diri. Terlihat suasana di stasiun masih sepi. Ada sebagian yang menunggu , ada pula yang mau berangkat menunggu datangnya kereta api.


🌻🌻🌻🌻🌻


Sesampai nya di rumah , Yongki langsung mencari dicka dan kimy. Ia terlihat cemas dan takut kimy benar benar hilang.


"Dickaa ,!" teriak Yongki sambil lirik sana sini.


"Kimmy ,!!"


Sementara dicka dan kimy sedang asyik bermain air. Dicka sengaja mengijin kan kimmy bermain air di kolam kecil belakang rumah. Ia terlihat senang sekali. Maklum kesukaan kimy adalah bermain air.


"Ya ampun , !! kalian membuat aku cemas sajaa,!!" ujar Yongki menghampiri mereka


"Nihh bocah yang bikin cemas, bukan aku,!! " jawab dicka ngomel ngomel kepada yongki.


"Yaudah sana kamu berangkat , Mumpung masih ada waktu,?" ucap yongki dengan wajah polos nya ia tidak merasa bersalah karena membuat dicka terlambat ke kantornya.


"Masih ada waktu gundulmu!! ini sudah jam setengah sepuluh coyyy,!!" cetus dicka dengan wajah sinis nya.


"Iya maaf,!!" jawab Yongki dengan memalingkan wajah nya. Sementara dicka masih dalam mode manyun nya. Ia kesal karena terpaksa tidak berangkat kerja gara gara kesiangan.


"Ehh, muka mu kenapa ki,?" ucap dicka keheranan


"Gak apa apa ko ehh, udah makan belum ndutt,? jam segini masih mainan air,!!" ujar yongki mengalihkan pembicaraan nya sambil menggelitik badan kimmy. otomatis kimmy merasa geli ia hanya bisa tertawa lepas.


"Oh iya aku lupa , tadi aku buatin susu untuknya tapi lupa disimpan di mana ya.?!!" celetuk dicka ia langsung bergegas ke dalam rumah sambil mencari botol susu milik kimmy.


"Yuk ah udahh mainan air nya takut masuk angin." ucap yongki sambil mengangkat tubuh kimy yang gembul itu. Ia langsung membawa kimy ke dalam rumah untuk ganti pakaian.


"Aha ketemuuu.!!" ujar dicka sambil mengambil botol susu kimy di bawah kolong meja. Ia pun langsung bergegas menuju kamar, untuk memberikan nya kepada kimmy terlihat , ia sudah selesai di dandanin cantik oleh yongki. Hal ini membuat para pemuda itu srmakin menyukai kimmy. Mereka berdua sepakat untuk menjadi ayah nya kimy.


🌻🌻🌻🌻🌻


Sementara di tempat lain..


"Gimana sudah menemukan anak itu,?? ucap pak arief kepada para anak buah nya dengan suara yang lantang


"Belum pak,!!" ucap Andi dengan menundukan kepalanya. Ia tau pasti dia marah besar atas apa yang ia kerjakan selama ini tidak membuahkan hasil. Memang ia sengaja untuk mengulur waktu, karena biar bagaimanapun juga nadya adalah majikan nya juga, Ia tidak tega atas apa yang di lakukan oleh pak arif kepada keluarga nadya.


"Apaa,!!! ini sudah hampir seminggu kenapa masih belum juga menemukan nya,?? ngapain aja kalian selama ini,??" ucap pak arif dengan murka. Semua para anak buah nya terdiam.


"Baik pak saya akan usaha kan secepat mungkin," ujar andi


"Kalau kalian gak bisa nangkap dia, suruh polisi yang bertindak, bilang padanya kalau keponakan ku sudah hampir seminggu menghilang," tutur pak arif


Mendengar hal itu , andi terkejut. Ia tidak bisa berbuat apa apa jika urusan nya melibat kan polisi.


"Baik pak saya mengerti." jawab andi


Semua para anak buah nya langsung meninggalkan pak arif kecuali andi. Pak Arif menyuruh nya untuk tetap berada di ruangan nya.


"Setelah aku pikirkan baik baik, aku ingin bi inah dan suaminya kembali bekerja di rumah ini,"ucap pak arif


Mendengar ucapan pak Arif, Andi terkejut tidak percaya, jika pak arif berubah pikiran dan hal ini membuat andi senang.


"Besok kamu jemput mereka segera,"ucap pak arif sambil meneguk teh kesukaan nya.


"Baik pak," ucap andi girang.


🌻🌻🌻🌻🌻


Hari sudah senja,, dimana warna jingga cerah yang menghiasi langit bumi. Hembusan angin yang lirih dan semakin dingin, semua terlihat samar namun warna jingga pada senja membuat langit terlihat indah.


"Memang sangat indah senja hari ini, tapi kenapa perasaanku masih tertuju pada hal yang menyakitkan?" gumam Nadya sambil melamun sambil duduk di kursi tunggu di stasiun commuter.


Ia masih menunggu dengan kedatangan kakak nya, Sheila. Ia tidak tahu apa yang sudah terjadi pada kakaknya. Yang ia tahu bahwa, kakak nya akan segera menemuinya di stasiun ini.


BERSAMBUNG...