HOT DADDIES

HOT DADDIES
Panggil aku Oppa!



Suasana di rumah kontrakan Yongki begitu rame sekali, Seperti biasa, mereka semuanya hendak pergi bekerja. Sudah menjadi kebiasaan, jika hendak berangkat, mereka pasti bercanda dulu dengan Kimmy. Apalagi Kimmy semakin tambah menggemaskan. Hari demi harinya, selalu membuat suasana menjadi hidup.


Pertumbuhannya semakin pesat. Bahkan berat badannya pun semakin bertambah. Semakin hari, ia semakin lancar berbicaranya. Dan itu membuktikan, jika Kimmy lebih menonjol dari balita seusianya. Ia tak henti-hentinya bergerak dan berceloteh. Ia pun lincah dan ceria serta aktif dalam bermain.


"Papa!" sahut Kimmy manja.


Seperti biasanya, Kimmy tiap Pagi hari sudah rapi. Ia tidak pernah telat mandi di pagi hari. Meski suhu udara dingin, Kimmy tetap ingin masuk ke bak mandi.


Apalagi jika airnya hangat, ia semakin menyukainya.


Dan pastinya berendam lebih lama lagi dibandingkan mandinya orang dewasa.


Beda lagi dengan Nadya, ia lebih mengutamakan kepentingan orang lain dulu, setelah mereka berangkat bekerja, baru giliran dirinya untuk berhias diri.


"Wah, Kimmy sudah cantik, mau kemana Nak," ucap Yongki sembari menggendong Kimmy.


"Ikut ... Papa ...ikut," ucap Kimmy.


"Loh, Papa mau kerja Sayang, Kimmy bersama Tante Nadya dulu yahh. Papa janji, bakal pulang lebih cepat deh," ujar Yongki.


"Eh, tapi coba panggilnya Daddy, jangan Papa. Coba-coba Da... Ddy," ujar Yongki sambil menatap Kimmy dengan serius.


Namun, Kimmy hanya menertawakan gelagatnya Yongki. Seolah Yongki sedang membuat candaan untuk dirinya.


"He he , Kimmy belum faham Kak. Oia aku mau ke toilet sebentar yah," ucap Nadya


"Oce, jangan lama-lama yah," tutur Yongki


Ketika Yongki sedang asyik bercanda bersama Kimmy, tiba-tiba Reno dan Dicka datang menghampirinya. Mereka sudah bersiap-siap untuk segera berangkat kerja.


"Ayo Ki, berangkat. Nanti kesiangan," ujar Dicka.


"Eh, tunggu dulu. Nadya sedang ke toliet sebentar."


Mereka pun terpaksa menunggu Nadya, karena Kimmy tidak ada yang menjaganya. Sementara, Reno malah mengajak Kimmy bermain di luar. Mereka asyik bermain kejar-kejaran.


"Oia, Dik. Soal orang yang kamu telepon tadi malam, gimana? sudah ada kabar lagi," tutur Yongki.


"Oia, aku hampir saja lupa, apa aku harus minta ketemuan lagi dengan dirinya?" tutur Dicka.


"Ya harus donk. Siapa tau dia tau segalanya, tapi kamu harus hati-hati. Jangan sampai jadi bomerang bagi dirimu sendiri," tukas Yongki.


"Sip lah. Eh, ko Nadya lama banget sih, aku mau menghampiri dia dulu sebentar. Reno, jagain Kimmy. Awas nyungseb," tutur Yongki.


"Hilih, kaya bemo aja nyungseb," ledek Reno menyunggingkan bibirnya.


"Hey, Kimmy! oppa cape. Istirahat dulu ah," ujar Reno sembari ngos-ngosan.


"Hey, ini masih pagi Bro. lari segitu aja udah tepar," ledek Dicka.


"Haduh, aku beneran cape, Dia larinya kencang banget kaya kuda," ucap Reno masih dalam ngos-ngosan.


Kimmy pun langsung menghampiri mereka berdua. Ia benar-benar spirit. tidak mengenal lelah.


"Papa!" teriak Kimmy sembari mendekati Reno.


"What! Papa? no no Kimmy. Jangan panggil aku Papa. Okey!" tutur Reno.


"Panggil saja dia Kakek, Nak," ledek Dicka sembari merangkul Kimmy.


Namun, Kimmy tetap pada pendiriannya. Ia masih panggil Reno Papa. Sementara, Dicka yang mendengar ocehan mereka berdua, semakin geli dibuatnya.


"Kimmy ... Kimmy Sayang. Dengarkan aku baik-baik. Panggil aku Oppa, coba-coba ayo katakan Oppa!" ucap Reno dengan semangatnya Kimmy bicara.


Kimmy pun menuruti perkataan Reno. Ia menatap bibir Reno dengan sangat serius.


"O," ucap Reno.


"O," balas Kimmy.


"Pa."


"Pa."


"Oppa."


"Papa."


Seketika Reno dan Dicka tertawa terbahak-bahak dan suasana menjadi semakin rame karena tingkah lakunya Kimmy. Ia seakan tidak mau mengucapkan kata Oppa. Karena yang ada dibenaknya hanyalah kata Papa semata.


BERSAMBUNG....