HOT DADDIES

HOT DADDIES
episode 22 (merindu)



"Pokok nya, kita harus berusaha sebisa mungkin untuk menjalankan rencana ini, jangan sampai gagal, Kang" ucap Andi dengan penuh semangat.


"Pastinya donk ! setidaknya kita sudah berusaha, semoga tuhan meridhoi rencana ini, hayu kita berangkat sudah hampir malam nih," ucap Pak Jaja mengajak mereka untuk segera berangkat menuju rumahnya Nadya.


Memang benar ! untuk meraih sesuatu yang di impikan, hal yang perlu di lakukan adalah dengan terus berusaha dan berdoa secara maksimal. Kerena di dunia ini tidak ada kesuksesan yang instan, bahkan mie instan sekalipun harus kita masak terlebih dahulu sebelum memakannya.


Semua harus butuh proses.


"Terus berjuang Ndi, dan jangan menyerah karena sesunguhnya kerja keras dan usaha tak akan menghianati hasil." gumam Bi Inah dalam hatinya. Andi pun langsung menyalakan mobilnya, setelah itu mereka langsung berangkat menuju rumah Nadya.


Harapan mereka untuk menyelamatkan Nadya, Sungguh sangat mulia. Apapun yang mereka lakukan, semuanya hanya demi Nadya. Begitu teramat sayang dengan dirinya, hingga semua orang rela berkorban untuk dirinya.


 


🌻🌻🌻🌻🌻


 


TOK TOK TOK


Suara pintu di ketuk sedari tadi, Namun Nadya yang berada di dalam rumah itu, tidak kunjung membukakan pintunya. Seperti biasa ia selalu lambat untuk membukakan pintu.


"Ko lama sekali? di kunci lagi ! pada kemana sih, duhh?!" ucap Yongki kesal.


Sementara di dalam rumah, Nadya sedang menidurkan Kimmy, ia tidak tahu kalo yang mengetuk pintu adalah Yongki. Setelah Kimmy terlelap tidur, ia langsung menuju ruang tamu untuk membukakan pintunya. Sementara, Yongki yang sudah lama menunggu, pikiran negatifnya mulai muncul lagi, bahkan dia berpikir, kalau Nadya sedang asyik-asyiknya bercanda bersama mereka, sehingga ia lupa untuk membukkan pintu untuk nya. Tidak lama kemudian, Nadya pun langsung membukakan pintu


Sreettt...


Namun bagi Nadya, hal ini sangat menyenangkan. Karena Yongki sudah pulang terlebih dahulu di bandingkan dengan mereka berdua. muka Yongki masih masam, karena yang ada di pikirannya, Nadya pasti sudah bersenang senang sama mereka berdua.


"Sayang, ko mukanya jelek!" celetuk Nadya sembari memperhatikan Yongki yang seperti anak kecil. Sontak saja, Yongki langsung tercengang mendengar perkataaan Nadya. Matanya langsung melebar, serta bibirnya yang seksi terlihat monyong setengah senti. Hal ini, membuat Nadya semakin gemas dan geli. Ia tertawa kecil dengan tingkah lakunya Yongki.


"Sudahlah, aku cape aku mau tidur !" ucap Yongki masih terasa kesal dibuatnya.


"Ehh, tunggu dulu ! kamu pasti lapar kan? aku udah masak sesuatu yang enak, pasti kamu suka," ucap Nadya penuh semangat. Ia langsung menarik lengan Yongki, menuju dapur. Yongki pun terpaksa mengikuti kemauannya. Karena ia tidak mau mengecewakan Nadya. Padahal sebelum nya ia sudah makan bareng Riri di kantin rumah sakit.


"Tuhh, coba cicipin ! kamu pasti suka !! ujar Nadya sambil menghidangkan masakannya. Sementara Yongki, dari tadi hanya bisa melongo, ia tidak menyangka jika Nadya pintar memasak. Seketika muka masam nya berubah jadi manis.


"Ini semua kamu yang masak, Yang?" ucap Yongki tanpa mengedipkan matanya, seolah ingin segera melahapnya.


"Iyaa donk! siapa lagi kalau bukan aku," cetus Nadya dengan pedenya.


"Okelah kalo begitu, ayo kita santap... ehh, tunggu dulu, yang lain pada kemana?" tanya Yongki mengkerutkan dahinya.


"Belum datang," jawab Nadya singkat.


"Apaa?" ucap Yongki kaget. Ia tersenyum menyeringai seakan ada maksud di balik senyuman nya itu.


Ekspresi wajah nya yang menginginkan sesuatu, terlihat jelas di matanya. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa rindunya yang sangat dalam. Lalu ia pun, menggeserkan kursinya ke sebelah Nadya, supaya lebih mendekat dengan dirinya.


BERSAMBUNG...