
Kring kriing kring
Suara HP Yongki berdering. Ia langsung mengangkatnya karena memang pekerjaannya sudah selesai. Dan ia baru saja berniat untuk pulang lebih awal. Aplagi ini janji Yongki, biar bisa mengajak Kimmy bermain.
Namun, sesuatu telah terjadi, ia mendapati telepon dari Riri. Namun, ketika ia mengangkatnya, yang menelepon bukan lah Riri. Melainkan Bibinya Riri.
Ia mengabari jika Riri dalam keadaan bahaya, ia sudah tidak sadarkan diri. Yongki yang mendengar hal itu, langsung secepatnya bergegas menuju kediaman Riri.
Ia jalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar secepatnya sampai ke rumahnya.
Sesampainya di rumah Riri, Yongki disambut oleh Bibinya Riri. Ia langsung bergegas menghampirinya.
"Ya ampun, apa yang sebenarnya terjadi Bi," ucap Yongki cemas.
"Saya tidak tau, Dek. Sudah dua hari ini, dia tidak ke rumahku, pantesan perasaanku tidak enak, ingin segera menemui dia. Dan ternyata pas ke rumahnya, dia dalam keadaan seperti ini," ucap Bibi Riri cemas.
"Tapi dia sempat sadar, dan memanggil-manggil Dek Yongki. Makanya, Bibi langsung menghubungi Adek, pake HP dia,"
"Yasudah, kita bawa saja ke rumah sakit," ucap Yongki sembari mengangkat tubuh Riri.
Yongki pun segera membawa Riri ke rumah sakit. Bibinya pun ikut mengantarkannya.
🍭🍭🍭🍭🍭🍭
Waktu sudah menunjukan jam tiga sore, semua pekerjaan sudah Nadya lakukan. Tinggal menunggu para pemuda itu pulang. Ia sudah bersiap diri dengan penampilannya yang casual. Kimmy pun tidak ketinggalan, Ia dandani dengan begitu cantik dan lucu.
Rencananya, Nadya ingin merundingkan soal ulang tahunnya Kimmy kepada para pemuda itu. Namun, mereka belum ada yang pulang satu orang pun.
"Mereka pasti sibuk, kita hanya berdua saja disini, apa kau mau puding anak manis? ucap Nadya kepada Kimmy yang sedang memainkan boneka robotnya.
"Ya ya ya," celoteh Kimmy.
Nadya pun segera mengambilkan puding coklat kesukaannya.
"Taraa! Puding coklatnya datang, Tante suapin ya," ucap Nadya.
"Mama!" celetuk Kimmy.
"Ihh, ko Mama? Panggil aku, Tante okey! Bisa tidak? Tapi kalau Tante, aku terkesan sudah tua. Mmm, coba panggil aku Kakak!"
"Mama,"
"Ya ampun, Mama terus yang ada dipikiran kamu, yasudah lah terserah kamu! Asalkan puding ini kamu habiskan,"
Tidak hanya puding, makanan lain pun, ia makan. Entah enak atau tidak yang penting makan. Makanya, berat tubuhnya pun semakin hari kian semakin gendut.
Ketika sedang asyik bersama Kimmy, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. Dan itu adalah Dicka. Ia pulang lebih dulu diantara Yongki dan Reno. Nadya pun langsung segera membuka pintu itu.
Terlihat wajah canggungnya Dicka yang begitu terlihat jelas saat dirinya membukakan pintu. Entah ada apa dengan dirinya yanh tidak seperti biasanya.
Namun, kecanggungan itu, sirna setelah Dicka melihat Kimmy yang montok itu sedang bermain di ruang TV.
"Sayang, papa pulang,"
"Papa!"
Ketika Dicka akan memeluk Kimmy, tiba-tiba Nadya memberhentikannya.
"Eh, tunggu dulu! Buka dulu jasnya," ucap Nadya sembari membukakan jas milik Dicka secara refleks.
Sontak saja Dicka pun kaget dan gugup ketika Nadya membukakan Jas miliknya. Dicka hanya bisa memandang wajah Nadya dari dekat. Dan hal itu, semakin ia terpesona akan kecantikannya. Namun, Nadya tidak mempedulikan tatapan Dicka. Ia fokus dengan jas yang akan di lepasnya.
"Setelah itu, cuci tangan dulu sebelum memegang si Mbul ini!"
"Ke-kenapa? Tanganku bersih tanpa noda," ucap Dicka menyunggingkan bibirnya.
"Ya memang terlihat bersih, tapi bukan noda yang menempel, melainkan kuman. Kakak seharian berada diluar, jadi alangkah baiknya mencuci terlebih dahulu, sebelum kuman-kuman itu menempel pada yang lain," tutur Nadya sembari menyimpan jas kedalam tempat cucian.
"Tapi ..."
Tanpa basa-basi lagi, Nadya langsung menggandeng tangan Dicka ke wastafel dan langsung mencucikannya dengan sabun. Ia tidak peduli siapa yamg ada dihadapannya. Karena, yang ada dipikirannya, supaya ketika menggendong Kimmy, seluruh badan harus bersih dan bebas dari kuman siapapun itu.
Hal ini ia terapkan ketika sebelumnya, ia membaca sebuah artikel agar anak jauh dari penyakit. Dan salah satunya adalah mencuci tangan dengan bersih. Begitu simple namun berarti.
"Habis, itu ganti semua pakaianmu Kak, lalu simpan pakaiannya ketempat keranjang pakaian kotor. Nanti aku akan mencucinya," tukas Nadya.
"Disini?"
"Kau ingin aku membuka pakaianmu? Yang benar saja!" ujar Nadya menyunggingkan bibirnya.
"Iya-iya. Bawel! Bilang aja sekalian mandi," ucap Dicka sembari menuju kamarnya.
"Nah tuh tau!"
Sementara, Kimmy hanya memperhatikan mereka berdua, namun ia tidak memperdulikannya karena ia fokus dengan mainannya.
"Satu orang sudah beres, tinggal mereka berdua yang belum pulang. Nanti kalau mereka pulang, kamu jangan mau dulu dipeluk sebelum mereka mandi, okey!" ucap Nadya kepada Kimmy. Namun, Kimmy hanya tertawa kecil mendengar perkataan Nadya.
"Eh, tumben papa Yongki belum pulang! Biasanya dia yang pulang lebih awal. Apa dia begitu sibuk hari ini? Tapi tadi pagi janjinya akan pulang cepat," ucap Nadya keheranan.
BERSAMBUNG ...