
Setelah beberapa jam kemudian, Reno pun akhirnya pulang, namun sayangnya, Kimmy sudah terlelap tidur terlebih dahulu. Karena pas waktu pulang, jam sudah menunjukan pukul 7 malam, jadi, ia langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Sementara, Dicka sedang berada di ruang keluarga, ia sedang mengerjakan tugasnya dari kantor. Ia pun tidak sendirian, ada Nadya yang sedang asyik menonton tv.
"Kau tidak menyuruh, Reno cuci tangan?" ucap Dicka memecahkan keheningan.
"Tidak! Dia kan langsung menuju kamarnya, bukan ke kamar Kimmy," ucap Nadya sembari fokus melihat tv.
"Kenapa perasaanku jadi senang begini! Sadar-sadar Dicka! dia milik temanmu," ucap Dicka sambil memejamkan matanya.
Selang beberapa lama, Reno pun ikut nimrung dengan mereka berdua. Dirinya begitu segar setelah membersihkan diri. Ia pun tak segan-segan memberikan cemilan untuk Nadya. Namun, Nadya menolaknya, ia pamit untuk beristirahat karena begitu ngantuk dan terasa cape.
Dicka yang memperhatikan hal itu, semakin tertawa lebar. Seperti telah mendapati undian berhadiah. Sementara, Reno keheranan dengan tingkah lakukan Dicka.
"Kamu kenapa? Dari tadi senyam-senyum kagak jelas!" tanya Reno setelah Nadya memasuki kamarnya.
"Enggak. ini ada pesan dari atasanku, bikin aku geli dibuatnya," ucap Dicka sembari membereskan berkas-berkas pekerjaannya.
Dicka terpaksa berbohong, karena dirinya tidak mau buat masalah dengan temannya sendiri. Cukup dalam hatinya saja untuk bisa mengagumi Nadya, meski tidak bisa untuk dimilikinya.
Hari sudah semakin malam, sementara Yongki belum juga pulang. Nadya terbangun dari tidurnya. Ia langsung bergegas ke luar kamarnya untuk mengecek, apakah Yongki sudah pulang atau belum.
Setelah mengecek ke kamarnya, ternyata dirinya belum pulang juga. Ia pun langsung menghubunginya, namun HPnya tidak aktif. ia pun semakin khawatir dibuatnya.
"Kemana dia? Masa jam segini belum pulang! ya Tuhan, semoga dirinya baik-baik saja, " gumamnya.
🍭🍭🍭🍭🍭🍭
Rumah sakit Putra Bahagia...
Riri yang sedari tadi tidak sadarkan diri, akhirnya siuman. Keluarganya sudah berada di dekatnya, karena Bibinya langsung menghubunginya sedari tadi. Begitu juga Yongki, dirinya sudah setia menunggu Riri siuman. Bahkan, untuk makan saja, ia lupakan.
"Sayang, kau sudah bangun Nak, kau membuat kami khawatir," tukas Ibunya Riri.
"Maaf Mah,"
"Sudah Pah! jangan marah-marah terus, malu. Lihat anakmu, begitu terkulai lemah begini, masih saja dimarahin," ucap ibunya Riri.
Yongki yang masih berdiri memperhatikan mereka, hanya bisa terdiam. Ia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Makasih Ki, maaf aku selalu merepotkanmu," lirih Riri.
"Santai saja. tidak usah dipikirkan, kita ini teman, harus saling membantu," ucap Yongki tersenyum manis.
"Yasudah, kalau begitu Nak Yongki pulang saja, Riri sudah siuman. Biar kami yang akan menjaganya," ucap Bibinya Riri.
"Yasudah, kalau begitu saya pamit dulu, kalau ada apa-apa hubungi saja aku," ucap Yongki.
Mereka pun mengizinkan Yongki untuk pulang, bahkan tak henti-hentinya mereka mengucapkan rasa terima kasihnya, karena sudah menolong Riri.
Setelah Yongki pulang, Ayah Riri berkata, " Oh pantesan kamu tidak mau aku jodohkan, pasti karena adanya dia kan? Sampai-sampai kamu menyiksa diri seperti ini!"
"Pah! sudahlah jangan bahas masalah ini dulu, kamu tidak lihat anak kita seperti ini? lagi pula ini semua gara-gara kamu, selalu menekan untuk menikah terus!" bentak Ibunya Riri.
"Iya-iya, aku minta maaf. Lagian kenapa kamu tidak bilang dari awal, jika kamu tidak menyukai perjodohan ini. Coba kalau kamu jujur, pasti aku tidak akan bersusah payah untuk menjodohkan kamu dengan anak temanku,"
"Iya Pah, maaf. Riri salah,"
"Yasudah, istirahat lah Nak, jangan banyak pikiran," ucap Bibinya.
Riri pun langsung menurutinya, ia tidak mau perbincangan ini berlanjut. Karena, yang ada malah semakin rumit.
Ketika Riri tertidur pulas, Ayahnya menanyakan soal Yongki kepada Bibinya. Bibinya pun langsung merespon dengan baik. Bahkan dirinya terus memuji-muji Yongki. Hal ini, membuat orang tua Riri semakin mengaguminya.
"Kalau begitu, aku akan mencari tau keberadaan orang tuanya," tukas Ayahnya Riri tersenyum manis.
*BERSAMBUNG....
Hai hai sahabat miso, jangan lupa mampir ke **ANGKATAN KE 7** yah ^^
Terima kasih banyakk* ^^