HOT DADDIES

HOT DADDIES
episode 36



Betapa syoknya Dicka, ternyata sosok yang selama ini, dicari-cari oleh Pak Andi adalah Nadya. Namun, ia masih tidak mengerti tentang ucapannya Pak Andi pada saat itu.


Dan Dicka pun menyesal telah menolak untuk bekerja sama dengannya.


"Ya Tuhan, kenapa aku bodoh sekali," ujar Dicka sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.


Reno yang sedang bersamanya pun terlihat keheranan.


"Kamu kenapa ****? kaya orang kebingungan," ujar Reno dengan santainya.


"Gimana gak bingung! Ya Tuhan...! Ucap Dicka dengan terus-terusan memanggil Sang Maha Kuasa.


"Iya, kenapa sih? Bikin orang panik saja!" Ujar Reno keheranan.


"Kamu tau tidak? dari kantor, aku ditugasin apa?" Ucap Dicka


"Ya mana saya tau!" tutur Reno menyunggingkan bibirnya.


"Nih, kamu lihat saja sendiri!" jawab Dicka singkat.


Lalu, Reno pun langsung melihatnya karena rasa penasarannya begitu memuncak.


"Inikan Nadya!" Ucap Reno sambil membelalakan matanya.


"Aduh, aku tidak tenang! aku mau menyusul mereka!" Jawab Dicka gelisah.


Ia pun langsung bergegas menuju ke luar rumah. Dengan kepanikannya, ia sampai tidak ingat dengan keberadaan Kimmy.


"Tu-tunggu, aku ikut." ucap Reno sembari menyusul Dicka.


Ketika diambang pintu, mereka berpapasan dengan Yongki. Ia datang dengan kehampaan, tanpa adanya Nadya.


"Kalian mau kemana?" Tanya Yongki dengan mata yang sembab.


"Kami mau menyusul kalian," jawab Reno polos.


"Ma-mana Nadya?" Tanya Dicka sambil lirik-lirik dengan panik.


"Menyusul? terus Kimmy sekarang dengan siapa?" ucap Yongki sambil masuk ke dalam rumah.


"Ki, aku tanya, Nadyanya mana?" ucap Dicka dengan suara tinggi.


"Aku tidak menemukannya," jawab Yongki singkat sembari duduk disofa.


"A-apa? Jadi, bagaimana ini, Ki? ayo kita cari lagi sampai ketemu," ujar Dicka panik.


Tiba-tiba Kimmy merengek kembali, Reno yang mendengar rengekannya langsung bergegas nenuju kamarnya.


"Silahkan kalian berdua urusin maslah ini, aku mau urus Kimmy dulu," ucap Reno sambil berjalan menuju kamar Kimmy.


Sementara, Yongki yang sedari tadi duduk disofa, tidak sengaja melihat data orang hilang. Ia kaget setengah mati dengan apa yang dilihatnya.


"Data apa ini? Nadya? Orang yang hilang? A-apa maksudnya ini, ****? Kalian menyembunyikan sesuatu dariku kah?" Tanya Yongki geram.


"Tidak! Akupun baru tahu sekarang! Ini kecerobohanku, waktu menerima data orang hilang, aku tidak mengeceknya sama sekali, maaf," ucap Dicka menyesal.


"Ini sudah larut malam, kemana lagi kita akan mencarinya?" isak Yongki yang tak bisa membendung air matanya. Sambil menatap foto Nadya, ia menangis dengan pelan. Ia sangat terpukul atas kepergian Nadya saat ini.


Begitu juga Dicka, ia sangat begitu menyesal atas dirinya yang begitu ceroboh. Hingga data orang hilang pun, ia baru tahu bahwa itu adalah Nadya.


Tiba-tiba, Dicka teringat akan perkataan Andi waktu kemarin di cafe. Ia semakin penasaran dengan perkataannya, apa yang akan direncanakan Andi pada saat itu, ia malah pergi begitu saja.


"Aku harus menghubungi Pak Andi lagi kalau begitu," ucap Dicka pelan.


"A-apa yang kamu bilang? Andi? Siapa dia?" Tanya Yongki penasaran.


"Sudah, kamu tidak perlu tau! aku mau telepon dia dulu," ujar Dicka


Yongki yang mendengar hal itu, malah berpikir yang tidak-tidak. Ia malah mencurigai Andi yang membawa Nadya pergi.


"Jangan-jangan, dia yang membawa Nadya pergi! makanya dia bisa pergi dari rumah ini dengan cepat sekali," ujar Dicka menyunggingkan bibirnya.


"Ssst, diam dulu jangan sok tau!" Ucap Dicka sambil berusaha menelepon Andi. Namun, Andi tidak mengangkat teleponnya juga.


BERSAMBUNG....