
"Ngapain dia ke stasiun lagi? Feeling aku sih gak bakalan datang lagi," ucap Reno.
"Biarkan! Tidak ada salahnya kita turutin saja kemauannya. Nanti juga dia jera sendiri," tutur Dicka.
"Yasudahlah, aku mau menghubungi si Yongki dulu," ucap Reno sembari memegang HPnya.
"Jangan lupa, suruh dia pulang cepat. Ada hal penting yang harus dibicarakan," tutur Dicka.
Reno pun langsung menghubungi Yongki dan menyuruhnya pulang secspatnya. Tidak lama kemudian, mobil dinas Yongki telah sampai di depan rumah sewaannya. Nadya yang berada di dalam rumah, langsung segera membukakan pintu. Kimmy pun tidak ketinggalan, ia langsung berlari ke arah mereka yang hendak turun dari mobilnya.
"Papa ...!" teriak Kimmy.
Mereka berdua begitu kegirangan melihat Kimmy berlari ke arahnya. Dan Dicka pun langsung menggendong Kimmy dengan gembira. Tidak terasa semakin hari, cara bicaranya semakin lancar. Hal ini membuat orang-orang yang berada disekelilingnya merasa sangat bangga dan semakin membuat orang-orang gemas dibuatnya.
"Eh, ko langsung di gendong sih! Turunin!" ucap Nadya sambil menyunggingkan bibirnya.
"Loh, memangnya kenapa?" tutur Dicka keheranan.
"Pokoknya, sebelum menyentuh Kimmy, kalian bersihkan badan terlebih dahulu!" ucap Nadya sembari merebut Kimmy dari gendongan Dicka.
"Oia lupa, siap komandan," ucap Dicka sumringah.
"Tapi ... " ucap Reno bingung.
Seketika, Dicka memotong pembicaraan Reno. Ia langsung saja menarik tangan Reno menuju ke dalam rumah, tanpa berkata-kata apapun lagi. Karena dia sudah faham dengan apa yang dimaksud oleh Nadya.
Setelah setengah jam lamanya, akhirnya pemuda itu keluar rumahnya dengan berpenampilan rapi dan fresh, Nadya yang sedari tadi menunggunya, sangat terpesona melihat mereka menuju ke arah dirinya.
"Ayo kita berangkat! Mumpung masih sore," ujar Dicka sembari menuju mobil dinasnya.
"O-okey," jawab Nadya gugup.
"Sini aku gendong si Mbulnya," ucap Reno sembari menyodorkan tangannya untuk mengambil Kimmy dari gendongan Nadya.
Mereka bertiga langsung masuk ke mobil dan segera berangkat menuju ke stasiun kereta api. Selama diperjalanan, seperti biasanya mereka bercanda ria dengan Kimmy.
Tiba-tiba, Nadya melihat barang yang terbungkus kantong plastik besar. Ia sangat penasaran dengan isi barang yang ada disampingnya.
"Kak, ini apaan yang di bungkus kantong plastik?" tanya Nadya sambil meraba-raba barang itu.
Sontak saja mereka kaget dan gugup, mereka lupa untuk menyimpan barang itu sedari tadi.
"Oh, A-anu itu punya orang, Nad. Aku lupa menyimpannya," ucap Dicka gugup sembari menyetir mobilnya.
🍭🍭🍭🍭🍭🍭
Sementara di tempat lain ...
Yongki dan Riri kini sudah berada di kediaman orang tuanya Yongki. Mereka berdua disambut meriah oleh Ayah dan ibunya. Karena, baru kali ini, Yongki membawa perempuan ke dalam rumah orang tuanya.
Riri sangat disepesialkan oleh ibunya Yongki, apalagi mereka telah mengetahui, jika Riri adalah seorang dokter. Hal ini, membuat ibunya Yongki sangat yakin jika Riri adalah pasangan yang paling cocok untuk anak semata wayangnya.
Kecuali Ayahnya Yongki, ia sangat memahami anaknya ketimbang ibunya yang sering ikut campur dalam hal apapun. Makanya, Yongki begitu enggan untuk pulang ke rumahnya karena ulah ibunya.
Setelah menerima telepon dari Reno, Yongki langsung saja meminta Riri untuk bersiap-siap pulang menuju kota Petra.
"Bu, sepertinya aku tidak bisa berlama-lama disini, ada banyak tugas yang harus aku selesaikan," ucap Yongki dingin.
"Loh, baru juga beberapa menit disini, masa udah mau pergi lagi," ucap Ibunya seperti tidak mau berpisah dengan adanya Riri.
"Lain kali saja, aku benar-benar sibuk. Mumpung masih sore ayo kita pulang, Ri," ucap Yongki sembari beranjak dari tempat duduknya dan langsung menuju ke luar rumah.
"Anak ini! Memang selalu begitu!" ucap Ibunya Yongki.
"Sudahlah, dia begitu juga gara-gara kamu. Terlalu ikut campur dengan urusannya," ucap Ayahnya Yongki.
"Ayah diam saja! Ini urusan aku sama anak yang durhaka itu. Dia lebih mementingkan pekerjaannya dibandingkan ibunya yang telah mengandungnya selama 9 bulan," teriak Ibunya Yongki.
"Bu, jangan begitu! Meskipun dia bersikap seperti itu, tetap saja dia anakmu," ujar Ayahnya Yongki.
"Iya Tante, aku tau Yongki itu bagaimana, meskipun dia bersikap dingin, tapi hatinya lembut. Percayalah anakmu tidak akan menyia-nyiakan kasih sayangmu sampai kapanpun," ucap Riri sembari menggenggam kedua tangan ibunya Yongki.
"Kamu benar! Aku tidak menyangka akan bertemu seorang gadis lembut seperti dirimu. Tolong jaga Yongki yah, aku percaya kamu adalah orang yang tepat buat Yongki," ujar Ibunya Yongki.
"Apaa! Apa aku tidak salah dengar! Apa dia merestui aku dan Yongki! Berarrti Ini kesempatan yang bagus untuk mengambil hatinya Yongki," batin Riri.
BERSAMBUNG...
Yoyoyo baca lagii Hot Daddy dari Miso ^^
selamat membacaaa!