HAZEL IN CASTOR'S LAND

HAZEL IN CASTOR'S LAND
Pencarian Hazel



Pak Van Hill menitikkan air mata, ia terharu karena Hazel menjadi pemeran utama di buku dongeng ajaibnya. Sekian lama ia menanti seseorang yang memerankan tokoh Putri protagonis, bukan tidak mudah bertahan hidup beratus-ratus tahun lamanya, ternyata yang ia nantikan adalah Hazel, gadis yang sudah dianggap cucu. Gadis malang yang di juluki si buruk rupa oleh orang-orang disekitarnya.


"Semoga kau bisa menyelamatkan kutukan negeri Castor, setelah itu keluarlah," lirih Pak Van Hill seraya mengusap buku dongeng ajaibnya.


Untuk menjaga keamanan Hazel, Pak Van Hill membawa buku dongeng Castor ke kamarnya, menyimpannya di laci agar tetap aman. Ia dulu sempat berputus asa menanti tokoh protagonis di buku itu, sehingga buku dongeng Castor ia letakkan begitu saja di gudang, mengakhiri keinginannya mencari putri protagonis.


"Tidak ada yang boleh menyentuh buku ini, apalagi merusaknya," gumamnya.


Keselamatan Hazel ada di buku itu, jika buku dongeng ajaib Castor terbakar, maka Hazel akan selamanya terperangkap di dunia dongeng.


Di tempat berbeda, Tommy menunggu antrian di kantor polisi, wajahnya cemas menanti pihak kepolisian memanggil namanya. Pikiran seorang Ayah sudah berkecamuk menerka-nerka keberadaan putrinya. Setelah menunggu beberapa menit, kini giliran Tommy mengadukan pelaporan.


"Putriku sudah dua hari ini tidak kembali ke rumah, seluruh tempat kegiatannya sudah aku datangi, tak ada satupun dari mereka yang tau keberadaannya," ucap Tommy. Suaranya bergetar karena khawatir.


"Apakah sebelumnya putri mu memiliki masalah di rumah?" tanya polisi itu.


Tommy pun menceritakan hubungan antara istri dan anaknya yang sering adu mulut, namun Tommy sedikit melakukan pembelaan terhadap istrinya bahwa Kammy hanya mengoceh karena masalah kebersihan rumah. Di sisi lain ia juga tidak ingin istrinya terlibat. Namun polisi saat itu memutuskan untuk memanggil Kammy sebagai saksi. Tommy turut saja, ia sudah tahu serangkaian pemeriksaan akan ia dilakukan sembari pihak kepolisian mencari jejak Hazel.


"Kau tetaplah menjaga ponselmu, kami akan menghubungimu bila ada petunjuk baru yang kami temukan," kata polisi itu kepada Tommy.


Tommy kembali pulang ke rumahnya, dia melihat juga ada beberapa pihak kepolisian yang memeriksa butik. Tommy yang penasaran menyinggahi butik itu, mencari tahu perihal yang terjadi.


"Ada pencurian dua hari yang lalu, tiba-tiba gaun mahal berwarna Hazelnut hilang begitu saja di patung ini," jelas karyawan toko itu. Mereka terheran karena di CCTV tak menunjukkan sosok pencuri.


Butik itu satu-satunya toko pakaian yang sering Hazel singgahi, hanya sekedar melihat gaun-gaun yang terpajang cantik di patung. Seketika Tommy merasa janggal, sebab Hazel selalu cerita gaun yang indah berwarna Hazelnut di toko itu adalah gaun impiannya, bahkan Tommy pernah berjanji akan membelikan Hazel bila uangnya sudah cukup.


"Bahkan gaun kesukaannya hilang bersamaan dengan Hazel," gumam Tommy yang keluar dari butik itu


Ia pulang ke rumahnya, Kammy menyambutnya dengan wajah yang tertekuk, Tommy tak mempedulikan, dia berlalu begitu saja. Kammy marah sebab ada pihak kepolisian yang meneleponnya, dia diminta untuk menjadi saksi atas kehilangan Hazel.


"Kenapa kau melibatkan aku?" tanya Kammy mengikuti langkah suaminya ke kamar.


"Itu sudah prosedur pihak kepolisian, hanya kau yang setiap hari bermasalah dengan Hazel."


Kammy tidak terima jika dirinya dilibatkan, ia pikir hidupnya tenang bila tak ada nama Hazel didengar olehnya.


"Keluarkan namaku jadi saksi, kau ihhss ..!" Kammy kesal berkali lipat terhadap suaminya, karena sebegitu sayangnya kepada Hazel.


"Berhentilah bersikap egois jika kau tidak ingin di curigai," ketus Tommy. Dia yakin bahwa istrinya tidak akan melakukan kejahatan melampaui batas.


Kammy membungkam mulutnya, dia tak lagi membantah ucapan Tommy. Ia sendiri takut jika Hazel melakukan aksi nekat karena ulahnya yang senantiasa memarahi Hazel.


Setelah berganti pakaian, Tommy kembali lagi keluar mencari Hazel. Ia menelusuri semua tempat favorit Hazel, dari danau kecil, taman kota, juga restoran siap saji yang selalu anaknya kunjungi. Tommy menanyakan Hazel kepada pramusaji, salah satu dari pria itu mengenali Hazel.


"Apakah itu anak, Tuan?" tanya pramusaji pria itu.


"Dia putriku, sejak dua hari yang lalu dia menghilang, apakah kau pernah melihatnya akhir-akhir ini?"


"Aku sangat cukup baik mengenalnya, dua hari yang lalu dia datang kemari untuk membeli makanan, katanya untuk Ayah dan Ibunya, itu gajinya dari perpustakaan," jelas pria itu, dia memang sudah menjalin keakraban dengan Hazel.


Tommy duduk, tubuhnya lunglai karena belum menemukan petunjuk tentang Hazel. Pramusaji bernama Collins itu duduk menemani Tommy.


"Setelah pekerjaan ku selesai, aku menemani mu Tuan mencari Hazel," kata Collins.


***


Di lembah kegelapan, ada istana kecil yang dikelilingi akar pohon mati, ada banyak binatang melata, binatang buas yang bentuknya menyeramkan. Suasana di lembah itu mencekam diiringi suara tertawa penyihir wanita, seorang penyihir yang ingin menghancurkan Negeri Castor.


"Kalian istirahatlah, aku ingin melihat perkembangan penyakit mereka," kata Zhietta kepada binatang-binatang sihirnya.


Matanya tajam memendam dendam kesumat, cinta yang tak kesampaian pada Raja Carlos mengubah dirinya menjadi penyihir jahat. Zhietta seorang peneliti kerajaan dulu, mencintai Raja Carlos, yaitu Raja Castor, tetapi Raja Carlos dijodohkan dengan Ratu Florida, membuat Zhietta patah hati. Dia bersumpah akan menghancurkan Negeri Castor hingga tak ada tersisa kebahagiaan di negeri itu.


Dari luar ada seorang pria datang melaporkan tentang berita kehadiran Hazel. Zhietta mendelik, menghentakkan tongkatnya ke lantai.


"Rupanya ramalan kerajaan itu benar adanya," gumam Zhietta.


"Kami sudah menghalangi jalannya, tetapi dia di tolong oleh Pangeran Alaric," papar pria yang dapat berubah wujud menjadi singa itu. Dia salah satu prajurit kerajaan Castor yang terpaksa menjadi pengikut Zhietta karena di kutuk menjadi singa.


"Aku ingin lihat seberapa kekuatan gadis itu, dan siapa yang membuatnya masuk ke Negeri Castor!"


Zhietta tahu, gadis itu ditugaskan untuk membunuhnya, susunan rencana dari ratusan tahun yang lalu sudah ia siapkan secara apik. Zhietta tidak ingin kalah begitu saja hanya karena gadis yang dari negeri entah berantah.


Ada banyak kejanggalan yang Zhietta rasa, gadis itu seolah hadir karena seperti di cari oleh seseorang. Padahal pihak kerajaan tidak dapat berbuat apa-apa selain bersembunyi di balik kastil. Raja Carlos sudah sakit-sakitan pula, begitupula dengan Ratu Florida, hanya satu yang berperan penting yaitu Pangeran Alaric.


"Cari tahu darimana asal gadis itu, dan siapa yang membuatnya masuk ke negeri Castor, kita akan mencari kelemahannya, sekarang sebarkan burung perkutut api, buat keonaran dimana-mana," titah Zhietta.


Pria itu kembali berwujud menjadi singa, dia bersama burung perkutut api menuju ke wilayah Negeri Castor. Sementara Zhietta kembali mengawasi perkembangan cairan ajaibnya, cairan ajib yang mengandung virus.


"Lihatlah ini Zeni, cairan virus kita sudah hampir jadi, ini akan menjadikan mereka lengah dan tidak bisa berbuat apa-apa," kata Zhietta kepada musang peliharaannya. Musang itu berwarna merah, dia juga salah satu kepercayaan kerajaan Castor dulu.


Cairan itu mengeluarkan gelembung hijau, pertanda sedang bereaksi karena kehadiran Zhietta di dekatnya.