
Mereka tiba di lembah Zhietta, Efrat hanya pasrah ketika para pengawal memintanya menujukkan segala tempat-tempat rahasia Zhietta. Alaric yakin ada suatu hal besar yang disembunyikan Zhietta yang dapat menjadi solusi atas perpisahannya dengan Hazel. Alaric yakin, Zhietta dan Valencia teramat cerdas, mereka mampu membuat hal tidak mungkin menjadi mungkin.
"Katakan, kenapa kau selalu menyembunyikan rahasia Zhietta?" tanya Alaric.
"Aku tidak menyembunyikannya, aku hanya menghargainya," sahut Efrat. Dia seolah tidak takut mati jika itu berhubungan membela Zhietta.
Alaric tahu itu persoalan cinta, namun ia tetap berjuang untuk mencari pintu buku dongeng tempat Zhietta keluar. Alaric turun dari kudanya, dia berjalan menuju ke Efrat, menarik Efrat menepi berdua.
"Tunjukkan dimana Zhietta bisa keluar masuk dari kota manusia lain dari negeri Castor?" tanya Alaric berbisik.
Efrat terhenyak, dia juga tidak mengetahui itu, sebab selama ini Zhietta membohonginya, wanita itu tidak pernah menceritakan hal apa saja yang ia lakukan sebelum ke London.
"Aku tidak suka menunggu yang ujungnya kau berbohong," ujar Alaric memberikan peringatan.
"Aku sungguh tidak tahu, bukankah kau pernah mendengarnya jika Zhietta juga membohongi ku?"
Alaric menghela nafas mendengar penuturan Efrat, bagaimana bisa ia keluar dari negeri Castor jika Efrat tidak mengetahui buku dongeng yang dipegang oleh Zhietta dulu. Alaric kembali bersikap normal, ia meminta Efrat untuk membawanya ke ruangan pribadi Zhietta.
"Jangan memelas, kamu memiliki banyak salah karena telah berpihak padanya," ketus Jasper yang kesal karena sikap Efrat yang acuh.
Semenjak kematian Zhietta, Efrat tidak lagi memiliki semangat hidup, hanya tidak ingin mengakhiri hidupnya sendiri, sehun ia bertahan di hutan, sesekali mengunjungi istana kegelapan Zhietta.
"Ikut aku..." Pinta Efrat.
Hanya Jasper dan Alaric yang mengikuti Efrat, para pengawal lainnya menjngu di luar untuk mengawasi segala setiap sudut istana kegelapan itu. Efrat membawa Alaric dengan Jasper ke ruangan besar yang di penuhi buku dan ramuan botol sihir Zhietta.
"Ini ruangan kesayangan kekasihku, ini tempat dia menghabiskan waktu.." Ucap Efrat dengan suara purau.
Terlihat jelas di daur wajahnya terselip kesedihan mendalam, ini kali pertama ia memasuki ruang kesayangan Zhietta setelah kematian kekasihnya itu. Efrat tidak sanggup berkeliaran lebih lama di istana kegelapan, selalu saja bayangan dan suara Zhietta hadir lalu menyapannya. Menciptakan ruang rindu yang sangat mendalam, memenuhi kesakitannya menerima kenyataan bahwa Zhietta telah tiada.
"Kau sangat mencintainya?" tanya Alaric. Dia berempati kepada Efrat karena segala yang dilakukan oleh Efrat untuk Zhietta hanya semata membuktikan rasa cintanya.
Efrat tertawa mendengar pertanyaan Alaric, dia merasa terhina karena Alaric masih mempertanyakan perjuangannya terhadap Zhietta.
"Pangeran jangan membuat lelucon disini," tuturnya.
"Beraninya kau berbicara seperti itu kepada Pangeran!" Jasper hendak ingin menyerang Efrat., tetapi dihalangi oleh Alaric.
"Aku siap di bunuh oleh kalian, aku ingin mati lalu bertemu Zhietta ku." Efrat menantang lagi.
Alaric menenangkan Jasper, dia menyuruh Jasper untuk sedikit menjauh dari Efrat dan dirinya. Alaric mulai menggunakan lagi sikap bijaksananya. Dia mendekati Efrat untuk memenangkan hati Efrat.
"Kau tidak mencintainya.. kau tidak mencintai Zhietta, kau tidak melakukan apapun bentuk cinta kepada Zhietta." Alaric berucap sesuai sudut pandangnya tentang mencintai.
Efrat gamang, dia tidak terima dengan penilaian Alaric perihal perasaannya cintanya kepada Zhietta. Namun saat itu Efrat hanya memilih diam saja, dia ingin membuat Alaric lebih menjelaskan yang dimaksud olehnya.
Efrat mengepalkan tangannya mendengar kalimat Alaric lagi. Ia mendengar itu merasa semakin terhina.
"Jangan mengatasnamakan cinta untuk membalaskan karena penolakan cinta, kau mencintai Zhietta untuk membuat dia hancur, membalask dendamnya, menjadi figur kuat dibalik Zhietta, padahal jelas, kau tahu, yang dilakukan Zhietta karena permasalahan cinta saja."
"Berhentilah! Aku tidak menyukai kau mengatai dia!" Efrat terpancing emosinya.
Alaric menghela nafas lagi, seolah kalimat Efrat tidak bermakna. Dia ingin meluruskan pikiran Efrat tentang pengorbanan cinta yang tidak tepat. Dia maju mendekati Efrat, Alaric memohon sekali lagi, Efart kali itu tidak mengerti yang dimaksud oleh Alaric.
"Kau harus menjadi pahlawan Zhietta dengan benar, kau harus memberikan kebahagiaan secara benar kepadanya," ucap Alaric.
Efrat tergugu, dia terusik dengan pernyataan Alaric, ia merasa sudah melakukan segalanya untuk Zhietta, Efrat bahkan rela menjadi jelmaan singa ratusan tahun hanya demi percobaan sihir Zhietta.
"Perbaiki semuanya Efrat, segala langkah Zhietta yang merugikan orang lain, perbaiki semuanya, hanya kau yang diharapkan Zhietta, saat ini aku yakin Zhietta akan berdamai dengan segalanya, tala ada lagi kebencian dihatinya," jelas Alaric.
Efrat enggan melakukan itu, ia tetap berpikir jika Zhietta masih menginginkan keluarga kerajaan menderita. Namun Efrat juga tidak ingin lagi melanjutkannya, dia tidak memiliki kekuatan dan tenaga melawan kemenangan keluarga kerajaan.
"Jelaskan semua kegunaan ramuan sihir itu, jangan kecoh kami!" Teriak Jasper.
Alaric melirik sejenak ek Jasper, ia tahu panglimanya itu sangat kesal terhadap Efrat.
"Lakukanlah Efrat," uhar Alaric menambahkan.
Dengan wajah yang tertekuk, Efrat menuju ke susunan ramuan itu, hanya ada beberapa kegunaan ramuan Zhietta yang ia ketahui, selebihnya Efrat belum diberitahu oleh Zhietta, karena Zhietta selalu membuat ramuan itu secara diam-diam.
"Ini ramuan untuk menyembuhkan seseorang yang tidak sadarkan diri, ini ramuan untuk menghilangkan perasaan cinta seseorang selamanya, ini ramuan untuk membuat seseorang lumpuh, ini ramuan agar melupakan kita." Jelas Efrat menjelaskan satu per satu fungsi ramuan yang ia ketahui.
"Lalu?" tanya Jasper.
"Aku tidak tahu, kau cari tahu sendiri saja.."
Alaric tidak ingin emosi Jasper semakin meledak, ia meminta Efrat untuk menjauh dari mereka sejenak. Alaric melangkah mencari sesuatu di tumpukan buku itu. Alaric terkejut dengan ketiga buku yang ia temukan. Ketiga buku itu ia bawa ke Jasper.
"Lihat buku ini, apakah benar ini buku dongeng 'The Castor's Land'?" tanya Alaric yang juga bingung.
Jasper membaca satu persatu bab yang ada di buku itu, semua memiliki kesamaan, tetapi tak ada keistimewaan cerita si dalamnya, tak ada istimewa dari cerita itu, semua sama yang terjadi dengan Alaric dan Hazel. Perpisahan mereka tertera jelas di buku itu sebagai endingnya, tapi dibawa ending itu, ada sebuah tulisan tangan yang seolah menyambung cerita, ada beberapa paragraf yang membuat Jasper penasaran.
"Apakah pangeran percaya ini buku ajaibnya?" tanya Jasper. Dia terheran, mengapa begitu banyak buku yang dicopy oleh Zhietta.
Alaric membawa dengan seksama tulisan itu, berulangkali ia mengulanginya agar memahami dengan jelas, dan ternyata itu kisah yang sengaja Zhietta tuliskan untuk menyusahkan kisah cinta Alaric dengan Hazel.
"Sekarang aku paham.. mengapa kami terpisahkan seperti ini," ucap Alaric yang sudah tahu tindakan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.