
Alaric menunggu Jasper di ruang kerjaan, akhir-akhir ini Jasper memang menghindari Alaric, bukan tidak ingin mengindahkan perintah Alaric, tetapi di sisi lain Jasper takut jika yang akan mereka lakukan malah membahayakan penghuni Castor lainnya.
Jasper keluar dengan kepala yang menunduk, Alaric menyilangkan kedua tangannya.
"Jangan menggantungku, katakan saja jika kau tidak ingin," ucap Alaric.
"Aku takut jika bertemu Valencia lalu berpisah lagi, lebih baik tidak usah bertemu," sahut Jasper. Perasaan cintanya terhadap Valencia yang tidak siap untuk berpisah jika bertemu kembali.
Alaric menghela nafas, dia baru tahu bahwa cinta dapat melemahkan pria sekalipun dia sosok panglima kerajaan seperti Jasper.
"Jadi selamanya kau ingin memendam saja?"
Jasper enggan menjawab, dia tetap saja menunduk dengan raut wajah bingung.
"Aku tidak akan memaksamu, ini bukan perintah lagi, tapi hanya permintaan dari kawan, ambillah buku dongeng ini, jika kau berubah pikiran, beritahu padaku, hanya tersisa dua halaman lagi."
Alaric keluar dari ruangan kerajaan, dia benar-benar pasrah jika kisah cintanya dengan Hazel berakhir tanpa ada kepastian. Sebentar lagi halaman buku dongeng Castor habis, tapi tak ada satupun tindakan yang dapat merubah jalan cerita mereka untuk bersatu diakhir halaman itu.
'Maafkan saya Pangeran..' ucap Jasper dalam hati.
Jasper membawa buku itu ke ruangannya, dia membuka satu per satu halaman buku dongeng Castor, doa membaca hal-hal yang telah Alaric dan Hazel lalui di buku itu, beberapa insiden penting terjadi telah tertulis didalam buku Castor.
"Apa ini? Valencia..." Jasper dikejutkan dengan tulisan terakhir yang menceritakan Valencia diculik oleh pria yang teramat mencintai Hazel.
"Siapakah pria yang dimaksud menculik Valencia? Apakah ini benar?" Jasper malah belum paham dengan kinerja buku dongeng ajaib itu.
Jasper bergegas ke istana utama, dia mencari keberadaan Alaric, bertanya ke pengawal pribadi pangeran, mereka mengatakan Alaric ke istana rahasia, tampaknya Pangeran ingin menyendiri karena dia sudah diambang keputusasaan untuk bersama Hazel kembali.
"Jika aku ke istana rahasia, ini akan memakan waktu lagi, bagaimana bisa aku melakukannya sendiri? sisa dia halaman lagi untuk menyelamatkan Valencia dan membantu Pangeran," gumamnya kebingungan.
Jasper meraba sampul bagian belakang, ada pena ajaib yang dilekatkan Alaric disana, mendapat ajaib, Jasper sudah tahu yang harus ia lakukan selanjutnya.
"Kita mulai, bantulah aku pena.." Jasper menulis namanya didalam, menulis kisah bahwa dia keluar dari buku Castor untuk menyelamatkan Valencia dari seorang pria yang menculiknya.
Angin kencang membawanya berpindah dimensi, Jasper yang menutupi kata merasakan ada yang menggelitik tubuhnya, ketika membuka mata, ternyata ada banyak ranting pohon di sekujur tubuhnya. Jasper tersangkut dipohon yang rindang.
"Ahhk..." Peliknya, belum sempat dia meloncat, tangkai tempatnya tersangkut itu terjatuh ke tanah.
"Ternyata iini rasanya keluar dari buku," gerutunya .
Jasper melihat disekitarnya, ada sebuah rumah tua yang didepannya terparkir mobil sedang hitam. Jasper teringat dengan alur cerita kisah penculikan Valencia, tempat itu sama dengan tempat yang diceritakan dibuku Castor.
"Benar, pasti Valencia ada di dalam," gumamnya.
Jasper perlahan berjalan mendekati rimah tua itu, dia memilih untuk mencintai dari bagian belakang, semakin dekat, tangis Valencia terdengar jelas, suara tangis yang bercampur jeritan, umpatan Collins juga sesekali melengkapi tangisan Valencia.
"Suara Valencia," Jasper menempelkan telinganya di dinding rumah itu.
Disela-sela dinding yang terbuat dari kayu, Jasper megintip keadaan di dalam rumah, Valencia sudah polos tanpa kain menutupi tubuhnya, Collins telah melakukan pelecehan terhadap sahabat Alaric itu. Tangisan Valencia terdengar sayu, teramat memedihkan hati Jasper yang menyaksikan kebiadaban Collins. Jasper tidak dapat menahna emosinya, menendang pintu kayu itu hingga terdobrak.
"Siapa kamu?!"
Valencia menoleh ke arah Jasper, dia terkaget melihat kehadiran Jasper di tempat penyekapannya.
"Lepaskan wanita itu!"
Collins memandang Jasper dari ujung kaki hingga kepala, baju yang dikenakan Jasper berbeda dari manusia pada umumnya di dunia modern, Collins menebak bahwa Jasper berasal dari tempat yang sama seperti Valencia dan Alaric.
"Kau temannya? atau.." Collins malah mengejek Jasper. Dia mengeluarkan pistol dari kantong celananya. Mengarahkan pistol itu ke arah Jasper.
"Mendekatlah atau peluru ini akan menancap tepat di kepala mu," Ucap Collins yang bersungguh-sungguh akan membunuh Jasper.
Valencia menangis sembari menggelengkan kepala, mengisyaratkan Jasper agar pergi dari rumah tua itu.
"Apa yang kau inginkan? Apa salah dia?" tanya Jasper. Dia berusaha untuk bernegosiasi dengan Collins, pertama kali datang ke dunia Hazel malau disambut peristiwa yang menegangkan seperti itu.
"Kalian dari mana? Jawab jujur, siapa kalian!"
Jasper melirik ke Valencia, dia kebingungan langkah yang harus ia ambil saat itu, sementara Valencia selalu menggelengkan kepala. Valencia tidak ingin Jasper menjadi korban kejahatan Collins, dia ingin Jasper segera pergi dari tempat itu.
"Kami berasal dari Negeri yang tidak dapat kau lihat, kami keluar karena memiliki urusan, kumohon.. Lepaskan dia," Pinta Jasper.
Ini kali pertama di memohon kepada lawannya. Di Negeri Castor, dia sosok pribadi yang sangat disegani, namun Jasper tahu membawa diri, tidak mungkin sifat tegasnya digunakan di negeri orang lain, lagipula tak ada yang mengenalinya di tempat Hazel.
"Sudah kuduga, kau ternyata sejenis dengan Kakek pemilik perpustakaan iitu" kata Collins yang geram karena hidupnya dikelilingi mahkluk aneh.
Valencia yang tidak ingin Jasper terluka mennedang kaki Collins dengan keras, pria itu tersungkur ke lantai hingva melepaskan pistol itu dari tangannya. Jasper cekatan memungut pistol itu lalu memanfaatkannya untuk mengancam Collins.
"Tetaplah di tempatmu!" Jasper memperingati, dia perlahan menuju ke Valencia sembari mengacungkan pistol ke arah Collins.
Collins mengangkat tangannya, dia ketakutan karena Jasper tidak mengalihkan atah pistol iti darinya, sekali Jasper menarik pelatuknya, timah panas itu akan tertancap di dada Collins.
Jasper melepaskan ikatan ditangan Valencia, memasangkan baju ke Valencia dengan satu tangan, tangan sebelahnya tetap mengarahkan pistol ke Collins.
"Diamlah di tempatmu!" Jasper mengancamnya.
Valencia berdiri dibelakang Jasper, dia membisikkan sesuatu yang membuat Jasper kebingungan. Mereka harus pergi dari tempat itu, tetapi disisi lain kendaraan yang ada hanya mobil Collins, Jasper dan Valencia tidak tahu mengemudi mobil, mereka hanya orang awam yang selalu menunggangi kuda di negeri Castor.
"Kita membutuhkan dia," bisik Valencia.
Tidak ada pilihan lain lagi, Jasper meminta Collins untuk masuk keluar ikut bersamanya. Valencia lebih dulu mausk ke dalam mobil, walaupun kebingungan dengan kendaraan roda empat modern iti, Jasper tetap menujukkan sikap tegasnya terhadap Collins.
"Masuk, dan jalankan ini," kata Jasper.
Collins tersenyum miring, dia menebak jika Jasper tidak tahu mengemudi mobil. Collins kembali merencanakan kejahatan selanjutnya, dia akan memberi pelajaran Jasper dan Valencia.