
Hazel bertarung melawan burung-burung pemangsa itu, cahaya baru Ruby membuat burung sihir Zhietta menyakiti Hazel, hanya saja langkah Hazel dihalangi oleh mereka. Setiap hentakan pedang Hazel, memusnahkan burung-burung sihir Zhietta.
"Kalian tidak bisa menghalangi ku!" Hazel menghajar buta-buta burung-burung itu .
Hazel menyelinap ke dalam salah satu ruangan kosong, Ia bersembunyi dari kerajaan binatang-binatang Zhietta. batu ruby di kalungnya berhenti bersinar, Hazel kelelahan bersembunyi di bawah kolom meja, nafasnya terengah-engah menghadapi burung sihir itu. terdengar dari luar ruangan, Zhietta meluapkan amarahnya.
'' Kenapa dia bisa lolos? cari dia sampai dapat,'' Zhietta memerintahkan seluruh binatang peliharaannya mencari Hazel.
Hazel mengamati setiap sudut di ruangan itu, ada banyak rak buku terbuat dari kayu. Buku buku itu bertumpuk dan berdebu, Hazel Belum berani keluar dari kolom meja, suara Zhietta mengerikan terdengar dari luar.
" dia bersembunyi di istana ini, cari dia sebelum Gadis itu menghancurkan istanaku,' ucap' Zhietta lagi.
Hazel merangkak mengecek situasi di luar, di balik celah dinding, dia melihat Zhietta berdiri tegak memegang tongkatnya, Hazel terkejut dengan rupa Zhietta yang sebenarnya, dia bahkan tak mempercayai dengan apa yang dilihat oleh matanya sendiri.
'Tidak mungkin, mengapa penyihir wanita itu mirip dengan ibuku,' ucap Hazel dalam hati.
Penyihir sieta sangat mirip dengan ibu angkatnya, Kammy. Hazel bahkan tak melihat adanya perbedaan walaupun ia melihatnya dari celah lubang kecil.
" Tak ada yang benar-benar mirip jika mereka memiliki hubungan darah atau dia adalah orang yang sama ini sangat membingungkan,'' gumam Hazel.
Dia dihadapkan berbagai misteri yang membuatnya saling berhubung dengan kota London. Terlihat Zhietta enyah dari tempat itu. penempatan bagi Hazel mencari Alaric. dia mengendap-endap mengelilingi istana yang sudah sepi, para binatang Zhietta hanya berfokus mencari Hazel di luar halaman.
Zhietta teramat menyeramkan, ada banyak kepala binatang yang tergantung di setiap dindingnya. Ada banyak ruangan yang membuat Hazel kebingungan mencari keberadaan Alaric.
''Anak itu memang selalu membuatku marah,'' terdengar suara Zhietta yang melewati tempat persembunyian Hazel.
Hazel yang mundur ke belakang, tak sengaja menyenggol patung Harimau, mengundang bunyi yang mencurigakan Zhietta dan para binatangnya, sontak Hazel terkejut, Iya tak mampu lagi bersembunyi karena telah terpojok. Zhietta mendapatinya yang sedang memperbaiki patung Harimau yang terjatuh itu.
'' Akhirnya kau kutemukan di sini, gadis kecil pembawa sial!" Zhietta mengumpat sembari menghentakkan tongkatnya.
Hazel mundur selangkah, ia mengamati perawakan Zhietta yang sangat mirip dengan ibu angkatnya, Kammy.
" Kau sebenarnya siapa?'' tanya Hazel penasaran.
Zhietta tertawa, seolah pertanyaan Hazel lelucon baginya. Hazel tetapa waspada menyiapkan pedangnya, walaupun ia yakin sihir Zhietta tak dapat menembus karena perlindungan batu Ruby.
"Kau sudah lupa dengan ku? baru seminggu kau menghilang, kau lupa dengan Ibu angkat mu?" Zhietta malah berbalik bertanya kepada Hazel.
Hazel tercengang, dia menggelengkan kepalanya seakan tak percaya dengan kebenaran itu. Kammy yang menjadi Ibu angkatnya adalah perwujudan Zhietta.
"Kau! Kau membohongi Ayahku?!" Protes Hazel.
"Penduduk Negeri Castor saja tega aku bunuh, apalagi hanya sekedar berbohong kepada suamiku? Kamu pikir aku ke hidup bertahun-tahun di dunia manusia untuk apa? untuk mencari gadis yang diramalkan itu, tapi sialnya, gadis itu adalah anak angkat ku sendiri!"
Hazel terkesiap, ternyata Zhietta berani hidup di dunia manusia, menikah dengan Tommy lalu takdir mereka dipertemukan sebagai Ibu dan anak angkat. Kini Hazel mengetahui alasan Ibu angkatnya sangat membencinya, ternyata Kammy adalah Zhietta.
"Lalu bagaimana dengan Ayahku? kau akan mematahkan hatinya, pantas saja kau tidak bisa hamil ternyata kau adalah Zhietta, Ibu.. berubahlah, demi Ayah.." Hazel merendahkan suaranya agar dapat berbincang sopan.
Zhietta menarik nafas dalam-dalam, ada setitik rasa kasihan terhadap Tommy, keluar dari dunia dongeng lalu menyamar sebagai gadis yang lugu, ia ditemukan oleh Tommy, Zhietta menyamarkan namanya menjadi Kammy. Tommy berniat melindungi Zhietta dengan cara menikahinya. Namun di pernikahan mereka, Zhietta tidak dapat hamil karena jiwanya telah dibelenggu oleh iblis. Sehingga Tommy memutuskan untuk mengadopsi Hazel yang dari panti asuhan.
"Ayah akan kecew, Ibu.. Jika bisa semua Diperbaiki, kita perbaiki, demi Ayah," ucap Hazel penuh harap.
"Tidak, aku sudah menunggu bertahun-tahun untuk menghancurkan Castor secara perlahan, kau tidak dapat menghentikan ku! Justru kau yang harus mati Hazel, dan aku tidak peduli dengan Tommy!" Zhietta mengucapkan nama Tommy dengan terpaksa.
"Ayah sangat mencintaimu, kau menyia-nyiakan orang yang mencintaimu hanya dendam mu," sergah Hazel.
Singa yang jelmaan Efrat itu mengarungi, dia murka dengan cara Hazel berkata demikian terhadap Zhietta.
"Kau berkata lancang kepada Zhietta!" Efrat protes. Tidak ingin wanita dicintainya di bentak oleh siapapun.
Hazel menilik, dia tertegun karena singa itu mampu berbicara seperti Jasper perwujudan kuda.
"Kau siapa? Aku hanya berkata seperti ini karena dia Ibu angkat ku," tanya Hazel. Dia masih menganggap Zhietta adalah Kammy, Ibu angkatnya.
Zhietta panik, selama ini Efrat tidak mengetahui kelakuannya, ketika keluar dari dunia dongeng, Diam-diam Zhietta meminta pamit untuk bertapa di sebuah gunung iblis.
"Pergilah dari sini, Efrat, jangan dengarkan pembicaraan kami," pintar Zhietta. Jiwa penyihirnya melemah bila berhubungan dengan sosok yang mencintainya.
"Kau menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Efrat.
"Tidak, tidak ada, pergilah dari sini," sahut Zhietta. Tak berani memandang Efrat.
Hazel menyelidiki raut wajahnya Zhietta yang tak ingin jujur, dia mengambil kesempatan untuk membuat Zhietta terpojok.
"Ibu, ternyata kau keluar dari Negeri Castor, lalu kau menikahi Ayahku, kau menyamar sebagai nama Kammy, kau telah menjadi Ibuku selama belasan tahun, aku tidak menyangka kau pemeran jahat di buku dongeng ini," tutur Hazel sengaja memperdengarkan Efrat.
Zhietta melototi Hazel, "Berhenti anak sial! Kau selalu membuat ku kesal!"
Efrat mendekati Zhietta, suara ruangannya sebagai singa terdengar meluapkan amarah. Zhietta dan Hazel terkejut.
"Apakah benar yang dikatakan gadis ini?" tanya Efrat.
Betapa kecewanya Efrat mengetahui kebenara itu, dia telah banyak berkorban demi kelancaran pembalasan dendam Zhietta. Efrat rela menjadi uji coba sihri Zhietta menjadi singa selamanya, dia rela mengabdikan dirinya menjaga para binatang sihir Zhietta, itu semua ia lakukan demi membuktikan rasa cintanya terhadap Zhietta.
"Aku menunggu jawaban mu, Zhietta."
Zhietta gelagapan, dia tak ingin melukai hati Efrat dengan kejujurannya, sementara Hazel merasa bersalah terhadap Efrat, ia tahu singa itu akan kecewa bila Zhietta mengatakan kebenaran.