
Di dalam taksi, Alaric tidak ingin membuang waktu lagi, dia membuka buku ajaib itu, ingin menuliskan kisah cinta baik dan akhir yangg bahagia secara bertahap. Laju taksi itu melaju dengan cepat, sopir taksi nya takut jika Zhietta mengejar mereka dengan melaporkan ke pihak kepolisian.
"Kenapa kau gemeteran, Tuan?" tanya Alaric kepadanya.
"Kau baru saja mencuri, kita akan di cari polisi nantinya, kau ini!" sopir Taksi itu agak kesal.
"Kita tidak mencuri, Tuan. Ini buku seharusnya memang milikku, jika tidak, ini akan disalahgunakan oleh wanita itu," Jelas Alaric.
Sopir taksi itu hanya mengangguk-angguk, dia sepenuhnya belum percaya dengan Alaric. Ketika diperjalanan, Alaric menyiapkan diri, dia menata pikiran untuk menulis lanjutan kisah yang dapat membuatnya mudah menjalani kisah cinta bersama Hazel, selain itu membuat pula kerajaan Castor menjadi sejahtera.
"Yang kosong sisa 20 lembar halaman lagi?" Gumam Alaric tercengang.
Kisah cinta dan negeri Castor akan terlihat puncaknya hanya 20 halaman lagi, berarti tidak lama lagi kisah cinta yang sesungguhnya akan terlihat, apakah berakhir dengan bahagia ataukah malah sebaliknya. Tetapi, ketika ia membaca halaman terakhir di buku itu, ada bagian kisah Hazel dengan Collins yang tertulis didalamnya, sama seperti kisah yang dibaca oleh Zhietta.
"Hazel dengan pria itu..." Lirih Alaric yang tersendat-sendat membacanya. Ia berusaha untuk tidak percaya, tetapi itu buku ajaib yang tertulis otomatis setiap kejadian yang mereka lalui.
Alaric akan memutar situasi itu menjadi lebih baik, dia memikirkan hal-hal yang dapat menyambungkan perjalanan cinta mereka saat ini namun begitu mudahnya.
"Aku yang akan.." Alaric menulis itu tanpa bersuara. Dia tidak ingin sopir taksi tahu apa yang dilakukannya.
Usai menulis satu paragraf, seperti biasanya pena itu berhenti lagi.
"Setidaknya hal-hal penting telah aku tulis untuk saat ini," gumam Alaric. Dia menulis agar Hazel dan dirinya terhindar dari kejahatan Zhietta.
Hazel dan Alaric tidak di ganggu oleh Zhietta, Hazel juga menikahi Alaric esok hari dengan janji suci mereka berdua.
Sopir taksi itu melirik ke kaca spion tengah, dia melihat buku ajaib itu mengeluarkan sinar biru, seketika ia menginjak remaja mendadak, mengejutkan Alaric.
"Anda kenapa, Tuan?" tanya Alaric.
"Kau yang mengejutkanku! Itu sinar apa?".
Alaric bergegas menutup buku ajaibnya, " Ini hanya buku yang memiliki kelebihan, seperti lampu mobilmu." Alasan Alaric cukup masuk di akal sopir itu, dia kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Setiba di rumah Nenek Grace, Alaric bergegas menemui Hazel. Saat itu Hazel sedang memasak bersama Nenek Grace, Alaric datang lalu menggendong Hazel sembari tertawa lepas.
"Kamu kenapa? turunkan aku," kata Hazel.
"Aku sydah membawa buku ajaib Zhietta, ini akan mempermudah kita menjalani semuanya," jawab Alaric dengan rona bahagianya.
Setelah Hazel membaca semua itu, ia merasa malu terhadap Alaric, Hazel malu karena jebakan Collins yang telah diketahui oleh Alaric.
"Aku tidak mempermasalahkan itu, kita akan berjuang lagi, jangan khawatir," ucap Alaric.
Alaric meminta Nenek Grace untuk menyiapkan seseorang yang dapat menikahkan mereka esok hari. Di gereja terdekat dari rumah Nenek Grace, Hazel dan Alaric akan melangsungkan janji pernikahan. Berita itu disampaikan Hazel kepada Ayahnya juga Emma, tentu Ayahnya terkejut dengan penuturan Hazel tentang kehadiran Alaric di London.
"Aku tidak menyangka dengan yang terjadi," kata Tommy yang usai menelpon dengan Hazel.
"Kau merestui pernikahan itu?" tanya Emma.
"Tentu saja, dia putri semata wayangku," sahut Tommy.
"Tapi kau harus bersiap kehilangan Hazel, dia harus mengikuti suaminya ke Castor menjadi Ratu disana," jelas Emma yang menebak yang akan terjadi selanjutnya.
"Hazel tentu akan memilih tinggal bersamaku, suaminya akan menetap di London," kata Tommy yang tidak terima jika putrinya kembali ke negeri Castor, negeri yang tidak ia tahu kebenarannya itu.
Emma tertawa menggelengkan kepalanya, dia melihat sisi keegoisan Tommy sebagai Ayah, Emma tidak ingin kekasihnya itu mencampuri urusan pernikahan Hazel.
"Setelah Hazel menjadi seorang istri, dia berhak memilih mengikuti suaminya, di mana-mana pernikahan seperti itu, berusahalah untuk tidak egois," Ucap Emma lembut.
Tommy menatap Emma dengan raut wajah kebingungan, dia benar-benar tidak siap jika Hazel ke negeri Castor untuk memulai kehidupan baru disana, inilah mengapa ia tkfak menyenangi jika Hazel berhubungan dengan Alaric, dia ingin Hazel menikah di Dunia mereka, bukan di dunia dongeng yang tak dapat ia kunjungi.
"Kalau begitu aku tidak akan mengizinkan putriku menikah dengannya," ucap Tommy dengan tegas.
Emm tercengang mendengar hal itu, dia tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan Hazel dan Alaric jika mendengar Tommy menolak pernikahan mereka.
"Berhentilah egois, dia cukup dewasa untuk memilih kehidupannya," ujar Emma. Dia memahami isi hari sesama perempuan.
"Aku memang bukan Ayah kandungnya, tapi rasa sayangky melebihi dari itu, Hazel akan tetap bersamaku, meskipun dia telah memiliki suami, dia harus tetap aku lihat meskipun seminggu sekali," kata Tommy bersikukuh.
Tidak lama berselang suara ketukan pintu terdengar, Emma beranjak membukanya, dibalik pintu itu nampak sosok wanita cantik, dia tersenyum menyapa Emma.
"Saya ingin bertemu dengan Ayah Hazel, bernama Pak Tommy," ucapnya.
Emma mempersilahkan wanita itu, dia mengajak wanita itu untuk ke ruang tamu. Tommy pada saat itu heran dengan tamu wanita yang sedikit lebih tua dari Hazel.
"Apa yang kamu inginkan?" taya Tommy, suasana hatinya sedang buruk sehingga tak ada waktu untuk berbasa-basi.
"Namaku Valencia, saya kekasih lama Alaric," lalu Valencia menjelaskan berbagai cerita bohong untuk membuat Tommy tidak menyukai Alaric.
Mendengar hal itu, Tommy semakin gusar, ia kian bertekad untuk tidak mengizinkan Hazel menikah dengan Alaric. Emma yang mendengar itu terdiam, dia mengamati arut wajah Valencia, sebagai wanita yang bekerja di kepolisian, Emma sulit mempercayai Valencia.
"Kita akan bertemu Hazel esok, aku akan melarangnya dan membatalkan pernikahan itu, dan kau ambillah kekasihmu kembali," ucap Tommy.
Valencia mengucapkan terimakasih, usai itu, Valencia memilih pulang, Tommy malah keluar untuk ke tempat Collins, dia akan meminta tolong kepada mantan sahabat putrinya itu. Pada saat itu Collins sedang membereskan restoran milik Ayahnya.
"Tuan Tommy, apa yang membuatmu kemari?" tanya Collins, dia tetap berusaha ramah meskipun hatinya dongkol karena ulah Hazel.
"Bantulah aku Collins, Alaric akan menikah dengan Hazel, tapi aku tidak menyenangi itu," sahut Tommy.
Collins menahan senyumnya, dia bahagia mendengar kata penolakan Tommy terhadap calon suami Hazel.
"Aku akan membantu Tuan, tapi Hazel salah paham kepada-Ku saat ini, dia benar-benar menganggap ku pria bejat, padahal itu salah paham." Collins memutar balikkan fakta.