
Alaric tak gentar, dia mundur ke belakang karena berusaha melindungi Jasper. Zhietta justru semakin menghampirinya, binatang-binatangnya mengikuti pula dari belakang.
"Jasper, ingat yang aku katakan tadi," ujar Alaric mengingatkan Jasper.
Jasper melirik ke jendela yang terbuka, Zhietta pun ikut melirik ke singa peliharaannya, mengisyaratkan agar singa itu bertindak sesuai rencana mereka.
"Kau yakin gadis itu mampu menyelamatkan negeri mu?" tanya Zhietta kepada Alaric.
Alaric mengeluarkan pedangnya, dia bersiaga dengan binatang buas yang akan menyerangnya. Sementara Jasper bersiap-siap untuk terbang keluar dari istana kegelapan Zhietta.
"Aku yakin dia akan menghancurkan mu! Mengakhiri semua kejahatan mu!" Alaric menyerang singa Zhietta, goresan pedang melukai kaki Singa itu.
Singa memekik kesakitan, namun tak menyerah mencari celah melumpuhkan Alaric. Zhietta yang murka ikut andil ingin memukuli Alaric dengan pedangnya, kesempatan Jasper memanfaatkan kelengahan Zhietta dan pengikutnya. Jasper mengepakkan sayapnya lalu terbang keluar dari istana Zhietta.
"Cepat Jasper!" Teriak Alaric.
Jasper terpaksa meninggalkan Alaric demi menemui Hazel. Burung-burung Zhietta membentuk melingkar mencegat Jasper keluar dari lembah hitam, tetapi Jasper memiliki kekuatan yang tak sebanding dengan burung-burung Zhietta. Kuda Alaric itu berhasil kabur dari lembah Zhietta.
Alaric tersenyum melihat keberhasilan Jasper, walaupun saat itu dia sedang menghadapi bahaya karena terjebak di dalam istana Zhietta. Alaric melirik ke arah kaca ini dari kekuatan Zhietta. Kaca itu meyimpan jiwa Zhietta, sihir-sihir yang digunakan Zhietta adalah perwujudan dari pertukaran jiwanya dengan iblis.
'Lihat saja,' ucap Alaric dalam hati. Ia berlari dengan cepat menuju ke kaca itu.
Alaric menghancurkan lapisan kaca jiwa Zhietta, nyaris mengenai patung yang menyimpan jiwa Zhietta, namun usahanya gagal karena segerombolan musang mengerumuninya.
"Ahgggg!!" Alaric memekik kesakitan. Ada tiga musang bervirus berhasil menggigit kaki Alaric. Kaki pria itu mampu digerakkan, Alaric terjatuh lalu terbaring di lantai.
"Hahahah.. kau pikir semudah itu melawan Zhietta?!" Penyihir wanita seusia Ratu Florida itu mendekati Alaric.
Zhietta menginjak kaki Alaric yang terluka, pangeran Castor itu mengerang kesakitan. Zhietta puas karena telah melukai anak dari musuhnya.
"Seharusnya ini tidak terjadi kepadamu jika kau bukan pangeran Castor," ujar Zhietta lalu ia memukul kepala Alaric dengan tongkatnya.
Alaric tak sadarkan diri, dia di seret masuk ke dalam ruangan tahanan. Tubuh Alaric dibelenggu rantai yang dilapisi sihir. Bagi Zhietta, menangkap Alaric bukanlah sesuatu yang penting, namun ada satu perjanjian yang telah ia buat menyangkut dengan Alaric.
"Dia akan sadarkan diri esok hari, kalian harus jaga dia, karena dia pemuda yang cerdas, dia bisa lolos dari sini," titah Zhietta kepada para musang-musangnya.
Zhietta kembali ke ruangannya, ia melihat patung yang bersemayam jiwanya hampir rusak. Hampir saja dia musnha karena Alaric. Karena tak ingin gak itu terjadi lagi, Zhietta menyembunyikan patung jiwanya.
"Dari mana Alaric tahu jika ini patung jiwaku," gumam Zhietta. Alaric pertama kali datang ke istananya, namun pangeran Castor itu tahu kelemahannya terletak di patung.
Singa yang kakinya terluka datang menghampiri Zhietta, ada banyak darah merembes dilantai. Zhietta berkaca-kaca, seekor singa itu bukanlah Singa biasa, dia jelmaan pria yang mencintai Zhietta, tetapi karena percobaan sihir Zhietta, pria itu tak sengaja terkena sihir kutukan Zhietta, dia menjadi Singa selama Zhietta masih hidup.
"Kau terluka Efrat," ucap Zhietta. Dia memberikan obat ramuan penyembuh di kaki Efrat.
"Kau hanya ingin ku lindungi," sahut Efrat. Dia sangat mencintai Zhietta, tetapi Zhietta malah menginginkan Raja Carlos.
"Aku selalu bilang, berhentilah mencintai ku seperti itu, kita sudah lama melalui ini yang tak ada ujungnya, maafkan aku Efrat.." Ucap Zhietta. Karena diselimuti dendam, ia mengorbankan orang-orang yang mencintainya, termasuk Efrat.
"Aku bisa berhentiati, tapi tidak untuk berhenti mencintaimu, walaupun sekarang wujud ku singa, hatiku tetap sama Zhietta.."
Mendegar itu Zhietta berdiri lalu dia membelakangi Efrat. Melihat Efrat yang terlalu mencintainya membumbung kan rasa bersalah di dadanya. Zhietta bahkan sulit bernafas bila Efrat mengungkapkan kata cinta. Pintu hatinya telah tekunci karena Raja Carlos.
"Pergilah istirahat.. Kau butuh tenaga untuk pulih," ujar Zhietta tanpa menoleh ke Efrat.
Zhietta meningalkan Efrat di tempat itu, seorang diri, Zhietta masuk ke dalam ruangan lab yang dipenuhi ramuan sihirnya. Hati yang terguncang karena kemalangan cintanya, Zhietta ingin menguasai Castor, menjadikan dirinya seorang Ratu dan Efrat sebagai Raja, walaupun pria itu menjadi seekor singa.
***
Hazel melanjutkan perjalanannya, para harimau itu mengikuti dari belakang, sesekali suara jeritan terdengar dibalik hutan, mereka adalah penduduk Castor yang di tawan Zhietta agar tidak terlihat, terperangkap di dalam batang pohon.
"Zhietta Sangat-sangat jahat," ucap Hazel yang berada di atas punggung Canso.
Setelah melewati hutan, ada Desa tepercil,penduduknya juga tekahenkafi vampir, mereka kebingungan memandangi Hazel, melihat gadis cantik yang bukan sejenis Vampir seperti mereka, tentu menjadi suatu keanehan.
"Mereka tidak akan menyerang kita 'kan, Canso?" tanya Hazel agak was-was.
Canso mengangguk, dia malah membawa Hazel menghampiri salah satu rumah yang dikerumuni banyak warag setempat. Hazel mengerti isyarat dari Canso, dia ingin Hazel memastikan apa yang telah terjadi di rumah itu.
"Baiklah, aku akan turun, tapi bagaimana dengan mereka?" tanya Hazel jika salah satu harimau itu menyakiti warga setempat.
Tetapi Canso menjamjn keselamatan para harimau. Ketika Hazel menyapa para penduduk Desa itu, dia mendengar suara tangisan kerasa dari dalam rumah. Hazel menerobos dibalik kerumunan, dia melihat seorang wanita menangis seorang pria yang diketahui itu adalah suaminya.
"Dia kenapa?" tanya Hazel dengan polosnya.
"Dia terkena Virus dari burung-burung sihir, tidak lama lagi katanya suami saya akan menjadi seekor burung," jelas wanita itu.
Hazel terkejut dengan keadaan kaki suami dari wanita itu, kakinya menjelma menjadi kaki burung, rupanya sihir itu akan menyebar ke seluruh tubuhnya.
"Tolong siapa yang dapat menyembuhkan suamiku," kata wanita itu terisak tangis.
Hazel mengasihani, saat itu ia tak memiliki iapay apapun, naik tiba-tiba batu ruby nya bersinar, seolah memberikan jawaban ke Hazel bahwa ada dirinya siap menolong.
"Mungkinkah.." Gumam Hazel seraya memegangi kalungnya.
Hazel melepaskan kalungnya, dia menyodorkan batu Ruby ke kaki pria itu. Mengeluh teramat sakit, wanita itu malah memarahi Hazel karena menyangka Hazel menyakiti suaminya.
"Apa yang kau lakukan? suamiku semakin kesakitan," kata wanita itu.
"Ini proses pengobatan, aku juga tidak yakin, tapi salahnya kita coba," sakit Hazel.
Karena ingin suaminya sembuh, wanita itu kembali menyerahkan kaki suaminya di obati oleh Hazel. Ketika batu Ruby itu ditempelkan di kaki burung, pria itu kembali menjerit kesakitan.