HAZEL IN CASTOR'S LAND

HAZEL IN CASTOR'S LAND
Terkejut



Jasper tetap membisu, dia benar-benar takut membuat Alaric terkejut dengan jawabannya. Sementara calon Raja itu menunggunya untuk mengungkapkan nama gadis pujaan Jasper.


"Kau tidak ingin memberitahu ku? Apa penyebabnya? Apakah dia istri orang?" tanay Alaric curiga.


Jasper langsung mengelak, dia tidak ingin dijuluki pria yang tega mencintai istri orang lain.


"Tebtu bukan Pengeran, dia sudah tidak ada disini, aku mencarinya tapi tidak aku temukan, aku belum sempat menyatakan kepadanya setelah aku menjadi manusia lagi," Jelas Jasper yang terlihat sangat menyesali waktu yang terbuang.


Alaric memandangi Jasper, dia menganalisa raut penyesalan, tampaknya Jasper sangat tertekan dengan perasaan cintanya itu.


"Apakah aku mengenali gadis itu? Aku bisa mengerahkan prajurit untuk mencarinya," Kata Alaric yang memberikan harapan kepada Jasper.


"Tapi... Aku rasa tidak perlu, dia pergi karena suatu sebab, aku tahu itu.."


Alaric menatap Jasper dengan tatapan tegas, suami Hazel itu sungguh penasaran dengan gadis yang dicintai oleh Panglima Castor itu.


"Apa sulitnya mengatakannya? Siapa dia?" Alaric kian penasaran.


Jasper mengumpulkan keberaniannya, sudah lama naka iti tidak terucap oleh bibirnya, nama gadis itu hanya ia sebutkan dalam hati saja. Tapi dengan Alaric memaksa, dia harus mengatakan itu.


"Dia Valencia.." Jawabnya seraya menundukkan kepalanya.


Alaric ternganga, seperti tebakan Jasper, dia sungguh terkejut dengan jawaban sahabatnya itu.


"Kau jatuh cinta kepada Valencia? Valencia sahabat kita?" tanya Alaric yang masih ragu dengan apa yang didengarkan olehnya.


"Iya, tapi.. Dia hanya mencintaimu, maka dari itu aku sadar diri, bahwa aku harus bersaing dengan seorang Pangeran."


Alaric tertawa terbahak-bahak mendengar kalimat Jasper, dia tidak merasa menjadi saingan siapapun untuk menjadi kekasih Valencia. Bahkan dia bahagia jika Jasper mencintai Valencia, dia berharap ada harapan Valencia dan Jasper dapat bersatu.


"Tapi aku tidak tahu dia dimana sekarang, Diam-diam aku mencarinya Pangeran," ucap Jasper meluapkan rasa sedihnya.


"Kau tidak akan bisa menemukannya disini, karena dia berada di tempat Hazel, aku bertemu dengannya, dan dia masih dengan tabiat yang..." Alaric tidak sampai hati melanjutkan perkataannya, dia sangat menjaga perasaan Jasper dengan tingkah laku jahat Valencia yang banyak merugikan orang lain.


"Masih apa? apakah Pangeran bertemu dengannya? apakah dia baik-baik saja?" tanya Jasper yang sangat senang mendengar kabar tentang Valencia.


Alaric menceritakan pertemuannya dengan Valencia bersama Zhietta, bagaimana Valencia memulai hidup baru layaknya manusia modern. Jasper menarik nafas panjang, mendengar cerita Alaric tentang kehidupan baru Valencia, dia merasa bahagia karena Valencia mulai melupakan segala hal-hal menyakitkan di Castor.


"Yang penting dia baik-baik saja," ucap Jasper.


"Kau pasti sangat merindukannya, sejak kapan kau mencintainya? jadi selama ini kau memendam perasaan itu sangat lama?" Alaric benar-benar tidak menyangka Jasper mencintai Valencia, panglimanya itu sangat menutup rapat perasaannya hingga tidak terbaca oleh siapapun.


Jasper hanya mengangguk-angguk, jika taka da Alaric disana, airmatanya pasti menetes. Dulu, ketika Valencia masih ada di Castor, Jasper selalu saja mengobati rindunya dengan diam-diam memantau Valencia lewat kaca jendela. Ketika tinggal bersama di kastil rahasia bertiga dengan Alaric, ketika Jasper masih menjadi kuda terbang, Jasper selalu saja memantaunya lewat jendela kaca di laboratorium. Tetapi saat ini, Valencia telah jauh, sulit mengobati rasa rindunya.


"Kau harus cari cara untuk menemuinya," usul Alaric.


"Jika aku juga keluar dari Castor, siapa yang akan menjaga keamanan? aku tidak mempercayai keamanan pada prajurit lain, bukankah Pangeran juga akan kesana?"


Alaric terdiam, sesungguhnya dia menyesal karena telah sebagai pemegang pena, dia sangat menyulitkan untuk kembali kesana atau bahkan tidak akan lagi kembali ke tempat Hazel.


"Aku sudah tidak bisa kembali kesana, jangan pikirkan aku terus, kau sudah terlalu banyak meluangkan waktu untuk mengabdi untuk kerajaan, sesekali pikiran dirimu, urusan pribadi mu. Ingat, sebelum buku halaman ajaib tertutup, kita masih bisa berusaha untuk mengubah takdir kita, aku bergantung kepadamu, aku sudah tidak dapat lagi melewati dimensi buku ajaib, tapi jika aku menulis namamu, kau pasti bisa," Jelas Alaric.


Dia berharap Jasper bertemu Valencia sehingga dapat menyatakan perasaannya, disamping itu Jasper juga akan mengetahui kondisi Hazel dan bayi dikandungan Hazel.


***


Hazel duduk seorang diri di taman Nenek Grace, baru beberapa hari mengecap manisnya pernikahan, kini ia harus terpisah dengan suaminya lagi. Buman negara ataupun benua, tetapi dimensi lorong waktu yang dari kehidupan berbeda.


"Dari tadi kau tetap disini," Suara perempuan mengejutkannya.


HHazel menoleh, ternyata itu Valencia, dia datang mengunjungi Hazel untuk membayar kesalahannya, dia tahu berat berada di posisi Hazel. Valencia juga merasa memiliki tanggungjawab atas anak yang dikandung Hazel, bagaimanapun anak itu adalah anak Alaric, sahabatnya sejak kecil.


"Jangan menertawakan keadaan ku aku wlmah Valencia.." Kata Hazel, dia tidak ingin diganggu oleh orang-orang yang menyulitkannya.


"Jangan lagi berprasangka buruk, kau juga lelah bila menjadi peran antagonis, aku ingin menjadi protagonis di akhir-akhir cerita Castor, yang dapat menjadi cerita pembelajaran bagi anak cucu kita kelak," Ujarnya.


Hazel memandang Valencia dengan mimik bersedih, karena memahami perasaan Hazel, Valencia mengulurkan tangannya, dia mengizinkan Hazel untuk memeluknya. Tangis Hazel pecah tak tertahankan, memeluk Valencia, dia seolah dekat dengan Alaric, penduduk Castor memang memiliki aura yang hampir sama, dan itu juga dimiliki oleh Valencia.


"Alaric pasti berjuang untuk mu dan anakmu," bisik Valencia.