HAZEL IN CASTOR'S LAND

HAZEL IN CASTOR'S LAND
Hazel Terkejut



Hazel menanti kepulangan Alaric, hingga sore hari tiba, pangeran Castor itu tak kunjung kembali. Hazel mondar-mandir di balkon, berharap ada Jasper bersama Alaric pulang membawa kabar gembira, namun saat itu hanya ada Valencia yang melewatinya. Hazel mencoba berdamai dengan sahabat Alaric itu.


"Tunggu Valencia," punya Hazel mengikuti langkah Valencia dari belakang.


Valencia memutar mata malas, dia berhenti seraya menyilangkan kedua tangan.


"Valencia, kamu tahu apa yang terjadi di kastil utama? kenapa Alaric sampai saat ini belum pulang ya?" tanya Hazel, terlihat sangat khawatir terhadap pangeran Castor.


Valencia mengerutkan alisnya, dia bingung dengan pertanyaan Hazel.


"Yang terjadi di kastil utama? Alaric tidak ada di sini? Aku kira dia asyik bersama mu," ketus Valencia.


"Ini bukan saatnya membahas itu, kastil utama di serang, ada banyak virus kiriman Zhietta, ku mohon bantulah Alaric, antar aku ke kastil utama, " pinta Hazel.


Valencia melirik ke Hazel, cukup lama ia mendamaikan hatinya, mengenyampingkan cemburunya terhadap Hazel. Valencia yang ingin membantu Alaric mengiyakan permintaan Hazel itu.


"Baiklah, aku akan antar kamu, tapi ingat, ini bukan perdamaian," ujar Valencia.


Hazel hanya melayangkan anggukan, dia bersiap-siap untuk berangkat bersama Valencia ke kastil utama. Valencia saat itu memakai kereta, Hazel dia ajak naik. Perjalanan menuju kastil utama lumayan jauh, hingga malam tiba mereka di hadapkan dengan suasana malam yang gelap.


"Apa kau bisa melihat? Kau mampu melanjutkan perjalanan?" tanya Valencia kepada kedua kudanya.


Kuda itu tetap berjalan, menandakan bahwa masih dapat melanjutkan perjalanan, Hazel yang duduk di belakang tiada henti berharap agar perjalanan mereka tanpa hambatan. Valencia menyalakan lampu kereta kudanya. Di sisi kiri dan kanan ada banyak binatang buas yang tertidur lelap. Hazel dihinggapi rasa takut berlebihan. Dia memejamkan matanya karena hewan buas itu ada yang terbangun dari tidurnya.


"Mereka tidak akan mengganggu, mereka tau ini kereta kerajaan," ujar Valencia dengan wajah dinginnya.


Hazel percaya itu, walapun Valencia dingin dan menyebalkan, tapi Hazel merasakan ada kebaikan dalam hati gadis yang lebih tua darinya itu. Valencia menghentakkan tali kekangnya, memerintahkan kudanya agar lebih cepat berjalan.


"Kita harus sampai di istana secepatnya, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan Alaric," kata Valencia yang menunjukkan kekhawatirannya.


Hazel mengamati raut wajah Valencia, sangat cantik, aura putri bangsawan melekat pada diri sahabat Alaric itu. Hazel juga menangkap bahwa Valencia teramat menyanyangi Alaric.


"Kau terlihat sayang dengan Alaric," kata Hazel.


Valencia tertegun, berusaha tak menampakkan perasaan cintanya.


"Kami bersahabat ratusan tahun," sahut Valencia yang masih sibuk menuntun kudanya.


Hazel tersenyum, dia memahami perasaan Valencia, wanita itu hanya cemburu karena perhatian Alaric sebagai sahabat berkurang karena kehadiran dirinya di Castor.


"Maafkan aku Valencia, kehadiran ku membuat hubungan ku dengan Alaric menjadi renggang," ucap Hazel berbesar hati. Walaupun masuk ke negeri dongeng Castor bukanlah keinginannya, tetapi Hazel merasa harus minta maaf karena hari Valencia terluka karenanya.


Valencia tak merespon ucapan maaf Hazel, seribu maaf pun baginya tidak akan membuat Alaric berpaling dari Hazel. Itu fakta yang harus Valencia Terima, walau berat saat itu dia berusaha menetralkan pikiran dan hatinya.


"Aku rindu duniaku.. " Gumamnya.


Valencia mendengar itu, dia tertarik bertanya kepada Hazel. Ada banyak yang ingin ia ketahui tentang gadis misterius itu.


Bila mengingat kehidupannya di London, Hazel merasa tak ingin kembali. Ada banyak orang-orang yang membencinya, termasuk Ibu angkatnya Kammy, kehadirannya membuat orang tidak nyaman, Hazel merasa hanya beban bagi orang-orang disekitarnya.


" Rupanya hidupmu terlalu berat," timpa Valencia.


Hazel hanya tersenyum tipis, enggan menceritakan secara detail kehidupannya di London. Ia tidak ingin menceritakan watak buruk orang-orang di sekitarnya.


" Walaupun demikian, aku akan tetap kembali pada ayahku," ujarnya tulus.


" Baguslah, sejujurnya aku sangat tidak menyukai kehadiranmu di sini, Aku tidak percaya Jika kamu bisa menyelamatkan Castor, tapi Alaric sangat mempercayaimu."


Hazel hasil menarik nafas, rupanya Valencia belum menyukainya. Valencia tetap fokus mengimbangi jalan, terkadang suara burung hantu merindukan hutan pinus yang mati itu. hasil mencoba menahan kantuknya, tetapi Valencia mengejutkannya dengan berkata bahwa kastil utama sudah tiba.


"Masuklah lebih dulu, aku akan memberikan air untuk kudaku," kata Valencia.


Penampakan kastil utama teramat sunyi, tak ada pelayan yang menyambut Hazel seperti biasanya, pintu kastil juga terbuka lebar. Hazel terkejut mendapati para prajurit menjadi patung. Hazel yang panik memanggil-manggil nama Alaric.


"Alaric kamu di mana? Apa kau ada di dalam Alaric?" teriak Hazel.


terdengar suara pria memanggil namanya, " Hazel, Hazel, Aku ada di sini, " teriak pria itu.


Hazel mencari sumber suara itu, Betapa terkejutnya dia menemukan Tuan Ernest yang separuh tubuhnya menjadi patung.


" Tuan Ernest kamu kenapa seperti ini tuan? apa yang terjadi? di mana Alaric?" tanya Hazel.


Dengan nafas yang tersengal-sengal, Tuan Ernest menceritakan kronologinya kepada Hazel.


" Zhietta menyebarkan virus patung, kami tidak menyangka ada penyusup masuk ke istana ini, semua yang ada di istana ini menjadi patung, hanya beberapa orang yang selamat itu pun sudah meninggalkan istana, sementara Alaric menuju ke lembah Zhietta."


Hazel tercengang, dia tidak menyangka Alaruc pergi ke lembah Zhietta tanpa memberitahunya, tanpa mengajaknya, Tuan Ernest berkata kepada Hazel bahwa Alaric tidak ingin melibatkan Hazel, Alaric tidak ingin terjadi sesuatu buruk terhadap Hazel.


" Tapi melawan Zhietta adalah Tugasku Tuan Ernest, justru Alaric yang akan membahayakan dirinya, lalu apa yang harus aku lakukan Tuan Ernest? aku takut terjadi sesuatu buruk terjadi terhadap Alaric," tanya Hazel.


Tuan Ernest terdiam sejenak, dia pun tak ingin terjadi sesuatu pada Hazel, namun di sisi lain Alaric sedang membutuhkan bantuan Hazel, dengan berat hati Hazel harus menuju ke lembah Zhietta.


" Hanya kau yang dapat menyelamatkan Alaric dan negeri ini, kami sangat berhutang budi kepadamu jika kau dapat memulihkan semuanya, keadaan ini sudah terlalu buruk, lawan ketakutanmu Hazel, aku yakin kamu pasti bisa," ucap Tuan Ernest penuh harap.


Hazel mengiyakan itu, ia akan menuju ke lembah Zhietta, namun sebelum itu dia mencari keberadaan Valencia. Hazel kembali ke halaman, namun tak ada kereta kuda Valencia di sana, gadis bermata biru itu pun juga tak nampak di halaman istana.


" Valencia kamu di mana?" teriak Hazel, ia takut jika terjadi sesuatu terhadap Valencia.


hasil berkeliling di kastil utama, tak ada jejak Valencia di sana, saat itu hanya ada kuda coklat yang dulu diberikan Tuan Ernest. Hazel menghampiri kuda coklat itu yang bernama Canso.


" Kau tidak apa-apa kan Canso?" tanyanya.


Canso mengangguk, Canso salah satu binatang yang diberikan obat kekebalan tubuh dari Alaric.