Hannoic War

Hannoic War
Saya Minta Maaf



Halo saya Abed, penulis novel Hannoic War.


Saya ucapkan terima kasih yang sudah menahan kepala kalian untuk membaca novel gua sejauh ini, gua mau tepuk tangankan kalian.


Menurut gua, siapa yang bisa membaca novel gua secara detail dan hafal karakter gua itu punya kekuatan mental yang hebat.


Tapi gua sendiri gak pernah punya kekuatan mental yang hebat dalam menulis novel ini.


Buat gua, karakter itu semua cuma anak-anak gua yang bisa gua lihat perkembangannya tiap hari dan bagi kalian yang karakter gua merupakan orang asing serta mau melihat perkembangan mereka itu memang yang terbaik.


Tapi seperti yang gua bilang, gua gak punya kekuatan mental yang hebat.


Tiap hari gua agak frustasi novel gua gak datangkan banyak pembaca, kebanyakan berhenti didua chapter awal.


Bahkan setelah Cordius temen gua yaitu author TDM sampai promosikan novel gua, pembaca kebanyakan tak bisa bertahan.


Gua ratusan kali terkejut ketika melihat kalian maju sampai kesini.


Karena kalian yang bisa baca sampai akhir, gua mutuskan untuk terus nulis meskipun hanya sedikit orang yang bisa melihat gua.


Gua mau melakukan service dan pelayanan sampai akhir pada kalian.


Tapi setelah 150.000 kata kemudian.


Pada Arc 1 Chapter 30 Rasa Manis Dibalik Kematian, setelah gua nulis foreshadowing tentang Hanno.


Gua melihat kembali Arc 0 yang gua biarkan mati dijalanan sebagai mayat busuk yang menghalang orang-orang masuk kenovel gua.


Jangan salah, gua suka Arc 0 banyak scene yang gua suka diArc 0.


Tapi itu dua Arc tak bisa dijadikan satu ruangan yang indah.


Gua kemudian sadar betapa banyak yang gak bisa gua pay off dan ratusan potensi yang harusnya gua sadari.


Pada akhirnya gua mutuskan untuk berhenti novel ini diArc 1 dan nulis permintaan maaf ini setelah akhir Arc 1.


Tapi Arc 1 sebenarnya belum berakhir dan kenapa gua nulis ini dipertengahan Arc 1?


Karena gua gak sabar untuk nulis Hannoic War versi revisi dan terlalu terfokuskan untuk menulis semua plotline versi revisi daripada melakukan pelayanan pada kalian.


Hannoic War versi revisi akan mengambil plotline yang berbeda diArc 0 tapi penghasilan yang sama.


Yaitu Pemberontakan Geralda,Pertempuran Api Hitam,Hasteinn jadi raja,dan beberapa pahlawan kehilangan bagian tubuhnya.


(Gua akan banyak fokus kepada Perrin dan Hanno diArc 0 versi revisi daripada plotline lain meskipun diakhir gua akan fokus kepada karakter yang lain)


Yaitu 'Iron Massacre' atau 'Pembantaian Besi'.


Tapi diakhir, kepala gua mutuskan untuk fokus kepada Hannoic War versi revisi dan berhenti nulis dipertengahan Arc 1.


Gua juga ikut frustasi jujur, karena gua gak bisa kontak dengan semua orang yang membaca novel gua, karena gua mau ucapkan terima kasih dan mau banget ngedengerkan semua ucapan mereka.


Tapi gua terima kasih buat kalian, yang buat gua terus nulis sampai 60-an Chapter.


Jujur gua ada rencana lanjutkan, jika kalian mau, silahkan bilang kalau kalian mau.


Tapi gua akan tetap nulis versi revisi.


Gua gak pernah jadi sempurna sejak awal, jadi gua pikir buat revisi Hannoic War sejak lama.


Tapi itu terus terhambat, karena kalian.


Kalian terlalu kuat.


Gua gak mau menyia-nyia kan perjuangan kalian untuk baca novel gua sampai akhir.


Gua gak mau membayangkan udah capek-capek baca novel gua sampai akhir dan kemudian menemukan kalau gua berhenti nulis diArc 1 dan mau nulis revisi aja.


Tapi gua akan cuma bilang.


Gua akan lanjutkan Arc 1 buat kalian kalau gua bisa.


Gua bisa tamatin Hannoic War buat kalian kalau gua bisa.


Gua bisa buat Sequel Hannoic War buat kalian kalau gua bisa.


Masih ada setengah hati gua yang bilang kalau gua bisa.


Gua akan lanjutkan kalau gua bisa, terutama jika itu ditambah support kalian, terima kasih.


Saya ucapkan terima kasih lagi sebagai Author Hannoic War.


-Abed A4


8 Desember Pekanbaru, 2021


silahkan tanya tentang Hannoic War kalau mau :)