
"Perang adalah Ayah dan Raja dari segalanya...beberapa dia telah buat seorang dewa, beberapa dia buat seorang pria, beberapa dia buat budak, beberapa dia buat menjadi bebas..."
-Herodotus di Heraclitus dari Ephesus
Belatung diatas kapal
Meledak bola kecil tersebut hingga membuat matahari dilautan ini...
Ledakan tersebut sangat besar membakar semua yang berada dibawahnya...
Ombak besar tercipta karena ledakan itu...menenggelamkan banyak kapal...
Ribuan prajurit terbunuh dan terbakar..
Untuk sebentar bagaikan Kraken raksasa datang dari dalam laut menggenggam kapal-kapal dan menghancurkannya...
Bedanya Kraken ini memilih untuk membakar kapal-kapal yang ia pegang...
Kapal Perrin dihantam ombak besar karena ledakan tersebut, dan hampir meneggelamkan kapal Perrin.
Membuat basah banyak prajurit dibawah Perrin didek kapal..bahkan beberapa prajurit terhempas kelaut tenggelam tanpa sengaja.
Air laut yang terhempas keudara, ketika turun menjadi hujan gerimis untuk semua pasukan dibawahnya..
Qharlan dan pasukannya juga ikut terkena ombak dan membasahi kapal mereka.
"Sihir.." ,ucap Qharlan dengan nada berat melihat ledakan itu.
Dengan cepat bola kecil tersebut meledak...dengan cepat ledakan bola kecil tersebut mengecil kemudian menghilang...
Menyisakan laut yang bergelombang...kayu yang gosong dan hujan gerimis...
Ratusan kapal dan prajurit menghilang dalam sekejap...
Ledakan tersebut tak menyisakan banyak..yang hilang adalah ribuan mayat atau ratusan sisa-sisa kapal…
.
.
.
.
.
.
.
"AAAAHHHHH!!!!"
Suara teriakan pasukan terdengar kencang ditelinganya..
*Tttrakk!*
Kapak dihantamkan kedalam dada manusia yang tak memakai armour..
Darah dan paru-paru mereka yang menjijikan bisa terlihat..
"Hahahhahahahaha!" ,ucap Bellemum sambil mengayunkan kapaknya.
Sekali ayun kesamping Bellemum menghantam 4 prajurit sekaligus..
2 selamat dengan armour besi mereka dan hanya terbaring lemas karena terhempas kencang dan hampir tak bisa bertarung…
1 terbunuh dengan kapak mengenai hidungnya dan kapak menembus hingga kekepala paling dalam mereka..
1 terbunuh dengan armour kulit mereka ditembus kapaknya..menembus dari bahu kemudian kedadanya..
"Hahahahhahahaha!" ,ucap Bellemum sambil mengayunkan kapaknya terus menerus.
Prajuritnya dan prajurit musuhnya bertarung disampingnya…
Ratusan besi dan darah bertubrukan…
Pedang maupun tombak…
Menghasilkan ribuan mayat diatas kapal..
*Bbbarkkk!*
Kapak dijatuhkan kesamping sebuah tubuh seorang prajurit..
Hingga membuat prajurit terbunuh dan badannya berbentuk aneh kesamping karena hantaman kapak Bellemum.
"Hahahhahaha! Darah! Perang!" ,berteriak kencang Bellemum.
Bellemum tak menghiraukan mayat aneh prajurit itu karena serangannya.
Kapak besinya terus diayunkan.
*BOOOOOOOAMMMMMMMMMMMMMM!!!!*KRRRRREKEKKAKKAKKKKKKK!!!*TURRRRRRRARRRRKKKKKKKK*
Suara terdengar dibelakang Bellemum..
Dan terlihat sebuah bola cahaya raksasa terbuat dilautan..
Bellemum hanya bisa menganga…
Api keluar dari bola cahaya tersebut dan terlihat beberapa kapal musuh terbakar dengan apinya..
Berwarna hitam apinya..
Membakar apapun yang disentuhnya…
Bahkan lautan sekalipun..
*Cnnrek!*
Bellemum kemudian merasakan dipinggulnya...
Dinginnya besi tombak…
"Ehh.." ,ucap Bellemum dengan melihat salah satu prajurit menusuknya sementara ia melihat bola cahaya itu.
Bellemum kemudian terjatuh dengan tombak dipinggulnya..
Dan terbaring…
Dunia ini menjadi gelap secara perlahan…
Bellemum kemudian terdiam sekarat dengan melihat bawahannya dengan berbaring..
Bellemum ingin berteriak tapi ia tak bisa..
"Menyerah! Menyerah! Menyerah!" ,ucap salah satu prajuritnya yang maju kedepan dengan tombaknya.
Kemudian semua prajurit musuh yang tersisa sadar mereka kalah..
Melututkan kedua kakinya dan menjatuhkan senjatanya..
Dan tangan mereka diatas..
Bahkan prajurit musuh yang menusuknya ikut menjatuhkan tombaknya..
Dan ketika salah satu bawahan Bellemum melihat mayat tuannya..
Ia memukul prajurit musuh tersebut hingga ketanah.
Kemudian hanya gelap kematian yang terlihat dimata Bellemum selanjutnya..
.
.
.
.
.
.
.
"Hahh...hahh...hahh.." ,kelelahan Perrin setelah mengeluarkan sihir itu.
Pandangannya mulai kabur dan semuanya seperti tenggelam...
*Aku berhasil? Apakah aku berhasil?* ,batin Perrin.
*..tuk*
Perrin tak mampu lagi berdiri dan jatuh duduk karena pusing...
Pasukan bagian belakang Perrin sudah mulai menyerang, pertempuran sudah terjadi dimana-mana disetiap bagian pasukan...
Dengan ledakan sihir Perrin tadi, pastinya banyak kapal musuh yang hancur...atau mungkin banyak kapal temannya hancur...
*Aku tak boleh jatuh...aku harus bangkit..pertempuran baru dimulai* ,pikir Perrin sambil mencoba bangkit.
Tapi secara tiba-tiba...tangan kanan Perrin kemudian membengkok secara liar kekiri...
*Cnrarrkk!*Cnrarrkk!*Cnrrekkk!*
Suara tulang hancur terdengar didalam tangan Perrin.
"AAAAAAAAAAKHHHHHHHHHHHH!!!!!"
Dan suara teriakan menyusulnya...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Tuanku! Pasukan bagian tengah telah menghilang semuanya!" ,ucap prajurit didekat
"Lebih dari 20 kapal...hilang semua.." ,ucap Paral dengan wajah tak percaya.
"Ini perbuatan sihir nak, tenaga yang lebih berbahaya dari apapun didunia ini" ,ucap Qharlan sambil merapatkan sarung tangannya.
*Sihir harusnya sudah melemah sejak kematian Burrunurr 'Sang Api Biru'...kekuatannya tidak mungkin sekuat ini....apakah ada penyihir baru? Apakah kita memang melawan pahlawan asli? Siapa yang kita lawan?* ,pikir Qharlan sambil berjalan kearah awak-awak yang terlihat panik.
"Tapi penyihir itu mungkin hanya bisa menggunakan sihir ini sekali saja, mengingat kekuatannya sebesar itu...angkat layar, kita akan terus maju. Kita akhiri pertempuran ini dan menangkan" ,ucap Qharlan sambil mengambil perlengkapan perisai dan kapak.
*BRAKKKK!*TRUSSSSSSHHHHHHHSS!*
Sesuatu menabrak bagian belakang kapal Qharlan, membuat kapal Qharlan bergoyang dan curaman air naik keatas membuat basah prajurit Qharlan.
Qharlan hampir terpleset karena goyangan kapal ini.
"Ada apa?" ,ucap Qharlan bertanya-tanya.
Bisa terlihat dibelakang kapal Qharlan terbentang layar besar bergambar mahkota raja Trivistane. Bisa dilihat kapal dengan layar itulah yang menabrak bagian belakang kapal Qharlan.
"Kenapa menabrak teman sendiri? Heh" ,ucap Paral sambil tersenyum, "kecerobohan salah satu kapten kapal mungkin tuanku"
Tapi Qharlan masih heran...dia maju kedepan dan bengong..membayangkan apa yang terjadi.
*Ttnnnnnerarrkkkkkkk*
Sebuah papan yang dijatuhkan diantara kedua kapal membuat jembatan diantara kedua kapal terlihat.
*Tuk*tuk*tuk*tuk*tuk*
Suara langkah kaki prajurit berjalan diatas papan dengan suara ringingan armour berjalan diatas jembatan kayu buatan itu terdengar.
Tiba-tiba terlihat tali berayun dan puluhan prajurit kemudian mendarat dengan tali itu kekapal Qharlan.
Bisa terlihat juga lambang diarmour mereka merupakan lambang mahkota raja Trivistane.
"Oi! Kenapa kesini? Kalian salah kapal? Ini kapal komando Qharlan loh" ,ucap Paral dengan tersenyum sombong maju kearah prajurit-prajurit yang mendarat dikapal Qharlan itu.
*Cnrrekkk*
Salah satu prajurit yang mendarat itu kemudian mendaratkan tombaknya keperut Paral dan menusuknya hingga menembus perutnya.
Darah keluar dan muncrat dilantai papan kapal.
Qharlan hanya bisa bengong melihat muridnya jatuh ketanah.
*Pengkhianatan...* ,pikir Qharlan sambil memegang kapaknya dengan erat.
Prajurit yang menusuk Paral hanya tersenyum.
Kemudian datang lagi puluhan prajurit yang mendarat dikapal.
"Siapkan senjata dan perisai kalian!" ,ucap Qharlan kepada prajuritnya sambil mundur sebentar.
Qharlan setelah itu melihat kearah kapal yang menabrak kapalnya…
*Kapal itu...kapal….itu..* ,ucap Qharlan dalam hati dengan wajah yang hanya bisa menganga.
Kapal itu cukup besar...dan Qharlan mengenalnya..
Kemudian salah satu prajurit maju kearah Qharlan…
Suara langkah kakinya gelap,menakutkan,dalam..seperti langkah kaki iblis..
Ketika prajurit itu berjalan semua prajurit disekitarnya minggir dengan cepat dan terdiam ketakutan.
Prajurit itu kemudian membuka helm nya dan memperlihatkan mata setengah iblis dan setengah mayatnya yang berwarna merah.
Terlihat ditangan kanannya terdapat tombak berlian indah berwarna merah.
Setelah itu rambutnya yang berwarna biru tua yang gelapnya gelap laut dalam…
Bagaikan dia memang sudah tenggelam dilautan paling dalam…
Jubah dan pakaiannya bahkan lebih gelap dari malam ini..
Sedangkan bisa terlihat 3 tengkorak kecil dikalungnya…
Tengkoraknya sekecil ujung kelingking Qharlan dan berwarna hitam arang…
Tapi ketika pria ber aura setengah iblis itu tersenyum..
Tengkoraknya bercahaya ungu redup…
*Tak salah lagi...tengkorak bayi iblis dikalungnya itu…* ,pikir Qharlan dengan tangan dan kakinya yang terasa hampir mau jatuh.
" 'Si Tombak Merah'..." ,ucap Qharlan dengan bibir tuanya bergetar ketakutan.
*Kenapa manusia gila abadi ini ada disini...kenapa mahluk terkutuk abadi ini ada disini..?* ,pikir Qharlan dengan rasa takut besar dihatinya.
"Apa kabar Qharlan?" ,ucapnya dalam suara gelap,dalam,dan kuat.
Langkah kaki gelapnya selalu membuat Qharlan ketakutan...mata merahnya yang menakutkan itu selalu menjadi mimpi buruk bagi Qharlan..
Qharlan kemudian sadar kalau saking takutnya ia tak bisa berbicara dan menggerakkan lidahnya...
*Bukk!*
Sesuatu yang keras jatuh kepipi Qharlan...membuatnya pingsan dan terjatuh..
Dunia ini menjadi gelap…
Dan Qharlan yang hanya bisa lihat adalah rambut biru gelap lautnya...
Mata merahnya yang sepenuh iblis…
Jubah gelapnya…
2 kancing emas dijubahnya..
Dan kalung dari tengkorak bayi iblisnya yang bercahaya...