Hannoic War

Hannoic War
Rasa Manis dibalik Kematian (Part 30)



"Perang memang sangat buruk…dan kadang lain kali kita tumbuh menjadi terbiasanya dengannya"


-Robert E. Lee


Rasa Manis dibalik Kematian


"Yang mulia rencana ini...terdengar gila.." ,ucap Tuan Randax.


"Hm, memang iya" ,setuju Hasteinn, "karena taktik ini hanya bisa digunakan diPelabuhan ini"


Pelabuhan Perawan Silver...pelabuhan yang gila pertahanannya, sudah ratusan tahun tak pernah runtuh, bahkan ketika Victa menginvasi Legata pelabuhan ini tak juga jatuh.


"Tuanku aku sarankan kita gunakan saja taktik yang sama ketika Orang Victa menaklukkan Pelabuhan ini" ,ucap Tuan Malare dengan suara besar dari tenggorokannya yang tenggelam dilemak tubuhnya.


"Pernikahan?" ,ucap Hasteinn dengan suara rajanya, "tidak, aku tak mau"


Jenderal Pampanarr sempat mencoba mengepung Pelabuhan ini selama 3 bulan sebelum menawarkan anak perempuannya kepada Keluarga Gerald yaitu Keluarga pemilik pelabuhan ini.


Bukan cuma itu dirinya menawarkan Keluarga Gerald lah yang akan menjaga front Sungai Hitam dari serangan orang-orang Geralda...orangku..orang yang kupimpin sekarang...


Sebelum jabatan penjaga Keluarga Gerald itu tak berguna karena Geralda sudah ditaklukkan.


Tapi tidak...dirinya raja...raja tidak akan semudah itu menawarkan tawaran kepada orang yang tak pernah berhutang budi padanya...terutama orang itu sudah pernah melawannya..


*Masih banyak opsi...anak Tuan Malare adalah opsi yang bagus..cantik dan cerdas juga disukai banyak orang..* ,pikir Hasteinn.


Tapi apa perlunya? Hasteinn tak mencintai Layare Balur...ia mencintai seseorang...yang bahkan ia hampir lupakan..


"Tapi taktik ini terlalu berani dan gila yang mulia" ,ucap Tuan Malare.


"Tuan Malare benar, ini terlalu berani" ,ucap Tuan Janax setuju.


"Tapi ini satu-satunya opsi kita tuan-tuan!" ,marah Hasteinn.


*Aku sudah lelah diatur dan keluhan kalian* ,pikir Hasteinn.


*Ttukk!*


"Kita sudah tahu ada 3 cara menyerang dilaut yang pasti akan akan gagal, sedangkan kita sudah tahu serangan didarat akan gagal semua" ,ucap Hasteinn sambil melempar satu pion kearah peta.



Semua orang dimeja terdiam...tak ada yang berani berkata-kata melawan raja mereka..


"Kita harus mengambil Pelabuhan ini secepat mungkin, kalau tidak Armada Keluarga Ohara akan sampai kesini dan menghancurkan semua armada laut kita. Waktu sudah membuka rahangnya dan sebentar lagi akan menggigit kita, kita harus mencari jalan untuk keluar" ,ucap Hasteinn,"kalau kalian punya saran yang lebih bijak, berikan kalau begitu"


Semua yang dimeja kembali terdiam, dan hanya satu orang anak muda yang berbicara.


"Kita harus menikahkan yang mulia dengan Ohara secepatnya" ,ucap Kaix.


*Ohara..* ,pikir Hasteinn memikirkan apa yang Kaix bilang.


"Ohara? Mereka musuh kita" ,ucap Tuan Janus heran.


"Memang benar tapi sama saja dengan Gerald, kita akan membuat mereka berpindah pihak kearah kita. Dengan begitu Armada mereka akan punya kita dan kita akan gunakan untuk mengepung Pelabuhan ini" ,ucap Kaix sambil menunjuk Pelabuhan Perawan Silver, "bukan cuma kekuatan Armada Ohara tapi kita akan benar-benar punya Legata dan ribuan pasukan"


"Tapi apakah mereka akan menerimanya? Kau tak tahu nak, sebagian Keluarga Ohara masih mengingat Pemberontakan Ladirum" ,ucap 'Sang Bencana Bagi Serigala' mendekat kearah Kaix.


"Tapi apakah mereka akan membiarkan keuntungan untuk menjadi bagian Keluarga seorang Raja?" ,ucap Kaix membalas.


"Rasa takut kekuatan Toran Garius masih menggenggam Ohara dengan dalam Kaix, takkan banyak keluarga akan berpindah pihak kepada kita sebelum kita mengalahkan Toran Garius dipertempuran" ,ucap ayahnya Kaix Tuan Malare.


"Tapi masih ada kemungkinan" ,ucap Kaix dengan keras kepala.


Sebagian meja merasa setuju dan setengah tak yakin.


"Jika Ohara menerimanya...maka siapa yang akan Yang Mulia nikahi? Ohara saat ini sedang terpecah belah tentang jabatan pemimpin Keluarga Ohara yang hilang, kalau menikahkan Yang Mulia berhasil, palingan kita hanya mendapat setengah pasukan Ohara" ,ucap Tuan Bybur yang dari tadi berdiri disudut tenda.


Ketika ia berbicara semua orang ditenda memandang wajah kuat dan dinginnya.


"Jelaskan aku kondisi Keluarga Ohara sekarang" ,ucap Hasteinn dengan memerintah sambil menaruh pion dimejanya.


*Aku sudah mendengar kalau Ohara saja sulit menentukan siapa yang akan memimpin 30.000 pasukan kemarin..* ,pikir Hasteinn.


"Siap yang mulia" ,ucap Tuan Bybur dengan kesopanan dan dingin bersatu dalam suaranya, "Haiar Ohara adalah kandidat terkuat Keluarga Ohara saat ini, ia sudah memimpin Keluarga Ohara dalam bayang-bayang sejak lama tapi.."


"Ya ada 3 kandidat kuat yang sudah muncul menentangnya, faksi perempuan dipimpin Valaina Ohara saat ini mulai muncul sebagai musuh yang kuat bagi Haiar. Bahkan Haiar didengar terpaksa memenjara istrinya karena ketakutan mata-mata Valaina Ohara" ,ucap Tuan Malare.


"Valaina Ohara? Penyihir yang bisa mengubah Apel sebagai obat awet muda itu?" ,ucap tuan Handam dengan terdengar diakhir ucapannya ada cekikikan sedikit.


"Ya, ada lagi Keluarga Norai yang mengklaim kalau merekalah yang paling sah memimpin Legata karena klaim darah mereka dari Raja Cassandra Agung" ,ucap Tuan Bybur sambil mengambil sebuah pion dari keranjang kecil dan menaruhnya dipeta, "mereka memang bukan bagian dari Ohara...tapi akhir-akhir ini mereka sudah merencanakan pernikahan kepada salah satu anggota Keluarga Ohara"


*Kalau begitu Keluarga Norai bisa menjadi yang paling sah memimpin Legata...mereka sudah lama membanggakannya sejak lama..tidak bukan cuma Legata...mereka sudah menatap Strantos yang sedang dalam kekacauan...dan dikekacauan mereka berencana mengambilnya..* ,pikir Hasteinn.


"Yang satu lagi?" ,bertanya Hasteinn.


"Faksi yang loyal kepada hukum pewarisan...orang-orang yang berpihak pada anak tuan Tairur" ,ucap Tuan Bybur dengan suara yang dingin.


Satu pion lagi ditaruh diatas peta oleh tangan Tuan Bybur.


"Dan sekarang...yang mana yang baginda mau pilih untuk ambil pihak dikekacauan ini?" ,bertanya Bybur dengan suara kuatnya.


*Yang mana aku pilih untuk nikahi maksudmu?* ,pikir Hasteinn.


"Jika memilih keluarga Norai...maka yang mulia bukan cuma memiliki klaim kepada seluruh Legata...tapi seluruh Strantos.." ,ucap Tuan Randax menyadari sesuatu.


"Tapi masalahnya, keluarga Norai cukup dibenci diLegata maupun diseluruh Strantos" ,ucap Tuan Malare memperingati.


Pendiri Keluarga Norai merupakan pendukung salah satu anak bungsu Cassandra yang Agung.


Anak bungsu itu setelah mendapat Legata setelah kematian Cassandra yang Agung menikahkan anak perempuannya kepada pendiri Keluarga Norai tersebut.


Tapi kemudian anak bungsu tersebut menjadi tirani dan raja yang buruk, kemudian dibawa jatuh oleh saudaranya yang lain dan rakyatnya sendiri.


Pendiri Keluarga Norai itu sendiri berpindah pihak kepada anak Cassandra yang agung yang lain dan dimaafkan kemudian kembali memimpin kastil Manius.


Mereka licik,pengkhianat,dan pengecut mungkin beberapa orang bilang...tapi lihatlah sekarang...siapa yang berdiri..


Semua orang yang memiliki darah Cassandra yang Agung mati semua diperang memperebutkan sisa-sisa yang ayah mereka.


Keluarga Norai saat ini adalah satu-satunya yang memiliki darah Cassandra yang Agung didiri mereka.


"Tidak...aku tak akan memilih apapun.." ,ucap Hasteinn dengan mengerutkan dahinya.


"Yang mulia?" ,ucap Tuan Bybur.


"Aku takkan melakukan apa yang orang lain sudah lakukan...aku akan membentuk sejarah baru untuk kita...sejarah untuk Geralda.." ,ucap Hasteinn dengan suara rajanya.


*Aku takkan menaklukkan pelabuhan ini dengan pernikahan seperti orang lain…* ,pikir Hasteinn.


Suara tubuh besar Tuan Handam berdiri dari kursinya terdengar.


"Aku ikut dengan yang mulia.." ,ucap Tuan Handam tersenyum.


Beberapa anak muda kecuali Kaix maju mengatakan hal yang sama.


"Aku akan ikut Baginda Raja"


"Kita akan ukir sejarah dan kejayaan bersama yang mulia!"


"Akan kuikuti yang mulia hingga mati!".


Beberapa orang tua dan jenderal meragukan rencana ini..mereka masih berpikir dan pada akhirnya terdiam..


"Kita siapkan papan dan minyak kalau begitu untuk memudahkan membawa kapal, setelah itu tebang pohon disekitar sungai ini" ,ucap Hasteinn sambil menunjuk suatu tempat dipeta.


Tuan Handam terlihat tersenyum lebar.


"Tuan Randax, kau pernah diserangan laut menyerang Damaltia yang gagal. Berarti kau berpengalaman dalam pertempuran laut, ketika rencana dilaksanakan kau akan bimbing sebagian armada laut kita untuk mengalihkan musuh untuk menyerang disini" ,ucap Hasteinn sambil menggerakkan satu pion dipeta.


Kemudian Hasteinn beralih pada pasukan yang lain.


"Tuan Handam.." ,ucap Hasteinn sambil tersenyum.


Tuan Handam hanya tersenyum sambil melihat peta.


"Kau akan serang dengan sangat kuat didarat, sehingga musuh akan berpikir ini adalah serangan asli kita" ,ucap Hasteinn sambil menaruh pion dengan suaranya klakkingnya yang kecil tapi terdengar diseluruh tenda.


"HahahahaHAHAHHAHAHA! Tenang saja yang mulia! Akan kuserang dengan sangat kuat! Sehingga mereka akan kencing ketakutan ditembok mereka sebelum yang mulia berhasil menyerang mereka! HAHAHAHHAHAHAH!" ,ucap Tuan Handam dengan keras.


Kemudian Hasteinn tersenyum kecil senang..


*Akan kuukir sejarah..* ,pikir Hasteinn.


"Untuk alihkan orang Legata dan Victa kita akan pura-pura menebang pohon untuk membuat benteng kayu disini" ,ucap Hasteinn sambil menunjuk satu lagi tempat dipeta, "dan akan kuberikan nama kalian untuk diingat dan diukir disejarah.."



Note:peta rencana Hasteinn.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


___-_-______


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"30.000 orang barbarian Geralda tahu soal pengkhianatan terhadap Jahae oleh bodyguardnya ini" ,ucap Toran dengan suara dalam tuanya yang kuat, "sedangkan kita yang mengontrol sebagian besar mata-mata diVicta tak tahu soal ini"


Kemudian Toran Garius membuka kertas surat dimejanya.


"Bahkan Pertempuran baru diDalmatia bernama Api Hitam pun…" ,ucap Toran dengan menggeretakkan giginya.


Auranya sangat kuat hingga membuat tenda manapun yang terdapat dirinya didalamnya bagaikan berada didalam kandang monster.


Garrai dari Keluarga Birral membawa tangannya kemeja dan memberanikan dirinya berbicara, "Kami sudah mencoba sekuatnya tuanku, tapi nampaknya ada halanga-


"Coba lebih kuat" ,ucap Toran Garius dengan suara menghentak.


Toran kemudian beralih kepada bawahannya yang lain.


"Bagaimana dengan pergerakan Vespasian diGeralda barat? Ada dia berencana untuk mengambil kembali Kastil Has?" ,bertanya Toran.


Wajah Charla dalam sebentar menjadi gelap.


Vujarr dari Keluarga Gerald kemudian berbicara.


"Kami mendengar kalau ia membakar dan menjarah semua desa dan pelabuhan diGeralda Barat" ,ucapan pria Vujarr Gerald membuat Charla menginggit bibirnya, "kami dengar dirinya membantai semua bangsawan lelaki diGeralda yang tak berpindah pihak padanya. Sedangkan bangsawan wanita ia nikahkan dengan bangsawan yang berpindah pihak padanya"


Untuk sebentar Charla ingin menghantam tangannya dimeja ini..


*Ia masih Vespasian...aku sudah menyerah padanya..aku sudah membiarkan ratusan janda terbuat...ribuan wanita diperkosa* ,pikir Charla.


'Tapi ini perang bukan? Ini adalah perang bukan?'


Pada akhirnya Charla tak bisa lari dari alasan itu..


"Bagus, ini akan membuat beberapa keluarga langsung berpindah pihak pada kita" ,ucap Toran Garius, "kabar dari ibukota?"


"Tak banyak tuanku, seorang senat bernama Hemerat didengar terbunuh diaulanya diracun oleh pelayannya sendiri" ,ucap Tannei Basileus, "katanya pelayan tersebut sering disiksa oleh Hemerat sendiri tuanku"


"Heh, pria ceroboh itu" ,ucap Toran Garius, "bagaimana dengan Vesius?"


"Dia terdengar sudah sampai diKastil Fyrr tuanku...tapi tak ada surat lagi soal dirinya dari Tuan Fruddarr tuanku" ,ucap Roff dari keluarga Betarrus.


"Hm, begitu, nampak ada sesuatu diibukota.." ,ucap Toran Garius.


Kemudian dia beralih kearah Charla.


"Bagaimana dengan kondisi makanan dan medis dikamp?" ,bertanya Toran kepada Charla.


*Masih ada sesuatu Charla...kewajibanmu..kewajiban untuk orang-orang dan negerimu sendiri..* ,pikir Charla.


Charla kemudian ikut menatap mata Toran Garius dengan tatapan yang hampir sama dinginnya dengan tatapannya.


"Sudah memarah, tenda orang sakit sudah penuh. Kami butuh beberapa tenda baru untuk orang sakit, daun herbal sendiri masih banyak. Tinggal perban dan tempat yang makin sedikit, makanan sendiri nampaknya tak bersih karena kebanyakan yang sakit terkena 'Goyangan Katak' ….tuanku" ,ucap Charla dengan suara melapor yang ia sudah latih selama 13 tahun.


Toran Garius terdiam sebentar...tatapannya kuat dan luas menatap jauh bagaikan tatapan burung hantu yang dibuat dalam mata manusia.


"Hm, kelihatannya darah Ohara memang mengalir kuat didalam dirimu" ,ucap Toran Garius sambil membuka satu lagi surat, "aku akan pilih orang baru dalam mengamankan suplai"


Kemudian Toran Garius menoleh kepada seorang pelayan.


"Hemius, tolong buka peta rencana kita" ,ucap Toran Garius sambil menaruh kembali surat dari tangannya dimeja.


Pelayan tersebut kemudian mengambil sesuatu disebuah kotak yang ditaruh dilantai tenda, diantara tumpukan kertas.


Terlihat peta tersebut besar dan panjang ditangan pelayan tersebut, dan bisa terlihat sebentar memiliki tekstur keras.


Kemudian dibentang dengan hati-hati oleh pelayan diatas meja.


Beberapa pelayan langsung bergerak merapikan meja dan menyingkirkan gelas anggur serta talam besi berisi makanan.


Kemudian terlihat peta tersebut…


Charla terkejut...dengan betapa detailnya serangan ini..tak ada yang disembunyikan kepada bawahannya.


Bahkan lebih detail dari Vespasian..biasanya Vespasian menjelaskan hanya inti dari strateginya. Kemudian kadang ia ubah dengan sendirinya menjaga rahasia dari jenderalnya agar tidak ada yang membocorkannya.


Meskipun menghasilkan kebingungan dimedan tempur...Vespasian dikenal sebagai jenderal yang sulit diintai.


Tapi Toran Garius sendiri…


Toran percaya jenderalnya...dirinya percaya yang ia bawa kemejanya..ia bahkan terlihat hafal setiap nama pelayan dan kepribadian mereka..


Vesius juga mempunyai skala kepercayaan kepada bawahannya yang seperti ini..tapi detail rencana peta Toran Garius tak bisa menandingi anaknya..


Tapi Charla bisa melihatnya...menunggu beberapa tahun..maka Vesius akan bisa berada ditempat sama dengan ayahnya.


"Keluarga kecil-kecil berbarian Geralda itu mengumpulkan pasukan sekitar 23.000 baru dan menyeberangi Sungai Hitam mengarah pada kita, sedangkan pasukan kita ada 27.000..." ,ucap Toran Garius sambil menunjuk petanya.


*Sayang Raja Pemberontak Geralda tak ada dipasukan itu, sayang dirinya tak begitu ceroboh untuk menantang Toran Garius dipertempuran..* ,pikir Charla, *kalau begitu maka perang akan dengan cepat berakhir*


"Kita mengalahkan jumlah mereka, tapi harus kuakui setelah laporan mata-mata kualitas mereka lebih baik dari kita. Mereka punya 8.000 kavaleri ksatria berat dengan armour besi lengk-


"Itulah yang kucari Vujarr.." ,ucap Toran Garius dengan suara menakutkannya, "8.000 dari mereka pasti terdiri dari bangsawan dan ksatria dari ratusan keluarga diseluruh Gerakda, mana mau mereka menaruh armour mahal dan kuda lengkap kepada petani.."


Toran Garius kemudian menempelkan jarinya dipeta dan menyeretnya sepanjang garis panah dipeta.


"Yang kucari adalah tawanan...mereka bisa kita ajak berpindah pihak dengan keluarga mereka kita tawan dan ancam" ,ucap Toran Garius, "dan kita akan jebak mereka disini"


.


.


.


.


.


.


.


.


___-_-_____


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bintang bersinar dimalam bagaikan bubuk tepung dimeja hitam yang bertaburan secara berpisah-pisah.


Angin malam datang menembus jubah dan armour kulit Yaeran.


Bahkan ketika Yaeran sudah mencoba terbiasa tugas menjaga seperti ini, tapi tetap saja kaki menjaga tenda jenderal menjadi pegal setiap dirinya melakukannya.


Dan wajahnya tak terbiasa dengan dingin ini.


Yaeran sendiri hanya diseret temannya untuk tugas menjaga ini.


*mereka berbohong kalau aku yang paling pandai bergadang, mereka hanya malas* ,pikir Yaeran.


Tapi yang terjadi sudah terjadi.


Dirinya sudah melihat 'Toran yang menakutkan' seseorang yang sudah Yaeran dengar selama bertahun-tahun.


Ratusan bangsawan, Gerald,Birral,dan Basileus. Tapi menurut Yaeran, menteri militer Toran adalah yang paling bangsawan diantara mereka.


"Hm, malam ini dingin" ,ucap Hanno disampingnya.


Berbeda dengan orang lain, Hanno adalah sesuatu yang berbeda diantara yang berbeda. Dirinya melakukan kewajibannya bagaikan budak yang tak memiliki keinginan.


*Dia sudah dipilih oleh nona Charla Ohara sebagai murid...pasti memang benar Iblis dari Ohara memilihnya..* ,pikir Yaeran.


Ketika Hanno berkeliling kamp, dirinya seringkali dianggap pengecut karena menolak duel. Sebagai seorang bencong yang bersembunyi dibalik rok wanita.


Setiap orang yang menantang Hanno duel. Hanno menolaknya, 'aku diperintah oleh nona untuk tidak berduel dengan siapapun dikamp' ,dia bilang.


Beberapa orang anggapnya bohong, menganggap dia mencari alasan. Tapi Yaeran tahu dia tak berbohong, bahkan sebelum masuk pertemuan ditenda, nona Charla memerintahkan Hanno untuk tetap tak berduel.


Hanno mendengarkan, dia melakukan apa yang ia harus kewajibannya...sesuatu yang Yaeran sadar kalau ia tak bisa lakukan.


*Hm, dia lebih hebat dariku* ,pikir Yaeran sambil merasakan kakinya jadi lebih kuat.


"Musim gugur katanya akan datang sekitar katanya 8 bulan lagi" ,ucap Yaeran dengan tersenyum sambil nafasnya yang mulai membentuk kabut.


"8 bulan lagi…?" ,ucap Hanno mengerutkan dahinya dan menoleh kepada Yaeran.


"5 bulan beberapa orang bilang, tapi apa pedulinya 'tahun musim gugur' akan datang. Kemudian akan datang 'tahun-tahun musim dingin' " ,ucap Yaeran sambil melihat malam, "aku penasaran musim dingin, musim dingin terakhir sekitar katanya 17 tahun yang lalu. Beberapa orang tua katanya mengingat...gumpalan bubuk dingin putih turun dari langit..dan menutupi lantai"


"Hm..pasti sesuatu yang akan menakjubkan jika kita lihat" ,ucap Hanno dengan suara dalamnya.


"Ya...banyak sesuatu yang belum kita lihat didunia ini, itulah kenapa kata beberapa orang kematian itu sangat membosankan" ,ucap Yaeran tertawa.


Kemudian Yaeran melihat pedangnya…


"Beberapa pendeta bilang kalau kita akan kesurga penuh apel,roti,dan buah-buahan enak tanpa batas jumlah selama miliyaran tahun. Tapi semua itu membosankan rasanya...apa artinya?" ,ucap Yaeran.


Yaeran kemudian melihat kearah Hanno, terlihat Hanno memandangnya dengan tatapan yang tertarik..


Yaeran telah melihat tatapan itu ratusan kali...tapi bedanya tak ada sedikit rasa senyuman diwajahnya.


Apakah Hanno tak mau tersenyum...? Atau memang tak bisa?


"Diujung tanduk kematian kadang itu manis Hanno...tak ada yang lebih membawa masa lalu dan pemikiran hidup menjadi manis kepikiran kita sebentar daripada rasa kematian didepan kita" ,ucap Yaeran.


Hanno terlihat mau tersenyum...tapi kemudian terlihat Hanno menutup mulutnya dan membentuk wajahnya lagi.


"Kau sudah merasakan kematian didepanmu sebentar?" ,bertanya Hanno.


"Hm? Sudah, saat aku ditangkap untuk menjadi budak, aku pikir aku akan mati...tapi untuk sebentar itu manis...dan sebagian besarnya..gelap.." ,ucap Yaeran dengan senyuman sedih terbentuk diwajah putih dan tak berbulunya.


"Jadi budak? Buat bekerja?" ,bertanya Hanno.


*Hm, sebentar dia jadi tak pendiam lagi..* ,pikir Yaeran.


"Tidak...rumah prostitusi, buat bangsawan yang menyukai pria" ,ucap Yaeran sambil tersenyum, "wajahku kata beberapa orang cantik"


"Hm, ternyata begitu" ,ucap Hanno sambil menatap bulan dan untuk sebentar Yaeran hampir melihat senyumannya..


Senyumannya terlihat sebentar lebar tapi jelek bagaikan senyuman iblis...Yaeran hampir berpikir kalau ia salah lihat.


"Kau memang benar, untuk sebentar kematian memang manis. Tapi sebagian besarnya gelap, rasa takut. Tapi kalau kau terus merasakan kematian ratusan kali didepanmu, kau akan milai merasakan yang sama dengan memainkan mainan bagus berkali-kali" ,ucap Hanno dengan rambut hitamnya yang terlihat bergoyang karena angin, "bosan.."


Untuk sebentar Yaeran melihat bayangan Hanno benar-benar hitam dari orang lain dan bagaikan memakan satu kamp ini…


Tidak bukan satu kamp ini...bagaikan dunia ini jatuh dalam bayang-bayangnya..