
"Kau tidak punya ide berapa lama kau terbang sampai kau mengepakkan sayapmu"
-Napoleon Bonaparte
Burung ibukota
"Vesius Garius" ,ucap Hasteinn sambil mengunyah roti nya dibawah sebuah pohon.
Terlihat Glent dan Hasteinn duduk dibawah pepohonan dengan daun gugur dan lumpur dibawah kaki mereka.
Mereka biasa lewat tempat ini jika mereka pergi dari kastil keluarga Hasteinn.
Karena tak ada pasukan keluarga Hasral yang dapat melihat mereka.
Ataupun bertemu pedagang yang dapat mengetahui wajah Hasteinn dalam sekali lihat.
"Hm? Kenapa Hasteinn?" ,ucap Glent setelah meneguk air anggur dimulutnya mendengar ucapan Hasteinn..
"Tak ada aku ingat Garius ketika mendengar burung hantu itu" ,ucap Hasteinn.
*Hoo*hoo*hoo*
Suara burung hantu terdengar dipohon-pohon dan suara terbangnya benar-benar tak terdengar. Tak ada yang dapat melihat burung hantu tersebut dimana.
"Burung hantu sialan, benar-benar menambah suasana keseraman dihutan ini" ,ucap Glent mengeluh.
" 'Kewajiban' ,kata-kata semboyan keluarga Garius benar-benar mudah diingat dan lebih unik daripada keluarga lain" ,ucap Hasteinn.
" 'Kewajiban'...ya orang-burung Garius memang selalu punya ide yang unik" ,ucap Glent
" 'Kewajiban', aku cukup menyukainya jika bisa dibilang" ,ucap Hasteinn
"Kau nampak terinspirasi dengan para 'burung-burung ibukota' " ,ucap Glent.
"Burung mungkin, tapi Garius terkenal sebagai orang-orang bijak dan pintar, Toran Garius memimpin ibukota...anaknya Vesius.." ,ucap Hasteinn.
"Dia itu sering bersembunyi dikamp ketika pertempuran datang, melakukan hal-hal licik dan kotor, ketika pasukannya berjuang difront depan ia memilih duduk bersembunyi ketakutan dibelakang" ,ucap Glent.
"Kau pernah menemuinya dipertempuran Glent?" ,ucap Hasteinn bertanya sambil merapikan sepatunya.
"Tidak, tapi aku dengar dari teman-temanku kalau dia itu mirip katak gendut yang pemalas, 'jenderal pengecut' kalau kata temanku kadang menggambarkannya" ,ucap Glent sambil mengusap-usap sepatunya dengan kain.
"Vesius Garius...padahal aku dengar dia tak terkalahkan dimedan perang, diperang Tyronia juga dia mengalahkan banyak pasukan dan menjarah kota Jubah hijau dan kota Belrum, apakah dia benar-benar sepengecut itu?" ,ucap Hasteinn bertanya-tanya.
"Ayolah Hasteinn, seseorang seperti dia itu pastinya cuma punya bawahan hebat" ,ucap Glent sambil berdiri.
Dan kemudian Glent mengulurkan tangannya kepada Hasteinn.
"Sehebat apapun bawahannya, pemimpin akan selalu bertanggung jawab sendirian dan bertugas tanpa bisa dibantu oleh bawahannya Glent" ,ucap Hasteinn sambil mengambil tangan Glent.
Terlihat mereka berdua membawa senjata seperti pedang dan crossbow, berjaga-berjaga kalau ada bandit atau bahaya lain.
"Nasihat yang diucapkan oleh anak bangsawan" ,ucap Glent.
"Anak bangsawan mungkin, tapi aku tak pernah bebas, aku beruntung kalau ayahku tak tahu kalau aku keluar dari Kastilku setiap hari" ,ucap Hasteinn sambil menoleh kedepan.
"Nikmati saja saat-saat seperti ini, lagipula kita datang disurga dimana kamu bisa bebas berminum-minum dan bersenang-senang dengan bebas" ,ucap Glent sambil berjalan kedepan.
Senyuman terukir diwajah Glent, sementara tangannya mengambil sekantung air anggur dan membuat tenggorokannya meneguk air anggur yang nikmat.
"Hahh.." ,ucap Hasteinn berjalan mengikuti Glent.
Beberapa meter mereka berjalan, terlihat dinding kota yang mereka kunjungi.
Setelah banyak semak-semak dan pepohonan mengerikan, mereka sampai dikota dimana kebebasan akan memeluk mereka dengan air anggur dan wanita.
Terpampang tembok kota yang cukup besar.
Mereka sampai dikota Varah sebuah kota yang damai apalagi untuk pengunjung dan kota yang cukup subur apalagi ditengah perang seperti ini.
Mereka berdua sering sekali bermain kesini, apalagi Hasteinn yang sering menyelinap keluar dari kastilnya dan bermain bersama Glent kesini.
Didepan gerbang mereka masuk dengan mudahnya, karena kota ini tidak dirancang untuk berperang. Kota ini juga jauh dari peperangan diperbatasan.
Bahkan para prajurit dikota ini lebih banyak menghabiskan waktunya ditempat minum atau menghalangi pertarungan jalanan dikota.
Dihadapan mereka terlihat banyak pedagang yang mengobrol dan pengunjung yang datang kekota kecil makmur ini.
Penjagaan keamanan kota Varah cukup longgar dan tidak terlalu ketat meskipun ditengah perang.
Karena kota kecil ini cukup terpencil dan merupakan salah satu dari kota terbaru yang dibangun diVicta.
"Kenapa ramai sekali ya?" ,tanya Glent.
"Mungkin karena kebanyakan dari mereka menghindari dari Jalan Hitam keKota Ballerius dan memilih kesini" ,ucap Hasteinn menjelaskan kepada Glent.
Kemudian Hasteinn menoleh kerumah minum, tempat biasa Hasteinn dan Glent minum jika mereka keluar seperti ini.
Lingkungannya tetap tak berubah, sudah beberapa minggu mereka tak mengunjungi kota ini.
Ada beberapa bangunan yang masih dalam konstruksi pembangunan.
Kemudian Hasteinn berjalan pergi ke rumah minum, Glent yang mengikuti Hasteinn berjalan dibelakangnya.
____-_-____
Disebuah lapangan didepan Kastil Balradius, terlihat sebuah kereta datang dengan beberapa pasukan dengan membawa bendera lambang huruf V dengan latar belakang Hitam berdiri dengan bangga.
Lambang negara Victa.
Note: Lambang Republik Victa
Para bangsawan dari seluruh Dalmatia datang hari ini kekastil Balradius, bahkan musuh Dalmatia ikut datang juga. Orang Victa datang untuk membicarakan gencatan senjata atau sekedar memberi salam kepada ratu Dalmatia yang baru.
Terlihat beberapa prajurit membawa bendera lambang keluarga Basileus, salah satu keluarga terkuat diVicta. Dan orang Victa yang datang hari ini berasal dari keluarga Victa.
Lambangnya berupa kucing berwarna hitam berbaring dengan latar belakang berwarna kuning.
Note:Lambang keluarga Basileus
Sedangkan beberapa pejabat dan ksatria menyambut kereta tersebut berbaris.
Perrin dan pahlawan lain menunggu dikamar mereka masing-masing.
Perrin masih dikamar seperti biasanya dan melihat keluar lewat jendelanya.
Perrin memakai armour hitam bersiap untuk melakukan sesuatu.
Regio dan Casca juga ada dibarisan pejabat yang menyambut kereta tersebut
Pintu kereta tertutup terlihat dibuka oleh seorang prajurit yang memakai lambang keluarga Basileus diarmournya.
Kemudian seorang lelaki turun dari kereta tersebut.
Lelaki tersebut cukup tampan dan bertubuh sedikit tinggi serta memiliki rambut hitam.
Perrin tidak dapat melihat warna matanya dari jendela, tapi ia bisa melihat banyak penampilan fisiknya dari jendela di kastil Balradius.
Ia terlihat ramah dan sering tersenyum serta kharismatik.
Taitus Basileus namanya, dia berasal dari Victa dan merupakan anggota keluarga Basileus.
Casca yang memberitahu Perrin, dengan senyuman licik dan cara aneh seperti biasanya.
Taitus kemudian disambut beberapa pejabat termasuk Casca dan Regio.
Terlihat mereka bersenang-senang bahagia dan beberapa orang membuat lelucon untuk mencairkan suasana.
Namun beberapa pejabat dan ksatria tak ikut menyambutnya atau bahkan memasang wajah kesal kepada Taitus.
Ada beberapa yang cuma sekedar tak menghiraukan Taitus.
Hal itu terlihat cukup jelas dimata Perrin.
Wajah orang-orang yang membenci perdamaian kedua negeri ini dan wajah orang yang berpura-pura menyukai hal ini.
Mengingat betapa banyak keluarga dan teman mereka yang mati sia-sia diperang panjang ini.
25 tahun perang ini berlangsung tanpa banyak kepastian akan kemenangan didua negara.
Baru saja beberapa minggu yang lalu Perrin mendengar Vesius Garius 'siburung hantu besar' menawan dan mengalahkan 8.000 Dalmatia pasukan diperbatasan.
Bahkan ada rumor kalau Vesius membuat 1.000 pasukan Dalmatia tersebut ditaruh disebuah lapangan dan dimakan oleh ratusan burung hantu peliharaannya.
Sedangkan 30.000 pasukan dipimpin oleh Robert Rommel masih belum kembali dari Pegunungan Hitam. Ada yang bilang kalau seorang jenderal bernama Vespasian menjebaknya digunung tersebut.
"Dalmatia pun juga kelelahan akan perang ini, begitu juga dengan Victa. Hahh..kalau kita memang ingin melawan Raja Iblis pastinya kita sudah berdamai dari dahulu" ,ucap Perrin.