Hannoic War

Hannoic War
Ke tidak jelasan (part 24)



"Ada kambing dengan tanduk besar diantara kumpulan para domba dan kambing tersebut bisa membunuhmu"


-Lem Lemoncloak


Ke tidak jelasan


"Demi kesehatan tuan ratu!" ,bersulang para bangsawan dan tamu dikastil Balradius.


Kastil Balradius menjadi ramai hari ini dengan para tamu dan bangsawan yang berkunjung.


Beberapa bangsawan sudah pergi kekastil mereka masing-masing tapi masih ada yang tinggal dikastil Balradius untuk berpesta dan mendekatkan diri keratu dan pahlawan.


"Lihat ia dikelilingi perempuan lagi" ,ucap salah satu pahlawan pria sambil menoleh keCyrus.


Cyrus mengobrol dan dikelilingi dengan banyak wanita, banyak dari mereka juga yang merupakan anak perempuan bangsawan lain ataupun pahlawan wanita yang lain.


"Biasa, orang populer" ,ucap salah satu pahlawan pria sambil meminum segelas anggur.


Perrin berada disudut ruangan, berbeda dengan pahlawan lain ia masih memakai helm dan armour serta pedangnya.


"Mereka bahkan tidak waspada sedikitpun" ,ucap Perrin sambil melihat sekelilingnya.


Bukan cuma Cyrus yang dikelilingi wanita dan orang-orang.


Taitus dari Victa juga dikelilingi pria bangsawan dan banyak wanita, Taitus memang lebih berkharisma dan lebih berwibawa daripada Cyrus yang lembut.


"Kelihatannya ia lebih berpengalaman dalam kharisma ataupun politik lebih dari Cyrus" ,ucap Perrin yang kemudian menggeser kepalanya melihat orang-orang lain.


Beberapa bangsawan mengobrol ataupun makan makanan mewah dipesta ini.


Sedangkan Ratu kecil lumpuh Voa juga dikelilingi pria serta wanita.


Ada yang berbicara sok menasihati tuan Ratu ataupun memberi selamat baginya.


Ataupun terkadang bersulang secara histeris.


"Haah.." ,ucap seorang wanita menghela nafas cukup kelelahan dengan segelas anggur ditangannya.


Wanita tersebut tiba-tiba bersandar didinding tepat disebelah Perrin.


"Kau nampaknya kelelahan Cleorah" ,ucap Perrin.


"Ti..tidak juga, lagipula aku harusnya yang bertanya begitu...kau tidak kepanasan dan kelelahan dengan memakai helm dan armour dengan lengkap seperti itu?" ,ucap Cleorah bertanya dengan nada yang sedikit tinggi.


Nada suaranya tinggi tapi tak terdengar diantara keramaian pesta.


"Tidak, aku sudah melatih diriku untuk beradaptasi disituasi begini" ,ucap Perrin dengan tenang.


"Seperti biasa kau seperti agen mata-mata, selalu waspada dan selalu merencanakan rencana disetiap waktu" ,ucap Cleorah sambil tersenyum pahit.


"Jadi bagaimana dengan bintang kelas kita Cyrus?" ,ucap Perrin.


"Dia baik-baik saja dan nampaknya menikmati waktunya mendedikasikan diri secara sukarela keorang lain seperti biasa" ,ucap Cleorah sambil meminum segelas air anggur dengan nada kesal.


"Seperti biasa...aku cukup heran dengan keberuntungannya. Jarang orang yang benar-benar baik hati seperti dia hidup lama" ,ucap Perrin.


"Ya...dia selalu seperti itu...selalu lembut dan baik kepada siapapun.." ,ucap Cleorah dengan wajahnya yang sedikit merah.


*Dia cemburu kalau Cyrus dikelilingi banyak wanita* ,pikir Perrin dalam hatinya.


"Dan seperti biasa kau masih mencintainya.." ,ucap Perrin


"Ti..tidak..aku ti..dak mencintainya! Aku cuma mengaguminya.." ,ucap Cleorah dengan nada tinggi.


"Sudah hentikan itu, semua orang tahu kalau kau itu mencintai Cyrus. Berapa ratusan kali kau menolak dengan lidahmu itu takkan mengubah opini orang lain kecuali kau membuat orang percaya kau melakukan sesuatu yang sesuai lidahmu ucapkan" ,ucap Perrin sambil membuka helmnya dan mengambil segelas air putih dimeja.


"Ka..kau juga, semua orang tahu kau mencintai Julius dan punya hubungan dengannya.." ,ucap Cleorah marah dengan wajahnya yang masih merah.


*Dia mabuk..* ,pikir Perrin.


"Aku tidak mencintai Julius, aku mengaguminya. Mungkin akan menjadi satu-satunya orang yang aku kagumi" ,ucap Perrin sambil terus meneguk air putihnya.


"Kalian berdua terus menolak kalau kalian pacaran tapi kalian berdua nampak terus bersama bahkan ketika kalian berbeda kelas, aku dengar kalau Julius satu-satunya yang bisa membuatmu tertawa terbahak-bahak" ,ucap Perrin.


"Kalau seseorang membuatmu tertawa apakah itu menandakan kalau kau mencintai orang itu?" ,ucap Perrin sambil kembali memakai helmnya dan menaruh gelas berisi air putihnya dimeja.


Cleorah terlihat terdiam dan marah karena kalah bicara dengan Perrin.


*Sudah terlihat bahwa ia mabuk* ,pikir Perrin dalam hatinya.


"Nampaknya tak ada orang yang merenungkannya lagi dikelas kita" ,ucap Perrin sambil memakai helmnya.


"Ti-tidak begitu juga kau tahu, Cyrus terkadang merenung memikirkan Julius beberapa kali. Dia mengatakan ratusan kata yang sama ketika ada yang mengatakan namanya, 'apapun yang terjadi dia tetap temanku' " ,ucap Cleorah.


" 'Apapun yang terjadi dia tetap temanku' ,memang kata-kata yang cocok untuk menjelaskan setiap hubungan Cyrus dengan orang lain" ,ucap Perrin menertawakan tanpa tertawa.


"Kau....apakah kau masih merenungkan kematiannya.." ,ucap Cleorah memandang Perrin.


"Bisa dibilang begitu, aku rindu dia. Dia memiliki ratusan rencana diratusan masalah. Dia merupakan senjata andalan besar bagi kita didunia asing berbahaya ini. Kita berasal dari dunia lain Cleorah, kita mungkin disambut disini tapi ini bukan rumah kita" ,ucap Perrin.


"I-iya aku tahu, tapi...terkadang ini terasa seperti mimpi...kita diteleportasi kedunia fantasi seperti di anime-anime, aku mencoba mencubit diriku ratusan kali tapi aku masih tak percaya kita didunia fantasi" ,ucap Cleorah sambil melihat tangannya yang diisi dengan gelang emas dan cincin.


Cleorah terlihat tak memakai armournya, tapi dia memakai armour rantai didalam pakaian gaun mewahnya.


"Ya...tapi dunia dengan manusia tetap dunia dengan manusia, dunia dengan manusia maka manusia akan membawa keburukannya kedalam duniannya" ,ucap Perrin sambil melihat keluar jendela dimana kamp pasukan terbentang.


Lebih dari 40.000 pasukan ia hitung berkamp diluar kastil Balradius, berpesta sendiri jauh dari bangsawan, ribuan dari berbagai keluarga besar lain diseluruh Dalmatia.


Bisa dilihat dari jendela kalau pasukan-pasukan yang berkamp berpesta pora dengan bir ataupun daging hewan.


"Coba kau bayangkan bagaimana positifnya dunia fantasi ini Perrin, bayangkan para pria tampan dan wanita cantik Elves. Ataupun ratusan situs alam yang indah yang belum dikunjungi oleh manusia manapun...bayangkan keindahan itu..." ,ucap Cleorah tersenyum positif.


Suara senang *Nnnhh* pun terdengar dari mulut Cleorah setelah ia mengatakan hal itu.


"sayang kita belum bisa keluar sebelum kita bisa berlatih mengontrol kekuatan kita...." ,ucap Cleorah yang tiba-tiba menjadi sinis.


"Kau ini tidak bisa bersenang-senang ya.." ,ucap Cleorah dengan nada pahit.


"Langsung saja" ,ucap Perrin.


"Iya deh...aku mendengar dari beberapa bangsawan kalau orang Victa dengan ketakutan mengirim surat perjanjian damai kepada kita beberapa bulan yang lalu" ,ucap Cleorah yang kemudian berdiri sedikit tegap dan meminum segelas anggurnya.


"Beberapa bulan yang lalu...kita belum diketahui keberadaannya beberapa bulan yang lalu jadi sudah pasti orang Victa tak ketakutan dengan Dalmatia atau kita. Melainkan mereka cuma kelelahan dengan perang panjang ini, lanjutkan" ,ucap Perrin.


"Keluarga Hasral dengan orang-orang Geralda diVicta terdengar sedang merencanakan pemberontakan" ,ucap Cleorah.


"Nampaknya ini masa yang berat bagi orang-orang Victa, teruskan" ,ucap Perrin.


"Aku dengar-dengar...." ,ucap Cleorah yang tiba-tiba terdiam panjang.


"Ada apa? Apakah kita mau menerima perjanjian damai dengan Victa?" ,ucap Perrin.


"Tidak, malahan bangsawan mau menggunakan kita sebagai senjata untuk melawan Victa" ,ucap Cleorah.


"Hal itu sudah kudengar, tapi ratusan kalipun aku mendengarnya hal itu masih terdengar sangat bodoh untuk saat ini" ,ucap Perrin.


"Iya...banyak dari kita yang bisa yang belum bisa mengontrol kekuatan kita" ,ucap Cleorah.


"Apakah kau sudah bisa mengontrol kekuatan cahayamu?" ,ucap Perrin.


".......sedikit" ,ucap Cleorah yang malu.


"Sedikit? Hahh..kita ini berjumlah 39, bahkan kalian itu sudah dilatih banyak ksatria kuat dinegeri ini dan apa yang kita punya? Anak SMA yang bahkan pemula dalam memegang senjata dan anak SMA yang bisa saja mati karena kekuatannya sendiri"


"Oi...lagipula emang kau bisa menggunakan sihirmu?" ,ucap Cleorah.


"Bisa tapi aku tidak menggunakannya disini" ,ucap Perrin sambil melihat sekelilingnya.


"Kau belum bisa bukan?" ,ucap Cleorah.


"Bisa tapi sudah kubilang aku takkan menunjukkan dihadapan keramaian seperti saat ini, jadi? Apa ada informasi lain?" ,ucap Perrin.


"Aku dengar dari orang-orang disekililing tuan putri ada total 42.000 pasukan yang berkamp disekitar kastil ini, jadi tuan putri bisa tenang kalau terjadi serangan musuh dikastil ini" ,ucap Cleorah.


"Tuan ratu, panggil dia tuan ratu Voa, Cleorah. Dia bukan lagi tuan putri kalau ada bangsawan Dalmatia yang mendengarmu mereka akan tidak suka hal itu" ,ucap Perrin.


"Iya-iya deh, lagipula ayolah bersenang-senang-


Kemudian sebuah sebuah layar digital tiba-tiba muncul dihadapan Cleorah dan Perrin.


Layar digital tersebut ditulis.


[Nama misi: Not Certain]


[Misi tingkat kesulitan: Hard]


[Waktu Misi diluncurkan: 76 jam 00 menit 00 detik dari sekarang]


[Tujuan misi: Takkan diberitahu sebelum misi diluncurkan]


[Hadiah: Keselamatan tuan ratu dan nyawamu sendiri]


"Ka-kau melihat layar digital ini?" ,ucap Cleorah sedikit terkejut.


"Y-ya aku melihatnya, tapi kelihatannya orang-orang lain tak melihatnya" ,ucap Perrin menggeser lehernya melihat keramaian.


Terlihat beberapa pahlawan pria terus melanjutkan pembicaraan mereka.


Seluruh keramaian juga berlangsung seperti biasa mengobrol ataupun berbincang-bincang.


Begitu juga dengan tuan putri.


"Tuan Cyrus kenapa anda?" ,ucap salah satu bangsawan wanita bertanya kepada Cyrus.


Terlihat Cyrus juga terkejut dan heran apa yang terjadi.


Dan seketika para wanita dan pria disekilingnya heran dengan wajah Cyrus.


"Cyrus kau tidak apa-apa?" ,ucap salah satu pahlawan wanita.


"Ah! Ya..aku baik-baik saja" ,ucap Cyrus sambil tersenyum ramah seperti biasa.


"Mungkin malam ini terlalu melelahkan untukmu sebaiknya dirimu istirahat saja" ,ucap salah satu pahlawan pria didekat Cyrus.


"Tidak aku tidak apa-apa.." ,ucap Cyrus yang kemudian kembali bercanda dan mengobrol kepara wanita.


Ketua Osis Szeth juga sempat terlihat terkejut tapi dia kemudian kembali tenang seperti biasa berpura-pura tidak ada yang terjadi.


Szeth adalah salah satu pahlawan yang masih memakai armournya tapi bedanya ia tak memakai helmnya seperti Perrin.


*Ketua osis Szeth,Cyrus,Cleorah dan aku...apakah ada yang lain?* ,pikir Perrin sambil kembali melihat seluruh keramaian.


Yang ia hanya perhatikan hanya Elric.


Elric hanya duduk disudut dan memakan daging dengan tata krama bangsawan.


Ia terlihat sangat tenang dan terlihat tidak ada yang terjadi.


Ia juga nampaknya terlihat dingin kepada siapapun seperti biasa.


Tapi saat ini malam pesta kembali seperti biasanya.


Para wanita dan beberapa bangsawan menari serta bersulang.


Ada pemusik yang juga ikut menyanyikan lagu dan musik.


Sedangkan anggur mengalir merah..