Hannoic War

Hannoic War
Darah,Pedang,Kematian,Dan Rumah (Part 36)



"Darah,Pedang,Kematian"


-


*Perhatian!**Chapter ini dipenuhi Kekerasan berlebihan!*


Darah,Pedang,Kematian,Dan Rumah


Duduk Ayah Filda diteras didepan rumahnya sedang mengasah panahnya dengan batu asahan.


Filda sendiri sedang mencuci beberapa buah yang ia diberi oleh Yiara semalam.


Hanno sedang berada didalam rumah, duduk dimeja makan, Filda memerintahkannya untuk tetap duduk agar beristirahat setelah ia melihat Hanno terpleset dilantai.


"Hanno! Bantu aku ambilkan bir dimeja!" ,ucap Ayah Filda sambil berdiri.


"Jangan ayah! Sudah kubilangkan!? Hanno pasti lelah, daritadi malam hingga siang dia sudah bekerja bersama Ayah. Dia butuh istirahat, dia bahkan hampir terjatuh tadi..dia butuh istirahat.." ,ucap Filda sambil memerah wajah.


"Itu cuma terpleset Filda! Bukan karena pusing kelelahan! Lagipula aku ini yang harusnya lelah dan istirahat bego!" ,ucap Ayah Filda.


"Dia 16 tahun ayah..dia masih muda!" ,ucap Filda.


"Bacot aku umur 16 tahun udah pernah tak tidur 2 hari ngawasin babi hutan besar yang ditawan ama kakekku" ,ucap Ayah Filda.


"Ayah! Aku tak pernah lihat Hanno ceroboh! Pasti dia kelelahan" ,gumam Filda.


Tapi ayahnya tak mendengarkan, melainkan ayahnya berhenti bergerak karena melihat sesuatu.


"Oi Filda...apa itu.." ,ucap Ayah Filda.


Ayah Filda berdiri dan apa yang mereka lihat adalah sebuah asap melumbung dari jauh.


Teriakan wanita bisa terdengar dari jauh bersama dengan suara ringingan pedang.


"Desa...desa sedang dalam bahaya.." ,ucap Filda sambil menutup mulutnya ketakutan.


*Apa ini mimpi? Apa yang terjadi?* ,pikir Filda dalam hatinya.


"Ini bukan lagi dalam bahaya, siapkan panah dan busur" ,ucap Ayah Filda sambil berjalan mengambil busurnya dan menyiapkan panah yang baru dia asah.


Suara ringkikan kuda terdengar bersama dengan langkah kaki kuda mendekat kerumah mereka.


Terlihat pasukan armour yang menunggangi kuda mendekat. Tawa dan candaan mereka bisa terdengar.


"Ohhhhoo!!! Kita akhirnya dapat bagian cewe juga!" ,ucap salah satu prajurit berkuda mendekat kearah mereka sambil tersenyum lebar.


"Bacot kau sudah dapat tadi didesa, ini bagian aku" ,ucap salah satu prajurit lagi.


"Mana ada, aku cuma dapat mayat cewe tadi sedangkan yang ini hidup" ,ucap prajurit tersebut.


"Pergi kalian dari sini! Kami tak punya uang ataupun harta untuk kalian!" ,ucap Ayah Filda berteriak marah.


"Hahahahahaha" ,tawa prajurit-prajurit itu mendengarnya.


"Kasihan...dia mau melawan.." ,ucap salah satu prajurit.


"Tenang saja pak, kami datang kesini cuma untuk badan anak perempuanmu. Berikan kami anak perempuanmu maka aku akan jamin kau bisa buat anak perempuan lagi dimasa yang akan datang.." ,ucap salah satu prajurit sambil menyengir.


"Hahahahahhahahaa!" ,tertawa prajurit yang lain.


*Shrek!*


Salah satu prajurit kemudian ditembak dibagian lehernya dicela armournya oleh Ayah Filda.


Prajurit tersebut jatuh dari kudanya, darah muncrat dari lehernya dan membunuhnya seketika.


Ayah Filda hanya memandang mereka dengan wajah marah dan busur ditangannya.


"Aku tak bisa buat anak perempuan lagi dengan punyaku yang sekarang.." ,ucap Ayah Filda dengan suara berat.


Tapi prajurit-prajurit itu hanya tersenyum melihat teman mereka jatuh.


"Aku urusi bapak-bapak itu sedangkan kalian pegang tuh perempuan" ,ucap salah satu prajurit turun dari kudanya dan mengeluarkan pedangnya.


*Shrenggggg!*


"Filda lari! Lari dengan Hanno! Lari!" ,ucap Ayah Filda berteriak kepada Filda.


Filda kemudian mencoba berlari dengan cepat tapi ia terjatuh dan tanpa sengaja menendang buah-buahannya dikeranjang.


Tali dikeluarkan salah satu prajurit dan tali tersebut menangkap kaki Filda.


"Ekhh!" ,gumam Filda sambil ditarik dengan tali dikakinya.


"Sialan!" ,ucap Ayah Filda yang kemudian mengambil panah dari tangannya dan mengisi busurnya.


*Shringgggkkkkk..*


Tapi itu terlalu lambat dan dengan cepat pedang prajurit menebas Ayah Filda menjadi dua.


Darah muncrat dan segala isi dari tubuh Ayah Filda keluar mengalir ditanah.


Membunuhnya seketika.


"AYAAHHH!!" ,teriak Filda sambil diseret oleh prajurit, dia ingin melawan tapi kakinya diikat.


Kemudian tubuh Filda didekatkan kepara prajurit.


Filda melawan dan memukul-mukul prajurit tersebut, tapi armour membuat pukulan Filda tanpa rasa.


"Ohhhhoo dia melawan ***....hehehe" ,ucap prajurit bercanda sambil memegang rambut Fida.


Dan Filda kemudian dibuka pakaian dibagian roknya.


"Kau pernah merasakan s*x....nak?" ,ucap salah satu prajurit sambil merobek roknya.


*Hanno...Hanno tolong aku..dimana kau? Saat Ayah mati...dimana kau? Kau sudah kabur?..Apakah semua ini mimpi..* ,batin Filda.


"Ayo masuk kedalam rumahnya, dia punya kuda dan kereta didepan rumahnya, jadi pasti dia punya uang" ,ucap salah satu prajurit.


"Iya-iya tak perlu diberitahu, aku pun tahu cara menjarah, dasar kau sok tahu" ,ucap salah satu prajurit masuk kedalam rumah.


*Hanno...apakah kau didalam rumah? Apakah kau sudah kabur?* ,batin Filda dengan lemas.


Kaki Filda sudah dibuka dan salah satu prajurit duduk didepan Filda sambil membuka celananya.


"Hehehehhe...sensasinya pasti lebih baik dari mayat cewe desa tadi.." ,ucap prajurit tersebut sambil membuka celananya.


"AAAKKKKHHHHH!!!!!" ,teriak salah satu prajurit terdengar.


Kemudian salah satu prajurit keluar dari rumah dengan kepalanya yang terlihat terbakar oleh air panas.


Prajurit yang kepalanya terbakar tersebut kemudian berguling-guling ditanah dengan kepalanya yang terbakar dan merah.


"Apa ini?" ,ucap salah satu prajurit berdiri dan menyiapkan pedangnya.


"Coba cek" ,ucap salah satu prajurit lagi.


"Keluar kau sialan!" ,ucap prajurit yang kemudian melangkah masuk kedalam rumah mereka.


*Hanno apakah...kau masih selamat?* ,batin Filda.


*Cnrrekkk!*


Suara tusukan tombak terdengar dengan merusak daging dan isi tubuh manusia terdengar.


"Ouekk...ouekk..Ekkk..ekkk" ,suara prajurit terdengar keluar dari rumah.


Kemudian terlihat prajurit yang masuk kerumah mereka tadi keluar dengan lehernya yang berlubang dan darah muncrat keluar dari lehernya.


Prajurit tersebut kemudian jatuh dan berbaring sambil berguling-guling bagaikan ayam ditebas lehernya.


*....Tuk*...Tuk*...Tuk*


Suara langkah kaki keluar dari rumah terdengar.


*Hanno...Hanno...Hanno...Hanno kau selamat...kau selamat* ,batin Filda sambil menangis bahagia


Mata Hanno terlihat lebih melebar,kuat,kelam,dan aneh daripada biasanya.


Membuat bahkan beberapa prajurit ketakutan melihatnya.


Hanno melangkah keluar dari rumah dengan tombak pendek ditangannya beserta darah muncrat dipakaiannya dan terdapat teko besi kosong bekas air panas ditangannya.


*Tombak berburu ayah..* ,batin Filda


"Kau pegang tuh cewe" ,ucap salah satu prajurit yang kemudian melangkah kearah Hanno.


Hanno melepas teko besi bekas air panas tersebut.


Prajurit tersebut kemudian mengangkat pedangnya dan menyerang Hanno.


*Shrek*


Tapi Hanno kemudian mengayunkan tombaknya dan menusuk perut prajurit tersebut dicelah armournya.


Prajurit tersebut jatuh ditanah terbunuh dengan memegang perutnya yang mulai mengeluarkan darah.


Kemudian prajurit yang berada didepan Filda kemudian berdiri sambil membawa kapaknya dengan celananya yang melorot.


Prajurit tersebut melangkah kearah Hanno dengan kapaknya.


Prajurit tersebut kemudian melangkah kearah Hanno dan mengayunkan kapaknya.


Tapi tangan Hanno tidak bergerak cepat.


*Shrek*


Membuat pedang prajurit tersebut mengenai jari Hanno yang terbuka dan memotong kelingking Hanno.


Terlihat kelingking Hanno berguling ditanah dan darah keluar dari tangan Hanno.


Tapi Hanno tak memedulikan kelingkingnya dan menusuk prajurit dicelah perutnya sama seperti tadi.


Hanno kemudian melangkah kearah Filda.


Filda tersenyum bahagia dengan menangis meskipun terlihat pakaiannya dirobek.


prajurit yang dari tadi memegang Filda dengan tali kemudian berdiri dengan memegang Filda, menahannya dengan leher Filda diancam dengan pedang.


"Jangan mendekat! Atau kupotong leher adikmu!" ,ucap prajurit tersebut.


Hanno terdiam dan tak bergerak.


Menatap tajam Hanno kepada prajurit tersebut.


Suasana kemudian menjadi hening dan kedua orang terdiam.


Hanya Filda yang bergerak sambil melawan dengan cara memukul tangan dan wajah prajurit yang memegangnya.


Hanno kemudian melangkah dengan tombak ditangannya.


*Shrek*


Tapi bukannya mengayunkan pedangnya kearah Hanno, prajurit tersebut malah menusuk perut Filda dengan pedangnya.


Wajah Hanno terlihat sangat terkejut, sesuatu yang Filda tak pernah lihat sekalipun dalam umur hidupnya.


Prajurit itu kemudian mencoba berlari tapi ditusuk dipunggungnya oleh Hanno dengan cepat.


Prajurit tersebut kemudian berbaring ditanah sambil berguling-guling mencoba bertahan hidup dengan darah keluar dari tubuhnya.


Hanno dengan cepat melepas tombaknya dan terlihat tak memedulikan apapun didunia ini.


Filda terjatuh ditanah dengan perutnya yang mengeluarkan darah.


Hanno hanya dengan cepat berlutut mengambil Filda yang terjatuh.


Dengan terburu-buru Hanno menutup luka Filda akibat tusukan pedang tersebut dengan kain apapun yang disekitarnya.


Hanno kemudian berjalan cepat kearah salah satu prajurit yang ia bunuh dan merobek pakaian prajurit tersebut.


Ketika ia kembali keFilda dan sadar bahwa ia tak punya banyak pakaian untuk menghalang darah keluar dari perut Filda, Hanno bahkan merobek pakaiannya sendiri.


Mata Hanno terlihat lebih lebar dari yang tadi dan dia terlihat buru-buru serta panik.


*Aku tak pernah melihat Hanno buru-buru dan panik seperti ini..* ,pikir Filda sambil setengah matanya terbuka.


Filda mulai merasa dingin dengan darah mulai membanjiri perutnya.


Rasa dingin bisa dirasakan menempel diperutnya.


*Ngomong-ngomong..aku tak pernah melihat Hanno seperti ini...banyak sisi Hanno yang belum aku lihat...harusnya aku lebih berani selama 4 bulan bersama dirinya..* ,batin Filda.


Air mata keluar dari mata Filda.


"Jangan mati" ,ucap Hanno dengan suara datarnya.


Hanno mencoba mencegah darah keluar dari Filda dengan tumpukan tebal kain ditaruh diatas perutnya.


"Aku mencintai...aku mencintaimu Hanno, kau ingat pertama kali datang kerumah ini?...hehihe.." ,ucap Filda dengan tawa kecil.


Suaranya lemas dan dia tak kuat mengatakan beberapa kata.


*Andai saja ini semua tak terjadi...* ,batin Filda dengan air mata mengalir diwajahnya.


Filda membayangkan semuanya jika hal ini tidak terjadi.


Mereka berdua berdiri dipadang rumput pedesaan sambil menyaksikan anak-anak mereka bermain.


Tertawa dan bahagia mereka bersama.


*Hanno tersenyum dan tertawa..* ,pikir Filda sambil tersenyum.


Tapi bayangan itu semuanya hancur dengan wajah datar Hanno yang panik.


Air mata keluar dari mata Hanno, meskipun sedikit tapi itu tetap air mata.


"Hanno...Hanno kau menangis....kenapa menangis? Kenapa.." ,ucap Filda dengan lemas.


Wajah Hanno terlihat menjadi kelam dan air mata keluar dari matanya.


"Jangan mati.." ,ucap sekali lagi dengan air mata keluar dari matanya.


"Jangan menangis...jangan menangis..menangis..jangan menangis.." ,ucap Filda.


Kemudian Hanno mengangkat Filda kesuatu tempat dengan wajah datar Hanno yang mengeluarkan air mata.


"Jangan mati" ,ucap Hanno sambil menggendongnya.


Darah mulai menyebar kebadan mereka berdua.


Tangan Hanno terlihat memerah karena darah yang terus keluar dari perut Filda.


Hanno terlihat mengarah kedesa tapi kemudian terlihat oleh Hanno adalah pemandangan horror.


Desa terbakar dengan seluruh rumahnya sedangkan ladang padi yang sebelumnya kuning subur menjadi hitam gosong karena api.


Ratusan mayat pria dan wanita berbaring dijalanan.


Sedang beberapa wanita terlihat dikeroyok oleh prajurit dengan beberapa melawan dan ditelanjangi.


Terlihat mayat Yiara dilecehkan oleh beberapa prajurit dan ditelanjangi tanpa satupun kain ditaruh ditubuhnya.


Wajah Yiara yang ceria berubah menjadi wajah kosong mati yang tersenyum.


Sedangkan Vera terlihat diseret oleh salah satu prajurit dengan ditarik rambutnya sambil menangis histeris.


Asap dan api melumbung keatas langit.


Sedangkan bayi terlihat dibanting ketanah dan hancur dengan seluruh darah serta isi tubuhnya bercucuran ketanah.


Anak-anak dikubur hidup-hidup oleh prajurit,


Hanno hanya bisa berlutut putus asa sambil menggendong Filda ditangannya.


Berlutut Hanno melihat sebuah horror.


Hanno hanya bisa kembali kearah Filda yang saat ini hanya bisa tersenyum dan tak melihat desa yang dijarah.


"Tersenyumlah...tersenyumlah Hanno...aku tidak ingin bersedih sebelum aku mati.." ,ucap Filda sambil mengeluarkan air mata yang lebih deras dari air matanya, "Aku ingin hidup lebih lama denganmu Hanno..aku ingin melihat ratusan wajahmu yang lain.....aku ingin mengenalmu lebih lama.."


Tangan Filda kemudian menyentuh pipi Hanno dengan lembut.


*Tuan cahaya...mungkin...setidaknya..berkahkan aku agar dipertemukan Hanno disurga ketika dia juga mati...* ,batin Filda.


Tapi bukan cahaya surga yang menjemput Filda tapi gelap dingin kematian yang menakutkan...


Mata Filda kemudian menjadi kosong dan cahaya kehidupan terakhir dimatanya diambil..


Tangannya jatuh dan jiwanya....pergi entah kemana..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.