
"Darah,Pedang,Kematian"
-
*Perhatian! *Chapter ini dipenuhi kekerasan yang berlebihan!*
Darah,Pedang,Kematian,Pahlawan,dan Ratu
Berjalan Perrin dengan armour dan pedang ditangannya.
Berjalan dia kearah ruang tempat dimana ia dan teman-temannya untuk sepakat berbicara malam ini.
*52 jam lagi...bahaya itu datang..aku tak tahu apa itu..atau bagaimana itu datang..* ,pikir Perrin.
Kemudian Perrin membuka pintu kamarnya dan keluar dari kamarnya dengan cepat.
Perrin setelah itu berjalan meninggalkan kamarnya.
"Hahh...banyak yang ha-
[Mission: [Not Certain] ]
[Waktu diluncurkan :51 Jam 56 Menit 32 Detik]
[Waktu telah diluncurkan.....
Layar digital telah kembali muncul dihadapan Perrin. Jantung Perrin berdetak kencang sekaligus kaget melihat hal ini.
*Ada apa ini?* ,batin Perrin.
Rasa takut dan kebingungan itu muncul dalam dirinya.
Kemudian terdengar diaula Istana terdengar suara gesekan biola dan harpa yang keras.
Nadanya musiknya terdengar seperti kegilaan dan kekacauan.
"Jatu...hhh benderanya~! Jatuh bendera raj-raja dan bangs-sawan~! Jat-jatuh raja dan pangeran~! Jatuh dengan istananya~!"
Suara penyanyi mulai terdengar aneh dan kaku.
*Apa yang terjadi..." ,pikir Perrin dengan panik.
Dari melangkah, Perrin berubah menjadi berlari. Jantungnya berdetak lebih kencang dari kapanpun.
Berlari Perrin dengan cepat meninggalkan kamarnya.
Lupakan tentang pertemuannya dengan pahlawan lain, dia akan pergi keAula Istana yang sedang menikmati pesta saat ini.
Suara ringingan armournya selama berlari terdengar dilorong istana ini.
Cahaya terang dan suara orang-orang terdengar didepan.
Ruangan Aula istana Balerius terlihat dihadapan Perrin.
Tapi tidak ada tawa,ataupun suara bersulang. Melainkan hanya suara obrolan membicarakan sesuatu.
Terlihat banyak bangsawan berkumpul untuk melihat sesuatu.
Perrin melangkah masuk kedalam Aula Istana. Tapi yang ia lihat hanya bangsawan yang kebingungan dan penasaran.
Terlihat bangsawan berkumpul menjadi keramaian membentuk lingkaran untuk melihat sesuatu.
"Sejak kapan itu disitu?"
"Kenapa ini?"
"Apa maksudnya ini?"
Suara bangsawan yang kebingungan dan bertanya-tanya terdengar.
*Kenapa mereka? Apa yang mereka lihat?* ,pikir Perrin penasaran
Perrin kemudian menerobos bangsawan dengan cepat untuk melihat apa yang bangsawan perhatikan dari tadi.
Perrin cukup terkejut melihat hal yang ia lihat ketika berhasil menerobos keramaian.
Apa yang Perrin lihat adalah sebuah boneka kayu sebesar tubuh manusia duduk diatas sebuah kotak.
Terdapat biola merah dipegang boneka tersebut.
Yang anehnya boneka kayu tersebut memainkan biola tersebut dengan nada musik yang seimbang dan bagus.
Tapi bukan biola yang terdengar aneh.....tapi suara dari dalam boneka tersebut.
"Ja-jatuh wan-wanita mereka ditangan pria yang bernafsu~ Jat-uh ha....rta mereka~ Jatuh pedang mereka~"
Anehnya lagi tidak ada tanda benang disekitar boneka kayu tersebut.
Kemudian boneka tersebut memiringkan kepalanya dan melanjutkan nyanyian anehnya.
"Ja-jatuh bang-bangsawan dan kelua....rga kerajaan ditangan....."
Boneka tersebut kemudian berhenti bernyanyi dan tak ada lanjutan dari nyanyiannya.
Tuan Ratu terlihat duduk dikursi rodanya bersama beberapa bangsawan yang cukup kebingungan apa yang terjadi.
"Lelucon macam apa ini?" ,ucap seorang ksatria melangkah kedepan.
"Se-sejak kapan itu disitu? Apa ada yang melihat orang yang menaruhnya?" ,ucap bangsawan disebelah Perrin dengan gugup.
Bangsawan kebingungan dan sedikit takut, beberapa dari prajurit mulai melangkah untuk menyingkirkan boneka kayu tersebut.
Tapi diantara kebingungan dan keanehan tersebut..
"AAAAAAAAAHHH!" ,teriakan seorang wanita bangsawan terdengar.
Teriakan lain pun terdengar muncul menyusul. Terlihat beberapa bangsawan mulai berlari.
Ditengah bangsawan yang ketakutan seorang pria bangsawan berbaring mati dengan darahnya mengalir dilantai.
Diatas pria bangsawan yang mati tersebut seorang pria berjubah hitam berdiri dengan pisau ditangannya.
Beberapa pria berjubah hitam terlihat muncul dimana-mana dan mulai membantai bangsawan.
"AHHHHHHHHH!"
Teriakan dan suara tusukan pisau mulai memenuhi ruangan ini.
*Pembunuh...* ,batin Perrin.
Bangsawan mulai berlari panik karena ketakutan dibunuh.
Ratusan bangsawan berlari bagaikan kambing berlari secara kelompok, tapi bedanya ini lebih kacau.
Perrin terdorong,terjebak,dan terdesak diantara bangsawan yang berlari ketakutan.
Diantara desakan dan kekacauan itu sesuatu muncul dihadapan Perrin.
[Name: [Not Certain] ]
[Waktu diluncurkan: 51 Jam.50 Menit.23 Detik........
[Memproses....
[Waktu diluncurkan telah dipotong 51 Jam.50 Menit.23 Detik. :) ]
*Hah? Apa maksudnya ini?* ,pikir Perrin.
[MISI TELAH DILUNCURKAN]
*Kenapa...kenapa begini...apa maksudnya ini!?* ,batin Perrin.
[Nama misi: Not Certain]
[Misi tingkat kesulitan: Hard]
[Tujuan misi: Tak mau diberitahu :) ]
[Hadiah: Keselamatan tuan ratu dan nyawamu sendiri]
Perrin hanya bisa bengong dan memikirkan apa yang terjadi.
*Shrenggggg*Klinkkgggggg!*
Suara pedang keluar dari sarungnya dan suara pedang bertubrukan terdengar.
Beberapa prajurit dan bodyguard bertarung melawan para pria berjubah hitam diantara kumpulan bangsawan yang lari dan berteriak.
Terlihat tuan ratu didorong dengan kursi rodanya dengan cepat oleh pelayannya tapi bangsawan-bangsawan yang berlari menabrak mereka.
Tuan ratu terjatuh dari kursi rodanya dan berbaring merangkak.
Pelayan tuan ratu yang mendorongnya tersebut terlihat ditekan dan diinjak-injak oleh bangsawan.
Bodyguard tuan ratu sendiri sedang sibuk bertarung melawan para pembunuh-pembunuh tersebut.
Ratu lumpuh terlihat menangis ketakutan sambil merangkak dengan kakinya yang lumpuh.
"Ja-jatuh bang..sawan dan keluarga kera..jaan ditangan......Raja" ,menyanyi boneka kayu melanjutkan nyanyiannya.
"Ra-ja,Ra..Raja,Raja,Raja, Raja, Raja,Raja,Raja, Raja, Raja,Raja,Raja...datang..Raja datang...." ,suara dari boneka tersebut makin aneh dan kemudian suaranya kembali berhenti.
Tapi tak ada yang memedulikannya, semua hanya berteriak dan berlari.
Tangisan anak kecil bisa terdengar diantara kumpulan bangsawan yang panik tapi yang ada hanyalah 'kekacauan'.
Boneka kayu tersebut bahkan ditabrak oleh bangsawan dan hancur ketanah, bagian-bagian tubuh boneka tersebut terpisah-pisah kelantai.
Biola merahnya hancur terpijak-pijak oleh bangsawan yang ketakutan.
"Lindungi Ratu!" ,teriak Bodyguard Ratu berteriak terdengar diantara kekacauan ini.
*Shrengggggg*
Dengan cepat Perrin mengeluarkan pedangnya dan berjalan diantara bangsawan yang lari,berteriak,dan ketakutan.
Bangsawan-bangsawan berlari dengan cepat dan kacau, Perrin kemudian memutuskan untuk menerobos tanpa rasa kasihan mendorong para bangsawan hingga mereka semua menyingkir dari jalannya.
Bahkan Perrin sempat mendorong dengan kuat seorang wanita kecil kelantai tanpa rasa kasihan.
"Kalian pasukan keluarga Rommel! Berdiri cepat!" ,perintah Perrin kepada para prajurit yang terlihat berbaring kesakitan karena diinjak-injak bangsawan.
"Pasukan Keluarga Melera! Ambil tuan putri ketempat yang keamanan!" ,ucap Perrin berjalan dengan pedang ditangannya.
Perrin kemudian mengayunkan pedangnya kearah pembunuh yang sedang mengejar bangsawan dan menebas 3 dari mereka dengan cepat.
Perut mereka tertebas dan darah mereka muncrat kearmour Perrin.
*Tak ada dari mereka yang memakai armour?* ,batin Perrin sebentar dengan kebingungan.
Usus dan isi perut mereka keluar dari lantai karena tebasan Perrin.
*Mereka...ini..apa ini? Ini rencana bunuh diri?" ,pikir Perrin.
Kemudian terlihat pembunuh mendekati Perrin dengan pisau diangkat.
*Tang*
Pisau tersebut mengenai armour Perrin tapi pisau pembunuh tersebut tak bisa menembusnya dan tak berpengaruh apa-apa bagi Perrin.
*Shrakk*
Perrin kemudian mengeluarkan tangan kirinya yang memiliki pisau dan menusuk pembunuh tersebut dengan cepat.
*Apa ini? Ini aneh..* ,pikir Perrin.
Pembunuh tersebut jatuh mati dan berbaring dilantai dengan darahnya mengalir.
Terlihat beberapa pembunuh datang kearah Perrin dan mengayunkan pisau mereka.
*Tang!*Tang!*Tang!*
Beberapa dari mereka menusuk bagaikan orang bodoh kearah armour Perrin.
Perrin dengan cepat mengibaskan pedangnya dan menusuk salah satu pembunuh dengan pisau ditangan kirinya.
Perut-perut pembunuh tersebut tertebas dan kembali darah serta isi perut mengalir dilantai.
"Pasukan keluarga Vuluna disana! Pergi kearah bangsawan-bangsawan untuk lindungi mereka!" ,ucap Perrin memerintahkan beberapa pasukan yang terlihat sudah selesai membunuh pembunuh.
Tubuh mereka dipenuhi darah, wajah mereka terlihat kelelahan tapi setidaknya mereka dapat berlari dan bertarung.
Pasukan tersebut kemudian berlari keluar dari Aula dengan pedang melakukan perintah Perrin untuk melindungi bangsawan.
"Hahh...sialan" ,ucap Perrin.
Kemudian seorang pembunuh berlari kearah Perrin dan mengayunkan pisaunya.
Dengan cepat Perrin menebas perutnya dan tulang serta isi perutnya bertebaran dilantai.
Kemudian Perrin maju dan membantu seorang prajurit yang terlihat berbaring dikeroyok pembunuh dengan pembunuh mencoba menembus armour prajurit itu dengan pisau mereka.
Dengan cepat Perrin menusuk salah satu pembunuh yang mengelilingi prajurit tersebut.
Darah muncrat dan Perrin kemudian melempar pembunuh tersebut kelantai.
Kemudian kumpulan pembunuh tersebut yang mengeroyok prajurit itu beralih kepada dirinya tapi Perrin dengan cepat menebas kedua dari mereka.
Darah keluar dari tubuh mereka bagaikan banjir besar dan isi perut mereka yang bau bisa tercium, sedangkan tulang mereka bisa terlihat.
Kemudian Perrin memotong salah satu tenggorokan pembunuh yang menyerangnya.
Daging tenggorokan tersebut bisa terlihat terbuka sedangkan darahnya keluar.
Perrin kemudian menarik prajurit tersebut dan membantunya berdiri.
Kemudian terlihat pembunuh mendekati Perrin dengan pedangnya beray-
"Dasar bodoh! Ini aku Tuan Pahlawan Perrin!" ,ucap Perrin.
Prajurit tersebut kemudian sadar dengan pedangnya yang sudah ia angkat ditangannya, ia berhenti bergerak.
"Ma-maafkan aku Tuan! Maafkan aku tuan!" ,ucap prajurit itu menurunkan pedangnya dan menunduk kearah Perrin.
Perrin kemudian melihat sekelilingnya, ratusan mayat dari pembunuh hingga bangsawan terbaring dilantai.
"Pergi" ,ucap Perrin sambil melihat sekelilingnya.
"Tuan?" ,ucap prajurit tersebut.
"Pergi...menjauh dariku" ,ucap Perrin dengan suara yang lebih keras.
Prajurit itu kemudian menjauh dari Perrin dengan pedang ditangannya.
Perrin menggeser pandangannya melihat ruangan Aula Istana yang sudah dipenuhi darah.
Kebanyakan bangsawan sudah berlari dari Aula istana, yang tinggal hanyalah prajurit ataupun manusia yang memiliki senjata ditangannya.
Darah memenuhi lantai aula istana dengan daging manusia mengambang diatas darahnya.
Terlihat beberapa prajurit membantai tanpa ampun para pembunuh.
Terlihat beberapa prajurit dan ksatria dikeroyok pembunuh tapi kemudian dibantu teman-temannya yang lain, tapi pembunuh ini sangat mudah dilawan.
Mereka tak memakai armour dan hanya dipersenjatai pisau.
Tanpa banyak waktu semua pembunuh dibantai oleh ksatria lain.
Wanita bangsawan terlihat berbaring dilantai bersama dengan darah dan matanya terlihat mati.
*Ini...seperti pembantaian..* ,batin Perrin.
Puluhan tubuh manusia berbaring mati dilantai Aula Istana bisa dilihat oleh Perrin sedangkan darah mengalir dibawah kakinya yang berbalut sepatu besi.
Beberapa prajurit juga terbunuh dan terbaring bersama pembunuh dan bangsawan lain.
Perrin hanya bisa terdiam melihat ini.
Bagian tangan dan kaki yang terpotong berguling dilantai, sedangkan tulang manusia bisa dilihat.
Ada bangsawan yang terlihat terpotong dan perutnya terbuka, paru-paru nya terlihat masih bergerak, menandakan ia masih hidup.
Pertarungan berakhir dengan ksatria dan prajurit terlihat kelelahan.
Pembunuh sudah mati semua dan tak ada lagi yang muncul.
*Aku heran tadi...dimana pembunuh itu muncul? Apa maksudnya dari kata...Raja datang dari Boneka aneh itu tadi?* ,pikir Perrin.
"Tuan ratu! Dimana tuan ratu?!" ,ucap seorang ksatria dengan panik.
"Tenang saja tadi aku lihat pasukan keluarga Melera menggendong tuan ratu kearah lorong" ,ucap salah satu prajurit.
*Aku terlalu sibuk memikirkan pembunuh sampai aku lupa kalau tuan ratu....* ,pikir Perrin.
"Aku harus pergi lihat tuan ratu" ,ucap ksatria tersebut yang kemudian berjalan keluar dari aula istana.
"Aku juga" ,ucap beberapa ksatria ikut berjalan keluar dari aula istana.
Beberapa prajurit tinggal disini untuk duduk istirahat diantara banjir darah. Mereka tidak peduli terhadap darah asalkan mereka bisa istirahat.
Beberapa bahkan sempat tertawa dan bercanda sebentar.
Perrin hanya tetap berdiri memikirkan semua yang terjadi hari ini.
*Buekkk...*
Suara muntah seseorang terdengar.
Perrin kemudian mengalihkan pandangannya kebelakang.
Terlihat Szeth memegang lututnya sambil bersandar dengan tangannya kedinding.
"Ohhh...kau datang juga.." ,ucap Perrin yang kemudian berjalan kearah Szeth.
*Shringg*
Sambil berjalan kearahnya Szeth, Perrin menaruh pedangnya kembali disarungnya.
"Perrin? Armourmu...dibaluti darah.." ,ucap Szeth dalam suara yang sedikit lemas.
"Baru pertama lihat darah dan isi perut manusia keluar?" ,ucap Perrin.
Kemudian suara langkah kaki lari yang mengarah kearah Aula terdengar. Suara langkah kaki tersebut terdengar ramai dan bising.
Kemudian Elric,Cyrus,dan Elara muncul masuk kedalam Aula lewat lorong.
Terlihat mereka masuk kedalam Aula istana dengan wajah kaget.
"Apa yang terjadi?" ,bertanya Cyrus dengan wajah kaget.
"Jangan tanyakan padaku, aku bahkan tak tahu apa yang terjadi" ,ucap Perrin.
"Armourmu...dibaluti darah..apa kau tidak apa-apa?" ,ucap Cyrus sambil mendekat kearah Perrin.
"Jangan dekati aku, pergi sana. Lebih baik kau pergi keTuan Ratu untuk menjaganya" ,ucap Perrin sambil menjauh dari Cyrus yang mendekat kearahnya.
"Aku lihat tadi Tuan Ratu digendong oleh salah seorang prajurit masuk ketower keamanan bersama beberapa bangsawan lain" ,ucap Elric.
"Bagus kalau begitu" ,ucap Perrin.
"Ngomong-ngomong ada sesuatu yang gawat Perrin" ,ucap Szeth yang terlihat sudah menahan mualnya.
"Gawat? Apa itu?" ,ucap Perrin.
"Seorang yang mengaku sebagai Pewaris sah tahta raja Dalmatia mendarat dimulut Sungai Garpu Putih" ,ucap Szeth dengan mata serius.
Perrin tak bergerak sedikitpun setelah mendengar hal itu karena terkaget.
"Dia membawa 30.000 pasukan bayaran dari Akkadia dan mengambil pelabuhan Harlaw hanya dalam satu malam" ,ucap Elric melanjutkan ucapan Szeth.
[Misi Yang Sesungguhnya telah Diluncurkan!]
[Nama misi: War for the Dalmatian Crown]
[Misi tingkat kesulitan: Hard]
[Tujuan misi: Menangkan Perang untuk Mahkota Dalmatia]
[Hadiah: Keselamatan tuan ratu dan nyawamu sendiri]
Layar itu kembali muncul dihadapan Perrin malam ini.....sedangkan ribuan musuh sudah datang dipantai mereka...