Hannoic War

Hannoic War
Api Hitam (Part 18)



"Perang adalah Ayah dan Raja dari segalanya...beberapa dia telah buat seorang dewa, beberapa dia buat seorang pria, beberapa dia buat budak, beberapa dia buat menjadi bebas..."


-Herodotus di Heraclitus dari Ephesus


Api Hitam


Suara kapal bertubrukan terdengar, suara nya menggelegar bagaikan petir sedangkan asal suara ini berasal dari kayu.


Suara nya bisa terdengar berasal dari kapal pasukan bagian garda depan.


Ombak kemudian tercipta karena tubrukan pasukan didepan..


Kapal ini bergoyang banyak karena ombak..membuat Perrin dan awak lainnya berpegangan erat pada apapun yang ada dikapal.


Beberapa prajurit terlihat terpleset dilantai dan terjatuh sambil memegang apapun disekitar mereka.


Kibasan air kemudian mulai naik dan membasahi Perrin dan awak lain.


Perrin menutup bagian kepalanya dengan jubahnya agar air tak membasahinya.


"Nampaknya kapal depan telah bertubrukan dengan kapal musuh tuanku!" ,ucap Jenderal Garuman berteriak diantara kekacauan.


"Iya! Bagaimana dengan kapal lain? Kau lihat?" ,ucap Perrin berteriak agar didengar Jaruman.


"Aku bisa lihat tuanku!" ,ucap Jaruman.


"Bagus! Itu berarti kau bisa lihat awak kapal kita! Segera siapkan mereka pelindung dan senjata!" ,ucap Perrin dengan kuat.


"B-baik tuanku!" ,ucap Jaruman yang langsung mengalihkan pandangannya kearah awak kapal.


Perlahan ombak dan goyangan berhenti...


Tapi air masih tetap berkibas naik keatas kapal Perrin. Membasahi pakaian Perrin dan prajurit lainnya.


Perrin kemudian berhenti menutupi dirinya dari air dengan jubahnya...dan naik kedek atas kapalnya...


*..tuk*...tuk*...tuk*


Langkah kaki Perrin terasa kuat dilantai kayu kapal ini sedangkan armournya bisa terasa tambah berat karena basah.


Ketika Perrin naik dibagian atas kapal ini...


Mata Perrin berpantul dengan api yang ia lihat...


Mata Perrin menjadi seperti merah api meskipun sebenarnya warna mata Perrin adalah kuning...


*KLINK!*KLINK!*SRENGGGGGGGHH*KLINK!*


Suara besi bertubrukan satu sama lain, terdengar sedangkan darah menari diantara kumpulan pasukan yang bertarung bagaikan serigala kelaparan.


"AAAAAAAAAAAAHH!!!"


Teriakan prajurit menderita terdengar didepan Perrin.


Perrin bisa melihat kapal depan terbakar dengan api bersama dengan kapal musuh lainnya.


Sedangkan prajurit didalamnya bertubrukan dengan musuh....


Terlihat beberapa prajurit menyeberang ke kapal musuh…dengan jembatan kayu yang mereka buat sendiri….dan tali.


Didepan Perrin...lautan jatuh dalam kekacauan..


Suara ringingan besi bisa terdengar dimana-mana..


*KLINKKKK!*KLLIIIIINGGGGK!*


Mata Perrin berubah jadi merah api seiring Perrin melihat keseluruh pertempuran..


*Ini...ini lebih kacau dari yang kukira...lebih kacau dari Pesta Hitam..* ,pikir Perrin.


Pertempuran benar-benar kacau.


*AAAAAAAAAAAHHHHHH!!!!*


Kapal Perrin tidak diketahui yang mana teman ataupun lawan bahkan dengan benderanya…


Benderanya mungkin Kraken tapi prajurit yang didalamnya kadang memakai armour berlambang raja Trivistane...


Lautan terbakar….


*DEMI TANGAN KANAN!!!*


Ratusan teriakan terdengar dan bercampur bagaikan keranjang buah-buahan tanpa susunan…


*KRAKEN!*KRAKEN!*KRAKEN!*


Kacau...bagaikan strawberry bercampur dengan pisang,anggur,dan persik..


*DEMI KELUARGA GARUMAN!*


Tapi satu kadang bisa terdengar…


*DEMI RAJA!*DEMI RAJA!*


Suara teriakan terdengar ada yang meneriakkan demi tuan putri,kraken,keluarga pihak mereka,raja Trivistane,atau bahkan nama kota mereka...tapi…


Hanya teriakan yang berakhir diatas…


*AAAAAAAAHHHHHKKKK!!!!*


Perrin tak bisa melakukan apapun saat ini...


*Bagaimana ini? Bagaimana aku bisa mengatur pasukan ke kemenangan kalau sekacau ini?* ,pikir Perrin.


"Tuanku? Anda kelihatan pusing" ,ucap Jaruman berjalan kearah Perrin dan kemudian berdiri disampingnya.


"Apa yang kita lakukan biasanya ketika garda depan menyerang seperti ini?" ,bertanya Perrin.


"Tuan bisa berdayung dengan perahu ke garda depan untuk bertarung kalau mau" ,ucap Jaruman.


"Aku tak sebodoh itu" ,ucap Perrin.


"Ya kita menunggu, kita menggantung diri kita dikeberanian dan keahlian bertarung kepada prajurit garda depan" ,ucap Jaruman.


*Duduk dan memutar dadu maksudmu? Bagaimana kita dikalahkan…tapi kelihatannya...memang tak ada cara yang aman selain menunggu..* ,pikir Perrin.


Perrin melihat ratusan kemungkinan...tapi tak ada cara lain.


Haruskah ia keluarkan sekarang? Tidak...tidak sekarang…


Tidak sekarang...itu terlalu berbahaya.


"Kalau kita membawa kapal kedepan...maka kapal kita malah akan bisa menabrak kapal garda depan….nampaknya memang aku harus mendengarkanmu" ,ucap Perrin sambil melihat kedepan.


*Tapi aku tak sesabarmu* ,pikir Perrin.


"Tapi aku tak mau menunggu, siapkan pemanah, kita hujani mereka panah" ,ucap Perrin.


"Tapi tuan? Bagaimana dengan teman-teman kita didepan?" ,ucap Jaruman.


"Anak panah memang tak memiliki hati, wajari saja" ,ucap Perrin dengan kuat.


"...baiklah tuan" ,ucap Jaruman dengan suara dingin dan tatapan tajam.


Terlihat pertarungan terus berlangsung dengan brutal dengan kacau didepan.


"Siapkan Panah!" ,ucap Jaruman dengan kencang.


Dengan cepat prajurit berbaris dengan rapi dipinggir kapal.


Satu persatu prajurit menyiapkan busur dan anak panah.


Terlihat beberapa dari mereka bergetar ketakutan dan gugup.


"Apakah tak apa untuk menyerang teman sendiri didepan?" ,ucap ksatria disamping Perrin.


"Ini perang nak, kalau ada sesuatu yang bisa kita lakukan untuk memenangkan perang, kita lakukan" ,ucap Jaruman dengan kuat.


Terlihat beberapa prajurit sudah siap dengan busur dan anak panah mereka.


"Tarik!" ,teriak Jaruman dengan besar.


Prajurit langsung menarik tali busur mereka dan menyiapkan untuk melepaskan anak panah mereka.


"TEMBAK!" ,teriak Jaruman dengan lebih kencang.


Suara dilepaskan panah terdengar.


Puluhan panah dilepaskan ke angkasa…


Satu persatu panah jatuh ke kumpulan pasukan yang bertarung didepan.


Tak memedulikan perasaan penembaknya panah menembak musuh atau teman penembaknya.


"Nyalakan sinyalnya...ayunkan Katapult nya" ,ucap Perrin.


"Ini sudah terlalu parah tuanku, itu akan merusak semua garda depan termasuk musuh" ,ucap Jaruman.


"Tangan Kanan Perdana Menteri memerintahkanmu" ,ucap Perrin dengan tatapan monsternya.


"B-baik tuanku" ,ucap Jaruman pasrah.


Jaruman kemudian mengangkat tangannya dan mulai mengayun-ayunkan tangannya.


Prajurit yang mulai melihatnya mulai menyalakan lampu merah mereka.


Kemudian satu persatu prajurit pemberi pesan dibelakang kapal menyalakan lampu merah mereka.


Tak lama satu persatu prajurit dikapal lain mulai menyalakan lampu merah sinyal.


Hingga hampir semua kapal menyalakan lampu merah sinyal mereka dikegelapan...


.


.


.


.


.


.


.


"Sinyal merah!" ,ucap salah satu prajurit disebuah kapal.


"Kapten! Sinyal merah!" ,ucap salah satu prajurit.


Kapten kapal tersebut terlihat berkeringat.


"Siapkan Katapultnya!" ,ucap kapten kapal tersebut.


Kemudian salah satu prajurit membuka kain penutup katapult tersebut.


Penutup katapult tersebut cukup besar hingga butuh 3 orang untuk membukanya.


Terlihat katapult yang cukup besar hingga seluruh bagian tengah dek kapalnya diambil oleh katapult tersebut.


"Ambilkan batu lemparnya!" ,ucap salah satu prajurit mengomando.


Salah satu prajurit kemudian mengambil batu besar.


Kemudian batu besar itu ditaruh dipelempar katapult.


*Druedddk*


"TEMBAK!"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Tuan Qharlan...semua merpati surat untuk komando, sudah disebarkan ke'kapal-kapal Kapten Burung Bangkai' " ,ucap prajurit yang melapor dan berdiri dibelakang Qharlan.


" 'Kapal-kapal Kapten Burung Bangkai' sudah disiapkan? Bagus...kapten-kapten mereka berpengalaman dalam pertempuran laut, mereka kunci kita untuk memenangkan pertempuran ini sekarang" ,ucap Qharlan sambil melihat kertas kosong dengan pion-pion diatasnya.


'Kapal-Kapal Burung Bangkai'...salah satu kelompok bajak laut yang terkenal suka menantang angkatan laut elit kerajaan-kerajaan diAkkadia.


*Hahh...berapa banyak kelompok bajak laut seperti ini dipihakku? Sejak awal, aku sudah ragu kalau ini adalah angkatan laut seorang raja* ,pikir Qharlan sambil menghela nafas.


Qharlan sudah sebisanya mengumpulkan ratusan kelompok bajak laut diseluruh Akkadia, ia janjikan mereka kekayaan,kejayaan,dan nama untuk mengajak mereka kesini.


*Bbbbbrrrruakkkkkk!*Trassssshhhhhhh!*


Suara itu cukup besar tapi bisa terdengar itu berada jauh, dibagian pasukan tengah....dimana pasukan Qharlan diserang.


*Apa itu?* ,pikir Qharlan.


*Brrruaaakkkkkk!*


Suara itu terdengar sekali lagi.


*Sesuatu yang besar menghantam kapal dan langsung tenggelam kedalam laut? Apa itu...kapal musuh yang menabrak kapal kita? Tapi tidak..suara tidak begini…..suaranya tidak begini* ,pikir Qharlan dengan kebingungan.


Kemudian sesuatu seperti api kecil melayang keangkasa..


Untuk sebentar Qharlan bisa melihatnya...sesuatu...seperti yang Qharlan kenal…


Pernah Qharlan lihat dipengepungan…


*Batu!?* terkejut Qharlan.


Kemudian turun bola api kecil tersebut.


*Bbbbrrruuaakkkkk!*


Qharlan bengong sebentar kemudian sadar apa yang ia harus lakukan.


Qharlan kemudian mengalihkan dirinya dari lemparan batu itu dan berjalan kebelakang dek kapal.


"Suruh kelompok 'Hiu Bercakar' untuk maju dari garda belakang dengan merpati!" ,teriak Qharlan sambil menarik salah satu prajurit.


"B-baik tuan!" ,ucap prajurit yang ditarik Qharlan dengan cepat.


Prajurit itu kemudian dilepaskan Qharlan, kemudian pergi kearah tempat mengirim surat merpati.


"Astaga...astaga.." ,ucap Qharlan sambil meletakkan jarinya didahinya.


"Apa tuanku?" ,bertanya Paral.


"Mulai dari serangan waktu malam ditengah laut, membelah pasukannya untuk menyerang dari 2 arah, dan sekarang….Katapult diatas kapal. Jenderal yang kita lawan bukan orang biasa" ,ucap Qharlan.


Katapult bukan mesin perang yang mudah dibuat, maupun diangkut didalam kapal, beratnya harus bisa disesuaikan disebuah kapal jika mau diangkut dengan seimbang tanpa tenggelam.


*Bbbbrrruuaakkkkk!*


Qharlan kemudian melihat ratusan batu yang berapi melayang diatas angkasa…


Bagaikan bintang jatuh dibuku dari Pulau Suci Cyronia…


Dan ratusan mereka melayang...dan jatuh..


*Bbbbrrruuaakkkkk!*


Sedangkan ini…ada puluhan Katapult yang dipasangkan.


Kehilangan mesin Katapult bukan harga yang murah dan hanya orang yang berpengalaman dalam permesinan bisa membuatnya dalam beberapa minggu.


*Bbbbrrruuaakkkkk!*


Terjadi kesalahan..maka puluhan Katapult akan tenggelam dan harganya...


….takkan murah.


*Bbbbbrrrruakkkkkk!*


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Beberapa kapal sudah dibuat berbulan-bulan dimata Perrin hancur…


*Ini adalah kerugian yang rela kuambil..* ,pikir Perrin.


Tenggelam kapal garda depan bersama ribuan awaknya yang sungguh berani..berani....berani? Bodoh lebih tepatnya


'Sebagian besar bodoh' itu adalah kata yang digunakan Julius untuk menggambarkan orang yang mau melakukan hal heroik.


Ketika ucapan Julius meringing dikepala Perrin, kadang semua suara didunia ini menjadi seperti tak pernah ada.


Bahkan teriakan awak kapalnya yang tenggelam...suara laut yang menenggelamkan sampah dari makhluk darat..


Dan suara kapal jatuh...tenggelam..


Tapi nampaknya bukan cuma awak kapal garda depan milik Perrin yang tenggelam tapi beberapa musuh juga.


Banyak kapal musuh juga ikut tenggelam...dengan bendera Kraken dan Mahkota berdampingan perlahan...baru setelah itu tenggelam perlahan juga..


Tapi Perrin bisa melihatnya...ditengah kekacauan dan kapal karam…


Ditengah-tengah kekacauan dan api juga laut yang memakan sampah darat...ada sesuatu.


Jalan..kunci untuk memenangkan pertempuran..


"Perintahkan semua kapal disekitar kita untuk maju" ,ucap Perrin dengan matanya yang melebar.


*Bbbbrrruuaakkkkk!*


"Tuan?" ,gumam Jaruman karena tak mendengar ucapan Perrin karena serangan Katapult.


"Perintahkan pasukan kita untuk maju sekali lagi, kita akan menyerang kedalam formasi kapal" ,ucap Perrin sambil berbalik melihat kearah Jaruman.


Formasi kapal musuh ini telah dipecah dan ada celah untuk kita menyerang...


Dengan menyerang akan ada kunci kita untuk menang...


"Tapi tuanku...ini nampaknya tak tepat.." ,ucap Jaruman sambil mengerutkan dahinya.


"Apa maksudm-


Ketika Perrin berbalik kembali melihat kedepan, kearah formasi kapal pasukan musuh….


Celahnya sudah tertutup..


Kunci kemenangannya sudah dilempar kelautan sama seperti awak kapal garda depan Perrin...


Kapal-kapal musuh sudah membuat formasi dan menutup kesempatannya.


*Ini terlalu cepat..* ,pikir Perrin.


Baru saja Perrin berbalik dan celah sudah tertutup…


Ditengah lautan yang dipenuhi kekacauan disalah satu kapal bisa terlihat layar Kraken abu-abu nya Perrin bisa terlihat terbakar oleh api...dan prajurit musuh menggantinya bendera mahkota sambil berteriak semangat…


"RAJA TRIVISTANE! RAJA TRIVISTANE! RAJA TRIVISTANE RAJA SAH! RAJA SAH! RAJA SAH!!"


*Aku dipukul mundur...aku dengar jenderal musuh adalah mantan bajak laut dan memiliki pengalaman 25 tahun dilaut...kelihatannya itu benar..* ,pikir Perrin memperhatikan kapal pasukan bagian depannya mulai diambil musuh atau tenggelam satu persatu...


Formasi pasukan kapal bagian depannya hancur...


Dan selanjutnya musuh bisa terlihat menargetkannya kebarisan kapal Perrin...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Suruh kapten 'Pantai Putih' agar awaknya terus maju! Berikan merpati kesana!" ,perintah Qharlan ke awak kapal yang menyiapkan merpati pengirim surat.


"Ba-baik tuanku!" ,ucap prajurit itu.


"Bagaimana dengan sisi sayap kanan!?" ,ucap Qharlan bertanya dengan kencang.


"Ma-masih memburuk tuanku! Kapal-kapal kita disayap kanan banyak diambil tuanku!" ,ucap prajurit itu dengan gagap.


*Sial...sudah bagus disayap kiri malah rusak disayap kanan..* ,pikir Qharlan.


"Kirim merpati ke Kapten kapal 'Tirai pelacur' digarda belakang untuk menyerang bersama 3 kapal pasukan kita yang lain ke sayap kanan, perintahkan mereka untuk tak mengambil kapal musuh sayap kanan tapi membakarnya!" ,perintah Qharlan.


"Baik tuanku!" ,ucap prajurit itu sambil langsung berlari kesisi lain kapal.


"Bagaimana dengan serangan musuh disayap kiri!?" ,bertanya Qharlan kepada salah satu prajuritnya.


"Kacau tuanku! Tapi musuh masih bertahan kuat nampaknya tuanku!" ,ucap prajurit itu.


"Perintahkan untuk serang terus! Bagaimana dengan kapal di garda depan!?" ,ucap Qharlan dengan bibir tuanya.


"Tu-tunggu sebentar tuanku!" ,ucap prajurit itu sambil bergetar tangannya membuka surat disalah satu kaki merpati.


Qharlan hanya mewajarinya dan melihat ratusan kapal disekilingnya sedang dalam kacau dengan api bersama besi bertubrukan satu sama lain.


Angin malam menghembus sementara suara teriakan pasukan terdengar disekeliling Qharlan.


Tapi Qharlan bisa merasakan angin malam dikulitnya...sedang tak berpihak padanya...


*Dewi Ibu Laut...berikan aku berkah hari ini...* ,pikir Qharlan sambil berdoa.


"Tuanku pasukan garda depan sudah diserang tuanku dibagian kiri! Pertempuran sudah mulai tenggelam digarda depan!" ,ucap prajurit itu sambil membaca surat itu.


"Bagus, perintahkan pasukan garda belakang untuk bergerak menyerang secara penuh!" ,ucap Qharlan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Dalmatia punya siapa!?" ,ucap Jenderal Jaruman sambil berjalan melihat kepada awak-awak kapal yang berbaris diatas kapal.


"KITA!" ,ucap prajurit dengan serempak.


"DALMATIA PUNYA SIAPA!?" ,ucap Jaruman lebih kencang sambil mengepal tangannya didepan dadanya.


*Drukk!*Drukk!*Drukk!*


"KITA! KITA!" ,ucap prajurit secara serempak sambil menghantam perisai mereka dengan pedang mereka.


*DUMM!*DUMM!*DUMMMMMM!*


Suara drum perang dibunyikan oleh prajurit dikapal Perrin...suara menggelegarnya terdengar besar dan membuat pasukan menjadi lebih bersiap..


*DUMM!*DUMM!*DUMM!*DUMMMMMMMM!*


Ratusan kapal lainnya mulai ikut membunyikan drum perang mereka, untuk sebentar bagaikan memang pasukan Perrin menyiapkan upacara sihir hitam untuk membangkitkan Kraken....


"SIAPA YANG PUNYA DAMALTIA!!?" ,ucap Jaruman dengan suara lebih kencang hingga kapal lain bisa mendengarnya.


"KITA! KITA! KITA! KITA YANG MEMPUNYAI DAMALTIA!" ,ucap prajurit lebih semangat.


"TUNJUKKAN KALAU BEGITU!!" ,ucap Jenderal Jaruman.


Sementara Jaruman menyiapkan semangat pasukan dibelakangnya. Perrin sedang didepan kapal, melihat prajuritnya dan prajurit musuh yang bertarung satu sama lain.


Terlihat beberapa pasukan musuh sedang naik keperahu kecil untuk bersiap mendarat dibarisan kapal Perrin.


Beberapa sudah siap diperahu dan sedang mendayung kekapal Perrin.


"Pemanah sudah siap?" ,bertanya Perrin.


"Iya tuanku" ,ucap prajurit disampingnya.


"Perintahkan mereka untuk menyiapkan panah mereka" ,ucap Perrin sambil berbalik dan berjalan kesuatu tempat, "aku sendiri akan menyiapkan panahku"


Perrin kemudian berjalan diantara pasukan yang bersemangat dan berteriak teriakan perang mereka.


Mata Perrin menatap kedepan dengan tajam.


Sementara armour Perrin berkilau diantara kegelapan malam dan air yang membaluti armour Perrin.


"Jaga kapal ini, sementara aku naik keatas tiang kapal" ,ucap Perrin sambil memberi Jaruman jubah hitamnya.


"Tuanku? Apa ini.." ,ucap Jaruman kebingungan.


"Jaga kapal ini, aku akan naik keatas" ,ucap Perrin sambil menaiki tangga tali tiang tower kapal.


*Jika aku tidak melakukan ini...maka pertempuran ini tak dimenangkan..* ,pikir Perrin.


.


.


.


.


.


.


.


.


Layar kraken terlihat terbakar oleh api ditengah lautan...


Qharlan bisa melihatnya dari jauh meskipun diantara kegelapan, bagaimana pasukannya menggantinya dengan bendera raja Trivistane, meruntuhkan bendera Kraken abu-abu yang menakutkan itu.


Pertarungan telah timbul dibanyak bagian dipasukan, ketika pertempuran berakhir pastinya korban dan kerugian tak mungkin sedikit.


Tapi Qharlan bisa melihatnya....kalau pertempuran ini belum berakhir...


"Bagaimana dengan pasukan musuh?" ,ucap Qharlan bertanya kepada Paral dibelakangnya.


"Mereka dipukul mundur tuanku, kita menang! Raja Trivistane yang sah menang tuanku!" ,ucap Paral dengan senyuman.


"Tidak...masih belum...kemenangan itu tak pernah pasti nak" ,ucap Qharlan dengan tatapan tajam melihat kapal-kapal terbakar dan jatuh ketangan pasukannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*...tuk*


Naik Perrin keatas tiang pengawas kapal ini...


"Hahh.." ,menghela nafas kelelahan Perrin karena betapa susahnya naik keatas dengan armournya.


Perrin kemudian membuka helmnya dan matanya menjadi merah kembali karena pantulan bayangan api didepannya.


Bisa Perrin lihat diatas tiang ini...ribuan pasukan bertarung satu sama lain..satu persatu mati...yang hidup membunuh sedangkan yang mati dipijak yang hidup...


Ratusan bendera Kraken nya mulai dibakar oleh musuh...bisa terlihat formasi depan pasukannya mulai runtuh satu persatu..


Lautan menjadi penuh dengan kobaran api,darah,ribuan kematian,besi,kayu,dan ribuan mayat.


Puluhan Kapal terbakar didepan Perrin dan ratusan lagi jatuh ketangan pihak lain...


Perrin kemudian meluruskan tangan kanannya kedepan...


Menarik nafas Perrin....sedangkan dadanya mulai sesak dengan jantungnya yang berdetak kencang..serta gugup...


*Jika aku gagal....maka pasukanku kalah..* ,pikir Perrin.


Pasukannya telah dipukul mundur, semua bergantung pada keputusan ini. Perrin telah menyiapkannya meskipun Perrin masih cukup ketakutan menggunakannya.


Sihir itu bagaikan pedang tajam tanpa pegangan, berbahaya diayunkan tapi efektif melawan musuh jika dikendalikan.


Tapi tetap saja Perrin masih belum sepenuhnya mengendalikannya. Perrin ingat bagaimana dia mencoba kekuatan sihirnya didekat hutan disekitar Kastil Ballerius.


Apinya membakar segerombolan rubah hingga rubah menghilang tanpa menyisakan apapun, tapi setelah menggunakannya Perrin merasa kelelahan sangat banyak.


Ketika diawal datang kedunia ini Perrin bisa tidur beberapa kali meskipun sulit, tapi setelah menggunakan sihir itu Perrin tidak bisa tidur sama sekali.


*Sihir didunia lebih menakutkan dan liar...sihir didunia ini bagaikan pedang tajam tanpa pegangannya..* ,pikir Perrin.


'The Magical Skill Activated: The Great Black Fire'


Suara Willy meringing dikepala Perrin...


"The Magical Skill Activated: The Great Black Fire" ,ucap Perrin.


Lingkaran sihir besar berwarna abu-abu keluar dari tangan Perrin...


Dan sebuah bola cahaya kecil terbentuk didepan lingkaran sihir tersebut...


Terlihat bola cahaya kecil tersebut mengumpulkan aura sihir disekitarnya..


*Biarkan nyawa sebagai taruhannya..* ,pikir Perrin.


'Lepaskan'


"Lepaskan" ,ucap Perrin.


Bola cahaya kecil tersebut kemudian terlempar keangkasa...dan lama-lama menjauh dari Perrin...


Terbang bola kecil tersebut diatas laut yang menjadi lapangan pertempuran..


Bola kecil tersebut bercahaya terang hingga semua orang memperhatikannya...


Sangat terang hingga gelap malam sebentar dihilangkan oleh bola cahaya kecil tersebut...


Ribuan manusia mengalihkan perhatiannya melihat bola kecil tersebut...


Jaruman bersama pasukan yang bersemangat dibawah Perrin...


Pasukan musuh Perrin yang sedang naik diatas perahu bersiap untuk naik keatas kapal Perrin...


Ratusan pasukan yang bertarung satu sama lain diatas kapal.....


Satu prajurit yang bertahan hidup dari pertarungan sedang duduk diatas mayat teman dan musuhnya...


Prajurit-prajurit musuh yang sedang bersorak-sorak sambil membakar bendera Kraken Perrin...


Qharlan dan prajuritnya…


*Apa itu..* ,pikir Qharlan dengan bengong.


*BOOOOOOOAMMMMMMMMMMMMMM!!!!*KRRRRREKEKKAKKAKKKKKKK!!!*TURRRRRRRARRRRKKKKKKKK*