Hannoic War

Hannoic War
Indah (part 11)



"Kapan sebuah perang berakhir? Itu ketika ada suatu pihak yang menang"


-Lelouch vi Britannia


Indah


"Kita sampai!," sorak-sorak pasukan Vespasian terdengar dengan senang.


Dihadapan mereka terlihat kota Ballerius yang sudah dekat.


Terlihat beberapa dari mereka menggandeng teman mereka dan bercanda tentang rumah bordil yang akan mereka kunjungi disana.


Mereka senang karena sudah selesai perjalanan jauh tanpa istirahat dan pertarungan mengerikan yang telah berbulan-bulan mereka alami.


Dari jauh terlihat dinding kota Ballerius yang cukup besar yang memiliki gunung sebagai pertahanan alami disekilingnya.


Bagi beberapa orang yang belum pernah mengunjungi Kota Ballerius, dindingnya membawa kesan kuat dan tak tertembus.


Dinding dan bagian paling inti dari kota ini tak pernah diganti selama ratusan tahun sejak kota ini berdiri.


Wanita yang memakai pakaian medis tersebut hanya bisa merasa senang menyaksikan betapa bahagia nya pasukan yang merasa bisa istirahat dari pertarungan mereka.


"Apa kita sudah sampai buk?" ,ucap seorang prajurit yang sekarat berbaring diatas kereta.


Dirinya bertanya pada wanita berpakaian medis tersebut dengan sedikit rasa senang.


Prajurit yang sekarat tersebut terlihat berbalut perban diseluruh tubuhnya. Kaki nya terlihat hanya tinggal satu.


"Iya kita sampai..istirahatlah" ,ucap wanita tersebut sambil memegang bahu prajurit sekarat tersebut, menyemangati nya dengan senyuman.


.


 __-_-___


.


"Gan harar" ,panggil Toran terhadap seorang Ksatria


Masuk ksatria yang ia panggil tersebut kedalam ruangannya.


"Iya tuan?" ,ucap Ksatria bernama Gan Harar tersebut sambil menunduk dengan hormat kepada Toran.


Toran kemudian berdiri dari meja nya yang dipenuhi surat dan kertas.


Ia kemudian berjalan kearah tumpukan kertas yang ia taruh dibalik lemari.


Setelah mengambil secarih kertas tersebut, Toran berjalan kearah Gan Harar sambil membawa kertas tersebut ditangannya.


"Beri surat ini keOlivvar untuk mengantarkannya kepada anakku siVesius" ,ucap Toran memberikan surat tersebut kepada Gan Harar.


"Baik tuan" ,ucap Gan Harar mengambil surat tersebut dan berjalan keluar dari ruangan Toran.


"Anak itu...apa yang dipikirkannya ketika ia memimpin perburuan bandit secara langsung?" ,ucap Toran dengan rasa kesal menumpuk didirinya.


___-_-___


"Kelihatannya aku harus meninggalkan kalian untuk selama berbulan-bulan atau bahkan mungkin bertahun-tahun" ,ucap Taitus sambil berjalan masuk kekereta tertutup


Terlihat ada prajurit yang menjaga Taitus disekelilingnya.


Dibelakangnya ada Kalavvar dan Redrick yang ikut memberi salam selamat tinggal padanya.


"Jadi Scerl, akan kutinggalkan perlindungan Kalavvar kepada dirimu" ,ucap Taitus.


"Iya-iya, tenang saja nak, tidak perlu perpisahan sedih" ,ucap Kalavvar.


"Iya kau benar, bahkan mungkin aku tak perlu mengundang dirimu untuk memberi salam selamat tinggal kepada diriku" ,ucap Taitus yang kemudian berhenti berjalan dan menoleh kearah Kalavvar.


"Dasar sialan, begitu buruknya kah ucapanku hingga membuatmu sedikit marah?" ,ucap Kalavvar.


"Oi tangkap nih!" ,ucap Taitus melempar sebuah koin ke Kalavvar.


"Ah! Ah!" ,ucap Kalavvar sembari menangkap koin yang dilempar Taitus.


"Apa ini?" ,ucap Kalavvar


Terlihat koin silver tersebut memiliki lambang Macan kumbang dicetak diatasnya.


"Hadiah selamat tinggal. Jika kita bertemu setidaknya itu akan membuat pertemuan kita jadi sedikit hangat" ,ucap Taitus tersenyum dan lanjut berjalan kearah kereta tertutupnya.


Taitus terus berjalan hingga jarak antara Kalavvar dan dirinya cukup jauh.


Sedangkan prajurit yang mengelilinginya bertambah banyak.


"Tuanku, semoga selamat dijalan" ,ucap Scerl sambil menunduk dengan hormat kepada Taitus.


"Kau telah menyelamatkannya satu kali waktu ia dikejar pembunuh bayaran dijalanan, aku mohon selamatkan ia lain kali jika ada peristiwa seperti itu!" ,ucap Taitus dengan kencang.


"Baik tuan!" ,ucap sekali lagi Scerl dengan sopan.


"Tenang saja, lain kali aku bertemu pembunuh maka aku akan melawan nak!" ,ucap Kalavvar dengan tersenyum.


"Jangan sampai ini terakhir kali kita bertemu Kalavvar! Jangan mati karena minum air anggur terlalu banyak!" ,ucap Taitus.


"Kau yang jaga-jaga! Jangan sampai tuan muda Basileus yang terkenal hebat mati karena ayunan pedang bandit dijalan!" ,ucap Kalavvar tersenyum.


Taitus juga ikut tersenyum selama masuknya ia kekereta tertutup tersebut.


Pintu kereta tertutup tersebut kemudian digeser oleh para prajurit.


Kuda meringkik dan roda kereta tersebut kemudian bergerak.


Kereta Taitus menjauh dan ratusan prajurit berkuda mengikutinya dari belakang.


"Oi Rodrick! Ayo kita kembali dan minum-minum!" ,ucap Kalavvar sambil menggandeng Rodrick dengan erat hingga Rodrick tak bisa bernafas


"Tuanku, Rodrick akan kehabisan jika anda tak melepaskannya" ,ucap Scerl


.


"Kuat dan Cepat dalam diam" ,ucap Taitus.


"Mm? Ada keluhan tuanku?" ,ucap salah satu prajurit bertanya pada Taitus.


"Tak ada, aku hanya mengatakan kata semboyan keluarga ku" ,ucap Taitus.


Bendera keluarga Basileus berkibar dilapangan mengelilingi kereta Taitus.



Note: Lambang Keluarga Basileus


Kata semboyan keluarga Basileus merupakan "Kuat dan Cepat dalam Diam"


.


 ____-_-____


.


"Kau siap nak?" ,ucap Ayah Filda dari atas kereta kudanya mengulurkan tangannya kepada Hanno.


"Iya" ,ucap Hanno mengambil tangan Ayah Filda dan naik keatas keretanya.


*Teekk*


Hanno kemudian naik kekereta yang ditarik oleh kuda tersebut.


Suara papan bergeser seiring Hanno memijak kereta tersebut


Ada daging,tulang,kulit,dan beberapa cairan hewan yang mau dijual dikota Ballerius oleh Ayah Filda.


"Filda, jaga dirimu baik-baik jika ada sesuatu pergilah kekuil putih aneh penyembah dewa terang cahaya mu itu" ,ucap Ayah Filda dengan nada kasar.


"Iya ayah" ,ucap Filda tersenyum pahit.


"Hanno, kau jaga dirimu ya?" ,ucap Filda melihat kearah Hanno dan dengan lembut ia tersenyum.


Hanno hanya mengangguk ringan sambil ikut tersenyum.


Kereta berjalan dan kuda mengeringik menjauh dari rumah mereka berdua.


Dan Filda melambai dari jauh.


Ayahnya dan Hanno membalasnya.


.


 ___-_-___


.


Gelap.


Hanya lilin dan jendela yang menerangi ruangan ini.


Rak buku memenuhi ruangan ini, dengan ratusan buku dengan pengetahuan dari ujung Dunia berada disini.


Itulah penjelasan paling singkat bagi Regio untuk menjelaskan ruangan perpustakaan negara Dalmatia.


Perpustakaan yang telah berdiri sejak ratusan tahun dibangun oleh 'Raja Varilaus iii Sang Pendamai'.


Perpustakaan ini telah berdiri bersama dengan kastil Balradius berdiri.


Lentera ditangan kirinya dan buku tebal ditangan kanannya. Regio berjalan diruangan perpustakaan, berjalan dirinya dikegelapan kearah meja dimeja dimana ia bisa membaca buku yang ia tenteng dengan tenang.


"Oh kau disini juga Casca" ,ucap Regio sedikit terkejut ketika ia sampai dimeja tersebut.


"Tidak perlu khawatir temanku, aku hanya berdiri disini untuk mencari sesuatu" ,ucap Casca dengan lembut


"Mencari sesuatu?" ,ucap Regio sambil duduk dikursi dan menaruh buku tebal tersebut dimeja.


"Hanya meluangkan waktu dengan rasa penasaran akan pengetahuan" ,ucap Casca sambil dirinya ikut duduk bersama Regio.


Regio kemudian membuka buku tebal tersebut dan membuka lembaran buku itu satu persatu, membaca dari lembar kelembar.


"Sejarah Strantos dari tahun 3.000 sebelum penaklukkan Cassandra yang agung" ,ucap Casca melihat judul buku yang dibaca Regio, "apa yang kau cari dibuku itu?" ,tanya dirinya.


"Kebenaran" ,ucap Regio.


"Tentang apa?" ,tanya Casca.


"Pahlawan dari dunia lain" ,ucap Regio


"Ohhh...sangat jarang kau melakukan hal begitu" ,ucap Casca menyeringai, "apa kau mulai meragukan mereka?"


"Jika itu demi Dalmatia dan keluarga kerajaan Dalmatia, aku akan meragukan siapapun Casca" ,ucap Regio sambil menutup buku tersebut.


"Jadi?" ,ucap Casca, "apa kau menemukan sesuatu yang kau bilang kebenaran itu?"


"Belum" ,ucap Regio.


"Bukankah kau melihat mereka dipanggil secara langsung? Kenapa kau meragukan mereka?" ,ucapnya.


"Dengarkan ini Casca, dahulu sekitar ribuan tahun yang lalu, raja iblis datang dan membawa masa kegelapan keseluruh mahluk hidup" ,ucap Regio sambil membaca salah satu ucapan dari buku tersebut, "tapi kemudian para pahlawan datang, 'Sang Penyembuh', 'Sang Ksatria Putih', 'Sang Ksatria Api', 'Sang Ksatria Gelap', 'Sang Wa-


" 'Sang Wanita pembawa tombak' dan 'Sang Wanita Pembawa Bendera Cahaya' dan kemudian pahlawan tersebut mengalahkan raja iblis tapi raja iblis akan kembali untuk ribuan tahun yang akan datang dan pahlawan akan bereinkarnasi dan mengalahkan raja iblis kembali untuk selamanya..." ,ucap Casca melanjutkan ucapan Regio.


Casca kemudian mengukir senyum licik diwajahnya.


"Tapi sayangnya dalam beberapa versi legenda lain, wanita-wanita tersebut tak ada, ada pula yang menambahkan pahlawan dengan kekuatan sihir lain, semua orang diseluruh dunia tahu cerita ini temanku Regio" ,ucap Casca.


"Boleh kutanyakan padamu sesuatu Casca? Apa kau percaya kata-kata berumur ribuan tahun itu? Apa kau percaya nubuat? Apa kau percaya legenda? ,ucap Regio sambil menutup buku yang ia baca dan dengan tatapan serius ia melihat Casca, "apa kau percaya sihir?"


Casca hanya menatap Regio dan senyuman Casca hanya terus lebih lebar.


Kemudian Casca berdiri melangkah kejendela dan melihat keluar dimana hutan dan lahan rumput terbentang dijendela.


"Dibanyak versi pahlawan ada banyak, ada yang bilang kalau mereka 4...6..7...8..bahkan 19, tapi apa yang terjadi Regio? 39 pahlawan muncul secara tiba-tiba" ,ucap Casca.


"39 pahlawan....entah mereka palsu atau tidak itu masih misterius.." ,ucap Regio.


"Semuanya misterius didunia ini....tak ada yang pasti..." ,ucap Casca.


"Ya, pahlawan bisa saja berubah menjadi iblis atau mahluk monster semacamnya" ,ucap Regio.


"Hm" ,tawa kecil Casca, "kau tidak perlu beranggapan aneh seperti itu."


"Itu hanya spekulasiku" ,jawab Regio.


"Ayolah..apa yang terjadi padamu? Beritahu aku kenapa kau bisa beranggapan aneh seperti itu?" ,bertanya Casca.


"A..aku bermimpi" ,ucap Regio.


"Hoohh....mimpi...bisa kau ceritakan mimpi itu?" ,ucap Casca.


"Entah...mimpi itu terlalu cepat..aku tak terlalu ingat" ,ucap Regio sambil memegang bagian samping kepala dengan tangan kanannya.


"Ceritakan" ,ucap Casca.


"Aku bermimpi Perrin berubah menjadi monster gelap dan kemudian menawan putri dengan pisau dilehernya sedangkan pahlawan lain kemudian menodongkan pedang mereka ketuan putri dan Perrin sedangkan kau Casca tiba-tiba berubah menjadi belatung yang sangat banyak dan memakan sebuah bendera..." ,ucap Regio.


"Itu cuma mimpi temanku Regio..." ,ucap Casca.


"Tapi tetap saja aku tak bisa tenang rasanya....ada sesuatu yang salah...tapi rasanya aku tidak tahu itu..." ,ucap Regio.


"Kau melihat pemanggilan pahlawan secara langsung, kalau boleh aku tanya bagaimana pemanggilan tersebut berlangsung?" ,ucap Casca.


"Semuanya terjadi terlalu cepat aku tak bisa mengingat semuanya, tapi sekte putih dan Garuman berhasil memanggil para pahlawan" ,ucap Regio.


"Jangan berbohong padaku Regio..." ,senyum Casca dengan lebar dengan suaranya yang cukup lembut, "sejak kecil, kau itu cukup buruk dalam berbohong."


Regio memandang wajah Casca.


Seketika rasa ketakutan muncul didalam diri Regio


"Aku tahu kalau pemanggilan tak berjalan lancar, pemanggilan tersebut membuat 20 penyihir milik sekte putih menghilang...termasuk kepala penyihir sekte putih siGaruman" ,ucap Casca tersenyum licik, "dan beberapa ksatria setia lain dikastil ini....mereka menghilang karena efek pemanggilan ini..jika kutebak.."


"Ba..bagaimana kau tahu?" ,ucap Regio menoleh keCasca


"Ya....kau pikir siapa yang kau hadapi...teman masa kecilku Regio.." ,ucap Casca dengan lembut, "jadi kenapa kau tak memberitahu diriku soal hilangnya penyihir itu?"


"Haah..." ,Regio menghela nafas, ia sudah tak bisa lagi berbohong ,"aku rasa...kau yang paling berbahaya diseluruh kerajaan Dalmatia" ,ucapnya


"Harusnya kau sudah mengetahuinya sejak kecil kalau aku yang paling berbahaya....jadi? Ceritakan padaku semuanya" ,ucap Casca


"19 penyihir sekte putih menghilang saat pemanggilan para pahlawan, kami tak menduga hal tersebut, lagipula....19 penyihir menghilang...itu adala-


"Hal itu aku sudah ketahui...tapi kau tahu Regio? Bukan cuma kita yang punya nubuat seperti itu, para Centaurus dari padang rumput diutara mengatakan bahwa 6 petarung akan lahir kedunia ini dipimpin satu orang yang akan memimpin 5 petarung lainnya sejak ratusan tahun yang lalu" ,ucap Casca sambil mengambil sebuah buku dari rak buku disekitarnya, "dan Elf mengatakan bahwa akan datang 20 pahlawan yang akan dilahirkan lewat sihir,cahaya,juga pohon dan kemudian mereka akan menembakkan panah cahaya terang dari atas langit membuat Elf bersatu melawan Raja iblis ketika bangsa lain akan dihancurkan oleh Raja Iblis, Elf telah lama mengatakan itu sejak ribuan tahun yang lalu" ,ucapnya dengan senyum


Kemudian Casca menaruh kembali buku yang ia ambil kembali ke rak buku.


"Tapi kau tahu kenyataannya berapa banyak pahlawan yang dipanggil?" ,ucap Casca.


"39" ,ucap Regio.


"Ya...tapi satu pahlawan lagi gagal dipanggil, dan malah memunculkan mayat busuk yang ketika kita sentuh maka belatung akan terlihat didalam tubuhnya" ,ucap Casca sambil seringainya makin licik, "didunia ini segalanya misterius temanku Regio...dan aku mengetahui semuanya...dibalik bayangan misterius itu...saat semuanya ketakutan mengetahui bayangan misterius itu....aku masuk kedalamnya"