Hannoic War

Hannoic War
Ketakutan,Menangis,Mengutuk (Part 8)



"Manusia akan cepat percaya sesuatu yang mereka inginkan dan harapkan itu terjadi"


-Julius Caesar


Berjalan Glent ditengah-tengah kamp yang sibuk.


Ratusan suara besi bisa terdengar dimana-mana ia berjalan.


Suara api unggun dan pasukan yang bersenang-senang lebih bising.


Pasukan bolak-balik membawa senjata ataupun barang-barang, ratusan ksatria sedang bersiap dengan armour mereka ditenda, pelayan mereka membantu para Ksatria untuk bersiap.


Berjalan Glent kearah tenda paling mewah diantara kamp lainnya.


Diatas tenda tersebut berkibar bendera bercorak mahkota dan angin.


"Katakan siapa dirimu" ,ucap Pasukan penjaga didepan tenda mewah tersebut kepada Glent yang mendekat kearah mereka.


"Aku Glent, Tuan Sungai Pedang Angin" ,ucap Glent.


Kali ini Glent bisa melakukannya lebih baik karena ajaran Layare Balur dan Vella.


Vella mengajari banyak Glent bagaimana menunduk dan kata-kata sopan.


Jujur aja Glent tak menyukai gaya bangsawan, tapi kali ini dia punya teman seorang raja jadi dia harus melakukan sesuatu.


Bodyguard itu kemudian menyingkirkan tombak mereka dan membiarkan Glent masuk kedalam tenda.


Saat Glent masuk, aroma wangi parfum Dalmatia bisa tercium. Sedangkan seseorang pria berdiri dengan pelayan menyiapkan armournya.


"Glent..?" ,ucap Hasteinn sambil dikelilingi 3 pelayan menyiapkan armour dan pakaiannya.


"Hmm..." ,cium Glent keruangan ini, "aroma parfum Dalmatia"


"Iya, diberi oleh Nona Layara Balur...katanya tenda sang raja tidak diperbolehkan berbau lumpur,besi,dan keringat" ,ucap Hasteinn sambil dipasangkan tali pinggangnya oleh pelayan.


"Yang mulia....bisa berbalik sebentar.." ,ucap Pelayan dengan pelan.


"Iya" ,ucap Hasteinn sambil mengikuti instruksi pelayan.


Untuk sebentar Glent melihat Hasteinn yang muda, bukan seorang raja.


"Apa sudah?" ,ucap Hasteinn dengan kuat.


Untuk sebentar bayangan Hasteinn yang muda menghilang menjadi seorang raja yang memerintah.


"S-sudah tuanku...armour anda sudah siap.." ,ucap pelayan.


"Ya...kalau begitu pergilah.." ,ucap Hasteinn sambil memakai armour besinya yang terlihat memiliki sedikit armour kulit dibagian perutnya.


Pelayan-pelayan tersebut kemudian melewati Glent dan keluar dari tenda ini.


"Pasukanmu loh salah satu yang berangkat paling awal, tidak menyiapkan mereka lebih dahulu?" ,bertanya Hasteinn sambil mengambil teko berisi air anggur, "kau mau air minum?"


"Heh, 'seorang raja menuangkan air anggur kepada anak pandai besi' ....kalau itu jadi judul lagu mungkin akan bagus" ,ucap Glent sambil mengambil gelas besi yang berada diatas meja.


"Hahahahahahaha" ,tertawa mereka berdua.


Kembali keduanya menjadi sesama teman daripada seorang raja dan bawahannya.


"Ahh...jadi ingat kota Vurah..ada...ada siapa namanya? Anak yang pikir kalau dia berjalan dengan 2 tangannya didepan maka dia akan jadi lebih keren?" ,ucap Hasteinn sambil ada sela-sela cekikikan dilehernya.


"Manara! Astaga emang anak bodoh itu! Dia pernah tuh minum kencing kuda karena pikir itu bisa menyembuhkan bentolan ditangannya" ,ucap Glent.


"Puhhhk!" ,Hasteinn sampai mengeluarkan air anggur dari mulutnya.


"Hahahahahaha!" ,tertawa Glent.


"Tak usah ingatkan aku itu sialan" ,ucap Hasteinn.


"Emanglah...hahh...hahahaha" ,cekikikan Glent mengingat hal tersebut.


"Ada lagi anak idiot diKota Vurah siapa lagi? Siapa namanya itu? Cewe yang badannya bagus tapi bego sampai ketulang...anak pemilik kedai daging itu..Zira..zera?" ,ucap Hasteinn sambil menaikkan alisnya.


"Zara! Cewe kau tuh!" ,ucap Glent.


"Mana ada, cewe punyamu, kau sudah berapa kali tidur ama dia?" ,ucap Hasteinn.


"Tapi kau tahu sialan? Badannya enak banget, mudah banget diajak dia tuh. Bahkan om-om pernah minta tidur ama dia sebagai nukar untuk cuci piring.." ,ucap Glent sambil cekikikan.


"Serius kau? Aku tak pernah tahu" ,ucap Hasteinn.


"Iya, om-om itu langsung yang beritahu aku. Dia juga udah lihat tahi lalat dipahanya yang pernah kulihat waktu tidur ama dia" ,ucap Glent.


"Sialan...emanglah kita punya banyak orang bodoh" ,ucap Hasteinn.


"Hahahahahahaha" ,tertawa Glent mendengarnya.


Hasteinn hanya tersenyum dan terlihat beberapa selang tawa keluar dari wajahnya.


"Jadi? Kenapa kau datang kesini" ,ucap Hasteinn sambil mengelap mejanya yang terkena beberapa air anggur.


"Tak ada aku ingin lihat seorang raja" ,ucap Glent.


"Sekarang kau sudah melihatnya, jadi apa lagi?" ,ucap Hasteinn.


"Ayolah, aku dengar kau berkelahi dengan Tuan Handam" ,ucap Glent.


"Aku tak apa-apa, Glent" ,ucap Hasteinn sambil melihat tangannya.


"Katakan bodoh, kau itu raja, kau akan berdiri sendirian suatu hari, tapi saat ini kau punya diriku" ,ucap Glent sambil mendekati Hasteinn.


Hasteinn hanya tersenyum pahit.


"Hahh...tuan-tuan dan bangsawan Geralda adalah hal buruk..aku selalu lupa itu...." ,ucap Hasteinn sambil duduk dikursinya.


Kali ini dia kembali jadi anak muda kembali..


"Tuan Handam bukan yang terburuk, hanya yang paling ribut sedangkan yang paling suka berkelahi dibangsawan Geralda itu banyak. Kau sudah dengar Glent? Bagaimana dia menyerangku langsung dipesta itu? Hahh...Dia kelihatan seperti mau membunuhku....aku beruntung tak mati saat itu..tanganku bergetar banyak setelah pesta itu" ,ucap Hasteinn sambil melihat tangan mudanya.


"Sayang aku tak disitu, aku dengar kau memukulnya dengan pegangan pedangmu...pasti pemandangan yang bagus" ,ucap Glent sambil menyengir.


"Ya...bangsawan Geralda lebih buruk daripada yang kuingat waktu mereka mengunjungi kastil Has" ,ucap Hasteinn sambil memijat dahinya.


*Kastil Has...* ,pikir Glent.


"Boleh kutanya Hasteinn? Kenapa tidak kau sendiri yang mengambil rumah kita?" ,ucap Glent menoleh kearah Hasteinn.


"Aku harus melakukannya Glent...aku raja sekarang...ada urusan yang lebih penting dari Kastil Has sekarang.." ,ucap Hasteinn sambil melihat salah satu pion dimejanya.


*Aku...aku tak mengerti...aku tak mengerti apa yang dirasakannya...aku hanya berpikir kalau aku mengerti apa yang dirasakan oleh dirinya..* ,batin Glent menyadari sesuatu.


"Maaf...aku tak mengerti bagaimana rasanya menjadi raja" ,ucap Glent.


"Tak apa..yang penting aku punya seseorang yang bisa kuajak untuk bicara.." ,ucap Hasteinn dengan senyuman kecil diwajahnya.


Glent kemudian berdiri lebih tegap dan melangkah mencoba keluar dari tenda ini.


Tapi Glent mengingat sesuatu.


"Oh iya, Hasteinn.." ,ucap Glent dalam suara yang lebih ramah, "kau perlu mengunjungi adikmu sebelum kau pergi kemedan perang.."


"Vella? Apa yang terjadi padanya?" ,ucap Hasteinn yang terlihat tiba-tiba berubah menjadi seseorang yang ingin bangun.


"Tidak ada, tapi bahkan ketika seorang adik dikelilingi teman-temannya tapi tetap seorang adik butuh kakak kuat disampingnya untuk menjaganya" ,ucap Glent sambil membuka pintu tenda dan berjalan keluar dari tenda tersebut.


Hasteinn hanya tersenyum sedikit mendengarnya sambil melihat Glent keluar dari tenda...


Wajah Hasteinn terlihat setengah lelah..


* 'Seorang anak pandai besi berbicara dan bercanda dengan seorang raja...' andai saja sejarawan memasukin ini kedalam buku tebal sejarah mereka ketika dimasa depan hehehe...* ,pikir Glent sambil tersenyum.


___-_-_____


"Tuan Taivarr" ,ucap Vesius dari belakang memanggil Taivarr.


Terlihat Taivarr yang sedang berjalan didampingi prajurit bodyguard dan beberapa teman-temannya yang ikut mengobrol bersama Taivarr.


Taivarr tiba-tiba menoleh kebelakang dan melihat Vesius.


"Tuan muda keluarga Garius" ,ucap Taivarr bersama beberapa teman-temannya yang lain.


Tapi ada juga teman-temannya yang berwajah pahit melihat Vesius.


*Beberapa dari mereka membenciku..* ,pikir Vesius ketika mendekat kearah Taivarr.


"Tuanku, performa anda sebagai hakim benar-benar hebat tadi" ,ucap Vesius sambil tersenyum.


Terlihat Taivarr menaikkan alisnya memberi tanda pada teman-temannya.


Teman-temannya langsung bergerak menjauh dari Taivarr dan Vesius, menyisakan hanya mereka berdua dan pasukan penjaga bodyguard Taivarr.


"Tidak tuanku, itu hanya urusan sehari-hariku sejak pertama kali aku naik ketangga politik. Juga sudah biasa aku menangani orang bodoh yang langsung saja bawa sidang seperti ini" ,ucap Taivarr dalam suara tuanya.


*Siapa yang tidak tahu kau sebagai hakim...kau berhasil naik kedalam tangga politik karena kau terkenal sebagai hakim adil....* ,pikir Vesius.


"Jangan berbohong Taivarr...semua orang tahu kalau Kasamarr itu koruptor dan suka disuap.." ,ucap Vesius sambil tersenyum disamping Taivarr, "kenapa kau membela Kasamarr? Padahal sebagai hakim kau bisa membela anak muda bodoh itu"


Taivarr langsung menoleh keVesius, dengan tatapan tajam...


"Kita berdua tahu, kalau hakim tidak bisa langsung menghukum Terdakwa seperti itu tanpa banyak bukti" ,ucap Taivarr.


"Heh" ,ucap Vesius, "kau pernah melakukan itu saat menjadi hakim muda, kau memenggal salah satu pejabat yang terkenal korup"


"Dan aku kehilangan jabatanku" ,ucap Taivarr dengan tatapan tajam melihat kedepan, "tapi aku berhasil mendapat jabatanku kembali dengan cara menyuap orang bagian atas"


"Nepotisme selalu bekerja" ,ucap Vesius sambil cekikikan diakhir ucapannya.


"Kita berdua tahu kalau tidak menjadi korup dan menyuap adalah salah satu cara menjadi politisian yang gagal disenat sekarang" ,ucap Taivarr.


"Ada alasan lain kenapa kau tak membela anak muda itu jika kutebak" ,ucap Vesius sambil berjalan kedepan bersama Taivarr disampingnya.


Cahaya matahari mulai terlihat seiring mereka berjalan keluar dari gedung sidang.


Didepan gedung sidang terlihat jalanan ibukota yang kotor dan penuh dengan rakyat biasa yang sibuk.


Bau ikan asin,daging sapi awetan,dan bau daging ayam mentah bisa tercium seiring Vesius dan Taivarr memasuki jalanan ibukota.


Bisa terlihat ada juga senat dan bangsawan terlihat berjalan dijalanan diibukota dengan prajurit penjaga mereka.


"Ada" ,ucap Taivarr.


"Apa?" ,ucap Vesius sambil melewati ratusan rakyat biasa.


Dikaki mereka bisa terasa jalanan ibukota yang terbuat dari batu tapi becak akibat hujan.


"Jika Faksi anak muda itu berperang dengan Faksi Optima maka Faksi anak muda itu akan hilang dan dibubarkan" ,ucap Taivarr.


"Faksi anak muda itu sudah berperang dengan Faksi Optima karena mereka membawa salah satu anggota Optima mereka kesidang" ,ucap Vesius.


"Tapi Faksi Optima tidak menganggap ini terlalu serius karena menganggap sidang itu cuma upaya gagal melawan mereka" ,ucap Taivarr yang terlihat menabrak ringan pengemis biasa.


Tapi Taivarr menghiraukannya dan mengelap kotoran pengemis tadi dipakaiannya.


*Jadi dia menyelamatkan Faksi Anak Muda itu dengan membuat Faksi Anak Muda itu kalah? Cara menolong yang unik* ,batin Vesius.


"Bukan cuma itu, jika aku menghukum Kamasarr disidang itu maka banyak sidang yang tentang kasus korupsi dan suap yang akan muncul..." ,ucap Taivarr sambil melihat kearah bapak-bapak yang terjatuh jualannya.


Dan dengan cepat Taivarr dan Vesius melewatinya.


"Jika aku melakukan itu maka banyak anggota senat yang akan menghilang karena kasus korupsi dan suap....bahkan koruptor punya beberapa keahlian dalam mengurusi beberapa urusan kantor..ketika banyak senat menghilang maka petani akan menggantikannya...petani yang tidak bisa membaca kadang lebih buruk daripada koruptor" ,ucap Taivarr.


"Kau tahu bagaimana itu berakhir terakhir kali...kau sudah melewati 'Pembersihan berdarah senat' bukan? Aku yakin kau sudah melewati kejadian berdarah itu" ,ucap Vesius sambil tersenyum.


*'Pembersihan Berdarah Senat'....diriku bahkan masih cukup kecil saat itu..aku yakin orang tua ini sudah melewati kejadian berdarah itu..* ,batin Vesius.


"Kupikir orang sudah melupakannya...ternyata masih ada..kejadian itu banyak orang yang melupakannya...." ,ucap Taivarr.


"Ya...dikejadian itu ratusan senat dan bangsawan dipenggal dan dieksekusi. Ayahku yang menceritakannya, kau tahu bagaimana itu bermulai?" ,ucap Vesius.


*Aku penasaran kejadian itu dari sudut pandang orang lain* ,batin Vesius


"Hahh...itu dimulai dengan seorang hakim memutuskan mengeksekusi seorang senat karena kasus suap, orang yang membawa persidangan itu tak sadar kalau dia baru saja mendeklarasikan perang dengan salah satu faksi terkuat disenat" ,ucap Taivarr menghela nafas.


*Dahulu Victa punya beberapa batas korupsi dan suap yang membuat beberapa yang ketahuan suap dan korupsi langsung dieksekusi mati..* ,batin Vesius sambil melihat kearah Taivarr.


Untuk sebentar mata Taivarr sama seperti mata seorang anak muda yang selamat dari desanya yang dijarah waktu Vesius lihat diPerang Tyronia.


"Kemudian itu membuat faksi orang itu dan faksi yang anggota mereka dipenggal disenat berperang, Faksi itu berperang dengan cara menuduh sembarangan seseorang dari Faksi musuh mereka dengan kasus pengkhianatan,korupsi,dan suap hingga ratusan senat kena tuduh sembarangan dan ratusan senat kena eksekusi sembarangan.." ,ucap Taivarr dengan mata coklat gelapnya yang telah melihat horror.


*Itu menambah alasan dia tak menghukum Kamasarr..* ,pikir Vesius.


"Bahkan keluarga orang korup itu kena juga....saudara tak bersalah mereka diseret ketali gantung...ibu..ayah mereka...bahkan istri mereka yang hamil.....bahkan bayi kecil dipotong lehernya dipenjara..karena takut menumbuhkan balas dendam.." ,ucap Taivarr dengan tatapan tajamnya.


Mata Taivarr tidak seganas Vespasian atau semenakutkan Ayah Vesius....tapi melainkan mata Taivarr bagaikan pohon tua dengan daunnya tumbuh hingga menutupi sebuah kota.


Tak bisa rubuh bahkan dengan ratusan badai menerjangnya....


"Bahkan salah satu Faksi dihancurkan dan dituduh sembarangan sebagai pengkhianat hingga seluruh anggotanya bukan cuma dihancurkan tapi beberapa anggota diperkosa....bahkan salah satu anggotanya ditelanjangkan kemudian diseret dikeluarkan dari gedung senat diantara hujan dan tawa mengikutinya dibelakang..." ,ucap Taivarr dengan tatapan kuatnya.


"...Faksi Violet" ,ucap Vesius.


Bibi Vesius pernah bercerita beberapa bulan sebelum mati diranjangnya karena penyakit..ada Faksi senat yang dahulu berjuang demi hak perempuan diVicta.


Faksi itu terdiri dari istri-istri senat yang berhasil mengendalikan suami mereka...kemudian beberapa perempuan muda tanpa suami bergabung dengan faksi itu.


Hingga akhirnya mereka cukup kuat dan membuat hukum tentang wanita yang boleh dijadikan anggota senat.


Kemudian banyak wanita dari faksi itu menjadi anggota senat dan mendapat medali Haralia.


Tapi dalam 'Pembersihan Berdarah Senat' masa jaya Faksi Violet sekaligus Masa jaya wanita diVicta berakhir.


"Ya...Faksi Violet....bahkan saat ini tak ada yang lagi mengingat Faksi itu saking banyak orang yang mati.." ,ucap Taivarr dengan mata coklat mudanya yang bersinar redup diantara keramaian pasar saat ia berjalan, "Ratusan anggota mereka dieksekusi sembarangan oleh senat lain tapi beberapa dari mereka sebelum dieksekusi bahkan diperkosa dipenjara selama berbulan-bulan...dan setelah mereka keluar...mereka dieksekusi"


*Taivarr telah mengetahuinya....bagaimana salah satu wanita Faksi Violet disiksa dipenjara itu nampaknya....dan dia tak bisa melakukan apa-apa soal itu..* ,Vesius menyadari itu dengan melihat mata Taivarr.


Vesius ingat bagaimana ibunya menceritakannya ayahnya Toran Garius setelah mengambil jabatan Menteri Militer langsung mengokupasi ibukota dengan ribuan pasukannya.


Dan kemudian ayahnya mengancam senat untuk menghilangkan hukuman mati kepada orang korupsi,suap,dan pengkhianatan.


Mengakhiri 'Pembersihan Berdarah Senat'.


Ayah Vesius kemudian dianggap tirani dan pembela koruptor meskipun dia menyelamatkan senat dari membantai satu sama lain.


"Tidak semua mati dari Faksi Violet aku dengar.." ,ucap Vesius.


Ayahnya Vesius bahkan berperang dengan orang-orang lain yang menginginkan agar hukuman mati untuk koruptor tidak dihilangkan.


Itulah yang orang sebut sebagai 'pemberontakan Ladirum'.


Tapi dahulu itu lebih disebut sebagai 'Perang Saudara Victa' dan Orang Ladirum menganggap diri mereka sebagai pahlawan anti-korupsi ketika mereka kalah barulah mereka dipanggil pemberontak.


"Iya ada 1 orang yang selamat dari Faksi Violet....orang yang sekaligus ditelanjangkan kemudian diseret keluar dari senat diantara hujan......bahkan diriku hanya bisa berdiri melihat itu" ,ucap Taivarr yang terlihat seperti menyesal.


*Pasti berat menjadi salah satu yang selamat dari kejadian berdarah itu..* ,batin Vesius.


"Siapa namanya? Joan? Jaine? Jeen..aku rasanya ingat nama kakak setengah saudara Vespasian..." ,ucap Vesius sambil mengingat cerita bibinya.


Ia selalu ingat cerita itu dan mengingat bagaimana wajah bibinya yang tersenyum menceritakan itu sebelum mati karena penyakit.


Vesius hanya ingat Charla, karena Charla sangat dekat dengan Vespasian sedangkan Jean sendiri...Vesius bahkan tak pernah melihatnya lagi selama bertahun-tahun...


Vespasian pun sangat jarang membicarakan soal Jean...


"....Jean Berrau" ,ucap Vesius dengan suara yang berat.


Dan tiba-tiba langit berubah menjadi gelap.


Sesuatu yang dingin tiba-tiba jatuh ketangan Vesius...saat ia menyadarinya ternyata itu adalah air hujan..


Kemudian gerimis turun diatas tubuh Vesius....


Rakyat biasa berlari bolak-balik karena panik dengan hujan, beberapa berteduh, dan beberapa mengamankan jualannya.


Seakan-akan langit ketakutan,menangis sekaligus mengutuk nama itu....