
***
Setelah membersihkan badan dan berganti pakaian Agnes pun melangkah menuju dapur membuatkan Alex minum. sepertinya Alex sudah dari tadi.
Agnes melangkah menuju ruang tamu dengan membawa minuman hangat dan beberapa cemilan.
"Silahkan Pak..." ucap Agnes sembari menyajikannya di meja lalu hendak memindahkan Ica yang tidur di pangkuan Alex.
Agnes mendekati Alex hendak memindahkah Ica.
" Permisi ya Pak,,," ucap Agnes canggung.
Alex menatap wajah Agnes yang begitu dekat dengannya, Dia baru menyadarari Agnes adalah sosok wanita yang sangat cantik, kulitnya putih bersih seperti kulit bayi, tidak heran jika Ica begitu cantiknya.
" Biar Aku saja yang memindahkan Ica, dimana Kamarnya? ucap Alex menahan tangan Agnes.
" ehmm,, di sini saja Pak, depan Televisi. Kami sudah terbiasa tidur di sini. " jawab Agnes pelan.
Alex dengan perlahan menggendong Ica memindahkannya di kasur lantai depan Televisi yang berada satu ruangan dengan ruang tamu. Alex benar benar tidak menyangka jika di Dunia luar masih banyak orang yang hidup dengan kesederhanaan seperti ini. Berbeda dengan dirinya yang sedari kecil sudah bergelimang harta.
" Pak Alex ada apa ya kemari?" tanya Agnes setelah Alex membaringkan Ica.
" Ada yang mau saya bicarakan padamu. Agnes besok kamu sudah bisa bekerja lagi ." ucap Alex menatap Agnes.
" Serius Pak?" tanya Agnes takut salah dengan pendengarannya.
Alex mengerutkan keningnya . " Ya ,,, " jawab Alex singkat
raut wajah Agnes terlihat senang saat itu,
" Terimakasih Pak Alex" ucap Agnes tersenyum senang.
" Baiklah,, jika begitu saya permisi dulu, sudah sangat malam. " kata Alex bangkit dari sofa.
" Terimakasih banyak Pak Alex,,, hati hati di jalan." ucap Agnes mengantar Alex sampai depan pintu.
" Ya, Terimakasih. Oh ya, lain kali jangan kamu tinggalkan Ica sendirian malam malam. " kata Alex menoleh ke arah Agnes sesaat lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan rumah Agnes.
Agnes terpaku melihat kepergian Alex,,, Dia senang ada yang memeperhatikan Ica. Sudah sangat lama tidak ada yang memperhatikan kehidupan mereka, bahkan Dion pun sama sekali tidak menginginkan Ica.
.
.
Agnes menutup pintu rumahnya rapat rapat lalu berbaring di sebelah Ica. Di tatapnya wajah gadis kecilnya itu dengan lembut. Air matanya mengalir saat mengingat kejadian di Bar tadi.
*Agnes Dalam Bar*
Agnes memasuki Bar sesuai dengan alamat yang di infokan dari surat kabar.
Dia mencoba mencari seseorang yang bisa memberinya petunjuk, dan Dia menghampiri seorang wanita cantik dengan pakaian pelayan .
" Selamat malam Kak,,, apakah benar Bar ini butuh karyawan ?" tanya Agnes ramah.
Wanita itu menatap Agnes dari ujung kaki hinhga ujung kepala lalu tersenyum.
" Oh,, iya . Kamu lagi cari pekerjaan ya?" kata wanita itu.
" Iya Kak." jawab Agnes
" Ok, ayo ikut Aku, Aku akan tunjukan ruangan si Bos." kata wanita itu meminta Agnes mengikutinya.
Wanita itu melangkah menaiki tangga ke lantai 2, memasuki lorong lorong dengan pintu pintu yang berjajar rapi di ikuti Agnes.
Wanita itu mengajak Agnes masuk kedalam ruangan atasannya.
" Bos , gadis ini sedang cari pekerjaan." ucap wanita itu pada laki laki dengan dua wanita sexy di atas pangkuannya.
" Kalian keluarlah dulu...." kata laki laki itu meminta dua wanita di pangkuannya itu keluar.
Laki laki itu melangkah mendekati Agnes. berjalan memutarinya.
" kamu mau kerja? tanya laki laki itu.
" Iya Pak, saya sedang cari pekerjaan." jawab Agnes
" siapa namamu? tanya laki laki itu.
" saya Agnes Pak." jawab Agnes singkat
Laki laki itu mengangguk anggukan kepalanya.
" Sonia, berikan Dia seragam. Suruh Dia mengantar minuman di ruangan VIP 203." kata laki laki itu.
" Ayo cantik ikut Aku, kamu sudah bisa mulai kerja ." kata wanita pelayan tadi.
" sungguh,,, syukurlah...." kata Agnes senang.
Sonia memberikannya pakaian kepada Agnes dan memintanya segera berganti. Mata Sonia terbelalak saat melihat Agnes mengenakan pakaian itu.
" wooow,,, kamu cantik sekali Agnes..." kata Sonia . Agnes terlihat makin cantik dan Sexy dengan dress ketat itu, dadanya yang padat terjiplak jelas dan pahanya yang putih halus terlihat jelas di balik belahan dress yang hampir sepinggang itu.
" terimakasih Kak, tapi adakah seragam yang lain. Aku tidak nyaman dengan pakaian ini." kata Agnes
" tidak ada, kamu harus pakai ini. karna tamu kamu itu orang berkelas Agnes." kata Sonia sedikit memoles wajah Agnes .
" Sempurna,,, " kata Sonia setelah selesai memberi sedikit make up di wajah Agnes.
" ok Agnes, sekarang kamu bawa minuman itu ya keruangan VIP 203. Aku akan mengantarmu." kata Sonia memberikan nampan itu pada Agnes.
" nanti saya harus bagaimana Kak?" tanya Agnes pada Sonia.
" Kamu hanya menemani mereka minum saja, melayani menuangkan minuman. jika mereka merasa senang kamu pasti akan mendapat uang tip yang banyak malam ini." jawab Sonia dengan senyumannya.
Sonia melangkah di depan di ikuti Agnes,,,sepanjang perjalanan banyak mata lelaki yang menatap nakal pada Agnes. Sampai depan pintu Sonia membukakan pintunya untuk Agnes.
" Silahakan cantik, good luck ya..." kata Sonia menyemangati Agnes.
" terimakasih Kak.." jawab Agnes lalu perlahan melangkah masuk mengantarkan minuman itu.
Agnes melakukan apa yang di katakan Sonia, Dia menemani dan menuangkan minuman untuk tamu tersebut. Agnes merasa takut karna Tamu yang Dia layani ternyata para lelaki , yang membuatnya tenang mereka sudah di temani para wanita hiburan. Agnes berfikir mereka tidak akan mengganggunya. Tapi fikiran Agnes salah,,, saat hendak menuangkan minuman salah satu lelaki itu merangkul pinggangnya dari belakan dan menariknya hingga Agnes terjatuh kedalam pangkuan laki laki itu.
" Ahhh..." teriak Agnes saat terjatuh...
mereka semua tertawa melihat Agnes terkejut.
" hallo Nona , kamu cantik sekali . layani Aku sampai puas , Aku akan membuatmu ketagihan sayang " kata laki laki itu sambil memeluk erat Agnes yang ada di pangkuannya. bibirnya menciumi tengkuk Agnes .
" Tuan,,, tolong lepaskan saya,,saya tidak bisa melayani Anda " teriak Agnes pada Laki laki itu.
Orang orang yang ada di dalam ruangan itu tertawa terbahak bahak mendengar ucapa Agnes.
" hei Nona,,, tidak ada wanita baik baik yang mau bekerja di tempat seperti ini, jangan naif " kata salah satu wanita penghibur itu.
Laki laki itu memaksa merebahkan Agnes sambil menciumi tubuh Agnes,,,
" tidak,,, Tuan tolong jangan ..." teriak Agnes sambil terisak.
laki laki itu tidak menghiraukan air mata Agnes, Dia merobek baju Agnes dengan paksa,, memperlihat dada indah Agnes , dengan wajah bernafsu laki laki itu menciumi dada Agnes. Agnes berusaha memberontak, tangannya meraih botol kaca yang ada di meja , Dia memukul kepala laki laki itu dengan botol tersebut, laki laki itu rubuh saat itu juga, keluar banyak darah dari kepalanya. Agnes yang ketakutan melihat itu langsung melarikan diri dari ruangan itu ,,, Dia berlari keluar dari Bar, sepanjang perjalanan pulang Agnes menangis tersedu sedu .
[ Terimakasih like dan komennya kakak😊🙏. Selamat membaca 😊]