Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 10



***


Alex membaringkan tubuhnya di ranjang,,, pandangannya menerawang jauh . Seketika wajah Agnes muncul dalam bayangannya,, Alex sontak tersadar dari lamunannya.


" kenapa ada Dia di fikiranku,,, ahh sudah lah, mungkin Aku hanya kasihan padanya." gumam Alex sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


.


.


.


Agnes masuk kerja seperti biasa. Dia melangkah melewati lorong lorong ruanngan VVIP.


Agnes terkejut saat tubuhnya di tabrak oleh seseorang dari belakang yang membuatnya terjatuh , dan bawaannya berserakan du lantai.


" heiii,,, mata kamu letakan dimana,,, lihat sepatuku jadi kotor." teriak wanita itu marah marah pada Agnes.


" Nona bukankan Kamu yang menabrak saya,,, ". kata Agnes yang mencoba bangkit , tapi terhenti karna wanita itu mendorongnya kembali hingga terjatuh.


" Berani kamu ya menyalahkanku,,, orang miskin tak tahu diri." teriak wanita itu, Dia makin murka saat melihat bahwa karyawan yang mengotori sepatunya adalah Agnes.


" oohhh,,, ternyata kamu ya wanita rendahan ,,, " ucap Tania menyilangkan tangannya di hadapan Agnes.


Agnes menengadahkan wajahnya menatap Tania. Dia baru sadar tenyata itu adalah kekasih Bosnya yang saat itu


" Nona,, saya tidak ada masalah dengan Kamu, kenapa Kamu selalu mencari masalah dengan saya." kata Agnes mengabaikan amarah Tania sambil memunguti pecahan pecahan beling di hadapannya.


" ya, tapi kini Kau ada masalah denganku karna Kau berani merayu Alex. dan satu lagi, sepatu ini mahal. Kau harus membersihkannya sekarang juga" ucap Tania dengan sombongnya.


" Maaf Nona, Kamu sendiri yang mebuat sepatumu kotor, dan saya tidak pernah menggoda Pak Alex." kata Agnes berdiri di hadapan Tania.


Tania kembali mendorong Agnes hingga tubuh Agnes terbentur dinding lorong tersebut, Tania mengangkat tangannya hendak melayangkan tamparan di wajah Agnes, tapi tangan itu terhenti karna ada sosok yang menahannya.


" Tania jaga sikapmu!" kata Alex yang ternyata menyaksikan insiden itu sedari tadi.


" Alex,,, Kamu kok justru belain wanita murahan ini sih,, Dia sudah membuat kacau harusnya Kau memecatnya" ucap Tania heran pada Alex.


" Tania,, Aku tidak tahu apa tujuanmu kemari, tapi jangan bikin ulah di sini." kata Alex sambil menekat tombol pemanggil Cleaning Service pada dinding lalu menggandeng Agnes meninggalkan Tania sendirian di lorong tersebut.


Tania berkali kali berteriak memanggil Alex, tapi Alex mengabaikannya. Dia terus menggandeng tangan Agnes pergi dari tempat itu.


" Brengseekkkk,,, dasar wanita Brengsekk... berani beraninya kau mengalihkan perhatian Alexku." umpat Tania dalam kesendiriannya.


Agnes sendiri kebingungan mengapa Alex seperti ini, Dia hanya mengikuti kemana Bosnya melangkah.


Alex membuka pintu ruangannya membawa Agnes masuk bersamanya.


" Duduklah..." perintah Alex pada Agnes.


Agnes menuruti perintah Bosnya itu, " Aduhhh bagaimana ini, mungkinkah Aku akan kembali di pecat setelah ada masalah dengan kekasih Pak Alex." gumam Agnes dalam hati.


wajahnya terlihat cemas.


Alex melangkah mendekati Agnes dengan sebuah kotak di tangannya. Lalu duduk di hadapannya. Alex melirik ke arah pintu, terlihat Tania sedang mengintip mengawasi Alex dan Agnes.


Alex memegang tangan Agnes , dengan pelang mengusap luka di tangan Agnes dengan Alkohol dan kapas.


" Terima......." kata kata Agnes terhenti ketika tiba tiba Alex mencium bibirnya,,, Agnes sangat terkejut lalu mendorong keras dada Alex, tapi tenaga Alex bukan lawannya, Alex menekan tengkuk Agnes membuat Ciuman itu makin dalam.


Tania yang berdiri di depan pintu ruangan Alex menjadi sangat kesal melihat pemandangan itu, lalu berlalu pergi meninggalkan ruangan Alex dengan penuh Amarah.


Perlahan Alex melepaskan Ciumannya, Entah mengapa Dia tiba tiba berinisiatif mencium Agnes untuk mengusir Tania. Alex agak kebingungan lalu duduk menjauh dari Agnes.


" Maaf Agnes, Saya tidak bermaksud bagitu, Tania mengawasi kita jadi Aku harus melakukannya agar dia pergi." ucap Alex yang tidak tau harus berkata apa lagi.


" Apa...." kata Agnes Agnes mendorong Alex lalu berlari keluar dari ruangan Alex dengan perasaan yang tidak karuan. hatinya sangat sakit, apakah karna statusnya yang seperti ini membuat Dia pantas untuk di lecehkan.


" Agnes...." panggil Alex mencoba menahan Agnes pergi tapi panggilannya tidak di hiraukan oleh Agnes.


Agnes berlari menuju ruangan di mana Dia dan karyawan lain beristirahat. Ruangan itu sangat sepi, karna jika saat jam kerja memang jarang karyawan yang masuk ke ruangan itu.


Agnes menyandarkan tubuhnya di dinding , tangannya memegang dadanya yang sesak,,,


" Agnes kamu kenapa?" tanya Diandra cemas yang tiba tiba membuka pintu ruangan itu dan mendapati Agnes sedang menangis di dalam.


" ehh,, tidak apa apa Bu. " jawab Agnes yang buru buru mengusap Air matanya dan tersenyum.


Diandra mendekati Agnes lalu mengusap wajah cantik Agnes dengan lembut.


" kamu tidak usah berbohong Agnes,,, tadi Aku mendengar kau beterngkar dengan Tamu Alex,, apakah Dia menyakitimu?" tanya Diandra pada Agnes, entah mengapa Dia sangat menyayangi Agnes.


" tidak Bu, kebetulan ada Pak Alex di sana jadi tidak terjadi salah faham." jawab Agnes sambil tersenyum pada Diandra.


" Syukurlah,,,,Aku khawatir denganmu." ucap Diandra sambil memegang bahu Agnes.


" ehm Tante ,,, ada yang mau saya bicarakan padamu." kata Alex yang tiba tiba datang.


Agnes melirik Alex , lalu mengalihkan pandangannya saat Alex menatapnya.


" ya sudah Bu, saya permisi kembali bekerja dulu ya,,, " kata Agnes ramah .


Diandra tersenyum sambil menganggukan kepalanya. Sejak Agnes bertemu Diandra , Dia merasakan seperti memiliki seorang Ibu. Diandar begitu baik padanya dan Ica.


" Ada Apa Alex??" tanya Diandra pada Alex.


" Tante sangat dekat ya sama Agnes." kata Alex dengan pandangan yang masih tertuju pada Agnes yang semakin menjauh .


" ya,,, entah mengapa Aku sangat menyayanginya.. ada Apa Alex?." kata Diandra sambil menatap Alex yang sedari tadi melihat ke arah Agnes pergi.


" Tante , mulai besok Agnes menjadi Asisten Pribadiku, tolong berikan dia beberapa pakaian." kata Alex yang tiba tiba membuat Diandra mengerutkan keningnya.


" tidak apa apa, Aku hanya melihat Dia mampu melakukannya." jawab Alex dengan santainya.


Diandra terpaku dengan heran mendengar pernyataan Alex.


" Alex,, tolong jangan permainkan gadis itu." kata Diandra khawatir.


" Tidak Tante, Aku.bukan orang yang seperti itu." jawab Alex tersenyum lalu melangkah pergi dari hadapan Diandra.


[ Terimakasih Like dan Komennya Kakak 😊🙏. Selamat Membaca 😊]