Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 19



***


Akhir akhir ini Agnes terlihat sering melamun saat bekerja. Entah apa yang menjadi beban fikirannya, seharuanya dengan keadaannya yang saat ini Dia bahagia.


" Haiisss sudah lah, lupakan saja Agnes semua kejadian itu. Kau harus bahagia saat ini." gumam Agnes dalam hati menyemangati dirinya sendiri.


Alex yang menyadari Istrinya yang terus melamun segera menghampirinya dan mengecup pipi Agnes dengan lembut.


" Ada apa Honey? Apakah Kau bosan?" tanya Alex pada Agnes.


" Ya, hanya sedikit bosan ." jawab Agnes tersenyum pada Alex.


" Apakah pekerjaanmu sudah selesai ?" tanya Alex lagi.


" Ya. " jawab Agnes sambil memainkan kancing lengan Alex.


" Jika begitu kita bersiap pulang saja." kata Alex membereskan meja kerja Agnes.


" Kita pulang lebih awal ?" tanya Agnes.


" Ya. Ada undangan pesta dari rekan bisnis. Kamu temani Aku ya Honey." kata Alex tersenyum pada Agnes.


" Tentu saja Suamiku." jawab Agnes manja pada Alex.


Alex tersenyum lalu mengecup pipi Istrinya.


" I Love You" bisik Alex di telinga Agnes membuat Agnes merinding geli.


" Ya. I Love You too Suamiku." jawab Agnes lalu mengecup bibir Alex lembut.


Keduanya pun tertawa kecil lalu bersama sama melangkah keluar dari ruangan.


Sepanjang perjalanan para karyawan menatap Alex dan Agnes yang berjalan saling bergandengan tangan. Ada yang merasa ikut bahagia ada pula yang iri dan bergunjing .


" Oh my God, wanita itu sangat beruntung du nikahi oleh Bos Kita." kata Karyawan 1.


" Bagaimana tidak beruntung, Dia itu mati matian menggoda Pak Alex . Coba kalian fikir, Pak Alex itu orang terpandang, sedangkan wanita itu hanyalah seorang pelacur yang tidak bisa menjaga diri hingga melahirkan seorang anak. Entah anak dari Pria yang mana ." kata Sarah sambil melirik sinis ke arah Agnes dan Alex yang terlihat sudah menjauh.


" Benar juga sih. Apa mungkin Pak Alex sudah di jebak sama si rubah itu?" kata Karyawan 2 penasaran.


" Sudah pasti itu. Kalian tahu, Dia terus menggoda Pak Alex meskipun pak Alex sudah memiliki tunangan. Aku merasa kasihan dengan Tunangan Pak Alex yang jauh jauh datang justru mendapati pengkhianatan yang seperti ini." kata Sarah terus memprofokasi para karyawan di kantor itu.


" Aiiihhh, Sarah Kau tahu dari mana hal itu?" tanya Karyawan 2.


" Tentu saja dari Tunangan Pak Alex sendiri." jawab Sarah dengan keyakinan.


" Haiss, ternyata Dia sejahat itu. Hampir saja Aku tertipu dengan wajah polosnya si Rubah itu." kata Karyawan 1 menanggapi Sarah.


Saat sedang asyik bergunjing tiba tiba mereka melihat Ronald yang melintas , mereka pun cepat cepat kembali di meja kerja masing masing. Ronald melirik ke arah para karyawannya.


" Jika kalian masih mau bekerja di perusahaan ini. Jaga mulut kalian masing masing." Kata Ronald pada karyawannya. Mereka hanya diam dan menunduk takut .


.


.


.


Alex menatap Istrinya yang memasang anting anting di depan cermin lalu menghampirinya.


" Biar Aku yang pakaikan." Ucap Alex lembut sambil merebut sepasang anting anting dari tangan Agnes.


" tidak perlu merepotkanmu." kata Agnes hendak memakainya sendiri tapi tidak di perbolehakan .


Agnes hanya tersenyum dan menurut saja pada Alex. Di lihat suaminya dengan telaten memakaikan anting anting dan juga kalung berlian untuk Agnes.


" Terimakasih Honey." ucap Agnes sambil memegang wajah Suaminya dengan kedua tangannya


" Ya. Kamu sangat cantik Agnes." kata Alex lembut sambil menatap Agnes.


" Terimakasih. Kau juga sangat Tampan, bagaimana jika wanita wanita di pesta jatuh cinta Padamu." gerutu Agnes sambil memanyunkan bibirnya.


" Biarkan saja, mereka bebas jika ingin jatuh cinta padaku. Tapi mereka tidak akan mendapatkan cintaku, karna Cintaku hanya untuk Mu saja." goda Alex pada Istrinya membuatnya tersipu malu.


" Dasar Kau perayu wanita." kata Agnes mencubit pinggang Alex manja.


Alex terkekeh melihat reaksi Agnes yang selalu saja luluh dengan godaannya. Alex mencium kening Agnes dengan lembut lalu memeluknya hangat.


" Sungguh Honey. Hanya kamu yang Aku cintai." kata Alex menunduk lalu mencium bibir Agnes dengan lembut.


Agnes merangkulkan tangannya di leher Alex ,membalas ciumannya dengan hangat lalu melepasnya.


" Ayolah, nanti kita terlambat." kata Agnes tersenyum pada Alex.


Alex hanya tersenyum lalu menggandeng tangan Agnes menuju mobilnya.


Ica melambaikan tangannya kepada Agnes dan Alex yang makin lama makin jauh dari pandangannya.


" Mili apakah Mama dan Papa akan lama perginya?" tanya Ica pada pelayan di sampingnya.


" Ya, mungkin. " jawab Mili.


" hemmmm,,, jika tidak ada Mili, Aku pasti sangat kesepian." kata Ica tersenyum pada pelayan itu.


" Nona Ica tenang saja, Saya akan menemani Nona selalu." kata Mili membalas senyuman Ica. Dia sangat menyukai Ica, Dia menganggap Ica sudah seperti adiknya sendiri.


.


.


" Honey Aku akan menemui Tuan rumah sebentar. Kau duduklah dahulu , nanti Aku menyusul." pinta Alex pada Agnes.


" Baiklah." jawab Agnes sambil melangkah menuju sebuah Sofa yang sengaja di sediakan untuk para tamu.


Saat sedang menikmati minuman di tangannya tiba tiba ada seseorang yang tiba tiba menjambak rambutnya lalu mendorongnya hingga tersungkur di lantai.


" Auww." pekik Agnes menahan sakit .


Agnes mendongakan wajahnya, terlihat Tiara dan teman temannya berkacak pinggang di hadapannya.


" Hei jalang, berani beraninya Kau muncul di sini hahh." cemoh Tiara pada Agnes.


" Bukan urusanmu. " jawab Agnes bangkit hendak pergi pergi dari hadapan Tiara, tapi Tiara mendorongnya kembali hingga tubuh Agnes terhempas di dada seorang laki laki.


Agnes mendongakan wajahnya, ternyata Alex menangkap tubuhnya saat Tiara mendorongnya.


" Ada apa ini?" tanya Alex geram Istrinya di perlakukan kasar.


" Tuan , menjauhlah dari wanita jalang itu. Kau akan kena sial jika Kau dekat dekat dengannya." ucap Tiara mencemoh Agnes di hadapan Alex.


" Jaga bicaramu Nona. Kau bisa saja masuk penjara karna kata katamu itu." kata Alex pada Tiara.


Tiara hanya tersenyum sinis sambil melipat tangannya.


" Haiih Tuan, jangan bilang Kau sudah tergoda dengan si jalang ini. Si jalang ini adalah wanita murahan, Dia pernah mengganggu suamiku dan berkata jika Dia sudah melahirkan anak dari Suamiku. Sekarang Dia ada di sini, apa Dia mau menggoda suamiku lagi. Haiss, tak akan bisa . Hanya laki laki bodoh yang mau dengannya" kata Tiara dengan sombongnya.


Alex terkejut dengan kata kata Tiara, di tatapnya wajah Istrinya. Dengan lembut di hapusnya air mata Agnes dengan jarinya. Semua mata para tamu mengarah ke arah Agnes dan Tiara.


" Ada apa ini Tuan muda Wilson. Tiara ada apa ini?" tanya Nyonya Pratama menghampiri Tiara.


" Lihatlah Ma. Wanita ini datang lagi kemari, Dia pasti berniat menggoda Dion." Kata Tiara pada Ibu mertuanya.


" Kamu wanita yang waktu itu kan. Buat apa kamu di sini." Ucap Ibu Dion pada saat melihat Agnes.


Ayah Dion dan Dion pun segera menghapiri ketika melihat ada keributan di pestanya.


" Jadi Nona itu adalah menantu Anda Nyonya?" Tanya Alex pada Ibu Dion.


" Betul Tuan. Saya sarankan jangan dekat dekat dengan wanita itu Tuan. Dia itu seorang penipu yang akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kekayaan." kata Ibu Dion menghina Amges di hadapan Alex dan itu semua membuat Alex makin geram.


" Baik Nyonya. Perkenalkan Ini adalah Istriku Agnes. Aku tidak suka dan tidak terima kalian semua menghina Istriku. Kalian semua tunggu saja akibatnya dari perbuata kalian ini." kata Alex yang membuat seluruh keluarga Pratama terkejut.


Dion yang saat itu berada di sana pun sangat terkejut mendengar pernyataan Alex.


" Tuan, Anda tidak perlu melindungi wanita ini. Dia bukan wanita baik baik." kata Tiara tidak percaya.


" Dengar Nona. Justru hanya laki laki bodoh yang mau menikah dengan wanita sepertimu." cemoh Alex pada Tiara sambil melirik Dion yang terus menatap Agnes yang berada di pelukan Alex.


" Maaf Tuan Pratama. Kontrak kerja sama Anda saya tolak. " kata Alex dingin lalu menggandeng Agnes keluar dari Villa keluarga Pratama.


Ayah Dion merasa marah dengan tingkah Tiara dan Istrinya yang ceroboh membuat Alex menolak mentah mentah tawaran kerja sama darinya.


Dion berlari keluar mengejar Agnes dan Alex .


" Agnes, tunggu !" panggil Dion


Agnes dan Alex menghentikan langkahnya dan berbalik.


" Agnes, Aku ingin berbicara padamu." kata Dion pada Agnes.


Alex terlihat geram setelah tahu ternyata Dionlah Ayah kandung Ica yang meninggalkan dan menyakiti Agnes selama ini.


" Honey, apakah Kau ingin berbicara dengannya." tanya Alex lembut pada Agnes.


Agnes hanya menggelengkan kepalanya tanpa menjawab sepatah katapun.


" Sorry Dion, Istriku tidak mau berbicara denganmu. Sebaiknya Kau urus Istrimu sendiri ." kata Alex sambil membawa Agnes masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya meninggalkan Villa keluarga Pratama.


Dion hanya memandang mobil Alex yang makin lama makin menjauh. Dadannya terasa sesak setelah sekian lama kini Dia kembali bertemu dengan gadis yang pernah mengisi hatinya itu, bahkan sudah melahirkan buah hatinya.


Alex melirik ke arah Agnes lalu menepikan mobilnya.


" Honey, are you okay?" tanya Alex pada Agnes.


" Ya. " jawab Agnes tersenyum sendu pada Alex.


Alex memeluk erat tubuh Agnes, Dia merasa khawatir dengan Istrinya itu.


" Kamu jangan khawatir, tidak akan ada lagi yang akan melukaimu dan Ica. Aku akan melindungi kalian." bisik Alex pada Agnes lembut.


Agnes merasa tenang mendenga ucapan Alex. Dia membalas pelukan Alex dengan erat dan mengecup dada Alex berkali kali.


" Terimakasih Suamiku." kata Agnes tersenyum. Beban yang ada pada dirinya seolah olah hilang saat Alex bersamanya. Alex selalu memberikan ketenangan tersendiri untuk Agnes.


Alex tersenyum , menundukan wajahnya dan mencium bibir istrinya dengan lembut. Agnes membalas ciuman Alex dengan mesranya.


Alex mengangkat Agnes hingga kepangkuannya, mencumbui istrinya dengan panasnya. Entah apa yang mendorong Alex untuk melakukannya di dalam mobil. yang jelas mereka berdua saling menikmati setiap permainan masing masing.


( Selamat Membaca 😊🙏 )