
***
Alex tidak menyangka dengan sikap Agnes, Dia mengira Agnes akan bahagia karena sudah mengetahui Orang Tuanya. Siapa sangka jika yang di lihat justru sebaliknya. Agnes justru belum dapat menerimanya, dan belum bisa menganggap Clara sebagai Ibunya, tetapi dalam hal ini Alex memaklumi sikap Istrinya, kehidupan Agnes yang selama ini di jalani tidak lah mudah, dan di saat itu di sangat membutuhkan dukungan dari orang orang terdekatnya, tetapi sayangnya tidak ada sosok Ayah ataupun Ibu yang mendampinginya saat itu.
Alex menatap lembut Agnes yang masih tertidur pulas di sebelahnya, nampak dengan jelas jika Agnes tidak pernah tidur dengan nyenyak.
Perlahan Alex mengecup kening Istrinya itu dengan lembut, " Aku sangat mencintaimu Agnes, Aku yakin lambat laun kau pasti bisa menerima Clara sebagai Ibumu, selamat malam Honeyku." gumam Alex menarik selimut menutupi tubuh Agnes dan sekali mengecup keningnya dengan lembut.
Setelah membersihkan badannya Alex merasa segar dan lelah lelah di tubuhnya sedikit berkurang.
Alex melangkah keluar dari kamarnya, dengan perlahan di tutup pintu kamarnya agar tidak mengganggu Agnes yang sedang beristirahat.
Saat Alex hendak memasuki mobilnya tiba tiba terdengar seseorang memanggilnya.
" Papa..., Papa mau kemana?" tanya Ica yang melihat Alex keluar.
" Papa mau keluar sebentar sayang, Ica mau ikut?" kata Alex pada Ica.
Ica tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
" Okey, lets go sayang," ujar Alex sambil membukakan pintu mobilnya untuk Ica.
Alex melajukan mobilnya dengan santai menuju sebuah toko buah dan cake, Dia berencana pergi ke Rumah Sakit untuk melihat keadaan Yarry.
Sesampainya di Rumah Sakit Alex segera melangkah menuju ruangan dimana Yarry di rawat.
" Papa kenapa kita ke sini?" Tanya Ica yang melangkah menggandeng tangan Alex.
" Kita akan menjenguk sesorang yang sudah menyelamatkan Mama dan Papa sayang," jawab Alex tersenyum pada putrinya.
" Ohh...." ucap Ica singkat.
Alex menggandeng Ica memasuki ruangan Yarry, terlihat Yarry sudah lebih baik dari sebelumnya.
" Hallo Yarry, bagaimana keadaanmu?" Sapa Alex pada Yarry yang sedang melamun.
" Aku sudah membaik Alex," jawab Yarry sambil melirik gadis kecil yang datang bersama Alex.
" Siapa putri kecil ini," tanya Yarry lagi sambil tersenyum melihat Ica.
" Dia Putriku, Ica namanya," jawab Alex.
" Ica, ini Tuan Yarry, orang yang sudah menyelamatkan Mama," kata Alex memperkenalkan Yarry kepada putrinya.
" Hallo Tuan, terimakasih sudah menyelamatkan Mama dan Papa Ica," ucap Ica sambil membungkukan badannya.
Yarry tersenyum, Dia sangat senang dengan Ica yang pintar dan ramah.
" Sama sama Ica, kamu pandai sekali sayang," ujar Yarry melambaikan tangannya meminta Ica mendekat padanya.
Alex menganggukan kepalanya kepada Ica tanda memperbolehkan Ica menemani Yarry.
Wajah Yarry terlihat senang saat Ica menemaninya dan mengoceh bercerita tentang banyak hal.
" Tuan mau makan buah? Biar Ica kupas buah untuk Tuan ya," ucap Ica mengambil buah jeruk lalu mengupasnya untuk Yarry.
" Terimakasih, Ica tidak usah sungkan , Ica bisa memanggilku Kakek Yarry ya," ujar Yarry sambil mengusap ujung kepala Ica lembut.
Ica tersenyum senang, lalu menatap Alex yang duduk di sebelahnya.
" Benarkah, apa tidak apa apa Pa?" Tanya Ica pada Alex.
" Iya sayang, selama Tuan Yarry tidak merasa keberatan," jawab Alex menatap Yarry.
" Tentu saja tidak, Aku justru sangat senang." Ujar Yarry meyakinkan.
" Oh, baiklah...," ucap Alex tersenyum sambil mengusap usap kepala Ica.
" Baiklah Yarry, kau harus beristirahat agar kau cepat pulih, sekarang Aku dan Ica pulang dulu, lusa Aku akan kembali menjengukmu bersama Agnes," ucap Alex yang berpamitan pada Yarry.
" Baiklah Alex, terimakasih atas perhatianmu dan hati hati di jalan, titip salamku untuk Agnes dan juga kelargamu," jawab Yarry.
" Bye bye Kakek Yarry, lusa Ica pasti jenguk Kakek lagi," ujar Ica sambil melambaikan tangannya.
" Iya sayang, hati hati ya," jawab Yarry membalas lambaian tangan Ica.
Alex hanya tersenyum melihat kedekatan Ica dan Yarry, Dia tidak merasa keberatan dengan hal itu, baginya Yarry adalah orang yang cukup baik dan terlihat Dia juga sangat menyayangi Ica.
Setelah selesai berpamitan, Alex pun menggandeng Ica keluar dari ruangan Yarry.
Yarry menatap ke segala sudut ruangannya di rawat, terasa sangat sepi sejak Ica pulang bersama Alex.
" Seperti itu kah rasanya memiliki sebuah keluarga, benar benar sangat menyenangkan, jika saja Anaku masih ada, mungkin saja Dia pun sudah menikah dan memberikan Cucu untuku. Clara maafkan Aku yang tidak dapat menjaga Putri kecil kita dengan baik," gumam Yarry dalam hati meratapi masa lalunya.
.
.
Alex melangkah memasuki Mansionnya dan menuju kamarnya untuk menemui Agnes, sedangkan Ica sudah belari terlebih dahulu menghampiri Mili yang sedang memberskan tempat kamarnya.
Alex mencari Istrinya di setiap sudut kamar terapi tidak dapati Istrinya itu.
" Kemana Agnes," gumamnya dalam hati sambil melangkah menuju dapur.
Dan benar saja, saat Alex melewati pintu dapur terlihat Agbes yang sedang sibuk berkutat dengan bahan bahan masakanya.
" Ehh..., Kamu sudah pulang Sayang." Ujar Agnes terkejut saat tahu Alex memeluknya secara tiba tiba.
" Iya Honeyku, kamu lagi masak apa hemm," tanya Alex lembut pada Istrinya.
" Masak Soup kesukaan Kamu Sayang," jawab Agnes tersenyum manja.
Alex tersenyum dan merasa gemas pada sikap manja Istrinya itu. Saat saat seperti ini lah yang sangat Ia rindukan saat bersama Agnes.
" Bagaimana keadaan Tuan Yarry?" Tanya Agnes sambil sibuk menyajikan masakannya.
" Dia sudah makin baik dan mungkin beberapa hari lagi Dia boleh pulang," jawab Alex yang membantu Agnes menyajikan masakan masakan yang Ia buat.
" Syukurlah jika begitu, Aku sangat khawatir dengan keadaannya," ujar Agnes.
" Kamu tidak perlu khawatir Honey, Dia akan baik baik saja," ucap Alex tersenyum menenangkan hati Istrinya agar tidak terlalu khawatir.
Alex melirik Agnes, Dia merasa heran mengapa Agnes menyajikan masakannya di sebuah wadah lain.
" Kamu mau antar makanan untuk siapa Honey," tanya Alex penasaran.
" Oh ini, ini mau Aku bawa ke Rumah Nenek White," jawab Agnes sambil merapikan wadah itu.
" Sungguh ?" Tanya Alex belum percaya dengan apa yang di dengarnya.
" Ya, apa Kamu mau menemaniku Sayang?" Tanya Agnes penuh harap.
" Tentu saja Aku mau, Kamu bersiaplah, nanti Aku akan menemanimu Honey," ujar Alex dengan senyuman mania di bibirnya. Dia merasa lega akhirnya perlahan Agnes mau membuka hatinya untuk Clara, jika di fikir fikir bertahan dengan ego itu tidaklah terlalu baik juga.
Alex kembali menyambar kunci mobilnya lalu segera membantu Agnes memasukan barang bawaannya untuk Ibu dan Neneknya. Alex lebih suka melakukan hal hal kecil seperti ini sendiri, Dia tidak lah suka terlalu mengandalka pelayan di rumahnya.
.
.
Alex mengendarai mobilnya menuju kediaman White, selama perjalanan Ica bercertita banyak pada Ibunya, Dia juga bercerita tentang Yarry saat Alex mengajak Ica menjenguk Yarry di Rumah Sakit.
Agnes agak tertegun saat Ica bercerita jika Yarry meminta Ica memanggilnya Kakek, entah apa yang di fikirkan Agnes tentang Yarry, Dia terlihat tersenyum mendengar satu demi satu cerita Ica.
" Sayang, tidak apa apa kah Ica memanggilnya Kakek," tanya Anges pada Alex.
" Ya, sepertinya tidak masalah Honey, lagi pula Yarry tidak keberatan bukan," jawab Alex terus fokus pada jalan di hadapannya.
" Baiklah jika begitu," ucap Agnes tersenyum manis.
Sesampainya di kediaman White, Agnes dan Alex segera turun, para pelayan menghampiri mereka untuk membantu membawakan barang bawaan Agnes dan Alex.
" Dimana Nenek White," tanya Alex pada salah satu pelayan tersebut.
" Nyonya ada di ruang keluarga lantai dua Tuan," jawab pelayan itu ramah.
" Baiklah,terimakasih," kata Alex sambil melangkah masuk ke Rumah Nenek White.
" Selamat Siang Nenek White, kami datang berkunjung, apakah kami mengganggu?" Sapa Alex saat melihat Nenek White yang sedang berbincang dengan Putrinya Clara.
" Ohh..., cucuku. Tentu saja tidak, Aku justru senang kalian berkunjung, kemarilah," ujar Nenek White yang tersenyum senang akan kedatangan Alex dan Keluarga kecilnya.
" Benar, kami justru sangat senang Alex," ujar Clara meninpali sambil mengusap usap kepala Ica yang sudah mendekatinya saat baru saja masuk.
Agnes melangkah mendekati Clara, " Nyonya , saya minta maaf atas sikap saya saat itu," ujar Agnes pada Clara.
" Tidak masalah Agnes, Aku memaklumi," jawab Clara tersenyum.
Clara terkejut tiba tiba Agnes memeluknya dengan erat, " Maafkan Anakmu in Mama, tidak seharusnya Aku bersikap seperti itu padamu," ucap Agnes lirik.
" Ah, terimakasih sayang, kamu tidak perlu meminta maaf, ini semua bukan sbuah kesalahan, okey," ujar Clara tersemyum bahagia sambil memegang wajah Agnes.
Alex dan Nenek White tersenyum melihat Anak dan Ibu yang lama terpisah akhirnya kini bisa bertemu kembali.
" Selamat ya Nyonya, akhirnya Anda bisa bertemu kembali dengan Putri Anda," ucap Alex.
" Iya Alex, terimakasih karena Kau sudah menjaganya dengan baik," jawab Clara tersenyum sambil mengusap air matanya.
" Tentu Nyonya, Aku sangat mencintai Agnes, jadi tidak mungkin Aku menyiakannya," ujar Alex yang membuat pipi Agnes menjadi merah merona.
Agnes hanya tersenyum menanggapi godaan Suaminya itu, " Benar benar tidak tahu tempat, dimana mana selalu saja menggodaku," gumam Agnes dalam hati.
Setelah berbincang melepas kerinduan dan juga meluangkan waktu untuk makan bersama dengan Keluarga White, akhirnya Alex pun berpamitan pulang kepada Nenek White dan juga Clara.
" Nenek Kami pulang dulu ya, lain waktu kami akan berkunjung kembali," ucap Alex berpamitan pada Nenek White.
" Baiklah Cucu cucuku, Kalian hati hati di jalan ya," ujar Nenek White pada Alex dan Agnes.
" Hati hati ya sayang, sering seringlah berkunjung kemari," ujar Clara pada Agnes.
" Iya Ma, selama Kami masih di sini, Kami akan sering sering berkunjung," jawab Agnes memeluk Ibunya sebentar lalu melangkah mendkati Alex.
Sebelum mobilnya melaju, Alex dan Keluarga kecilnya melambaikan tangan pada Nenek White dan Clara, mereka terlihat sangat senang atas kunjungan Keluarga kecil Alex, Mereka berharap Agnes dan Alex selalu bahagia dalam pernikahannya.
" Aku senang akhirnya Agnes bisa menerimaku Ma," ucap Clara pada Ibunya.
" Syukurlah Clara, selamat ya sayang ya, Mama bahagia sekali hari ini," jawab Nenek White tersenyum senang.