Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 47.



***


Siela menghapus make upnya di toilet restoran itu, Dia mengganti pakaiannya lalu melangkah keluar dari restoran.


" Nona tunggu," panggil Julian pada Siela.


" Ya, ada apa Julian," ucap Siela membalikan badannya.


" Biar saya antar Anda ke hotel. Tadi Tuan Alex meminta saya untuk mengantar Anda kembali," kata Julian melangkah menuju mobilnya dan membuka pintunya untuk Siela.


" Baiklah, lalu bagaimana dengan wanita itu," kata Siela yang justru membuka sendiri pintu mobilnya dan duduk di sebelah kemudi.


Julian merasa heran lalu dia melangkah masuk ke mobil, dengan perlahan Dia menyalakan mesin dan melajukan mobilnya menuju Hotel dimana Siela menginap.


" Bagaimana keadaan wanita itu Julian?" tanya Siela.


" Tuan hanya memberi efek jera untuknya dan akan mmgirim Dia ke Amerika besok," jawab Julian tetap fokus pada jalan di depannya.


Siela hanya tersenyum lalu menarik nafasnya panjang.


" Begitu banyak wanita yang mengaguminya," kata Siela pelan sambil menundukan wajahnya.


" Apakah Nona juga mengagumi Tuan Alex?" tanya Julian sambil melirik Siela sesekali.


" Ya, dulu Aku sangat mengaguminya saat Dia bersama Kakakku. Tetapi, saat itu Aku tidak ingin berebut dengan Kakaku, sekarangpun Aku juga tidak mau berebut dengan Agnes, Dia wanita yang baik dan pantas untuk mendampingi Alex," ujar Siela tersenyum pada Julian.


Julian hanya manggut manggut tanda mengerti apa yang di katakan Siela.


Mobil yang di kemudikan Julian pun sampai di halaman Hotel di mana Siela menginap.


" Nona, kita sudah sampai," ucap Julian.


" Okey Julian, terimakasih dan sampai jumpa lagi," kata Siela sambil membuka pintu mobil dan keluar.


" Nona Siela," panggil Julian saat Siela hendak melangkah pergi.


" Ya, ada Julian?" tanya Siela sambil membungkuk menatap Julian.


" Semangat Nona," ucap Julian berniat menghibur Siela.


Siela tersenyum lebar melihat sikap Julian yang menyemangatinya.


" Semangat," balas Siela tertawa pada Julian lalu melangkah masuk ke Gedung Hotel.


Siela melangkah menuju kamarnya dengan senyuman yang terus merekah di wajahnya. Dia senang bisa membantu Alex dalam menyelesaikan masalahnya dan juga bisa bertemu Julian yang ternyata salah satu oraang baik yang berada di sisi Alex.


" Alex, semoga kamu bahagia selalu bersama keluarga kecilmu," gumam Siela dalam hati.


.


.


.


Dengan perlahan Agnes membuka matanya, terlihat Alex yang masih tertidur pulas di sisinya dengan tangan yang memeluk pinggangnya.


Agnes tersenyum sambil membelai wajah tampan Suami tercintanya itu. Dia tidak tahu jam berapa Alex pulang semalam, karen obat yang Dokter berikan untuknya membuat Agnes tertidur pulas semalaman.


Agnese mendekatkan wajahnya, lalu dengan lembut mengecup kening Suaminya itu.


" Gantengnya Suamiku ini, pantas saja banyak wanita yang menginginkanmu Sayang," ucap Agnes pelan dengan senyuman di wajahnya.


Setelah dengan perlahan melepas pelukan Alex, Agnes pun bangkit dari ranjangnya pelan pelan karena Dia tidak mau mengganggu istirahat Alex.


Agnes bangun lebih awal pagi ini, Dia bermaksud menyiapkan sarapan dan juga bekal untuk Anak dan Suaminya. Dia melangkah menuju dapur lalu menyiapkan bahan bahan yang Ia butuhkan.


Seorang pelayannya menawarkan bantuan untuknya, tetapi Agnes menolak dengan senyuman di wajahnya dab meminta pelayan itu untuk membantu membersih bersihkan saja. Pelayan itu pun menuruti perintah Nyonyanya dengan senang hati.


Dengan semangat Agnea memasak makanan kesukaan Keluarganya yaitu nasi goreng seafood dan juga Ayam goreng kesukaan Ica untuk sarapan. Dan membuat Dua buah bento untuk bekal Ica dan Alex.


Kehidupan Agnes saat ini sudah seperti mimpi baginya. Selain memiliki Suami yang mapan dan Dia adalah seorang Chief Executive Officer di Perusahaan Ayahnya sendiri, dan Orang tuanya pun ternyata adalah seorang Bangsawan di Negaranya.


Agnes hanya tersenyum merasakan perubahan nasib yang Ia rasakan. Dia sangat bersyukur dengan semua yang Ia dapatkan saat ini, Dia juga bersyukur di cintai oleh seorang Alex yang membawa perubahan dalam hiduonya dan karena Alex lah Agnes bisa bertemu dengan Keluarganya kembali.


Agnes menyajikan masakan buatannya di meja makan lalu melangkah menuju kamarnya, Agnes masuk ke kamarnya dan di lihatnya Alex sudah tidak berada di ranjangnya, ternyata saat itu Alex sedang mandi.


Setelah itu Agnes melangkah ke kamar Ica untuk melihat apakah putrinya itu sudah bangun atau belum.


Agnes perlahan membuka pintu kamar Ica lalu melangkah masuk ke dalam ruangan itu, terlihat Mili yang sedang merapikan ranjang Ica.


" Ica dimana Mili?" tanya Agnes.


" Nona Ica sedang mandi Nyonya," jawab Mili dengan senyuman di wajahnya.


" Baiklah, nanti jika sudah selesai tolong segera turun ya untuk sarapan," kata Agnes lalu keluar dari kamar Ica kembali menuju kamarnya.


Terlihat Alex sudah selesai mandi dan sudah rapi dengan kemeja salur hitam juga jas dan celana dengan warna hitam. Dia sangat tampan denga pakaian seperti itu.


Agnes melangkah mendekati Alex dan berdiri di hadapan Suami tercintanya itu.


" Kamu sangat tampan Suamiku," puji Agnes sambil membetulkan dasi yang Alex kenakan.


" Emh, tentu saja. Jika Aku tidak tampan, bagaimana Kamu akan menyukaiku," kata Alex tersenyum menggoda Istrinya.


" Haiss, narsis," kata Agnes pelang sambil terkekeh dengan kenarsisan Suaminya.


Alex terkekeh mendengar kata kata Istrinya itu sambil melingkarkan tangannya di pinggang Agnes.


" Kenapa kamu memujiku, apakah kamu ingin mencicipi Suamimu yang Tampan di pagi ini Honey," bisik Alex sambil mengecup leher Agnea lembut.


" Emh, narsis sekali Suamiku ini," kata Agnes merangkulkan tangannya di leher Alex dengan senyuman di bibirnya.


Alex tersenyum lalu dengan lembut melu**t bibir Agnes mesra.


" Emhhh... Alex sudah, nanti Kamu terlambat Sayang," kata Agnes manja.


" Aku ka Bosnya, terlambat sebentar tak apa bukan," ucap Alex tersenyum nakal pada Istrinya lalu kembali melu**tnya lebih lama dan lebih dalam lagi, membuat Agnes semakin erat merangkulkan tangannya di leher Alex.


" Emhhh... Kau ini ya," ucap Agnes manja sambil melepaskan pelukan Suaminya manja. Wajahnya terlihat merona.


Alex hanya tersenyum puas berhasil menggoda Istrinya.


" Sudahlah, ayo turun. Aku sudah menyiapkan sarapan," ucap Agnes tersenyum.


" Baiklah Istriku yang Cantik," jawab Alex menggoda Agnes.


Agnes hanya tersenyum dengan gombalan Suaminya itu lalu melangkah menuju ruang makan di ikuti Alex.


Akhir akhir ini Alex begitu manja pada Istrinya, entah karena masalahnya yang telah usai atau bawaan calon bayi yang ada di dalam perut Agnes, Dia pun tidak tahu alasannya.


.


.


Setelah mengantar Ica ke sekolah, mobil yang Alex tumpangi melaju menuju kantornya. Saat separuh perjalanannya menuju kantor tiba tiba ponselnya berbunyi, terlihat nama Siela dari layar ponselnya.


" Ada apa Siela?" kata Alex dari sambungan ponselnya.


" Tidak apa apa, Aku hanya ingin memberi tahumu, jika hari ini Aku akan kembali ke Amerika. Itu saja," jawab Siela.


" Baiklah, nanti Julian akan menjemputmu di Hotel dan mengantarmu ke Bandara.


" Emh baiklah, titip salam untuk Agnes dan Ica ya," kata Siela sedikit kecewa. Dia sangat berharap jika Alex yang datang dan mengantarnya ke Bandara.


Alex pun memustus sambungang ponselnya lalu memberi perintah kepada Julian untuk mengantar Siela ke Bandara.


" Sepertinya Nona Siela ingin Anda yang mengantarnya Bos," kata Julian sambil melirik Alex lewat kaca spion.


" Aku tahu, tapi itu tidak akan baik Julian. Aku tidak ingin Siela berharap sesuatu yang lebih dariku," jawab Alex sambil memandang keluar jendela mobil.


" Jadi Anda sudah tahu jika Nona Siela menyukain Anda," ucap Julian heran.


" Tentu saja," jawab Alex singkat.


Sejak dulu Dia tahu jika Siela menyukainya, Siela selalu saja memperhatikannya saat bersama Siena dulu.


Julian hanya menganggukan kepalanya dengan terus fokus pada jalan di hadapannya. Dia merasa cinta itu sungguh rumit.