
***
Sejak Agnes tinggal di rumah pemberiannya, Alex lebih sering pulang ke Villa nya yang dekat denga rumah Agnes dari pada pulang ke Apartemennya.
Alex melangkahkan kakinya menuju mobilnya.
" Julian kita ketempat Agnes dulu." Perintah Alex pada Julian.
" Baik Pak." jawab Julian yang merasa heran dengan Bosnya itu.
Mobil yang di kendarai Julian parkir di halaman rumah Agnes, lalu Alexpun turun dari mobil.
Dia melangkah menuju pintu rumah lalu memencet bel yang berada di sudut pintu.
Tak berselang lama pelayan membukakan pintu untuk Alex.
" Selamat Pagi Pak." sapa pelayan itu.
" Pagi. Dimana Nona Agnes?" tanya Alex sambil melangkah masuk kedalam.
Belum sempat pelayan menjawab pertanyaan Alex, Alex terlebih dulu mendapati Agnes sedang berkutik di dapur. Lalu Dia mendekati Agnes yang sedang memasak, aroma masakannya sangat harum membuat cacing cacing di perut Alex berteriak teriak.
Agnes membalikan badanya dengan membawa air kaldu panas di tangannya. Tanpa di sengaja Dia menabrak Alex yang tiba tiba ada di belakangnya.
Air kaldu itu tumpah menyiram tangannya dan mengotori Jas Alex.
" Ya Tuhan,,, maaf Pak. saya tidak tahu Anda di sini." kata Agnes yang berusah membersihkan jas Alex yang kotor.
Alex segera menarik Agnes, menyiram tangannya dengan air dingin di wastafel.
" kenapa Kau memikirkan jasku, tanganmu tersiram air panas itu lebih penting." kata Alex cemas.
" tapi Pak... maaf saya tidak sengaja." Kata Agnes menatap laki laki di sebelahnya itu yang sedang mendinginkan tangannya.
" itu bukan salahmu. Kau tidak tahu Aku berada di belakangmu." kata Alex.
" ya , Anda melangkah tanpa suara, jadi saya tidak tahu." jawab Agnes menunduk.
Alex melirik ke arah Agnes ." jadi Kau menyalahkan ku?" tanya Alex mengerutkan alisnya.
" Ti ... tidak Pak." jawab Agnes melambai lambaikan kedua tangannya.
Alex memegang kedua tangan itu lalu meniupnya perlahan.
" Masih sakit sekali ?" tanya Alex sambil menatap Agnes.
Agnes hanya menggelengkan kepalanya sambil mendongakan wajahnya lalu menundukan wajahnya kembali.
Alex menuntun Agnes duduk di ruang makan, terlihat Ica yang sedang menikmati sarapannya.
" Morning Om ." sapa Ica begitu melihat Alex.
" Morning too Ica." jawab Alex dengan senyuman sambil meminta Agnes duduk lalu melangkah mengambil kotak p3k .
" Mama kenapa Ma?" tanya Ica khawatir.
" tidak apa apa, mamamu hanya kurang hati hati." kata Alex sambil melirik Agnes yang mengerutkan keningnya tanda tidak setuju dengan jawaban Alex.
Alex hanya tersenyum melihat reaksi Agnes seperti itu sambil mengoleskan salep di tangan Agnes yang terkena kaldu panas tadi.
" Mama, Ica sudah selesai. Ica berangkat dulu ya." kata Ica sambil mencium pipi Agnes.
" Om, Ica berangkat dulu ya." kata Ica hendak mencium pipi Alex tapi Dia terhenti.
" ehh,, maaf Om ." kata Ica menundukan wajahnya.
Alex dengan lembut menarik tangan Ica untuk mendekatinya lalu mendekatkan wajahnya kepada Ica sambil menunjuk Pipinya agar Ica menciumnya.
Ica tersenyum lalu mencium Pipi Alex dengan bibir mungilnya. Alex pun memeluknya sebentar.
" da da Om Alex." ucap Ica langsung lari keluar menuju mobil untuk berangkat ke sekolah bersama Kardi supir pribadi Agnes.
" Maafkan sikap Ica Pak." kata Agnes canggung.
" tidak masalah. Aku menyukainya." jawab Alex sambil menatap mata Agnes tajam.
Agnes terkejut lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Agnes sesekali melirik Alex yang dengan telaten mengobati lukanya, entah mengapa hatinya merasa tenang saat Alex berada di dekatnya.
" mikir apa sih Agnes,,, ingat Dia itu seorang Bos dan kamu hanyalah pekerjanya. jangan mimpi ." gumam Agnes dalam hatinya .
" Ehmm,, Pak. Biar saya obati sendiri. Tolong Buka jas Anda biar saya bersihkan." kata Agnes sambil bangkit dari duduknya.
Alex merasa heran dengan sikap Agnes yang seoalh olah menjauhinya. Alex melepas Jasnya lalu memberikannya pada pelayan. Entah mengapa hari ini Dia rasanumya tidak ingin ke kantor.
Alex menghubungi Ronald untuk mewakilinya menghadiri rapat dengan pemegang saham.
lalu Dia mengendurkan kancing kancing kemejanya lalu melangkah naik menuju ruang santai , di sana Dia melihat Agnes yang masih mengobati lukanya.
Alex mendekatinya lalu merebut kembali salep itu .
" sudah Ku bilang biar Aku saja, kau tidak bisa mengolesnya sendiri." kata Alex kembali membantu Agnes dengan telaten.
Alex sesekali menatap Agnes yang meringis merasakan perih dan panas di tangannya. Alex terus menatap Agnes tanpa Agnes sadari mata mereka bertemu, jantung Agnes serasa loncat loncat saat bertatap mata dengan Alex. Agnes berusaha mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Alex memegang dagu Agnes memintanya menatap matanya kembali, Alex mendekatkan wajahnya lalu dengan lembut di kulumnya bibir merah Agnes.
Agnes berusaha mendorong Alex, tapi Alex memegang tangannya dan meletakannya di dadanya.
" Please jangan menolak." bisik Alex di telinga Agnes dengan lembut. Bisikan itu membuat Agnes seakan terhipnotis.
Alex kembali melumat bibir Agnes dengan hangatnya, Agnes merasakan dada Alex berdegub dengan kencang sehingga tangannya merasakan getaran getaran dari deguban itu.
Alex mempeedalam lumatannya sehingga membuat Agnes *** kemeja Alex, tubuhnya terasa sangat panas saat itu.
Alex mecium leher Agnes dengan lembut, lidahnya memainkan leher dan telinga Agnes membuatnya selerti melayang di awan.
" aahhhhhh....."
Alex tekejut mendengar desaha Agnes, hampir saja Dia hilang kendali. Alex mencium dada Agnes meninggalkan tanda merah di dada Agnes.
Di tatapnya dalam dalam wanita di depannya itu, lalu di pelukanya dengan hangat.
" Maafkan Aku Agnes." bisik Alex di telinga Agnes.
Agnes masih terpaku ,,, Dia pun tidak tahu kenapa tidak merasa marah ataupun risih saat Alex memperlakukannya seperti itu. Dia justru merasa nyaman dan menikmatinya. " Apakah Aku sudah jatuh Cinta Padanya" gumam Agnes dalam hatinya. Seketika air matanya mengalir , Dia takut terluka seperti dulu lagi karna salah mencintai seseorang.
Alex menghapus air mata Agnes dengan jari jarinya.
" kamu jangan menangis, Aku minta maaf." kata Alex menatap Agnes dengan wajah bersalah.
" Saya baik baik saja Pak." jawab Agnes mencoba tenang.
" Agnes, Aku tidak tau ada apa dengan diriku. Aku hanya ingin kamu percaya, bahwa Aku tidak akan mempermainkanmu." kata Alex pada Agnes.
Agnes sontak menatap wajah Alex yang ada di hadapannya. Dia masih belum faham apa maksud dari kata kata Alex.
Agnes hanya diam lalu beranjak dari sofa melangkah masuk kedalam kamarnya.
Agnes berdiri di depan cermin, Dia membenarkan kancing kemejanya yang tadi sempat di buka Alex. Dia tertegun melihat tanda merah di dadanya, di usapnya tanda merah itu dengan jarinya. " Ya Tuhan, jika Dia hanya mempermainkanku, Aku mohon jauhkanlah Dia dariku sebelum Aku terlalu dalam jatuh dalam Cinta semu ini. mungkin Aku hanyalah hanya sekedar hiburan baginya," gumam Agnes dalam hatinya.
Agnes merapikan bajunya lalu keluar dari kamarnya.
Dilihatnya Alex masih di ruangan yang tadi membaringkan tubuhnya di sofa. Lengannya menutupi matanya .
Agnes perlahan mendekati Alex.
" Pak Alex..." panggil Agnes pelan.
" hmmm..." jawab Alex masih menutup matanya dengan lengannya.
" saya sudah siap, kita berangkat sekarang ? Anda ada rapatka hari ini." tanya Agnes .
Alex membuka matanya , dilihatnya Agnes sudah siap untuk pergi ke kantor. Alex teesenyum ...
" Hari ini kita libur dulu ya,, Aku lelah sekali ingin istirahat." kata Alex pada Agnes.
" ohhh Begitu. ya sudah..." jawab Agnes.
" Kenapa, Apa kau ingin menemaniku beristirahat hemmm..." goda Alex pada Agnes.
" hahhh... tidak." jawab Agnes cepat lalu meninggalkan Alex di ruangan itu sendiri.
Alex terkekeh melihat tingkah Agnes,, " Apa iya Aku menyukainya? Tidak ada yang istimewa darinya , tapi mengapa Aku begitu tertarik padanya? Tania sering memintaku untuk me ciumnya tapi Aku merasa geli dan tidak mau, tapi kenapa dengan Agnes justru Aku sendiri yang me ginginkannya? Aaarrrgggg.... sudahlahhh" gumam Alex dalam hati sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
Seketika Alex tersenyum saat mengingat saat saat bercumbu dengan Agnes, tubuhnya terasa panas seolah olah akan memakan habis wanita itu. Entah sejak kapan Dia jadi memiliki fikiran kotor seperti itu. Sepertinya sejak Dia bertemu dengan Agnes.
( Terimakasih like dan komennya kakak😊🙏.
Selamat Membaca 😊 )