
***
" Mama, Mama dimana Ma. Huhuhu
" Honey, Kamu dimana Honey? Aku sangat merindukanmu.
Di alam bawah sadar Agnes melihat Ica dan Alex dengan wajah sedih terus memanggil namanya. Agnes berusaha menggapai mereka tetapi tangan Agnes tak dapat menyentuh mereka. Agnes sangat sedih dan menangis sejadi jadinya di bawah alam sadarnya.
Agnes seperti mencium bau obat obatan yang menyengat.
Perlahan Agnes membuka matanya yang lembab dan basah karena air mata, gerakan bola matanya menyusuri ruangan berdinding putih itu.
" Tempat ini. Ini Rumah Sakit?" Gumam Agnes dalam hatinya.
" Nona , Anda sudah siuman?" Terlihat seorang wanita menghampirinya dan tersenyum ketika melihat Agnes membuka matanya.
Agnes menatap wanita itu dengan pandangan yang masih sayu. Dia merasa tidak kenal dengan wanita itu. Wajahnya asing baginya.
" Siapa Dia? Lalu kemana wanita yang berbaju sexy saat itu? Apa yang terjadi sebenarnya." Gumam Agnes dalam hati.
" Jangan takut, saya bukan orang jahat." Kata wanita itu , terlihat dari matanya Dia bukan lah orang jahat.
" Kau siapa?" Tanya Agnes lirih.
" Saya Maria, Tuan saya yang membawamu kemari, dan Tuan meminta saya utuk merawatmu " Jawab Maria sambil tersenyum.
" Maria, apa yang terjadi pada saya?" Tanya Agnes.
" Anda mengalami kecelakaan Nona. Semua penumpang mobil itu meninggal dunia, Anda sangat berutung bisa selamat dari kecelakaan maut itu." Jawab Maria dengan nada sedih.
Agnes mengerutkan keningnya. " Apa. kecelakaan? Jadi mobil penculik itu mengalami kecelakaan." Gumam Agnes dalam hati.
Drrtt Drrtt...
Terdengar ponsel Maria bergetar, Maria lalu melangkah keluar menerima panggilan dari ponselnya itu.
" Sebentar ya Nona, Tuan saya menghubungi." Kata Maria.
" Baiklah." Jawab Agnes pelan. Tubuhnya masih sangat lemah.
Setelah beberapa menit Maria akhirnya kembali keruangan Agnes. Maria tersenyum dan duduk di sebelah Agnes.
" Bagaimana Nona , Apakah Anda sudah merasa lebih baik?" Tanya Maria sambil memegang tangan Agnes dengan lembut.
" Ya Aku merasa baikan Maria." Jawab Agnes.
" Nona sebentar lagi kita akan pulang, kata Tuan Anda bisa menjalani perawatan pemulihan di rumah." Ucap Maria pada Agnes.
" Maria. Terimakasih Kau sudah menolongku." Kata Agnes lirih.
" Sama Sama. Oh ya, Siapa namamu Nona?" Tanya Maria.
" Namaku Agnes. Maria, bisakah Aku menghubungi keluargaku?" Tanya Agnes dengan nada penuh harap pada Maria.
" Emh, maaf Nona saya tidak bisa. Sebaiknya nanti saja saat Anda bertemu dengan Tuan saya." Jawab Maria.
Agnes terdiam. Dia tidak tahu harus bagaimana, jangankan berjalan untuk menggerakan tangannya saja Dia harus merasakan sakit yang luar biasa. Agnes takut Tuan Maria adalah salah satu komplotan orang orang yang menculiknya saat itu. Tidak ada jalan lain, Dia harus pulih terlebih dahulu agar bisa mencari jalan keluar .
Dokter yang menangani Agnes pun melakukan pemeriksaan lalu menandatangani izin kepulangan Agnes.
Mariapun mengganti pakaian Agnes dan merapikan rambut Agnes. Agnes terlihat cantik meskipun tidak ada polesan make up di wajahnya.
" Nona Agnes ternyata Anda cantik sekali." Puji Maria sambil tetsenyum
" Terimakasih Maria." Jawab Agnes tersenyum tipis.
" Mungkinkah itu Tuan Maria?" Tanya Agnes dalam hati.
" Maria, mobil sudah siap. Segera bawa Nona ini ke Mansion." Kata Pria itu memerintah Maria.
" Baik tuan muda." Jawab Maria melangkah hendak memapah Agnes , tetapi kaki Agnes tidak dapat menopang tubuhnya sendiri membuatnya hampir terjatuh jika saja Justin tidak menangkap Agnes.
" Tuan muda, biarkan saya bantu." ucap Maria hendak membantu memapah Agnes .
" Tidak perlu." jawab Justin singkat.
Dengan sigap Justin menggendong Agnes menuju mobil. Wajahnya dingin tanpa expresi membuat Agnes sedikit takut. Agnes sangat terkejut saat Justin menggendongnya, Dia melirik ke arah Maria. Maria hanya menganggukan kepalanya tanda meminta Agnes menurut saja.
Justin menurunkan Agnes di bangku belakang bersama Maria di sebelahnya sedangkan Justin duduk di depan bersama Asistennya Rian.
Mobilpun melaju dengan cepat menuju Mansion Tuan Maria.
Selama perjalanan Agnes bungkam seribu kata, Dia melihat ke arah jendela tak ada satupun tempat yang di kenalnya selama perjalanan itu.
" Berada di mana Aku ini? Tidak ada satupun tempat yang Aku tahu." Gumam Agnes dalam hatinya.
Maria merasa kasihan pada Agnes, wajahna terlihat sedih , entah apa yang sedang di fikirkannya. Maria yakin Agnes adalah wanita baik baik.
Mobil melaju dengan cepat hingga mobil itu berhenti di depan sebuah gerbang besar. Dua orang penjaga membukakan gerbang besi itu untuk Tuannya.
Mobil perlahan memasuki jalan menuju Mansion yang sangat besar. Sepanjang perjalanan ke Mansion banyak para Bodyguard menjaganya.
" Seperti apa sebenarnya Tuan Maria? Mengapa banyak sekali penjaganya. Mansionnya pun sangat besar dan mewah?" Gumam Agnes dalam hati penasaran dengan apa yang sudah di lihatnya.
Justin kembali menggendong Agnes menuju kamar tamu . Dengan perlahan Justin merebahkan Agnes di ranjang.
" Beristirahatlah." Ucap Justin singkat.
" Terimakasih. Tuan muda, maaf ini dimana?" Tanya Agnes pelan.
Justin membalikan badannya menghadap Agnes sambil menyilangkan tangannya.
" Tidak penting bagimu tahu ini dimana." Jawab Justin ketus.
" Maksud Anda ? Maaf Tuan, Aku ingin menghubungi keluargaku. Aku sangat merindukan mereka. Apakah bisa Aku meminjam telefon?" Pinta Agnes dengan sungguh sungguh.
" Tidak!" Jawab Justin singkat lalu melangkah keluar meninggalkan Agnes sendirian di kamarnya.
Agnes merasa bingung, apa yang terjadi sebenarnya. Mereka menolong Agnes tetapi Agnes merasa seperti bukan di tolong, justru seperti di jadikan tawanan.
Agnes menatap langit langit di kamar itu, terlihat bayanga Alex dan Ica yang tersenyum manis kepadanya.
" Suamiku, Anakku. Aku sangat merindukan kalian." Ucap Agnes lirih dengan air mata yang terus mengalir melewati wajah cantiknya itu.
Entah berapa lama Agnes menangis hingga Dia tertidur dengan sendirinya. Berharap bertemu orang orang yang dia cintai meskipun hanya dalam mimpi.
.
.
Kapal yang membawa Alex dan Keluarganya pun akhirnya bersandar. Alex berencana kembali ke Mansion Ayahnya agar pencarian Agnes bisa lebih leluasa. Menurutnya Agnes tidak akan di bawa keluar Amerika.
Alex mengerahkan semua jaringannya dan untuk pencarian Agnes.
Yohans yang saat itu mendapat tugas penting dari Nenek White segera kerumah sakit guna melakukan tes DNA antara Agnes dengan Clara. Yohans berharap Agnes adalah putri Clara yang selama ini di carinya.
Terimakasih Like , komennya. Jangan lupa kasih nilai ya di Novel Aku ini. π
Selamat Membacaππ