Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 43.



***


Wanita itu berlari menghampiri Alex lalu memeluk Alex dari belakang. Alex sangat terkejut dengan perlakuan Sekretaris Kazuo tersebut.


" Hei Nona, apa yang Kamu lakukan," ucap Alex sambil berusaha melepaskan pelukan wanita itu, tetapi pelukannya sangat erat membuat Alex kesulitan melepaskannya.


" Alex, apakah Kamu lupa kepadaku Alex," kata wanita itu.


" Nona tolong lepaskan dulu dan siapa Kamu sebenarnya," kata Alex yang terpaksa menyakiti wanita itu dengan melepaskan pelukannya dengan kasar.


" Jahat kamu Alex, Aku Siena kekasihmu. Bagaimana bisa kamu melupakan Aku," teriak Siena pada Alex dengan mata berkaca kaca.


Alex terdiam sesaat ketika wanita itu menyebutkan jika dirinya adalah Siena. Setahu Alex Siena kekasihnya sudahlah tiada. Bagaimana bisa ada Siena lagi saat ini. Alex sempat luluh terbawa suasana, Dia senang jika memang Siena masih hidup, tetapi perasaan untuknya kini sudah hilang tak berbekas di hatinya.


" Siapapun kamu Aku tidak peduli, Siena sudah tiada sejak lama, berani beraninya kamu mengaku menjadi Dia," gertak Alex pada wanita itu.


" Aku sungguh Siena Alex, Aku masih hidup sayang," kata wanita itu kembali memeluk Alex.


" Lihat saja nanti, jika Aku tahu kebenarannya Kamu akan tahu akibatnya," kata Alex dingin pada wanita yang mengaku sebagai Siena tersebut.


Alex melepas pelukan wanita lalu melangkah pergi meninggakannya di lorong sendirian. Siapapun wanita itu Alex tidak ingin memperdulikannya lagi, semisal itu benar benar Siena pun Dia tidak akan menggubrisnya, karena saat ini Dia sudah memiliki kehidupan baru bersama keluarga kecilnya.


" Dengar Alex, jika Aku tidak bisa memilikimu, Dia juga tidak boleh," teriak wanita itu dengan kesal.


Alex tidak memperdulikan kata kata wanira itu, Alex terus melangkah pergi menjauh dari. Tidak bisa di pungkiri, mendengar ancaman wanita itu Alex sedikit khawatir akan keselamatan Keluarganya, terutama Agnes.


.


.


Alex membuka pintu kamar di Ruang pribadinya lalu melangkah masuk, terlihat Agnes yang tertidur pulas di atas ranjang besar itu.


Alex mendekati Agnes lalu dengan lembut mengecup kening Istrinya itu.


Saat hendak melepas kecupannya tiba tiba tangan Agnes merangkul di lehernya.


" Ehmm, Kamu baru datang Alex," ucap Agnes manja.


" Iya, maaf ya Honey," jawab Alex tersenyum.


Agnes terdiam sambil menatap wajah tampan Suaminya itu, Alex membalas tatapan Agnes lembut, dengan tatapan matanya saja sudah membuat jantung Agnes berdegub sangat kencang meskipun mereka sudah sekian lama menikah.


" Aku mencintaimu Alex," ucap Agnes pelan.


" Aku juga Honey," ujar Alex lalu melu**t bibir Agnes dengan hangat.


" Emh...," desis Agnes membangkitkan gairah Alex.


" Sayang, Aku sedang hamil," bisik Agnes dengan nafas terengah engah.


" Itulah jika kamu berani menggodaku," bisik Alex sambil menc**m leher Agnes.


" Emh... tapi...," ucap Agnes sambil menggigit bibir bawahnya.


" Aku akan bermain dengan pelan Honey," bisik Alex tersenyum nakal membuat seluruh tubuh Agnes merinding di buatnya.


Alex memperlakukan Istrinya dengan sangat lembut malam ini. Di liriknya Agnes yang sudah tertidur pulas di sisinya. Alex mengecup lembut kening Agnes lalu bangkit melangkah menuju kamar mandi.


Alex berdiri dengan rintik rintik air hangat berjatuhan di kepalanya, Alex mengusap wajahnya seketika Dia teringan sasok Sekretaris Kazuo yang sangat mirip dengan Siena, entah mengapa Alex merasa ada kejanggalan dan merasa curiga dengan wanita itu.


Usai mandi Alex mengambil ponselnya untuk menghubungi Julian. Alex meminta Julian menyelidiki siapa sebenarnya sekretaris Kazuo.


Alex menatap dalam dalam Agnes, " Maafkan Aku Honey, tidak ada maksud Aku mengenang masa lalu, Kamu wanita satu satunya yang Aku cintai, hanya saja Aku takut orang itu menyakitimu," gumam Alex dalam hati.


Agnes membuka matanya, sinar sinar matahari menyilaukan matanya lewat celah celah jendela kamar. Dia menatap sekeliling kamar, tak terlihat Alex di sana.


" Alex berangakat pagi sekali," gumam Agnes sambil bangkit dari ranjang lalu melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Selesai membereskan dirinya Agnes segera melangkah menuju ruang kerjanya, badannya sudah lebih baik setelah Dokter memberinya beberapa vitamin untuknya.


Saat Agnes membuka buka berkasnya, tiba tiba ada sesuatu yang terjatuh di lantai lalu Agnes memungutnya.


" Sebuah amplop, amplop apa ini," gumam Agnes sambil membuka amplop tersebut.


Agnes terkejut saat melihat isi amplop itu, terlihat Alex yang sedang memeluk seorang wanita yang sangat cantik dengan senyuman di wajah mereka.


" Apa ini," gumam Agnes.


Agnes terdiam sesaat, Dia benar benar yakin laki laki di foto itu adalah Suaminya, Alex. Tetapi melihat wanita itu, Agnes benar benar tidak mengenalinya.


" Siapa wanita itu sebenarnya, dan apa hubungan mereka," kata Agnes perlahan.


Saat Agnes sedang kalut dengan fikirannya sendiri tiba tiba terdengar pintu ruangannya terbuka, Agnes segera memasukan foto foto itu kembali ke amplot.


" Tante Diandra, ada apa?" tanya Agnes saat melihat ternyata Diandra yang masuk ke ruangannya.


" Agnes ada yang ingin menemuimu, Dia berkata jika Bosnya adalah rekan bisnis Alex," ucap Diandra pada Agnes.


" Kenapa harus menemuiku, bukankah seharusnya Dia ke West Star," jawab Agnes merasa heran.


" Entahlah, Dia ingin menemuimu dan menunggumu di ruang tunggu," ucap Diandra.


Agnes melangkah mengikuti Diandra menuju ruang tunggu untuk menemui seseorang itu.


Diandra membuka pintu untuk Agnes lalu mempersilahkan Agnes masuk ke ruangan tersebut. Agnes melihat seorang wanita yang sedang berdiri memunggunginya sedang menatap ke luar kaca besar di ruangan itu.


" Selamat pagi, ada apa Nona mencari saya," tanya Agnes pada wanita itu.


Wanita itu berbalik menatap Agnes sambil tersenyum.


" Selamat pagi, senang bertemu Anda, perkenalkan saya Siena Sekretaris dari Tuan Kazuo rekan bisnis Suami Anda," sapa wanita itu kepada Agnes sambil mengulurkan tangannya.


Agnes terkejut saat melihat wanita itu.


" Wanita ini, bukan kah yang tadi ku lihat di foto itu, ada apa dengan semua ini," gumam Agnes dalam hati.


" Ya, senang juga bisa bertemu dengan Anda Nona Siena. Silahkan duduk," ucap Agnes mempersilahkan Siena.


" Ada apa Nona Siena ingin menemui saya, bukankah lebih baik Anda menemui Suami saya jika ingin membicarakan tentang kerja sama antara perusahaan," kata Agnes tenang.


" Anda benar, tetapi tidak ada salahnya bukan jika kita saling mengenal, betul kan Nyonya Agnes," jawab Siena sembari menyruput kopinya.


" Anda tahu nama saya?" tanya Agnes heran.


" Tentu saja, Alex sudah bercerita banyak tentangmu malam itu," jawab Siena tersenyum.


" Baiklah Nona Siena, adakah yang ingin Anda bicarakan lagi, karena saya sangat sibuk hari ini," ucal Agnes tetap tenang. Dia tidak tahu apa sebenarnya tujuan Siena menemuinya, tetapi Dia merasa Siena bukanlah orang yang baik.


" Tentu saja ada hal yang ingin Aku sampaikan pada Anda Nyonya," kata Siena meletakan cangkirnya.


" Apakah itu Nona, silahkan Anda sampaikan," ucap Agnes tersenyum.


" Aku menginginkan Suamimu kembali padaku Agnes," ucap Siena menatap Agnes.


" Apa kamu sadar Nona, kamu sudah gilakah," ucap Agnes merasa heran dengan wanita di hadapannya.


" Ya, Aku memang gila, Aku tergila gila pada Suamimu." ujar Siena.


Agnes menghembuskan nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.


" Silahkan Anda pergi dari sini jika tidak ada yang ingin di bicaran lagi, dan Aku tidak tahu apakah Suamiku akan melanjutkan kerja samanya dengan Bosmu jika mengetahui kelakuan Anda seperti ini," kata Ages dingin pada wanita yang mengaku sebagai Siena itu.


" Tentu saja mereka akan tetap bekerja sama, karena Alex sudah menandatanganinya, dan perlu kamu tahu, Aku akan sering bertemu denganya, Aku pastikan Dia akan kembali padaku." kata Siena tersenyum sinis lalu melangkah keluar dari ruangan itu.


Agnes terduduk lemas setelah kepergian Siena, Dia masih bingung dengan apa yang dialaminya hari ini.


" Dari wajahnyanya Dia benar benar wanita yang di foto itu, ada hubungan apa sebenarnya Dia dengan Suamiku, mungkinkah Alex mengkhianatiku selama ini," gumam Agnes dalam hati dengan mata berkaca kaca.


Dengan perasaan yang campur aduk Agnes melangkah kembali ke ruang kerjanya, masih banyak pekerjaan yang harus Ia selesaikan hari ini. Meskipun fokusnya terganggu Agnes berusaha menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang sempat tertunda.


.


.


Siena melangkah menuju ruangan Alex membawa berkas dari Perusahaannya yang harus Ia berikan kepada Alex. Dibukanya pintu ruangan Alex lalu Dia melangkah kedalam ruangan Alex, terlihat Alex sedang sibuk dengan laptop di hadapannya.


" Hallo Alex, bagaimana kabarmu hari ini," tanya Siena duduk di hadapan Alex.


" Ada apa kamu kemari?" tanya Alex dingin dan tetap fokus pada laptopnya.


" Tentu saja meberikan ini," jawab Siena menaruk berkas itu di meja Alex.


" Baiklah, kau bisa segera keluar sekarang!" perintah Alex tanpa menatap wanita itu.


" Alex, apakah kau sungguh sungguh melupakanku? Jauh jauh Aku mencarimu, ini yang kau lakukan padaku," ucap Siena menatap Alex.


" Apa maksudmu," ucap Alex menutup laptopnya, wajahnya begitu dingin dan menyeramkan.


" Alex, Aku benar benar Siena, Aku belum meninggal Alex, kamu tahu bukan jika Aku memiliki saudara kembar, yang meninggal adiku Siela, saat itu Aku memintanya menemuimu karena Aku masih ada mata kuliah, siapa sangka jika justru yang tertembak Alex," ujar wanita itu menjelaskan.


Alex terdiam sesaat mendengar penjelasa Siena, " Apakah benar apa yang di katakan wanita ini, mengapa Aku tidak yakin, wajah dam suaranya memang sama persis, karena Siena dan Siela adalah saudara kembar identik. Tetapi mengapa Aku merasa wanita ini bukanlah Siena," gumam Alex dalam hati.


" Alex, Aku mohon marilah kita mulai dari awal, Aku masih sangat mencintamu, bertahun tahun Aku mencarimu akhirnya kini Aku menemukanmu Alex," ucap Siena yang tiba tiba sudah berada di pangkuan Alex dan merangkul leher Alex.


Alex yang tersadar dari lamunannya terkejut saat melihat Siena yang sudah berubah posisi.


" Sudahlah Siena, maaf Aku tidak bisa. Aku sudah berkeluarga sekarang, pergilah," kata Alex mendorong Siena agar menjauh darinya.


Siena tidak tinggal Diam, Dia terus memeluk Alex dengan erat, Dia yakin meskipun sedikit Alex pasti masih memiliki perasaan untuknya. Siena menc**mi leher Alex dan membuka kancing kemejanya lalu mengarahkan dadanya kewajah Alex, Dia terus berusaha menggoda laki laki di hadapannya itu.


Alex tidak tahan dengan perlakuan wanita itu, terpaksa Dia mendorongnya hinngga wanita itu terjatuh.


" Dengarkan sekali lagi, siapapun kamu Aku tidak akan menerimamu, pergi!" Bentak Alex pada wanita yang mengaku sebagai Siena itu.


Wajahnya benar benar terlihat marah, Dia tidak menyangka jika wanita itu begitu nekat hingga melakukan hal ini padanya di kantor.


Sienapun merapikan kemejanya lalu keluar dari ruangan Alex dengan wajah kesal.


" Tunggu saja Alex, Aku pasti bisa mendapatkamu, Aku yakin itu," gumam wanita itu dalam hati dengan senyuman licik di bibirnya.