Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 7



 


Alex menyandarkan tubuhnya di dinding lif, matanya mengarah ke Agnes yang berdiri di depannya , tatapannya menjelah menyusuri tubuh wanita itu, dari ujung kaki hingga ujung kepala.


" gadis ini, tidak terlihat jika sudah memiliki anak, apa benar Dia sudah menikah, tapi saat ku tanya apakah sudah menikah dia berkata belum.... haisss,, kenapa Aku jadi memikirkan urusannya." gumam Alex dalam hati.


Pintu Lif terbuka , " Sebelum pulang , nanti keruangan saya." perintah Alex pada Agnes sambil melangkah keluar tanpa memandang Agnes.


Agnes terpaku seketika. " Aduuhhhh mati Aku, pasti , pasti Aku bakal di pecat gara gara tidak sopan padanya tadi,,, pasti tadi Aku mengganggunya saat nersama Nona itu, mungkin saja Dia adalah kekasih Pak Alex. Aku harus cari pekerjaan di mana lagi jika di keluarkan dari sini " gumam Agnes cemas dan sedih.


.


.


.


Alex melangkah menuju ruanganya , saat memasuki ruangan itu terlihat Tania sudah menunggunya di dalam, Dia tersenyum manis melihat kedatangan Alex.


" Siapa yang mengijinkanmu masuk kemari Tania?" tanya Alex msmgerutkan keningnya,Dia tidak nyaman dengan keberadaan Tania.


" Alex, Aku dan Kamu itu kenal dan berteman sejak kecil, Apakah untuk masuk keruanganmu ini Aku harus minta ijin." jawab Tania kesal dengan sikap Alex yang dingin sejak Alex tau bahwa Tania ada perasaan padanya.


" Ini ruangan Orang Tuaku, tentu saja butuh ijinku untuk memasukinya." ucap Alex sambil menyandarkan diri di meja kerjanya dan menyilangkan kedua tangannya.


" ya ampun Alex, tante Alecia itu sudah sangat lama tiada, ini semua itu milik kamu sekarang . ya kan." jawab Tania


" Keluar dari sini jika tidak ada urusan penting !" kata Alex dingin tidak suka dengan ucapan Tania barusan, baginya Alecia adalah seorang Ibu yang selamanya hidup di dalam hatinya.


" Alex jangan seperti itu, maafkan Aku jika Aku salah bicara" kata Tania cepat cepat meminta maaf.


" Aku sibuk Tania, sebaiknya Kau tidak menggangguku, jika kamu sedang liburan silahkan kamu jalan jalan kemana kamu mau pergi." ucap Alex sambil duduk di kursi kerjanya membuka buka berkas yang ada di atas mejanya.


" iya, Aku mau kamu menemaniku jalan jalan Alex." pinta Tania


" Tidak bisa." jawab Alex singkat sambil terus fokus pada pekerjaanya.


Tania terlihat kesal dan kecewa dengan jawaban Alex.


Tok Tok Tok Tok...


terdengar suara pintu ruangan Alex di ketuk. Alex segera memintanya masuk. Terlihat Agnes masuk kedalam ruangan Alex, Agnes terenyum saat melihat Tania yang ada di ruangan itu, tapi Tania justru menatap sinis pada Agnes.


" Tania, tolong kamu keluar. Aku ada urusan ." kata Alex singkat sambil membuka pintu ruangannya untuk Tania.


Dengan wajah merah padam karena malu Tania segera keluar dari ruangan Alex, Dia tidak menyangka Alex akan mengusirnya di hadapan wanita rendahan itu.


" Duduklah ...." pinta Alex pada Agnes . Dia mengambil berkas di mejanya lalu menyandarkan diri di meja kerjanya.


" Nama Kamu Agnes Chrisnalia,,, kamu bukan asli sini ya." Tanya Alex sambil membuka buka map yang ada di tangannya.


" Iya Pak... " jawab Agnes pelan.


" Usia kamu saat ini 24 tahun. Anak kamu masih baby ya?" tanya Alex sambil menatap Agnes


" tidak Pak, Anak saya sudah berusia 8 tahun." jawab Agnes merasa malu dengan pertanyaan Bos nya itu.


Alex mengerutkan keningnya mendengar jawaban Agnes.


" Kamu menikah di usia muda... its Ok Agnes , itu prifasi kamu, saya tidak akan mempermasalahkan . tapi saya tidak suka ada manipulasi data karyawan di perusahaan saya Agnes. " ucap Alex menatap dingin Agnes sambil menyilangkan tangannya.


Agnes spontan mendongakan wajahnya menatap Bosnya yang ada di hadapannya itu.


" memanipulasi data? maksudnya apa Pak?" tanya Agnes bingung.


" ya saya tahu, mungkin kamu malu jika harus mengakui kamu hamil di luar nikah lalu menikah di usia muda. tapi mengubah data kamu menjadi single seperti ini, ini tidak di anjurkan meskipun kamu bekerja dengan baik di sini." ucap Alex pada Agnes.


" tapi pak saya benar benar belum menikah Pak." jawab Agnes mencoba menjelaskan dengan mata berkaca kaca. Dia sangat sedih di curigai sebagai seorang penipu karna statusnya yang memiliki anak.


" bagaimana mungkin , kamu mau bilang kekasih kamu tidak tanggung jawab gitu? ini negara hukun Agnes, saya yakin orang tua kamu pasti akan menuntut laki laki itu jika tidak menikahimu bukan." ucap Alex santai .


Seketika hati Agnes bagai teriris belati,, Diapun sebenarnya tidak ingin bernasip seperti ini, tapi apa mau dikata,Agnes hanyalah anak yang di buang orang tuanya di panti asuhan sedangkan Dion anak orang yang berada, siapakah yang berani menuntutnya. di tuntutpun peruma karna keluarga Dion , bahkan Dion sendiri tidak sudi menerima kehadiran Agnes dan Ica.


" saya tidak punya orang tua. jika memang begitu kenyataannya saya bisa apa? Baik Pak, jika begitu saya Resign mulai hari ini. mari Pak saya permisi dulu." jawab Agnes melangkah keluar dari ruangan Alex dengan sesekali menghapus air matanya yang mengalir deras di wajahnya.


Alex menatap kepergian Agnes dengan cemas, tidak tahu mengapa hatinya terasa nyeri melihatnya menangis, Sebelum membuka pintu ruangannya Agnes menoleh kembali ke arah Alex dan berkata " Maaf Pak, saya tidak menipu siapapun." lalu keluar dari ruangannya.


" mungkinkah Aku sudah salah sangka dengannya..hahhhh... apa sih Aku ini, salah sangka pun ya sudah, itu bukan urusanku, berikan saja gaji terakhirnya. faktanya Dia sudah mempunyai suami dan anak, titik? gumam Alex dalam hatinya.


[ Terimakasih Like dan Komennya Kakak. 😊🙏 . Selamat Membaca 😊]