Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 21



***


Dion melangkah menghampiri Ayahnya. Entah kenapa tiba tiba Ayahnya memintanya pulang .


Dion membukan pintu ruang baca dan menghampiri Ayahnya yang sedang duduk sambil membaca sebuah buku.


" Pa, ada apa mencariku?" tanya Dion .


Randy bangkit melangkah mendekati anaknya.


Plakk...


Sebuah tamparan keras melayang di wajah Dion, membuatnya meringis sakit. Wajahnya terasa panas dan perih. Darah segar mengalir dari ujung bibirnya.


" Aku malu memiliki anak sepertimu Dion!" kata Randy penuh amarah.


" Pa, ada apa ini?" tanya Dion sambil memegang wajahnya yang perih.


" Kau laki laki pecundang Dion. Kamu laki laki tidak bertanggung jawab Dion. Papa kecewa sama kamu." ucap Ayah Dion geram pada anak satu satunya itu.


" Pa, apa maksud Papa? Dion salah apa Pa?" kata Dion kesal.


" Kamu sudah menghancurkan hidup seorang wanita dan mencampakan Anakmu sendiri. Kamu masih tanya kamu salah apa hah!" bentak Ayah Dion sambil memegang dadanya yang terasa nyeri. Randy lalu duduk di sofa ruang bacanya mencoba menenangkan dirinya sendiri.


Dion terdiam sambil menundukan kepalanya.


" Sejak dulu Aku memang sudah merasa jika Aku ini adalah pecundang Pa. Aku tahu jika Aku salah dan Aku menyesal sudah mencampakan mereka. Seandainya saat itu Mama tidak mencoba bunuh diri membuatku mau tidak mau menikah dengan Tiara, mungkin Aku sudah bahagia hidup bersama Agnes dan Ica." jawab Dion lirik sambil duduk di hadapan Ayahnya.


Randy hanya terdiam sambil memegang dadanya. Dia benar benar tidak menyangka jika Istrinya mengorbankan kebahagiaan Anaknya sendiri hanya karena kehidupan sosialitanya. Mama Tiara adalah salah satu rekan sosialitanya yang memiliki bisnis perhiasan dan Tiara selalu memberinya perhiasan perhiasan mahal dan barang barang branded untuk mengimbangi pergaulan Dania agar Dania selalu terlihat paling menonjol.


.


.


.


Agnes menghampiri Alex yang terlihat sibuk dengan pekerjaannya.


Agnes merangkulnya dari belakang dan mencium pipi Suaminya itu dengan lembut.


Alex hanya tersenyum dan mengusap usap kepala Agnes yang bersandar di bahunya.


" Ada apa Honey ?" tanya Alex masih fokus pada laptopnya.


" Kamu belum selsai sayang?" tanya Agnes sambil memijat bahu Alex.


" Sudah hampir selesai. Ada apa ?" jawab Alex memutar kursinya menghadap Agnes dan merangkul pinggangnya.


" Tidak apa apa. Aku akan menunggu dan kita pulang bersama ." kata Agnes tersenyum pada Suaminya.


Alex membalas senyumannya dan menarik Agnes hingga jatuh di atas pangkuannya.


" Apa Kau merindukanku Honey?" goda Alex pada Istrinya .


" Tidak. Pasti Kau yang merindukanku bukan." kata Agnes terkekeh membalas godaan suaminya.


" Kamu makin nakal ya sekarang." kata Alex sambil menarik hidung Agnes pelan.


Agnes hanya menggelendot manja di dada Alex sambil memeluknya.


" Baiklah, mari kita pulang bersama." kata Alex menutup laptopnya .


Agnes tersenyum dan kembali mencium pipi Suaminya itu.


Alex dan Agnes melangkah keluar dari kantor menuju basment .


Merekapun masuk ke dalam mobil , Alex mengendarai mobilnya dengan santai menuju rumahnya.


" Honey nanti berhenti di supermarket sebentar ya, ada yang mau Aku beli." pinta Agnes pada Alex.


" Bailklah ." jawab Alex tersenyum pada Istrinya.


Alex memasuki basment sebuah Supermarket untuk memarkirkan mobilnya.


Saat hendak keluar dari mobil tiba tiba ponselnya berbunyi panggilan dari rekan bisnisnya. Alex mengangkat ponselnya dan berbincang, di lihatnya Agnes sedang menunggunya di luar .


" Honey, Kau cari saja dulu apa yang ingin Kau beli, nanti Aku menyusul." Kata Alex pada Agnes.


" Baiklah, Aku duluan. Nanti Kamu yang bayar ya." canda Agnes pada Alex.


Alex mengangguk sambil tersenyum manis pada Istrinya yang manja itu.


Agnes melangkah masuk ke dalam memilih barang barang yang Ia cari. Terasa tangannya di tarik seseorang.


Agnes terkejut saat melihat Dion yang berada di belakangnya. Dion tiba tiba memeluk erat tubuh Agnes membuat Agnes tidak dapat bergerak.


" Agnes, Aku mohon maafkan Aku, Aku benar benar menyesal sudah mencampakan kalian." kata Dion terus memeluk Agnes.


" Dion , Lepaskan." kata Agnes berontak.


" Tidak. Agnes tolong dengarkan Aku dulu. Aku bisa jelaskan semuanya." kata Dion terus memeluk Agnes.


Agnes merasa sesak di dorongnya Dion hingga menjauh darinya.


Agnes melirik ke arah lain, di lihatnya Alex berdiri dan melangkah berbalik ke arah basment .


" Alex ? mungkinkah Dia salah faham padaku." gumam Agnes dalam hati berlari menghampiri Alex.


" Agnes tunggu!" teriak Dion memanggil , tapi Agnes tidak menggubris Dion, Dia teru berlari ke arah mobil Alex yang hendak bergerak.


" Alex, dengar penjelasanku." kata Agnes mengetuk kaca mobil.


Perlahan Alex membuka kaca mobilnya .


" Jika kamu ingin berbicara padanya, bicaralah. Aku tidak akan mengganggu." kata Alex dingin memutar dan menjalankan mobilnya.


" Tidak, bukan seperti itu. Ini salah faham ." katq Agnes terus mengikuti mobil Alex.


Alex tidak menggubris kata kata Agnes, Dia lalu melajukan mobilnya meninggalkan Supermarket itu.


Agnes berusaha mengejar mobil Alex tapi Alex melajukan mobilnya dengan kencang menjauh darinya.


Dengan nafas tersengal sengal Agnes menghentikan langkahnya, air matanya mengalir begitu saja di wajahnya. Dia duduk sendiri di sebuah halte , hujan yang turun begitu derasnya membuat suasana malam itu menjadi begitu dingin.


" Dion, kenapa Kau selalu membuatku menderita. Kenapa? Dulu Kau hancurkan hidupku, kini Kau membuat Suamiku salah faham, apakah Kau juga ingin menghancurkan Rumah tanggaku." rintih Agnes dalam hatinya sambil menangis.


.


.


Setelah berusaha menenangkan diri Alex kembali melajukan mobilnya menuju rumah. Sepanjang perjalanan Alex merasa sedih dan juga menyesal sudah pergi begitu saja meninggalkan Agnes.


" Apa yang sudah Aku lakukan, tidak seharusnya Aku cemburu seperti ini ." gumam Alex dalam hati .


Alex memasuki rumahnya, terlihat Ica sedang menonton Televisi bersama salah satu pelayan di rumah Alex.


" Malam sayang." sapa Alex pada Ica.


" Papa." jawab Ica sambil berlari memeluk Alex.


" Mama mana Pa?" tanya Ica pada Alex.


" Lhoh, Mama belum sampai rumah?" tanya Alex heran.


Ica menggelengkan kepalanya.


" Ya sudah , Ica tidur dulu ya ini sudah malam. Papa mau jemput Mama dulu." kata Alex mencium kening Ica lalu pergi.


" Agnes kenapa kamu belum kembali. Kemana Kamu? kenapa juga Aku harus meninggalkan kamu tadi" gumam Alex dalam hatinya khawatir pada Agnes.


Alex mencari Agnes di sekitar supermarket tapi tidak ada . Lalu mencoba menghubungi ponselnya, tapi ternyata tas dan ponsel Agnes berada di dalam mobilnya.


" Sial." Ucap Alex sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Dia sangat menyesal sudah seperti ini pada Agnes. Dia sangat khawatir pada Istrinya .


Alex mengendarai mobilnya menyusuri jalan perlahan. Dari kejauhan di lihatnya Agnes yang sedang berteduh sendirian di sebuah halte Bus . Alex pun merasa lega dan menghampirinya .


Alex melepas Jasnya dan menutup bahu Agnes dengan Jasnya.


" Honey, mari kita pulang." kata Alex pada Agnes.


Agnes mendongakan wajahnya dan menganggukan kepalanya.


Alex memapah Agnes masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya menuju rumah.


" Honey, maaf kan Aku." kata Alex sambil melirik Agnes memecah keheningan. Mata Agnes terlihat sembab karna terlalu sering menangis . Alex sangat sedih melihat Agnes yang seperti ini.


" Tidak perlu meminta maaf, kamu tidak salah apapun." jawab Agnes tersenyum tipis sambil menyandarkan kepalanya di bahu Alex. Dia sangat senang Alex menyusulnya meskipun mereka sedang bertengkar.


Alex tersenyum lalu mencium kening Agnes sambil terus melajukan mobilnya .


Dia baru sadar betapa besar Cintanya pada wanita itu. " Aku berjanji tidak akan pernah seperti ini lagi Agnes. Maafkan Aku." gumam Alex dalam hatinya sambil mengusap usap kepala Agnes yanh bersandar di bahunya.


( Selamat Membaca 😊🙏 )