Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 52.



***


Setelah beberapa saat Julian berada di Cabang 2, akhirnya Dia kembali dan membawa berita yang sangat mengejutkan.


Kasus sakitnya ratusan pekerja di Cabang2 bukan di karenakan virus, karena virus wabah penyakit itu perlahan sudah mulai hilang di kota dan daerah lainnya.


Dari informasi Dokter dimana mereka dirawat, ternyata ratusan pekerja itu mengkonsumsi racun secara bersamaan, sehingga membuat mereka keracunan masal dan berjatuhan.


Alex benar benar tidak habis fikir, siapa yang berniat menghancurkan perusahaannya, karena perusahaan Alex selalu memberikan makanan yang higienis dan sehat untuk di konsumsi oleh para pekerjanya. Koki di Perusahaan Alex terpaksa menjalani pemeriksaan oleh petugas penanganan kriminal saat ini. Karena hanya mereka yang setiap harinya memasak untuk para pekerja di Perusahaan itu.


Alex tidak tinggal diam untuk hal ini, Dia terus menyelidiki dan mencari siapa penyebab dari semua kekacauan ini.


" Bagaimana hasil CCTV Julian?" Tanya Alex.


" Hasil CCTV belum dapat di ketahui Tuan. Sepertinya pelaku adalah orang dalam, karena Dia tahu dimana letak CCTV sehingga dapat menghindarinya." Jawab Julian.


Alex mengangguk anggukan kepalanya.


" Baiklah Julian, lanjutkan pekerjaanmu." Kata Alex pada Julian.


" Baik Tuan, Saya permisi," ucap Julian lalu melangkah keluar dari ruangan Alex.


Mobil Alex melaju memasuki halaman rumahnya. Dia merasa lega karena masalah masalah di Perusahaan sedikit demi sedikit sudah teratasi, dan wabah yang menjadi momok di Kotanya perlahan lahan mereda.


Alex melangkah memasuki rumahnya, terlihat gadis kecil berlari menghampirinya.


" Papa ...." Panggil Ica sambil menjatuhkan pelukan kepada Alex.


" Iya sayang, anak Papa sedang apa ini?" Tanya Alex lembut pada Ica.


" Ica sedang belajar Pa, dan Mama sedang masak, tuh," jawab Ica menunjuk ke arah dapur.


" Baiklah, lanjutkan belajarmu sayang," ucap Alex sambil mengusap kepala Ica.


Ica tersenyum, lalu berlari menghampiri Mili.


Alex melangkah menuju dapur, terlihat Agnes yang sibuk memasak makan malam untuk Keluarga kecilnya.


Alex memeluk Agnes dari belakang sambil mengecup pipi Istri tercintanya itu.


Agnes terkejut, lalu mencubit hidung mancung Alex.


" Haiss ... mengagetkan saja. Baru pulang sayang?" Tanya Agnes membalikan badannya membalas kecupan Suaminya.


" Sudah dari tadi Honey. Masak apa Kamu Honey," ucap Alex menyandarkan dagunya di bahu Agnes.


" Rahasia, cepatlah mandi sayang, lalu kita makan malam bersama," ucap Agnes.


" Hemm ... baiklah Istriku sayang," ucap Alex kembali mengecup pipi Agnes sebelum Ia melangkah pergi ke kamarnya.


Agnes hanya tersenyum melihat Alex yang begitu menurut padanya. Agnes melanjutkan memasaknya lalu menyajikannya dengan rapi di atas meja makan yang tidak terlalu besar itu.


Alex berjalan mendekati Agnes yang sedang menyajikan masakannya.


Seketika cacing cacing di perutnya berteriak teriak ketika melihat beberapa makanan yang sudah di sajikan Agnes di meja makan. Terlihat ada Ikan bakar lengkap dengan lalapan dan sambal, udang goreng tepung dan juga capcay sayuran , ini adalah masakan masakan Indonesia kesukaannya.


" Kamu masak semua ini Honey?" Tanya Alex sambil mengusap usap perutnya.


" Iya sayang, ayo duduklah, Kita makan sama sama," ucap Agnes menarik kursi untuk Alex.


Alex hanya tersenyum, senang sekali rasanya memiliki seorang Istri yang perhatian dan juga pandai memasak seperti Agnes. Agnes hampir seperti Ibunya yang selalu perhatian dan sangat sayang pada Keluarga. Bahkan pandai dalam menjalankan bisnis yang sudah Ia berikan padanya.


Alex dan Keluarga kecilnya bersama sama menikmati makan malam mereka dengan harmonis. Sambil makan Ia sesekali melirik ke arah Istrinya, terlihat perut Agnes yang mulai terlihat membuncit. Alex tersenyum bahagia, karena lengkap sudah hidupnya kini dengan Dua anak yang mewarnai kehidupan rumah tangganya bersama Agnes.



Ilustrasi Alex. 😊🙏


.


.



Ilustrasi Agnes. 😊🙏


.


.


Di balik kebahagiaan Alex dan Agnes, siapa sangka jika kini Dionpun perlahan lahan sudah bisa menerima Tiara sebagai Istrinya. Dia sudah lega karena wanita yang pernah di tinggalkannya kini sudah bahagia dengan kehidupan barunya.


Dulu Ia sangat menyesali perbuatannya, tetapi kini sudah bisa melihat Agnes bahagia itu juga membuatnya bahagia.


Tiara melangkah dengan segelas susu hangat mendekati Dion yang masih sibuk dengan laptopnya.


" Sudah malam, kenapa tidak beristirahat Dion," ucap Tiara sambil meletakan susu hangat di meja.


" Sebentar lagi Tiara," kata Dion tetap fokus dengan laptopnya.


" Baiklah, Aku ke kamar dulu ya," ucap Tiara lalu melangkah menuju kamarnya.


Setelah Tiara menutup pintu kamarnya, terlihat ponselnya bergetar, Ia pun menghampirinya lalu membaca pesan yang Ia terima. Tiara terkejut saat melihat pesan dari nomor tidak di kenal itu. Sebuah video masa lalunya di kirim kembali kepadanya dengan pesan bertuliskan, Aku merindukanmu Tiara, apakah kau tidak merindukanku sayang?


Seketika Tiara merasa lemas, Ia duduk terpaku di tepi ranjang. Dengan cepat Ia menghapus video itu dari ponselnya.


Setelah Tiara menghapus video itu, sebuah pesan chat kembali muncul, Kenapa di hapus sayang? Bukankah Kau juga menikmatinya malam itu?


Jantung Tiara berdegub dengan kencangnya, keringat dingin tiba tiba mengalir dari tubuhnya. Di berfikir, bagaimana bisa video itu masih ada, bukankah Dia sudah meminta kepada Ravi untuk menghapusnya. Bahkan Dia sudah mengeluarkan banyak uang untuk Ravi agar video itu musnah.


Ceklek ....


Terlihat Dion membuka pintu kamarnya perlahan, dengan cepat Tiara mematikan ponselnya lalu meletakannya di atas meja.


" Kamu belum tidur Tiara?" Tanya Dion.


" Ah, belum Dion, Aku masih belum mengantuk," jawab Tiara merasa canggung.


Dion duduk di sebelah Tiara, di genggamnya tangan Tiara dengan lembut.


" Kamu kenapa Tiara? Sepertinya ada yang mengganggu fikiranmu," kata Dion menatap Tiara.


" Aku ... Aku tidak apa apa Dion," jawabTiara menundukan wajahnya. Dia merasa cemas dan takut, saat ini Dion sudah membuka hatinya, tetapi teror itu muncul saat Ia sedang melangkah menuju kebahagiaannya. Tiara takut Dion akan meninggalkannya jika semua ini di ketahuinya.


" Hei, kenapa melamun," ucap Dion memegang wajah Tiara dengan tangannya.


Dion tersenyum lalu di keculah kening Istrinya itu dengan lembut.


" Ya sudah, beristirahatlah sekarang. Bukankah besok Kita akan ke makam orang tuamu," kata Dion pada Tiara.


" Sungguh?" Tanya Tiara dengan wajah senang.


" Ya, makan dari itu, cepatlah tidur, ini sudah sangat larut," pinta Dion.


" Baiklah, selamat malam Dion," ucap Tiara mengecup pipi Dion lalu membaringkan tubuhnya di ranjang.


Dion hanya tersenyum sambil menutupi tubuh Tiara dengan selimut. Tidak beberapa lama Tiara berbaring, kini matanya sudah tertutup rapat, Dia tertidur dengan pulasnya.


Dion menatap wajah Tiara dalam dalam, dari lubuk hatinya yang paling dalam, belum ada cinta untuk Tiara. Dion hanya mencoba menyayangi Tiara dan memperlakukannya dengan baik sebagai Istrinya. Tidak dapat di pungkiri, hingga saat ini hanya ada Agnes di dalam hatinya, seolah olah hatinya sudah di kunci dan kunci itu telah hilang di kedalaman lautan, sehingga sangat sulit untuk membukanya.


Dion mengusap kepala Tiara dengan lembut.


" Maafkan Aku Tiara jika Aku belum bisa mencintaimu. Tetapi, Aku berjanji akan menyayangimu dan memperlakukanmu dengan baik," ucap Dion lirih lalu mengecup kening Tiara yang tertidur dengan pulasnya.


Keesokannya Dion dan Tiara berencana akan pergi ke makam orang tua Tiara.


Dion dan Tiara memasuki mobil hendak berangkat, tetapi karena ada sesuatu yang tertinggal, Dion kembali turun dari mobilnya dan masuk ke rumah untuk mengambilnya.


Saat Dion tidak berada dalam mobil, tidak sengaja pandangan Tiara mengarah pada spion mobilnya, Dia terkejut karena di belakang mobilnya ada sosok laki laki bertopeng yang sedang mengawasinya. Seketika itu juga Tiara keluar dari mobilnya untuk mengecek keberadaan seseorang itu. Tiara melangkah ke arah laki laki itu berdiri tadi, tetapi saat Tiara melihatnya, tidak ada seorangpun di sana. Tiara melangkah kembali menuju mobilnya dan Dion saat itu baru saja keluar dari dalam rumahnya.


" Kau cari siapa Tiara?" Tanya Dion penasaran.


" Tidak Dion, tadi hanya ada seekor kucing yang melintas, Aku kira apa," jawab Tiara masuk ke dalam mobil di susul oleh Dion.


Mobil yang di tumpangi oleh Dion dan Tiara melaju dengan cepat menuju pemakaman orang tua Tiara.


Sebelum sampai di pemakaman Tiara turun untuk membeli sebuah buket bunga untuk di bawa ke makam.


Saat membeli bunga, Tiara kembali melihat seseorang bertopeng itu sedang mengamatimya dari seberang jalan. Tiara menatap laki laki itu, terlihat Dia tersenyum kepada Tiara. Seketika Tiara merasa bergidik melihatnya, dengan cepat Ia masuk ke dalam mobil dan meminta Dion segera pergi dari tempat itu.


Sepanjang perjalanan Tiara terlihat melamun, tanpa di sadari oleh Tiara jika Dion diam diam memperhatikannya. Dion merasa ada yang di sembunyikan oleh Istrinya itu. Dia hanya berfikir, mungkin saja Tiara belum siap untuk menceritakan masalah masalahnya kepada Dion.


Sepulang dari makam Dion mengajak Tiara pergi menemui Ibunya dan Tiarapun menyetujuinya. Tiara berfikir mungkin saat ini lebih baik Ia dan Dion menginap di rumah orang tua Dion. Tiara merasa was was, Dia takut laki laki itu akan muncul kembali di rumahnya.


Usai makan malam bersama Keluarga Dion, Tiara terpaksa pergi meninggalkan Tiara di rumah orang tuanya, karena ada pekerjaan mendadak yang harus Ia selesaikan saat ini juga di luar kota.


" Apakah harus sekarang, Dion?" Tanya Tiara dengan wajah sedih.


" Iya Tiara, maaf tidak bisa menemanimu malam ini. Di sini ada Papa dan Mama, Kamu tidak akan kesepian bukan," kata Dion mengusap kepala Tiara.


" Ya, Aku tahu. Tetapi, tidak bisakah Kamu berangkat besok pagi?" Tanya Tiara dengan wajah memelas.


" Tidak bisa sayang," ucap Dion mengecup kening Tiara lalu masuk kedalam mobilnya.


Tiara tersenyum mendengar Dion memanggilnya dengan kata sayang itu. Kata yang sangat sederhana, tetapi bisa membuatnya sangat bahagia malam ini.


Tiara melambaikan tangannya, mobil Dion melaju dengan cepat makin lama makin memjauh dari pandangannya.


Tiara masuk ke kamarnya setelah mengantar Dion, Tiara duduk di tepi ranjangnya dan mencoba membuka ponselnya, ponsel Tiara berdering tepat setelah Ia menyalakannya. Dilihatnya, panggilan itu dari nomor yang tidak Ia kenali lagi. Perlahan Tiara mengangkat sambungan itu.


📱 " Hallo ..." ucap Tiara pelan di ponselnya.


📱 " Hallo Tiara sayang," jawab seseorang dari dalam ponselnya.


📱 " Siapa Kau?" Tanya Tiara dengan suara bergetar.


📱" Aduh duh Tiara, kenapa Kau galak sekali, tapi tidak apa, semakin Kamu galak, semakin Aku suka padamu," jawab seseorang itu terkekeh.


Tiara merasa ngeri dengan suara laki laki itu, seketika Ia memutus sambungan ponselnya. Jantungnya berdegub dengan kecang, ada rasa takut yang menyelimuti dirinya saat ini.


Saat Tiara terdiam memikirnya masalah masalahnya, tiba tiba Dia merasakan seseorang menutup matanya dari belakang.


" Dion, Kau kembali kah?" Tanya Tiara sambil meraba tangan yang menutupi matanya itu. Tetapi seketika Tiara teringat jika pintu kamarnya sudah perkunci saat Dia masuk.


Sontak Tiara melepas paksa tangan itu, lalu menjauh dari ranjangnya.


" Siapa Kau?" Bentak Tiara pada sosok laki laki dengan masker dan topeng yang menutupi matanya itu.


" Tiara sayang, tega sekali kau melupakanku," kata laki laki itu membuka jumper yang menutupi kepalanya.


Tiara terkjut saat mengetahui laki laki itu, Tiara baru menyadari jika Dia adalah laki laki yang bersamanya malam itu.


" Kamu ... siapa sebenarnya Kamu?" Teriak Tiara melangkah mundur, karena laki laki itu terus melangkah mendekatinya.


" Tiara, pelankan suaramu. Apak Kamu ingin Keluarga Suamimu tahu Kita berdua di sini," ucap laki laki itu terus melangkah mendekati Tiara yang terus mundur dengan keringat dingin di wajahnya. Terlihat sekali jika Tiara sangat ketakutan saat itu.


" Biarkan saja mereka tahu, mereka akan membawamu ke penjara." Teriak Tiara sudah tidak dapat melangkah lagi, karena laki laki itu berhasil menghimpitnya ke dinding kamarnya.


" Ya, biarkan saja mereka tahu, karena jika mereka tahu, Kita akah terlihat seperti pasangan selingkuh bukan, jika Aku menunjukan video itu ke mereka, bukankah justru Kamu yang akan di rugikan, Tiara," ujar laki laki itu sambil membelai wajah cantik Tiara.


Laki laki itu mendekatkan wajahnya hendak mengecup bibir Tiara, tetapi dengan sekuat tenaga Tiara mendorongnya hingga terjatuh. Tiara bermaksud berlari keluar dari kamarnya, tetapi laki laki itu dengan cepat menarik tangannya hingga tiara terbanting di atas ranjang. Laki laki itu menaikan kedua tangan Tiara, lalu menggenggam pergelangan tangan Tiara dengan kuat, membuat Tiara merintih kesakitan.


" Tolong lepaskan Aku, apa maumu sebenarnya," ucap Tiara dengan air mata yang mengalir di pipinya pada laki laki yang berada di atasnya itu.


" Aku ingin Kamu," bisik laki laki itu, lalu dengan kasar Dia merobek pakaian Tiara hingga terlihat bagian pa****ranya.


" Tidak! Lepaskan Aku bre****k!" Bentak Tiara. Dia tidak dapat menggerakan tangannya, tenaga laki laki itu terlalu besar baginya.


" Jika Kamu bisa menjadi simpanan Martin saat itu, Kamu pasti bisa bukan menjadi simpananku juga," ujar laki laki itu sambil menarik pakaian Tiara hingga terbuka hingga bagian bawahnya.


Tiara tersentak saat laki laki itu mengucapkan nama Martin. Penuh tanda tanya di kepala Tiara, Dia tidak menyangka jika laki laki itu mengetahui hubungannya dengan Martin di masa lalu.


" Siapa pun Kamu, tolong lepaskan Aku. Aku tidak ada masalah denganmu bukan," rintih Tiara dalam tangisnya.


" Kamu benar, memang tidak ada masalah antara Kita. Tetapi, Kamu sudah terlanjur membunuh seseorang yang berarti dalam hidupku sayang, jadi Aku juga akan membuatmu menderita, dan jika Kamu memberontak terus, bisa saja video ini Aku berikan kepada Suami dan Keluarganya." Ancam laki laki itu mencengkram kuat dagu Tiara, lalu secara paksa Dia men***bu Tiara.


Tiara merasa sesak dan sulit untuk bernafas, laki laki itu memperakukannya dengan sangat kasar. Bahkan bibirnya mengeluarkan darah terkena gigitan laki laki bertopeng itu. Laki laki itu dengan kasar bermain main di atas rasa sakit yang Tiara rasakan.


Tiara tidak dapat berkutik malam itu, jika Ia terus berteriak meminta pertolongan, Orang tua Dion pasti akan mengira jika Tiara dan laki laki itu adalah pasangan selingkuh. Tiara tidak mau Dion meninggalkannya, kehidupannya sudah hancur, Dia sudah tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini kecuali Dion dan Keluarganya.


Tiara menutup tubuhnya dengan selimut sambil menangis kesakitan. Laki laki itu hanya meliriknya sambil mengenakan kembali pakaiannya lalu kembali mendekatinya. Dia memegang dagu Tiara meminta Tiara menatapnya.


" Lain kali menurutlah, maka Aku akan memperlakukanmu dengan lembut, sayang," ucap laki laki itu tersenyum sinis pada Tiara.


" Apa, lain kali? Apakah Dia akan mencariku lagi?" Gumam Tiara dalam hatinya. Dia hanya terdiam, tidak ingin menatap laki laki bejat yang berada di hadapannya itu.


Laki laki itu pun keluar dari kamar Tiara melalui jendela, sebelum pergi Dia sempat memberikan kecupan jauh untuk Tiara. Tiara hanya menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia tidak menyangka jika kenakalannya di masa lalu menyisakan dendam untu seseorang.