
***
Agnes melangkahkan kakinya menuruni tangga menuju Alex yang sudah turun terlebih dahulu. Dia tampak canti dengan Dress tanpa lengan berwara Tosca yang di kenakannya.
Agnes menatap heran dengan barang bawaan yang di siapkan para pelayan lalu masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan. Lalu Sopir melajukan mobilnya dengan cepat menuju Dermaga.
" Alex, kenapa barang bawaan kita sebanyak ini, bukankah kita hanya pergi jalan jalan saja ?" tanya Agnes pada Alex yang sudah menunggunya di dalam mobil sedangkan Ica bersama Yohans sudah berangkat terlebih dahulu.
" Iya Honey, kita akan pergi jalan jalan dengan kapal Pesiar selama Dua Minggu. Bagaimana, kamu senang bukan?" kata Alex mengejutkan Agnes.
" Hah, Kapal Pesiar ?" ucap Agnes sambil menutup mulutnya.
" Ya." jawab Alex singkat.
Seketika Agnes memeluk Suaminya itu dengan erat.
" Terimakasih Sayang, Kamu sangat baik Padaku." Ucap Agnes dengan mata berkaca kaca.
" Tentu saja, Kamu Istriku Honey. Tidak perlu sungkan seperti itu." Kata Alex.
" Bukan begitu. Denganmu Aku bisa mendapatkan segalanya, dahulu Aku membayangkannya pun tidak berani dan tidak akan mampu Alex. Aku sangat berterimakasih Padamu karena Kamu sudah sudi mencintaiku. " Jawab Agnes terisak senang.
" Sudah Honey, itu sudah masa lalu. Kini semuanya tidak akan seperti dahulu lagi. Aku sangat mencintaimu dan akan berusaha membahagiakanmu" ucap Alex memeluk Istrinya lalu mencium kening Agnes dengan lembut.
Agnes mengannguk pelan , hatinya sangat senang dengan kejutan yang di berikan Alex.
Sampai di Dermaga Agnes terpukau dengan sebuah Kapal Pesiar yang sangat besar itu, Dia sampai menutup mulut nya yang menganga karena takjub dengan apa yang di lihatnya.
Alex menggadeng tangan Agnes , mengajaknya masuk ke dalam Kapal Pesiar itu.
" Ini adalah salah satu Kapal Pesiar terbesar di Dunia lho Honey." bisik Alex pada Agnes.
" Wow, sungguh?" ucap Agnes kagum.
Alex mengangguk dan tersenyum manis pada Agnes.
Alex membawa Agnes memasuki sebuah ruangan yang sangat besar, terlihat Ica dan juga Yohans sedang duduk bersantai sambil menonton Televisi di ruangan itu. Agnes melihat sekeliling ruangan itu, terdapat beberapa ruangan dan kamar di dalamnya juga fasilitas yang ada di dalamnya sangatlah mewah, nampak seperti sebuah apartemen di atas Laut.
" Kita akan berada di sini selama Dua minggu, setiap Kapal bersandar kita Akan jalan jalan keluar Honey." ucap Alex pada Agnes.
" Iya Sayang." ucap Agnes memeluk Suaminya sebagai ucapan Terimakasih.
Ica berlari menghampiri Ibunya .
" Mama, ayo Kita jalan jalan melihat lihat ." pinta Ica
" Baiklah." Kata Agnes sambil melirik Alex berharap Alex menemaninya.
" Kamu pergilah dahulu , Aku akan menyusul." Kata Alex tersenyum pada Agnes dan Ica.
" Baiklah." Jawab Agnes membalas senyuman Alex lalu melangkah sambil menggandeng tangan Ica di ikuti Mili.
Pemandangan laut yang sangat luas berkilauan terkena pancaran sinar matahari bagaikan sebuah hamparan berlian.
Agnes tersenyum melihat Ica yang berlari kesana kemari dan juga bermain main di temani Mili, mereka menikmati pemandang Indah itu, angin yg sepoi sepoi menghempaskan rambut panjang Ica yang tertawa senang dengan Liburannya kali ini.
Ketika sedang mengawasi Ica bermain tidak srngaja pandangan Agnes tertuju pada Wanita Tua di atas kursi rodanya yang kesulitan membelokan kursi rodanya.
Agnes menghampiri Wanita itu lalu membantunya.
" Hallo Nek, biar saya membantu Anda." Kata Agnes menarik pegangan Kursi roda lalu menghadapkannya ke arah yang wanita itu pinta.
" Terimakasih Nona , Anda sangat baik hati." Kata Wanita Tua itu tersenyum pada Agnes. Seketika Dia terkejut saat melihat sebuah gelang yang melingkar di tangan Agnes.
Saat wanita itu hendak menggapainya tiba tiba terdengar seseorang berteriak, dan ternyata itu adalah Anak dari Nenek itu.
" Saya hanya membantu saja Nona. Nenek ini tadi kesulitan untuk menggerakan kursi rodanya." jawab Agnes menjelaskan
" Tidak mungkin, Kau pasti berniat tidak baik bukan." kata Wanita itu menuduh Agnes sambil memeriksa tubuh Ibunya apakah ada yang terluka dan hilang.
" Sudah Clara hentikan! Nona ini yang membantuku tadi, tidak seharusnya Kau memperlakukannya seperti itu." Kata Wanita tua itu pada Anaknya.
Clara masih belum percaya dengan apa yang di katakan Ibunya, Dia menatap Agnes dan meminta tas Agnes untuk di periksa, dan melemparkan tas itu ke Agnes setelah tidak menemukan apa apa di tas Agnes.
" Maafkan Anaku Nona." Ucap Wanita tua itu pada Agnes.
" Tidak masalah Nyonya." jawab Agnes tersenyum.
Clara hanya diam tidak ada kata maaf yang keluar dari mulutnya.
" Ada apa Honey." tanya Alex yang tiba tiba ada di sebelah Agnes.
" Tidak apa apa, Nyonya ini hanya salah faham saja." jawab Agnes tersenyum pada Alex.
Alex lalu menatap Wanita tua itu.
" Nenek White." sapa Alex pada wanita tua itu.
" Kau mengenalku Anak muda?" tanya Nenek White.
" Tentu saja, bukan kah saat kecil dahulu Kakek sering mengajaku ketempat Anda." kata Alex tersenyum pada Nenek itu.
" Siapa Kakekmu?" tanya Nenek White.
" Kakek Wilson adalah Kakek Ku." jawab Alex.
" Oh Tuhan, ternyata Kau Tuan muda Wilson. Alex yang dahulu selalu ingin memeluku itu. Kemarilah izinkanku memelukmu kembali Nak." kata Nenek White senang dan merentangkan tangannya meminta Alex memeluknya.
Alexpun menghampirinya lalu memeluknya dengan senang hati. Nenek White adalah salah satu teman Kakek yang selalu menghiburnya sejak Alecia meninggal. Kakek Wilson selalu membawanya bermain ke rumahnya untuk di buatkan kue dan juga bermain dengannya. Tapi sejak Kakek Wilson meninggal Alex tidak pernah bertemu dengannya lagi hingga saat ini akhirnya mereka bertemu.
" Mama kenal dengan Dia?" tanya Clara melirik Alex dan Agnes.
" Ya, Dia adalah Tuan muda Wilson. Putra dari Yohanstian Wilson." jawab Nenek White.
" Oh, Saya Clara White. Maafkan jika tadi ada sedikit salah faham , saya hanya khawatir pada Ibu saya." ucap Clara pada Alex dan Agnes.
" Tidak masalah Nyonya, saya memakluminya." ucap Agnes tersenyum pada Clara.
" Baiklah Nek Kami permisi dulu, jika ada kesempatan kami akan datang berkunjung." kata Alex berpamitan pada Nenek White.
" Baiklah , Kami ada di kamar 295 datanglah jika ada waktu." ucap Nenek Whitr pada Alex.
" Tentu. Mari Nyonya Clara , kami pergi dulu." pamit Alex dan Agnes pada dua wanita tersebut.
Clara hanya tersenyum dan menganngukan kepalanya.
Nenek White menatap kepergian Agnea dan Alex yang makin lama makin menjauh dari pandangannya.
Perlahan buliran buliran air jernih mengalir melewati wajah keriputnya.
" Hei Ma, Kamu kenapa menangis? Apakah ada yang terasa sakit?" tanya Clara khawatir.
" Tidak , Aku hanya merasa lelah saja Clara, Cepatlah antar Aku ke kamar!" pinta Nenek White pada Anaknya.
Sebuah memori berputar kembali di kepalanya, berbagai macam kejadian di masa lalu mulai memenuhi isi kepalanya.
" Mungkinkah itu Dia, Bagaimana bisa jika memang itu benar benar Dia." Gumam Nenek White dalam hatinya.
( Selamat Membaca 😊🙏 )