Handsome Boss

Handsome Boss
Episode 31



***


Justin melangkah menuju Ruang kerja Ayahnya. Dia tahu sehari hari Ayahnya menghabiskan waktunya di Ruang kerja itu untuk mengendalikan bisnisnya.


Tok tok tok ... Justin mengetuk pintu Ruangan itu


" Masuklah!" Jawab Ayah Justin dari dalam.


Justin membuka pintu Ruangan itu lalu melangkah mendekati Ayahnya yg sedang duduk di sofa , dilihatnya laki laki setengah baya itu sedang sibuk dengan beberapa berkas hadapannya. Wajahnya terlihat lelah.


" Ayah beristirahatlah. Biarkan Aku yang meneruskan pekerjaan Ayah." Ucap Justin duduk di sebelah Ayahnya.


" Tidak perlu. Bagaimana dengan wanita komplotan mafia itu?" Tanya Ayah Justin sambil tetap fokus pada dokumen di tangannya.


" Dia sedang beristirahat." Jawab Justin singkat.


"Ayah. Apakah Ayah yakin Dia adalah salah satu anggota mafia Dragon Gold?" tanya Justin pada Ayahnya.


" Kita akan mengetahuinya setelah kita mengintrogasinya lusa." Jawab Ayah Justin singkat sambil melirik anak laki lakinya itu.


Justin hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti dengan apa yang di inginkan Ayahnya.


.


.


Selama beberapa hari Agnes terus menjalani perawatan. Maria dengan telaten melayani dan merawatnya. Dokterpun setiap hari datang untuk memeriksa perkembangan kondisi Agnes.


Perlahan Agnes sudah bisa berjalan meskipun tertatih tatih Dia tetap berusaha memulihkan tubuhnya Agar bisa keluar dari Mansion besar ini, yang baginya ini adalah penjara.


Agnes merasa dirinya adalah tawanan, karena sejak Dia datang ke rumah itu Dia sama sekali tidak di ijinkan keluar dari kamarnya.


Agnes termenung menatap luasnya halaman Mansion itu dari balik jendela, tak di sangka ternyata taman di Mansion tersebut sangatlah indah. Seketika mengurangi sedikt tekanan yang ia rasakan saat itu.


Terdengar seseorang membuka pintu kamarnya lalu melangkah mendekati meja di kamar itu. Terlihat Maria dengan senyuman manisnya menyapa Agnes pagi itu.


" Selamat Pagi Nona Agnes, bagaimana rasanya sekarang? Apakah sudah lebih baik?" tanya Maria sambil meletakan nampan berisi makanan di meja lalu mendekati Agnes.


" Aku sudah lebih baik Maria. Kapan Aku bisa keluar dari sini? Aku ingin bertemu Keluargaku Maria." ucap Agnes dengan mata berkaca kaca.


" Bersabarlah sebentar Nona. Tunggu Tuan menemuimu. Saya hanya pelayan, tidak mempunyai wewenang apapun di sini Nona." jawab Maria dengan wajah yang memelas. Dia sungguh merasa kasihan pada Agnes karena tanpa di ketahui kesalahannya apa tapi harus mengalami penyekapan seperti ini.


" Maria Aku ingin beristirahat, Kau boleh keluar." Kata Agnes dengan wajah sedih.


" Baiklah Nona, habiskan makanannya ya." ucap Maria tersenyum lalu melangkah keluar dari kamar Agnes.


Saat Maria hendak kembali ke dapur Justin memanggilnya.


" Maria." Panggil Justin


" Ada apa Tuan Muda?" tanya Maria


" Bagimana keadaan wanita itu ?" Tanya Justin pada Maria.


" Dia sudah lebih baik, tetapi Dia terlihat sangat sedih Tuan." Jawab Maria menceritakan keadaan Agnes pada Justin.


" Baiklah Maria. Kau boleh pergi." Kata Justin.


Justin melangkah menuju kamar Agnes. Perlahan di bukanya pintu itu terlihat Agnes yang terus memandang keluar dari jendela kamarnya, Dia tidak menyadari kehadiran Justin saat itu.


" Dia melamun ?" Gumam Justin dalam hati sambil melangkah mendekatinya.


" Kau mau kesana?" Tanya Justin


Agnes terkejut saat melihat Justin yang tiba tiba berada di sebelahnya. Tuan muda yang tinggi dan tampan dengan kaos Polo yang melekat di tubuhnya, terlihat kekarnya tubuh laki laki itu.


Agnes menganggukan kepala dan segera mengalihkan pandangannya menuju tempat lain.


Justin melangkahkan Kakinya menuju pintu, tetapi langkahnya terhenti karena Agnes hanya terdiam melihatnya.


" Haruskah Aku menggendongmu lagi?" ucap Justin menatap Agnes yang tidak bergerak dari tempatnya berdiri.


" Kalau begitu ayolah, Aku temani Kau ke taman itu." Ucap Justin meminta Agnes mengikutinya.


" Ba... Baiklah." Ucap Agnes gugub lalu mengikuti Justin keluar dari kamarnya.


Agnes mengikuti langkah Justin , saat menuruni tangga Agnes dengan tertatih menuruninya perlahan.


Justin mengulurkan tangannya untuk membantu Agnes.


" Terimakasih." ucap Agnes menerima bantuan Justin


Maria yang melihat pemandangan itu segera berlari menghampiri Tuannya.


" Biar saya bantu Tuan." Kata Maria hendak membantu memapah Agnes.


" Tidak perlu. Kau bawakan saja makanan dan minuman ringan ke taman." Kata Justin pada Maria.


" Baik Tuan." Jawab Maria yang segera pergi melakukan perintah Tuannya.


" Siapa namamu?" tanya Justin sambil memapah Agnes.


" Agnes Tuan." Jawab Agnes pelan.


" Kau harus sering berlatih berjalan Agnes agar kakimu tidak malas." Ucap Justin pada Agnes. Kata kata itu muncul begitu saja di kepalanya.


" Baiklah." Jawab Agnes tersenyum tipis.


Sesampainya di taman Agnes benar benar senang. Akhirnya Dia dapat melihat Dunia luar setelah beberapa hari hanya di kamar saja. Setidaknya mengurangi sedikit tekanan batin yang Dia alami saat ini. Dia tersenyum berjalan di hamparan taman bunga yang cantik dan juga harum di temani Maria, sedangkan Justin duduk santai di Gazebo mengawasi mereka berdua.


Entah apa yang terjadi pada diri Justin. Dia merasa senang melihat Agnes tersenyum di antara bunga bunga yang indah itu.


Agnes menikmati indahnya taman itu tanpa di sadarinya sepasang mata terus mengawasinya dari kejauhan.


Ayah Justin berdiri di balik jendela Ruang kerjanya menatap jauh ke arah taman.


" Diakah gadis yang sudah Justin selamatkan saat itu? Mengapa wajahnya sangat familliar? Apakah Aku pernah bertemu dengannya? Tidak terlihat seperti anggota Mafia. Tapi jika bukan anggotanya mengapa Dia ada bersama mereka?" Gumam Ayah Justin di dalam hatinya penuh pertanyaan di kepalanya.


.


.


Saat sedang menikmati suasana bebasnya, Agnes terkejut saat dua orang bodyguard menarik tangannya dengan kasar membuatnya kesakitan.


" Awww...." Pekik Ages kesakitan.


Justin yang mendengarnya segera belari menghampiri Agnes.


" Ada apa ini?" Tanya Justin yang melihat Agnes di bawa dengan kasar oleh para bodyguardnya.


" Ma...Maaf Tuan Muda. Tuan Besar meminta kami membawa gadis ini menghadapnya." jawab salah satu bodyguard itu .


" Lepaskan. Biar Aku yang membawanya kesana." Ucap Justin memerintah kedua bodyguardnya.


Kedua bodyguard itupun melepaskan tangan Agnes lalu pergi .


" Agnes , ikut Aku keruangan Ayahku." Perintah Justin pada Agnes.


Agnes hanya mengangguk lalu mengikutin langkah Justin.


Agnes terus mengikuti Justin. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, semua itu tidak ada dalam bayangannya sama sekali.


Agnes berharap semuanya akan baik baik saja.


.


.


Terimakasih Like dan komennya kakak. 😊🙏


Selamat Membaca 😊