
***
Alex memasuki Villanya dengan senyuman di wajahnya. Para pelayan terheran heran dengan sikap Tuannya itu. Biasanya sehari hari Dia terlihat dingin dan acuh tak acuh, hari ini terlihat senyuman tersungging di bibirnya.
" Alex,,, kamu sudah kembali." panggil Tania yang tiba tiba memeluk Alex.
" Kamu di sini, siapa yang mengijinkan?" tanya Alex dengan dingin sambil melepas pelukan Tania dengan paksa.
" Papimu yang mengijinkannya." jawab Tania tersenyum .
Alex tidak percaya denga apa yang Tania katakan, Dia segera melangkah naik ke kamarnya, lalu menghubungi Yohans.
" Papi,,, apa benar Papi yang mengijinkan Tania tinggal di Villaku." tanya Alex pada Yohans.
" Ya,,, bukan kah kalian sepasang kekasih yang sebentar lagi akan menikah?" jawab Yohans .
Alex terkejut dengan jawaban Yohans.
" Itu tidak benar Pi, siapa yang mengatakannya?" tanya Alex terheran.
" Tania tadi yang mengatakannya. Dia berkata Kau telah melamarnya dan meminta ijinku untuk tinggal bersamamu. Papi fikir, kalian sudah berteman sejak lama dan Papi tidak kaget jika kalian menjalin sebuah hubungan." kata Yohans menjelaskan.
" Tidak Papi, itu tidak benar. Aku dan Tania tidak ada hubungan apapun, Dia justru sangat mengangguku selama di sini." ucap Alex mengeluh.
Yohans terkejut dengan perkataan Alex, Dia tidak menyangka Tania akan membohonginya.
" Sudah lah Alex , maafkan Papi . Mintalah Dia pergi jika Kau tidak nyaman. " kata Yohans sambil menggeleng kan kepalanya. Yohans berencana menghubungi orang tua Tania agar Tania kembali , dan tidak mengganggu Alex lagi.
.
.
Alex melangkah menuju kamar yang di tempati Tania,, Dia menyeret koper koper Tania keluar dari kamar lalu melangkah turun menghampiri Tania yang sedang duduk santai di depan layar besar di villa Alex.
" Tania, tinggalah di hotel. bukankah Aku sudah memberimu kamar VVIP dengan fasilitas terbaik di Hotel ku." kata Alex sambil menyeret koper Tania keluar.
" Alex, Om Yohans yang memberiku ijin, Kau akan melawannya kah?" kata Tania sambil menyilangkan tangannya.
" hahh,,, Tania, kau benar benar keterlaluan. Berani beraninya Kau menipu PapiKu." kata Yohans geram.
" Alex ,,, Kau tahu Aku begini karna Aku sangat mencintaimu." ucap Tania yang memeluk Alex dengan paksa.
Alex melepas pelukan Tania dengan kasar.
" dengar Tania,, jaga sikapmu. Jika Kau terus begini, jangan kaget jika Papamu akan mengalami kembangkrutan nantinya." ucap Alex mengancam Tania, Dia sudah lelah dengan sikap Tania yang membuatnya risih. lalu pergi masuk kedalam Villanya meninggalkan Tania sendirian.
Seketika tubuh Tania bergetar saat mendengar ancaman Alex, tak bisa di pungkiri jika perusahaan Papanya masih di bawah kendali group Wilson.
Dengan perasaan kesal Tania pergi dari Villa Alex, Dia akan memikirkan rencana yang lain. Hanya menikah dengan Alex yang akan membuat kehidupannya menjadi lebih baik lagi, juga Perusahaan Papa nya akan lebih berkembang jika Dia menikah dengan Alex. Ini lah alasan mengapa Tania selalu mengejar Alex sedari dulu.
.
.
.
Alex meminta Agnes ke Villanya malam itu, Moodnya sedang tidak baik. Dia merasa kesal dengan tingkah Tania yang terlalu berambisi dengannya.
Alex melihat Agnes berbeda dari wanita wanita yang sering mendekatinya.
mungkinkah itu yang membuat Alex begitu tertarik dengan nya.
Agnes turun dari mobil lalu melangkah menuju Villa Alex, sebelum Agnes menekan bel , pelayan sudah mebuka kan pintu untuknya.
" Nona Agnes?" tanya pelayan itu.
" Ya." jawab Agnes singkat.
" Silahkan masuk, Tuan Alex sudah menunggu Anda. mari saya antarkan Nona." kata pelayan itu meminta Agnes mengikutinya.
" Baiklah. Terimakasih." jawab Agnes tersenyum yang langsung mengikuti pelayan wanita itu.
pelayan itu tersenyum kepada Agnes, Dia merasa senang dengan keramahan Agnes. " wanita ini jauh lebih ramah dari pada wanita yang mengaku ngaku sebagai calon istri Tuan Alex, dia sangat angkuh dan sombong." guma pelayan itu dalam hatinya.
Sampai di depan pintu sebuah ruangan, pelayan itu mengetuk pintu itu.
Tok tok tok tok....
" Tuan , Nona Agnes sudah datang." kata pelayan itu dari luar.
" Nona, saya permisi dulu. tunggu sebentar lagi Tuan akan muncul." kata pelayan itu ramah.
" Baikalh. " jawab Agnes dengan senyuman di bibirnya.
Agnes berdiri di depan pintu ruangan itu menunggu Alex membuka pintu. Dia merasa bingung mengapa Alex memintanya kemari malam malam begini.
Alex melangkah menuju pintu dan membukakan pintu untuk Agnes. Dilihatnya wanita cantik di depan kamarnya dengan dress tanpa lengan berwarna biru muda dengan sebuah selendang putih tipis yang menutupi bahunya.yang sangat cocok dengan warna kulitnya yang putih bersih.
" Selamat Malam Pak." sapa Agnes pada Alex.
" Malam , masuklah." kata Alex melebarkan pintu ruangan itu meminta Agnes masuk ke dalam.
Agnes pun masuk kedalam ruangan itu, Dia baru menyadari ternyata ruangan itu adalah kamar Alex.
Alex mengajak Agnes duduk di sofa yang ada dalam kamarnya, lalu menuangkan segelas wine untuk Agnes.
" ehm, maaf Pak. saya tidak minum Alkohol." kata Agnes terbata.
" tidak masalah." jawab Alex yang langsung meminta pelayan membuatkan jus buah untuk Agnes.
" Ada apa Anda memanggil saya kemari Pak?" tanya Agnes sopan.
" Tidak apa apa, Aku hanya butuh teman ." jawab Alex dengan santai sambil melirik Agnes.
Agnes mengerutkan keningnya, " Aku baru tahu jika seorang Asisten Pribadi seperti ini juga pekerjaannya. Tapi jika di fikir fikir Julian pun selalu ada di sampingnya " gumam Agnes dalam hati.
" Kamu terlihat cantik sekali dengan drees itu." kata Alex menatap Agnes sambil menyilangkan tangannya.
" ah, ehm... Terimakasih. tadi saya buru buru jadi tudak sempat berganti pakaian yang biasanya." kata Agnes gugub.
" tidak apa apa,,, Aku suka melihatnya." kata Alex menyandarkan kepalanya di sofa dengan sesekali memejamkan matanya.
" Apakah Anda sakit Pak?" tanya Agnes ragu.
" tidak , Aku hanya lelah saja. Apakah Aku mengganggu waktumu Agnes." tanya Alex.
" Tidak Pak, kebetulan Ica tidur lebih awal dan Dia juga tidak sendirian di rumah bukan." jawab Agnes sambil meminum jus buah yang di buatkan pelayan Alex.
" Agnes , apakah Kau tidak ingin mencarikan seorang Ayah untuk Ica?" tanya Alex membuka obrolan.
" Kenapa?" tanya Alex penasaran.
" jika Papanya tidak menginginkannya apa lagi orang lain." jawab Agnes singkat.
Alex menghembuskan nafas panjangnya.
" perlu kamu tahu Agnes, tidak semua laki laki seperti Papanya Ica." kata Alex sambil menengguk Wine di gelasnya.
" ya, mungkin saja tidak semua begitu." kata Agnes tersenyum tipis.
" Aku ingin mendengar kisahmu. Apakah Kamu bersedia menceritakannya Padaku?" tanya Alex menatap Agnes tajam.
" mengapa?" kata Agnes membalas tatapan Alex, entah mengapa tatapan itu sangat menenangkan malam ini.
" Karna Aku ingin mengenalmu lebih jauh." jawab Alex singkat dan jelas.
Dengan perlahan Agnes menceritakan kisah hidupnya yang lalu kepada Alex, Agnes merasa mendapatkan seoarang teman yang bisa mendengarkan curahan hatinya. Masa lalu Agnes yang sangat membebani fikirannya kini tercurahkan , membuat Agnes merasa sedikit lega.
" Papa Agnes adalah seorang yang berada yang kini sudah bersanding dengan seorang wanita yang berada pula. Di hari pertunangannya dengan wanita itu , Dia berkata jika Dia tidak mengenaliku dan Ica. Sehingga mereka semua menganggapku mengada ngada, menganggapku melahirkan anak haram untuk menipu keluarga dan menguras harta mereka. itu semua karna apa? karna Aku adalah seorang gadis biasa yang tidak pantas bersanding dengan orang orang yang berderajat tinggi seperti mereka." kata Agnes dengan pandangan mata yang kosong menerawang jauh seolah olah sedang berada di masa masa itu.Tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja di wajahnya.
Alex bangkit dan duduk di sebelah Agnes, lalu menggenggam tangan Agnes dengan hangat dan mengusap air mata Agnes dengan jarinya.
" Apakah gara gara Dia Kau jadi Kaku terhadap laki laki dan tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun" tanya Alex.
Agnes menganggukan kepala pelan.
" Apa Kau baik baik saja, Maafkan Aku yang sudah mengingatkanmu akan hal itu." kata Alex pelan.
" Tidak apa apa, saya baik baik saja Pak. Memang itu sudah takdir. Orang biasa seperti saya memang tidak boleh bersanding dengan orang orang yang berada." jawab Agnes tersenyum .
" Tidak, Kau salah. Tidak semua orang berfikiran seperti itu." kata Alex mengusap rambut panjang Agnes.
Alex menarik Agnes agar lebih dekat denganya lalu memeluknya denga hangat sambil mengusap usap rambut panjang Agnes.
Alex mencium kening Agnes dengan lembut, Agnes menyandarkan kepalanya di dada Alex yang bidang. Seketika Dia merasakan kenyamanan.
Alex mengambil Wine dan memsukannya ke mulutnya, perlahan di angkat dagu Agnes lalu Alex memasukan wine yang ada di mulut nya ke mulut Agnes. Agnes merasakan manis,asam yang nikmat dari mulut Alex, tenggorokannya terasa hangat.
Alex melumat bibir Agnes dengan lembut, Alex menaikan Agnes ke atas pangkuannya, mereka saling melumat dan memainkan lidahnya.
tangan Alex perlahan membuka ziper dress Agnes dan mengusap usap punggung Agnes yang halus itu.
Alex menatap Agnes dalam dalam yang berada di atas pangkuannya yang terlihat malu, Dia memegan memegang pakaiannya di dada agar tidak melorot.
Alex tersenyum , tangannya masih berada di punggung halus Agnes.
" Apakah Kau takut denganKu?" tanya Alex sambil memainkan rambut panjang Agnes.
Agnes menggelengkan kepalanya " Tidak." jawab Agnes.
Alex kembali tersenyum, dan mengambil wine di gelasnya lalu memasukannya ke mulutnya lagi.
dengan cepat Alex merebahkan Agnes di sofa besar itu dan kembali menyuapi wine dari mulutnya,,, Agnes sangat menikmati perlakuan Alex kali ini, sesaat beban beban yang ia pikul sendirian seakan hilang dalam ingatannya.
Alex menurunkan Dress Agnes hingga ke pinggang. dengan lembut Dia * dada Agnes dan memainkan ** Agnes dengan lidahnya , membuat Agnes menggelinjang kegelian , tangannya * lengan Alex dengan kuat.
Aaahhhhh,,,, eemhhhh.....
Desahan Agnes mengisi ruangan itu, membuat Alex makin ingin membuat Agnes mendesah lebih keras lagi. Alex meraba bagian bawah Agnes dan memainkannya dengan jari jarinya, membuat Agnes makin menggelinjang meraskan rasa aneh pada tubuhnya.
Aaahhhhhh......
" Pak Alex sudah cukup." pinta Agnes dengan nafas tersengal sengal sambil *** lengan Alex.
" Apakah Kau percaya Padaku?" Tanya Alex yang **** Agnes dengan lembut.
Agnes menggelengkan kepalanya,,, seketika Dia terisak.
Alex bangkit dari posisinya lalu kembali membawa Agnes ke pangkuannya.
" ssstttt... sudah jangan menangis. Aku tidak akan mempermainkanMu Agnes." kata Alex lembut sambil mengusap air mata Agnes dengan jarinya. Tangannya kembali menaikan Ziper dress Agnes.
" Kau harus tahu, Aku tidak seperti Dia yang menyakitimu. Aku berjanji padamu." kata Alex pada Agnes.
" Apa maksud Anda berkata seperti itu ?" tanya Agnes ragu.
" Buka hatimu untuku, Aku mencintaimu Agnes, Aku juga menyayangi Ica." kata Alex to the point.
" Apa??? Anda tidak sedang mabuk bukan?" tanya Agnes tidak bisa percaya dengan apa yang di dengarnya.
" Tentu tidak, Alkohol 12% itu tidak akan mambuatku mabuk, justru Kau yang membuatku mabuk dan ingin mengatakan ini semua." kata Alex memnggoda Agnes dengan senyuman manisnya.
" jangan menggodaku " ucap Agnes tertunduk malu.
" Aku serius Agnes, jika Kau siap menikah besok, hari esok juga Aku akan menikahimu. Apakah Kau mau menikah denganku Honey?" ucap Alex sambil memainkan rambut indah Agnes yang masih duduk di atas pangkuannya.
Agnes terkejut dengan Alex yang tiba tiba melamarnya. Dia tidak memintanya menjadi seorang kekasih seperti laki laki lainnya, Alex langsung meminta Agnes menjadi Istrinya.
" Apakah tidak apa apa Anda menikahi seorang biasa seperti saya?" kata Agnes perlahan. Pengalamannya behubungan dengan orang berada sangat menyakitkan, keluarga Dion sama sekali tidak menginginkannya dan bahkan mengusir cucu mereka sendiri.
" Aku bukan Dia. Tentu saja tidak apa apa. Papiku juga pasti sangat senang jika melihat Ica." kata Alex tersenyum
" Baiklah." ucap Agnes tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
Alex terlihat senang mendengar jawaban Agnes.
" Thank you Honey." kata Alex menempelkan hidungnya yang mancung ke hidung Agnes.
" Ya. " jawab Agnes dengan senyuman bahagia di bibirnya.
Agnes berharap Alex adalah obat untuk luka hatinya , Sekian lama Agnes menjauhi laki laki, hanya Alex lah yang mampu membuatnya nyamandan merasakan rasa aman jika berada di sisinya.
Alex menggendong tubuh Agnes menuju ranjangnya Dia pun berbaring di sebelahnya.
" tidurlah, Aku ingin tidur memelukmu malam ini." kata Alex memasang selimut di badan Agnes lalu memeluknya.
Perlahan Agnes tertidur dengan nyenyaknya.
Sudah lama Agnes tidak merasakan tidur yang begitu nyamannya.
" Agnes, Aku sangat mencintamu. Aku berjanji akan selalu menjagamu seumur hidupku." gumam Alex sambil mencium kening Agnes.
( Terimakasih like dan komennya Kakak😊🙏.
Selamat Membaca😊 )